cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Dakwah
ISSN : 16938054     EISSN : 2581236X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus is to provide readers with a better understanding of dakwah knowledge and activities the life on Indonesian Muslims. SCOPE The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of communication and broadcasting Islam, guidance and counseling Islam, management dakwah, development of Islamic societies and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 39, No 2 (2019)" : 14 Documents clear
Blaming the Victim: Alienasi Gender dalam Media Online Anna Puji Lestari
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.2.3999

Abstract

Bebagai data menunjukkan bahwa jumlah kasus pemerkosaan di Provinsi Jawa Tengah masih tergolong tinggi sehingga perlu mendapat perhatian dari semua pihak terkait. Berbagai kasus pemerkosaan di Jateng tak luput diberitakan oleh berbagai media massa, salah satunya adalah Suaramerdeka.com. Suaramerdeka.com merupakan media online lokal berbasis media cetak pertama di Indonesia. Bertitik tolak dari realita tersebut, penelitian ini dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam paradigma kritis dengan desain analisis isi framing Entman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita kekerasan seksual di Suaramerdeka.com banyak menggunakan sudut pandang Blaming the Victim, indikasinya adalah terjadinya Alienasi Gender. Alienasi Gender merupakan konsep penting berdasarkan temuan dari penelitian ini yang menjelaskan bahwa korban kekerasan seksual ataupun pihak-pihak yang membela korban disingkirkan pendapatnya sebagai narasumber berita. Selain itu, juga terdapat pemilihan diksi bias yang mengukuhkan terjadinya Blaming the Victim berita-berita di media online. Pemilihan diksi bias dan praktik Alienasi Gender merupakan wujud kekerasan simbolik siber. Kekerasan Simbolik Siber menggambarkan kekerasan yang terjadi karena dominasi bahasa berita media di dunia maya.***The number of rape victims in Central Java is very high so that need to gain attention from various parties. Many rape news in Central Java have been reported by numerous mass media, Suaramerdeka.com is one of them. Suaramerdeka.com is the first online local media based on printed media in indonesia. Based on that reality, this researched was conducted. This research is qualitative with critical paradigm on Framing Entman design. This research results show that many sexual assault news on Suaramerdeka.com used Blaming the Victim point of view. The indication is Gender Alienation practice took place. Gender Alienation is important concept based on this research which explain that the opinion of rape victims and the victim defenders were alienated as news resources. Beside that, bias diction was choosen on rape news that strengthen Blaming the Victim news on online media. Gender Alienation Practice and bias diction is Cyber Symbolic Violence. Cyber Symbolic Violence picturized violence that took place because of languange domination on online media.
Reformulasi Metode Dakwah bi al-Lu’bah sebagai Trauma Healing pada Anak Korban Bencana Alam Moh Erfan Soebahar; Abdul Ghoni
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.2.4571

Abstract

The use of the da'wah bi al lu'bah method can be implemented for children affected by natural disasters. The formulation of the da'wah method can be done by combining the da'wah method with the trauma healing technique. This research was conducted with a literary approach and supported by trauma healing activities at the 2006 earthquake site, namely Klaten District - Central Java and Sleman District - Yogyakarta. In fact researchers did not find the practice of da'wah at these two earthquake locations. The results of the study reveal the formulation of bi al lu'bah propaganda can be done in three ways, namely First, infiltration of propaganda material in the existing game. Infiltrate (infiltration) in the game commonly done by mad'u. Second, making da'wah games, can be done in various ways understood by mad'u children. Third, make poetry about propaganda material through popular songs that can be easily remembered.Penggunaan metode dakwah bi al lu’bah dapat dilaksanakan untuk anak-anak korban bencana alam. Formulasi metode dakwah ini dapat dilakukan dengan penggabungan antara metode dakwah dengan teknik trauma healing. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan literer dan didukung dengan kegiatan trauma healing di lokasi gempa tahun 2006, yaitu Kabupaten Klaten – Jawa Tengah dan Kabupaten Sleman – Yogyakarta. Kenyataannya peneliti tidak menemukan praktik dakwah di dua lokasi gempa ini. Hasil penelitian mengungkapkan formulasi dakwah bi al- lu’bah dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu Pertama, penyusupan materi dakwah pada permainan yang ada.  Menyusupkan (infiltrasi) pada permainan yang lazim dilakukan oleh mad’u. Kedua, membuat permainan dakwah, Membuat permainan dakwah dapat dilakukan dengan berbagai cara yang dipahami oleh mad’u anak. Ketiga, membuat syair tentang materi dakwah melalui lagu-lagu populer yang dapat mudah diingat.
Strategi Komunikasi Dakwah Wilayatul Hisbah dalam Pencegahan Pelanggaran Qanun Aceh tentang Jinayat di Aceh Barat nurjanah nurjanah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.2.4401

Abstract

Wilayatul Hisbah responded to the high level of violations of the Qanun Jinayat in Aceh. The process of minimizing violations is carried out through the propaganda communication strategy. This article aims to find the communication strategy of preaching Wilayatul Hisbah West Aceh in preventing violations of the Aceh Qanun Number 6 of 2014 concerning Jinayat. The method used is qualitative-descriptive. Data collection techniques carried out by observation, interviews and documentation. The results showed that the Wilayatul Hisbah missionary communication strategy was a communicator strategy, a message strategy, a media strategy, and an effect strategy.Wilayatul Hisbah merespon tingginya tingkat pelanggaran Qanun Jinayat di Aceh. Proses meminimalisir pelanggaran dilakukan melalui strategi komunikasi dakwah. Artikel ini bertujuan untuk menemukan strategi komunikasi dakwah Wilayatul Hisbah Aceh Barat dalam pencegahan pelanggaran Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Jinayat. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan  observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan strategi komunikasi dakwah Wilayatul Hisbah adalah strategi komunikator, strategi pesan, strategi media, dan strategi efek.
Narasi Ujaran Kebencian dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (PILKADA) Najahan Musyafak; Ahmad Hasan Asy'ari Ulama'i
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.2.4673

Abstract

Hate speech on social media has become a theme of discussion in various forms of discourse in society. This paper focuses on expressions of hate speech related to regional political election uploaded through posts from personal and group accounts on the Facebook social media platform from January to July 2018. This study uses content analysis by adopting Soesilo's six hate speech criteria. The results of the study showed that the forms of hate speech on Facebook were expressed in the form of photos, drawings, illustrations, memes, and words that had the connotation of provocation, insults, and incitement. Hate speech comes from personal and group accounts, addressed to individuals, public officials such as presidents, party leaders, and the government.Ujaran kebencian di media sosial telah menjadi tema pembahasan dalam berbagai bentuk wacana di masyarakat. Tulisan ini fokus pada ekspresi ujaran kebencian yang terkait dengan masalah Pemilihan Kepala Daerah yang diunggah melalui postingan dari akun personal maupun kelompok dalam platform media sosial facebook selama Januari sampai bulan Juli 2018. Studi ini menggunakan analisis isi dengan mengadopsi enam kriteria ujaran kebencian Soesilo. Hasil studi menunjukkan bahwa bentuk ujaran kebencian di facebook diungkapkan dalam bentuk foto, gambar, ilustrasi, meme, dan kata-kata yang memiliki konotasi provokasi, penghinaan, dan hasutan. Ujaran kebencian bersumber dari akun pribadi dan kelompok, ditujukan kepada individu, pejabat publik seperti presiden, ketua partai, dan pemerintah.

Page 2 of 2 | Total Record : 14