Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Articles
22 Documents
Search results for
, issue
"Vol 19, No 1 (2024)"
:
22 Documents
clear
Thematic analysis bencana kebakaran di Sangatta Kalimantan Timur pada periode 2012-2022
Zuhri Ruslan
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v19i1.64679
Kebakaran adalah bencana sosial yang kerap terjadi di Sangatta dan menimbulkan korban jiwa, kehilangan harta benda, serta menyisakan trauma. Tujuan penelitian ini adalah menginvestigasi penyebab dan proses terjadinya peristiwa kebakaran di Sangatta. Penelitian ini menggunakan thematic analysis dengan mengumpulkan berita terkait kebakaran di Sangatta sepanjang periode 2012-2022, membuat kode, dan menarik tema dari data. Hasil penelitian dari 35 sampel peristiwa kebakaran menunjukkan kebakaran terjadi mayoritas disebabkan karena korsleting listrik dan kelalaian penggunaan kompor. Tipe rumah kayu dan semi permanen serta angin kencang mempermudah meluasnya peristiwa kebakaran. Saat terjadi kebakaran pemadam datang dalam waktu 30 menit dan kebakaran rata-rata dapat dipadamkan dalam waktu dua jam. Kesulitan proses memadamkan api adalah gapura masuk gang yang sempit, jalan gang yang kecil, kawasan padat penduduk, dan warga yang berkumpul mengakibatkan akses keluar masuk pemadam kebakaran menjadi sulit. Mobil pemadam perusahaan di sekitar Sangatta dalam beberapa peristiwa ikut membantu proses pemadaman api. Penelitian merekomendasikan beberapa solusi, diantaranya adalah penyediaan kendaraan roda tiga pemadam api untuk masuk ke dalam gang.
Front Matter Vol. 19 No.1 (2024)
Jurnal Region
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v19i1.83854
Kekhasan penerapan konsep smart city pada wilayah kabupaten
Muhammad Akbar;
Achmad Djunaedi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v19i1.71313
Smart city pada kabupaten merupakan hasil adaptasi dari konsep smart city yang dibangun untuk kawasan perkotaan dengan mempertimbangkan karakteristik, potensi, dan kearifan lokal. Wilayah kabupaten dapat memiliki perbedaan karakteristik satu sama lain. Perbedaan tersebut membutuhkan generalisasi dan pendetailan penerapan konsep smart city pada karakteristik setiap kabupaten. Penelitian ini menggunakan pendekatan abduktif kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengidentifikasi kekhasan penerapan konsep tersebut. Data diolah menggunakan analisis triangulasi dan komparasi terhadap penerapan konsep smart city antara Kabupaten Bantul sebagai studi kasus dengan penelitian sebelumnya yakni Kabupaten Kulon Progo dan Sukoharjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan terhadap penerapan konsep smart city pada wilayah kabupaten. Namun demikian, perbedaan terletak pada obyek yang didukung program inovasi smart city. Kabupaten pesisir memungkinkan pengembangan branding pariwisata pantai serta sistem peringatan dini dan mitigasi bencana tsunami, kabupaten fokus pertanian memungkinkan pengembangan pertanian dan ekonomi lokal berbasis pertanian, kabupaten penyangga kota memiliki infrastruktur TIK jaringan internet dan telekomunikasi lebih memadai pada area aglomerasi perkotaan dibandingkan di luar area aglomerasi perkotaan, dan kabupaten administrasi khusus memungkinkan pengembangan program inovasi smart city didukung dana khusus.
Studi kelayakan pengembangan bumi perkemahan sebagai alternatif wisata di Kawasan Wisata Kalisuci, Kabupaten Gunungkidul
Bayu Argadyanto Prabawa;
Akbar Preambudi;
Firda Annisak;
Ngizudin Alfi Hidayanto;
Desy Wahyuning Tyas
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v19i1.67114
Pasca Covid-19, kegiatan wisata di Indonesia mulai menggeliat pada tahun 2022, begitu pula pada kawasan wisata Kalisuci. Pengembangan alternatif atraksi dengan bentuk bumi perkemahan merupakan alternatif wisata untuk melengkapi atraksi cave tubing yang sudah ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kawasan serta melakukan penilaian kelayakan pengembangan bumi perkemahan di kawasan Wisata Kalisuci. Penelitian ini menggunakan teknik tabulasi nilai berdasarkan Permenpar RI Nomor 24 Tahun 2015 untuk menilai kelayakan kawasan wisata Kalisuci sebagai bumi perkemahan. Hasil studi menunjukkan aspek produk telah terpenuhi sebanyak 20 dari total 34 sub-unsur, aspek pelayanan telah memenuhi keseluruhan 13 sub-unsur, dan aspek pengelolaan telah terpenuhi 22 dari total 31 sub-unsur. Berdasarkan temuan tersebut, masih perlu upaya perbaikan kualitas untuk meningkatkan kelayakan usaha, di antaranya cut and fill lahan karena kemiringan lereng yang bervariasi, peningkatan jalur sirkulasi, pemasangan pagar pengaman kawasan, penyusunan layout tenda, serta penambahan fasilitas olahraga, dapur umum, perlengkapan berkemah, pemeriksaan kesehatan karyawan dan satuan pengamanan, ketersediaan IPAL, dan akses darurat. Kajian ini merupakan penilaian awal pengembangan usaha bumi perkemahan sebagai acuan pengelola wisata untuk melakukan optimalisasi potensi wisata Kalisuci.
Mitigasi bencana banjir melalui normalisasi Daerah Aliran Sungai Beringin dan pemanfaatan flood early warning system di Kelurahan Mangkang Wetan
Lien W Lestari;
N. Dhea Madinah Al Qibtiyah;
Indra Cahya Nugraha;
Mariyatul Qibtiyah;
Salmaa Shafira
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v19i1.65726
Mitigasi bencana merupakan upaya meminimalkan korban jiwa dan harta benda mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan hingga pengurangan kerentanan. Normalisasi sungai dan Flood Early Warning System (FEWS) adalah bentuk mitigasi bencana struktural dan nonstruktural yang dilakukan dalam menghadapi bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan penyebab banjir dan menganalisis bentuk mitigasi bencana banjir yang dilakukan di Kelurahan Mangkang Wetan berupa normalisasi sungai dan FEWS. Metode yang digunakan adalah analisis komparatif penanganan banjir di wilayah yang sudah melakukan praktik baik dengan kemungkinan aplikasinya di Kelurahan Mangkang Wetan untuk memberikan rekomendasi dalam peningkatan mitigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada masyarakat yang tinggal di kawasan sangat rawan bencana, namun perangkat keras FEWS yang dapat memperkuat mitigasi justru kurang terawat. Di samping itu sudah terlihat upaya tata kelola kolaboratif dari pemerintah, NGO, dunia usaha, dan masyarakat Kelurahan Mangkang Wetan.
Back Matter Vol. 19 No.1 (2024)
Jurnal Region
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v19i1.83855
Kesesuaian rencana pola ruang terhadap risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Boyolali
Abyan Bayu Aji;
Nur Miladan;
Bambang S Pujantiyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v19i1.66891
Kabupaten Boyolali merupakan wilayah yang memiliki dataran rendah, perbukitan dan pegunungan yang dekat dengan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Hal ini menjadikan Kabupaten Boyolali memiliki potensi risiko rawan bencana khususnya bencana tanah longsor. Fakta menunjukkan tidak adanya integrasi dalam perencanaan wilayah di Kabupaten Boyolali dengan kajian risiko bencana khususnya tanah longsor. Dengan adanya kondisi tersebut, penelitian ini mengkaji risiko bencana tanah longsor dan melihat kesesuaian antara kajian risiko bencana tanah longsor tersebut terhadap rencana pola ruang di Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan metode kuantitatif yang didukung analisis skoring pembobotan serta spatial overlay. Hasil penelitian menunjukkan Kabupaten Boyolali memiliki tiga tingkatan risiko bencana. Risiko bencana tanah longsor didominasi risiko rendah dan risiko tinggi berada pada bagian barat Kabupaten Boyolali dengan pola semakin dekat dengan Gunung Merapi dan Merbabu, semakin tinggi juga risiko bencana tanah longsor. Kesesuaian rencana pola ruang terhadap risiko bencana tanah longsor memiliki persentase dominan sesuai pada kawasan risiko bencana rendah dan sesuai bersyarat pada kawasan budidaya berupa lahan terbangun, pertanian dan perkebunan. Sementara, ketidaksesuaian terdapat pada wilayah dengan risiko bencana tinggi dengan rencana pola ruang berupa kawasan permukiman dan pertanian. Penelitian ini juga mengungkap bahwa pembangunan pada rencana tata ruang menunjukkan ada kecenderungan pada kawasan risiko tinggi tanah longsor.
Tantangan pengelolaan cagar budaya pasca Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja
Muhammad Fadil Ramadhan;
Adi Prasetijo;
Halimy Fathan;
Deny Setya Afriyanto;
Jalu Lintang Yogiswara Anuraga
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v19i1.68570
Penerbitan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 yang teIah diubah menjadi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menandakan masuknya babak baru investasi dan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Penerbitan aturan ini merupakan runtutan dari upaya pemerintah daIam mempercepat dan memperIuas pembangunan ekonomi Indonesia. Adanya babak baru tersebut menjadi permasaIahan bagi nasib peIestarian Cagar Budaya di Indonesia ke depan, waIaupun daIam haI ini pemerintah baru saja menerbitkan aturan terbaru tentang peIestarian Cagar Budaya, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2022 tentang Register NasionaI dan PeIestarian Cagar Budaya. Berdasarkan haI tersebut maka pada kajian ini akan diungkap fenomena yang menunjukkan adanya tantangan pengeIoIaan dan perIindungan cagar budaya daIam menghadapi era baru. Pengungkapan fenomena tersebut diIakukan meIaIui pendekatan yuridis normatif menggunakan data sekunder berupa studi Iiteratur. AnaIisa diIakukan dengan metode anaIisis kesenjangan untuk mengukur tingkat kerawanan cagar budaya. HasiI pada kajian ini menunjukkan bahwa tingkat kerawanan cagar budaya menurut kIasifikasi jenis cagar budayanya adaIah (1) Situs Cagar Budaya dan Struktur Cagar Budaya memiIiki tingkat kerawanan tinggi, (2) Bangunan Cagar Budaya memiIiki tingkat kerawanan menengah, dan (3) Kawasan Cagar Budaya memiIiki tingkat kerawanan rendah. Berdasarkan teIaah tersebut maka perIu diIakukan percepatan penetapan objek dugaan cagar budaya (ODCB) sebagai cagar budaya sebagai Iangkah awaI perIindungan serta mendorong Iahirnya peraturan teknis yang mengatur kajian dampak terhadap warisan budaya sebagai saIah satu prasyarat perizinan berusaha.
Transportation Demand Omotenashi at Ijen Corridor: The problems and development strategies
Imma Widyawati Agustin;
Septiana Hariyani;
Ditha Nurrizkyta
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v19i1.80223
Ijen was one of the roads in Malang City with land use intensity dominated by education and trade and services, generating land use caused a large movement. The main purpose of the study was to identify some problems and propose solutions to improve the performance of Ijen corridor. The meaning of “Omotenashi” is Japanese-style excellent service mindset consisting of hospitality aspect, familiarity and warmth aspects. The study employed Customer Satisfaction Index (CSI) and Analytical Hierarchy Process (AHP). Analysis of the familiarity aspect was descriptive evaluative interaction of public transport passengers. The analysis of the warmth aspect was descriptive evaluative in physical, social and historical attractiveness. The results showed that hospitality level at Ijen Corridor was 2.038 (hospitable), the familiarity aspect was 61 out of 100 people have interacted on the public transport, while the warmth aspect showed that many buildings are physical attractions and historical areas. The Ijen Corridor's alternative development strategies include raising public awareness of the use of public transportation, restricting access to motorized vehicles, law enforcement, and improving bicycle infrastructure, as well as enhancing the quality of public transportation services, pedestrian facilities, parking management, and carpooling/sharing.
Kesesuaian Taman Stadion Joyo Kusumo terhadap konsep taman kota ramah anak pada elemen fisik
Apin Fitri Amalina;
Rufia Andisetyana Putri;
Tendra Istanabi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v19i1.63646
Elemen fisik taman kota berpengaruh pada kualitas taman kota yang menunjang aktivitas bermain anak dalam mewujudkan taman kota ramah anak. Taman Stadion Joyo Kusumo merupakan taman kota di Kabupaten Pati yang paling berpotensi sebagai taman kota ramah anak karena ketersediaan fasilitas bermain dan fasilitas olahraga yang lebih lengkap dibandingkan taman kota lainnya. Akan tetapi, beberapa fakta menunjukkan kondisi fisik yang belum sesuai untuk pengembangan taman kota ramah anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian Taman Stadion Joyo Kusumo ditinjau dari elemen fisik pada konsep taman kota ramah anak. Variabel penelitian yang digunakan adalah aksesibilitas taman, ketersediaan fasilitas, keamanan dan kenyamanan, serta vegetasi dengan indikator penelitian diperoleh dari literatur dan preliminary survey persepsi anak untuk mengetahui kebutuhan elemen fisik taman dalam memenuhi kebutuhan bermain anak. Penelitian dilakukan secara deduktif dengan tiga teknik analisis yaitu skoring komponen elemen fisik, pembobotan variabel dengan teknik weighted product, dan analisis kesesuaian elemen fisik pada studi kasus Taman Stadion Joyo Kusumo secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian elemen fisik Taman Stadion Joyo Kusumo sebesar 50,05% yang artinya elemen fisik Taman Stadion Joyo Kusumo lebih banyak yang sesuai dengan konsep Taman Kota Ramah Anak sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.