cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2024)" : 22 Documents clear
Komparasi sentralitas pusat kegiatan pada kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat Syaiful Muazir; Lestari Lestari; Muhammad Nurhamsyah; Muhammad Ridha Alhamdani
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.61885

Abstract

Wilayah merupakan jaringan perkotaan dan setiap kota dalam wilayah saling berhubungan. Struktur keruangan wilayah dibentuk oleh jaringan yang menghubungkan titik pusat aktivitas dengan saluran penghubung berupa garis infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sentralitas pusat kegiatan pada kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat. Perbandingan kemudian dilakukan untuk mengupas hubungan antara pusat-pusat kegiatan dengan pusat kegiatan hirarki tertinggi pada kota dan kabupaten. Analisis jaringan digunakan untuk mengidentifikasi sentralitas dengan menghitung derajat, kedekatan, keantaraan, dan vektor eigen. Temuan penelitian menunjukkan lima jenis kecenderungan, yaitu: (1) cenderung berada di tengah, (2) cenderung berada di perbatasan, (3) tersebar, (4) cenderung dekat (melekat) dengan ibu kota/kabupaten, dan (5) cenderung meluas. Jenis paling banyak di Provinsi Kalimantan Barat adalah pada tipologi perbatasan. Sementara itu, tidak ditemukan tipologi sentralitas pusat kegiatan yang cenderung melekat dengan pusat kegiatan utama pada kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat.
Kesesuaian koridor sumbu filosofis Kota Yogyakarta bagian utara terhadap komponen fisik urban tourism Farhan Rizki; Rizon Pamardhi-Utomo; Murtanti Jani Rahayu
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.66805

Abstract

Kota Yogyakarta termasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional menjadikannya salah satu destinasi utama di Indonesia dengan beragam produk wisata salah satunya adanya aktivitas urban tourism pada ruang perkotaan. Fenomena urban tourism terlihat di koridor Jalan Margoutomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margomulyo yang keberadaannya yang memiliki karakter kuat sebagai koridor wisata serta sumbu filosofis bagian utara Kota Yogyakarta. Koridor ini memiliki perbedaan pada aktivitas pariwisatanya yang cenderung pasif pada Jalan Margoutomo apabila disandingkan dengan koridor Jalan Malioboro dan Jalan Margamulyo yang terlihat ramai oleh wisatawan. Signifikansi perkembangan urban tourism di Kota Yogyakarta berimplikasi pada urgensi pemenuhan komponen fisik wisata yang adaptif di lingkungan perkotaan. Artikel ini berusaha mengetahui kesesuaian koridor perkotaan Kota Yogyakarta bagian utara terhadap komponen fisik urban tourism. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang diaplikasikan pada tiga variabel, yaitu keberadaan daya tarik urban tourism, keterjangkauan fasilitas pendukung, dan ketersediaan aksesibilitas penunjang urban tourism. Berdasarkan hasil skoring kesesuaian menggunakan metode pembobotan variabel weighted product menunjukan bahwa koridor perkotaan Kota Yogyakarta bagian utara menghasilkan presentase 89, 33% pada Jalan Margoutomo, 100 % pada Jalan Malioboro, dan 86 % pada Jalan Margomulyo. Berdasarkan hasil analisis tersebut menunjukan bahwa ketiga koridor mempunyai kesesuaian yang sangat tinggi dalam perannya sebagai destinasi urban tourism.

Page 3 of 3 | Total Record : 22