cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan
Core Subject : Social,
Al Ard Jurnal Teknik Lingkungan publish articles on environmental engineering from various perspectives, covering both literary and fieldwork studies.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2018): September" : 12 Documents clear
AIR QUALITY SETTLEMENT ASSESSMENT NEAR LOCAL COMMUNITY HEALTH CENTERS (LCHC) IN CIMAHI CITY, WEST JAVA PROVINCE Munfarida, Ida
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2018): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v4i1.410

Abstract

The Settlements near the Local Community Health Centers (LCHC) may have a negative impact on the settlement environment, especially is air quality due to the transportation sector near LCHC and community activities around the LCHC. This study evaluated air quality in three Settlements near the LCHC in Cimahi City, West Java Province, among others were: settlements in Cimahi Selatan, Cimahi Tengah and Cimahi Utara Districts. The air quality parameters were Nitrogen Dioxide (NO2), Sulfur Dioxide (SO2), Carbon Monoxide (CO), Ozone (O3), and Total Suspended Particulate (TSP) at three Locations of the Settlement. Air Quality Evaluation results indicate that all gaseous parameters were below air quality standards based on Government Law No.41 Year 1999 about Air Pollution Control, but Total Suspended Particulate (TSP) concentration in settlements of Cimahi Tengah and Cimahi Selatan Districts have exceeded the standard. However the lowest gaseous concentration was found in Settlement of Cimahi Tengah District. The community can play a role in improving the air quality in the settlements by providing green open space. Keywords: Air Quality, Local Community Health Centers (LCHC), Settlement.
KEBIJAKAN REKLAMASI DAN REVEGETASI LAHAN BEKAS TAMBANG (STUDI KASUS TAMBANG BATUBARA INDONESIA) Oktorina, Sarita
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2018): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v4i1.411

Abstract

Reklamasi adalah kegiatan pengelolaan tanah yang mencakup perbaikan kondisi fisik tanah (overburden) agar tidak terjadi longsor, pembuatan waduk untuk perbaikan kualitas air asam tambang yang beracun, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan revegetasi. Kegiatan reklamasi penting dilakukan untuk memperbaiki lahan bekas tambang. Pada umumnya tanah di lahan bekas tambang mengandung kadar unsur hara yang rendah. Reklamasi dan revegetasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki kondisilahan pasca penambangan. (Pujawati, 2009). Dalam melaksanakan reklamasi, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan guna memastikan bahwa setiap perusahaan wajib melaksanakan reklamasi dengan benar, baik dan sungguh-sungguh, serta menyetorkan dana jaminan reklamasi. Untuk merealisasikannya, perlu dilakukan adanya perizinan, yaitu setiap perusahaan yang melakukan kegiatan pertambangan harus segera merencanakan bentuk kegiatan pasca tambang (reklamasi) di atas areal tambang yang digunakan paling lambat satu bulan setelah tidak ada lagi kegiatan usaha pertambangan pada lahan yang terganggu. Selain itu, perlu juga dilakukan pengendalian lahan pasca tambang dengan memadukan pembenahan lahan, dan pemilihan jenis tanaman yang tepat, yaitu dengan kriteria berjenis local pioner cepat tumbuh, tahan terpapar matahari, cepat terdekomposisi, sistem perakaran yang baik dan bersimbiosis dengan mikroorganisme tertentu, mudah dan murah dalam perbanyakan, penanaman dan pemeliharaan. Kata Kunci: reklamasi, lahan, kebijakan, perizinan.

Page 2 of 2 | Total Record : 12