cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
j-dinamika@polije.ac.id
Editorial Address
Jl. Mastrip Po. Box 164, Kec. Sumbersari, Kab. Jember 68121
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25031031     EISSN : 25031112     DOI : 10.25047/j-dinamika
Core Subject : Education,
Jurnal J-DINAMIKA ini berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu, diantaranya pertanian, manajemen, teknologi informasi, sosial humaniora, kesehatan, dan semua bidang ilmu lainnya. Bentuk kegiatan pengabdian yang dipublikasikan dapat berupa penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, penyuluhan, pengembangan dan implementasi sistem, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2020): Desember" : 33 Documents clear
Pembuatan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Organik Cair Pada Kelompok Tani Teladan Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur Sepdian Luri Asmono; Irma Harlianingtyas; Dhanang Eka Putra
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v5i2.1673

Abstract

Beberapa bahan organik diketahui mengandung unsur hara dan zat pengatur tumbuh alami (ZPT), seperti air kelapa, jagung muda, taoge, bonggol pisang, rebung. Bahan-bahan ini juga menjadi substrat untuk perbanyakan mikroorganisme lokal yang baik untuk tanah. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian masyarakat di Kelompok Tani Teladan Sumberjambe Jember adalah untuk mengenalkan, meningkatkan keterampilan dan menerapkan teknologi fermentasi mikroorganisme lokal (bioaktivator) dengan menggunakan bahan organik yang mengandung zat pengatur tumbuh alami. Kegiatan ini menggunakan metode dan praktek langsung pembuatan ZPT alami. Hasil yang dicapai berdasarkan indikator pelaksanaan diklat ini diantaranya adalah respon kehadiran peserta diklat yang diikuti oleh 30 orang atau 100% diundang untuk mengikuti acara diklat. Selain itu, selama kegiatan ekstraksi dan fermentasi bahan organik terlihat peserta mengetahui urutan tata cara pembuatan ZPT Alam dari hasil diskusi dan tanya jawab. Selain itu, penilaian kuantitatif keberhasilan kegiatan pembekalan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil yang diperoleh pada tes awal rata-rata pemahaman tentang ZPT alam adalah 25, sedangkan nilai rata-rata post test setelah pelaksanaan adalah 75. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan peserta tentang pengatur tumbuh organik. Hasil tersebut juga dapat menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu menambah pengetahuan peserta. Pada praktiknya sekitar 80% peserta telah mampu mengekstrak dan mencampurkan bahan untuk proses fermentasi. Indikator keberhasilannya terlihat dari bahan ZPT alami yang terfermentasi baik yang bercirikan warna coklat dan bau asam menyerupai tapai.
Penerapan dan Pelatihan E-Commerce Pada Usaha Bengkel Mitra Karya Sitra Jember Rahma Rina Wijayanti; Oryza Ardhiarisca; Sumadi Sumadi; Rediyanto Putra
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v5i2.1675

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang akan dilakukan pada usaha Bengkel Mitra Karya Satria Jember dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing. Pengabdian ini menggunakan skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Masalah yang dihadapi oleh usaha bengkel ini adalah terdiri dari dua yaitu masalah kendala terkait kegiatan promosi yang masih sederhana. Solusi yang diberikan pada pengabdian ini melakukan pembuatan media pemasaran online untuk memperluas jangkauan promosi. Target yang ingin dicapai dari pengabdian ini adalah usaha bengkel Mitra Karya Satria Jember dapat memiliki peningkatan daya saing yang lebih baik, sehingga mampu menciptakan kesejahteraan yang lebih tinggi. Luaran dari pengabdian masyarakat adalah: satu produk blog pemasaran, satu artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui jurnal nasional ber ISSN, dokumentasi video kegiatan, dan peningkatan keberdayaan mitra sesuai permaslahan yang dihadapi.
Pendampingan Pembukuan Sederhana Bagi Usaha Kerajinan Enceng Gondok dan UMKM Pemula di Surabaya Supriyati Supriyati; Gunasti Hudiwinarsih; Muazaroh Muazaroh
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v5i2.1951

Abstract

Pendampingan Pembukuan Sederhana Bagi Usaha Kerajinan Enceng Gondok dan UMKM Pemula di SurabayaUsaha kerajinan eceng gondok merupakan salah satu usaha kerajinan di kota Surabaya yang mampu memperkenalkan produknya sampai mancanegara. Usaha ini telah dirintis sejak tahun 2008 dan memiliki pasar produk yang luas. Namun, permalasahan utama yang dihadapi mitra adalah belum tersusunnya administrasi pembukuan yang terstruktur dan ajeg karena kendala keterbatasan sumberdaya, operasi yang tidak rutin dan fokus pemilik hanya pada kegiatan produksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mampu membantu mitra menyusun pelaporan keuangan secara tersruktur dan ajeg. Kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan meliputi wawancara dengan mitra untuk memahami proses bisnis usaha kerajinan, pendampingan pengelolaan usaha khususnya pencatatan transaksi bisnis mitra, dan penyusunan SOP dan draft Buku Panduan Akuntansi Sederhana Usaha Kerajinan. Hasil tim pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat telah mampu menyelesaikan kegiatan pengabdian masyarakat dengan hasil yang diperoleh berupa 1) meningkatnya kesadaran dan pemahaman mitra tentang pentingnya pembukuan untuk operasional usahanya, 2) tersusunnya laporan keuangan sederhana yang bermanfaat untuk mitra, 3) tersusunnya SOP dan draft Buku Panduan Sederhana Usaha kerajinan. Kegiatan pengabdian masyarakat di masa datang perlu dikembangkan lagi agar semakin banyak pelaku usaha yang tergolong usaha mandiri atau pemula dapat mengembangkan usaha dengan baik dan berkelanjutan. Karena itu, dukungan pemerintah dan dunia akademisi sangat diperlukan.
Pengembangan Produk Olahan Labu Kuning Bagi Petani Benih Labu Kuning di Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi Anna Mardiana Handayani; Mulia Winirsya Apriliyanti; Supriyadi; Refa Firgiyanto
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v5i2.2216

Abstract

Desa Tegalrejo merupakan salah satu kabupaten penghasil labu kuning terbesar di Banyuwangi. Masyarakat Desa Tegalrejo sebagian besar merupakan petani labu kuning yang memproduksi benih labu kuning untuk dijual. Penjualan bibit labu kuning telah bekerjasama dengan PT. Panah Merah Jember. Bibit yang dibutuhkan disediakan oleh PT. Panah Merah Jember sedangkan tanah, alat-alat produksi dan pekerja disediakan oleh petani. Limbah produksi biji labu kuning adalah daging buah labu kuning segar. Asalkan dibuang begitu saja oleh petani jika saat panen labu kuning. Bahkan bisa digunakan untuk pakan sapi, kambing dan ayam. Metode: Program Kemitraan Masyarakat yang dilaksanakan oleh tim Politeknik Negeri Jember bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis labu kuning dengan memproduksi aneka olahan eggroll labu kuning, bolu kukus, roti tawar, foodbar, cookies dan minuman jelly drink. Jenis pelatihan yang diberikan adalah pelatihan tahapan produksi aneka olahan labu kuning, pelatihan pengemasan produk labu kuning, pelatihan strategi pemasaran, pendampingan dan monitoring serta evluasi PKM. Hasil: Peserta terdiri dari istri petani berjumlah 20 orang. Hasil dari kegiatan ini adalah mereka dapat membuat varian produk dari buah labu kuning antara lain kue kukus, eggroll, cookies, food bar, roti dan minuman jelly. Setelah mereka membuat aneka produk labu, mereka bisa jualan di e-commere layaknya shopee, sehingga mendapat penghasilan tambahan. Monitoring dilakukan dengan mengunjungi beberapa peserta pengabmas. Proses pendampingan dan pemantauan telah menghasilkan dokumen pengarsipan PIRT dan hasil PIRT adalah PIRT nomor 206-3510021110-23. Kesimpulan: Meningkatnya pengetahuan peserta dalam menghasilkan varian produk labu kuning. Produk labu kuning ini bisa dijual di ecommere dan mereka mendapat penghasilan tambahan.
PKM Olahan Gondo di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali I Gusti Ayu Wita Kusumawati; Putu Wida Gunawan; Ni Wayan Nursini; Ida Bagus Agung Yogeswara
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v5i2.2313

Abstract

Desa Timpag terkenal dengan penghasil gondo. Pemanfaatan gondo umumnya hanya dibuat sebagai sayur plecing tetapi oleh Ibu Ayu, gondo dapat diolah menjadi keripik yang rasanya digemari. Pengolahan yang bersifat tradisional menyebabkan keripik yang dihasilkan berminyak dan tidak tahan lama. Keripik gondo dipasarkan di warung-warung sekitar di desa Timpag. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu memperbaiki kualitas dan inovasi olahan gondo, pengurusan P-IRT, mendesain kemasan yang menarik, dan ecommerce melalui pelatihan dan pendampingan. Perbaikan kualitas keripik gondo melalui pengolahan dengan penggunaan vaccum frying dan pengeringan menggunakan spinner. Inovasi olahan gondo berupa puding gondo dan keripik gondo dengan variasi rasa (barbeque, keju, balado dan jagung manis). Kemasan digunakan plastik klip tebal dengan direkatkan menggunakan sealer, yang kemudian diberi label. Untuk memperluas area pemasaran produk dilakukan secara e-commerce melalui website. Hasil yang didapat setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan terjadi peningkatan kualitas dan inovasi olahan gondo, mitra mempersiapkan pengurusan P-IRT, kemasan dan label yang menarik, area pemasaran yang semakin luas sehingga berdampak dengan peningkatan omset dan pemasukan Ibu Ayu.
Kreatif Mengantisipasi Gagal Panen di Tengah Pandemi Covid-19 Dengan Pemanfaatan Limbah Organik Hasil Pertanian Sebagai Bahan Baku Pembuatan Pestisida Organik Cholyubi Yusuf; Ariesia A Gemaputri; Sri Sundari; Ida Adha Anrosana Pongoh
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v5i2.2392

Abstract

Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat PNBP pada Kelompok tani “Adil Makmur” berawal dari permintaan bantuan solusi yang berkaitan dengan bagaimana mengolah limbah organik hasil pertanian menjadi produk yang bermanfaat bagi tanaman lagi selain untuk pakan ternak dan pupuk organik. Permasalahan utama yang dikemukakan oleh ketua kelompok tani “Adil Makmur adalah limbah organik hasil pertanian pada kelompok ini belum termanfaatkan secara maksimal, sehingga tampak seperti onggokan sampah yang tidak berguna yang pada akhirnya akan dibakar agar tidak terlihat menumpuk pada salah satu sudut lahan petani. dan bentuk produk apa yang tepat untuk dapat dimanfaatkan kembali oleh petani dalam kegiatan budidayanya. Secara rinci permasalahan yang ditemukan pada saat survey lapang antara lain; (1) belum termanfaatkannya limbah organik hasil pertanian secara maksimal; (2) bagaimana implementasi produk hasil olahan limbah organik hasil pertanian yang berupa pestisida organik; (3) Bagaimana mengkomersialkan produk olahan limbah organikhasil pertanian;(4) bagaimana cara mengurus ijin edar produk agar produk dapat di terima oleh konsumen tanpa ragu dalam penggunaannya Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan, maka kegiatan pengabdian masyarakat PNBP ini bertujuan mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra dengan menawarkan suatu bentuk pelatihan mengolah limbah organik hasil pertanian yang mudah dilakukan oleh mitra serta pendampingan implementasi produk yang dihasilkan. Pelatihan pengemasan produk sebagai upaya komersialisasi produk dan pelatihan manajemen usaha untuk menunjang keberlangsungan usaha produksi pestisida organik. Pendampingan dan pelatihan cara mengurus ijin edar produk untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas wilayah pemasaran produk.
Peningkatan Ketrampilan Peternak Susu Perah dalam Proses Penanganan Pemerahan Susu di Mitra Produksi Susu Pasteurisasi Berbasis Teknologi Medan Pulsa Listrik Tegangan Tinggi Feby Erawantini; Budi Hariono; Azamataufiq Budiprasojo; Trismayanti Dwi Puspitasari
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v5i2.2394

Abstract

Susu merupakan bahan pangan sempurna karena mempunyai nilai gizi lebih baik dibandingkan dengan nilai gizi sumber pangan lainnya. Produk susu mempunyai sifat tidak tahan lama dan mudah rusak (perishable food) dan berpotensi mengandung bahaya (potentially hazardous food/PHF). Susu diperah dari ambing ternak sehat tidak bebas dari mikroba dan mengandung sampai 500 organisme/ml, jika ambing pada ternak sakit maka jumlah mikroorganisme dapat meningkat menjadi 20.000 mikroorganisme/ml. Ambing susu ternak dapat menjadi sumber pencemaran mikroorganisme, karena mikroorganisme dapat tumbuh dan berkembang sedikit agak jauh kedalam puting yang tidak tertutup dan biasanya dalam kondisi basah. Mikroorganisme terbawa sebagai sumber pencemaran, ketika susu mulai diperah, bagian pertama dari pemerahan biasanya dibuang karena dapat mengandung hingga 50.000 mikroorganisme/ml. Sumber pencemaran lain dapat berasal dari lingkungan kandang (lantai, udara, debu dan air), tubuh dan kotoran kambing, pakan, peralatan pemerahan, pekerja, pencemaran selama penyimpanan dan pemasaran. Kandungan mikroorganisme pada susu merupakan fungsi dari waktu, penanganan susu menentukan jenis mikroorganisme yang terbawa, sedangkan suhu penyimpanan menentukan kecepatan perkembangbiakan mikroorganisme. Kualitas bahan baku susu menjadi faktor utama keberhasilan penerapan teknologi pasteurisasi susu metode medan pulsa listrik tegangan tinggi. Metode yang digunakan untuk menghitung jumlah mikroba adalah Total Plate Count (TPC) sesuai SNI 2897-2008. Hasil yang diperoleh dengan menerapkan SOP pemerahan susu diperoleh jumlah mikroba pada susu segar sebesar 6,91 x 102 cfu/ml dan hasil susu yang telah dipasteurisasi dengan teknologi HPEF sebesar 1,96 x 102 cfu/ml atau menurunkan total mikroba sebesar 76%.
Pemanfaatan Ethnoscience Berorientasi Pembelajaran Teknologi Tepat Guna pada Kelompok Guru Gugus Karangrejo Guna Menyiapkan Siswa Kompeten di Era Revolusi Industri 4.0 Ahmad Rofi'i; Azamataufiq Budiprasojo; Risse Entikaria Rachmanita; Dafid Ari Prasetyo
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v5i2.2395

Abstract

Salah satu upaya yang tengah dilakukan oleh pemerintah adalah dengan meningkatkan kompetensi guru dalam bidang pengajaran dan mengembangkan iklim keunggulan kompetitif serta terciptanya sumber daya manusia yang menguasai IPTEK adalah dengan memacu pendidikan yang berbasis teknologi dengan lingkungan sebagai sumber belajar. Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Karangrejo Kecamatan Sumbersari yang merupakan kelompok diskusi guru pendidikan dasar se wilayah kerja unit Karangrejo Kecamatan Sumbersari. Berbasarkan analisis situasi dari wawancara dan observasi diperoleh permasalahan yang dialami mitra antara lain guru kurang memiliki pengetahuan dalam merencanakan dan mengekplorasi ide/ gagasan inovasinya dalam pembelajaran melalui kegiatan aktif serta dituangkan melalui alat pembelajaran berorientasi teknologi tepat guna, tenaga guru kurang menguasai keluasan materi dan perkembangan teknologi masa kini, terutama materi yang dapat dieksplorasi dalam alat pembelajaran , tidak adanya pelatihan khusus untuk melatih keterampilan dan kompetensi berbasis teknologi tepat guna melalui alat pembelajaran. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan, pendampingan dan fasilitas pada mitra melalui tahapan survei, implementasi kegiatan hingga pelaksanaan evaluasi yang langsung berdampak pada mitra. Hasil diperoleh dari kegiatan pengabdian yaitu diperoleh banyak perubahan, mulai dari perubahan pemahaman dan pengetahuan tentang penerapan ethnoscience yang dapat diterapkan melalui penggunaan alat teknologi tepat guna. Alat ini dihasilkan oleh guru melalui pelatihan dan pendampingan oleh tim sebagai pemateri, pendamping dan penilai serta memberikan konfermasi mengenai metode dan proses kerja yang tepat sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran secara efektif dan bermanfaat. Dari hasil wawancara dan observasi diperoleh bahwa penerapan ethnoscience dalam proses pembelajaran sangat bermanfaat dalam mengantarkan pemahaman siswa pada teknologi yang dilakukan secara langsung melalui alat teknologi tepat guna bahkan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mitra sehingga memberikan keyakinan untuk menerapkan lebih lanjut
Mesin Kristalisator Pembuatan Suplemen Pencegah Covid 19 di Desa Kemuning Lor, Jember Andik Irawan; Dicky Adi Tyagita; Naning Retnowati
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v5i2.2396

Abstract

Kota Jember merupakan salah satu kota dengan tingkat pasien positif COVID 19 yang belum mengalami penurunan yang signifikan dengan berbagai media penularan yang tidak nampak, berbagai cara dilakukan untuk mencegah agar COVID 19 tidak menyebar dengan cepat. Beberapa cara pencegahan yakni dengan penyemprotan desinfektan, penggunaan saniter yang tepat, penggunaan suplemen herbal untuk pencegahan agar meningkatkan imun, dan pemantauan rutin diwilayah masing – masing. RT 5 Dusun Kopang Krajan Desa Kemunig Lor, Kecamatan Arjasa merupakan Desa binaan Politeknik Negeri Jember, arah pengembangan dari berbagai aspek diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan yang ada. Melalui Kelompok Bina Warga (KBW) kegiatan pengabdian ini menitik beratkan pada teknologi Mesin Kritalisator yang digunakan sebagai alat untuk membuat suplemen herbal yang dapat digunakan untuk meningkatkan imun sehingga dapat mencegah penularan COVID 19. Sistem teknologi tersebut menggunakan metode pengaduk dengan motor penggerak, sumber pemanas berasal dari LPG. Saat ini dengan teknologi ini UKM KBW RT 5 sudah mengimplementasikan teknologi mesin kristalisator untuk membuat produk serbuk herbal berbahan jahe, kunyit merah dan berbagai bahan lain. Capaian target luaran berupa penerapan teknologi, aplikasi invensi, pemberdayaan wilayah tingkat KBW RT 5, dengan teknologi tersebut mampu memproduksi serbuk herbal mencapai 5-6kg perhari yang sebelumnya masih menggunakan cara konvensional dengan capaian kapasitas 2-3kg perhari. Dengan teknologi ini UKM tersebut mampu menghasilkan bubuk herbal dengan bahan baku rempah – rempah dengan hasil yang baik, kapasitas produksi meningkat dan keterampilan SDM meningkat.
Iptek Pengolahan Limbah Peternakan Menjadi Pupuk Organik Kualitas Pabrikan di Kelompok Ternak Limusin Jagir, Desa Kemuning Lor, Kabupaten Jember Suci Wulandari; Hariadi Subagja; Dyah Laksito Rukmi
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v5i2.2399

Abstract

Permasalahan utama di Kelompok ternak ‘Limusin Jagir” adalah membutuhkan pendapatan tambahan secara kontinyu dari usaha peternakan sapi dan kambing. Pembuatan pupuk organik yang bermutu merupakan alternatif solusi yang baik. Hal ini dikarenakan:1)Bahan baku pembuatan pupuk organik berupa kotoran ternak, ketersediaannya selalu ada; 2)Daya terima konsumen dan pemasaran pupuk organik cukup baik. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah: 1)Memberikan bekal pengetahuan  dan ketrampilan mengenai penggunaan starter mikrobia akan dihasilkan pupuk organik yang lebih cepat (hanya 21 hari sampai 28 hari dari umumnya lebih dari 5 bulan) dan berkualitas, yaitu bentuknya remah dan sudah dingin siap pakai untuk digunakan sebagai sumber makro mineral dan mikro mineral yang lengkap bagi tanaman. Jenis mikrobia yang dapat mengurai bahan organik antara lain Bacillus sp., Aeromonas sp., dan Aspergilus nigger. Mikrobia ini dapat dibuat sendiri dalam bentuk mikrobia lokal atau MOL, maupun yang tersedia di toko yaitu EM4; 2)Memberikan wawasan dan ketrampilan cara pengemasan yang kuat dan menarik, dapat meningkatkan nilai jual produk dan memberikan produk khas Desa Kemuning. Metode pelaksanaan seliputi: a)persiapan kegiatan, kemudian dilakukan b)penyuluhan, c)pelatihan dan bantuan peralatan pendukung, serta d)evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa: 1)Kegiatan pengabdian mendapat respon positip dari kelompok peternak; 2)Pemberian bantuan berupa mesin jahit karung, peralatan pembuatan pupuk seperti sekop, terpal, dan sak kemasan dengan ukuran 5 kg dan 15 kg,  bahan untuk pembuat pupuk organik, seperti starter, tetes, sekam dan kapur. Pemberian alat bahan dimaksudkan sebagai contoh macam-macan alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk organik; dan 3)Respon para peternak sangat antusias dengan aktif mengikuti kegiatan saat pengabdian, dan langsung mengaplikasikan pada tanaman sayurnya.

Page 3 of 4 | Total Record : 33