cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities]
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 20882262     EISSN : 25805622     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities][p-ISSN 2088-2262 | e-ISSN 2580-5622 | DOI 10.31940/soshum] aims to develop itself as a pioneer journal in social sciences and humanities. Starting from the year 2018, it publishes all papers in English. Areas relevant to the scope of the journal include Social Sciences, Education, Media and Communication studies, Humanities, Tourism, Arts and Culture, Linguistics, Literature, Philosophy, and Religious Studies. Research as well as literary study articles submitted to SOSHUM should be original and have never been published anywhere.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2017): July 2017" : 10 Documents clear
CAMPUR KODE DALAM PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL “WhatsApp” I Gusti Putu Sutarma
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 2 (2017): July 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.858 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i2.593

Abstract

Penggunaan bahasa Indonesia di media sosial WhatsApp menarik dikaji, seperti: diksi (pilihan kata), morfologi (bentuk kata), pola penyingkatan kata, dan campur kode. Dalam tulisan ini kajian dibatasi pada masalah campur kode dan faktor-faktor yang memengaruhi kemunculannya. Dengan demikian, tujuan kajian ini adalah menemukan dan mendeskripsikan jenis-jenis campur kode dan faktor-faktor yang memengaruhi kemunculannya dalam penggunaan bahasa Indonesia di media sosial WhatsApp. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang datanya dikumpulkan dengan metode simak yang dibantu dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan catat. Data yang telah diklasifikasikan dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif yang dasar paradigmanya metodologis induktif. Paradigma metodologis induktif adalah pola pikir yang memulai sesuatu dari yang khusus ke sesuatu yang umum. Hasil analisis data disajikan dengan metode formal dan informal. Berdasarkan asal unsur serapan, campur kode ditemukan ada dua, yaitu campur kode ke dalam dan campur kode ke luar. Campur kode ke dalam unsur serapannya ditemukan dari bahasa Bali dan Jawa, sementara campur kode ke luar unsur serapannya berasal dari bahasa Ingris dan bahasa Jepang. Ditinjau dari tingkat perangkat kebahasaan campur kode ditemukan dalam tataran kata dan frasa. Munculnya campur kode disebabkan oleh faktor situasi dan faktor penutur. Campur kode ditemukan pada situasi yang bersifat tidak resmi (informal), sedangkan dari faktor penutur ditemukan pada penutur yang berpendidikan dan berdwibahasa.
E-Katalaog dalam Pengadaan Barang Ni Putu Laksmi Wijayanti
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 2 (2017): July 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.576 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i2.591

Abstract

Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, Agus Prabowo menyebut, dari ratusan pemerintah daerah di Indonesia, baik di level provinsi, kabupaten maupun kota, baru sembilan daerah yang telah sepakat menerapkan system e-katalog. Pemerintah nampaknya enggan memberikan kata harus karena penerapan sistem ini bersifat sukarela. Sembilan pemerintah daerah yang telah menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), sebagai tanda sepakat menerapkan e-katalog adalah Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku, Gorontalo, Bangka Belitung, Riau, Pemkot Semarang dan Pemkab Badung (Bali). E-katalog sesungguhnya sangat memudahkan penyedia jasa maupun Pemda. Dalam e-katalog tersedia uraian cukup lengkap, mulai daftar pilihan produk atau barang yang dibutuhkan, spesifikasi, harga hingga alamat penyedia barang dan jasa. Hebatnya, masyarakat luas juga bisa mengakses informasi tersebut sehingga proses pengadaan barang dan jasa lebih transparan dan akuntabel. Di samping memudahkan pihak-pihak yang berkepentingan, e-katalog juga menyebabkan proses pengadaan barang dan jasa akan lebih mudah dan cepat karena tidak perlu lagi melalui sistem lelang seperti yang selama ini banyak dilakukan. Sistem lelang memerlukan waktu berbulan-bulan, sementara transaksi melalui e-katalog bisa dilakukan dalam hitungan detik. Dengan e-katalog pemerintah seperti membuka warung on-line yang dapat membuat nyaman semua pihak. E-katalog, sebagaiman halnya produk baru, selalu menuai pro dan kontra. Diperlukan tekad yang kuat dari pemerintah daerah dan political-will kepala daerah untuk mendukung sistem ini, di samping tersedianya infrastruktur yang memadai serta kesiapan unit layanan pengadaan (ULP) dengan dukungan struktur organisasi yang handal dan berdedikasi.
KOMPETENSI LINGUISTIK MAHASISWA VOKASI : ANALISIS KESALAHAN SEBAGAI REFLEKSI PENDEKATAN PENGAJARAN GRAMATIKA Gusti Nyoman Ayu Sukerti
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 2 (2017): July 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.241 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i2.595

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisa kesalahan pada aspek kompetensi linguistik 68 orang mahasiswa Program Studi D4 Manajemen Proyek Konstruksi Jurusan Teknik Sipil berdasarkan hasil tes writing pada Uji Kompetensi Bahasa Inggris. Kemampuan menggunakan bahasa Inggris dalam bidang writing melibatkan kompetensi menggunakan bahasa (productive skills) untuk menuangkan ide atau gagasan yang tersusun dengan benar. Kemampuan seperti ini memerlukan tidak hanya penguasaan kompetensi dasar seperti tata bahasa (grammar) dan pengembangan kosa kata (vocabulary), tetapi juga faktor-faktor lain di luar kompetensi ini termasuk pengetahuan yang baik mengenai struktur sintaksis. Rendahnya kompetensi dasar dan faktor pendukung lainnya mengakibatkan adanya kesalahan-kesalahan dalam hasil writing mahasiswa. Data berupa kesalahan tersebut dianalisa secara kualitatif untuk mengetahui tipe-tipe kesalahan yang terjadi dan menjabarkan kemungkinan faktor penyebabnya. Analisa menunjukkan bahwa beberapa tipe kesalahan pada aspek kompetensi linguistik (gramatika, kosa kata, sintaksis) yang terdapat dalam tulisan mahasiswa meliputi kesalahan penambahan, penghilangan pengurutan serta pemilihan bentuk lingual. Hasil analisa menegaskan hipotesis peneliti bahwa kesalahan tersebut terjadi karena adanya faktor interlingual yaitu interferensi bahasa ibu pada bahasa target serta rendahnya paparan (exposure) terhadap reading texts dan listening exercises.
MENGOPTIMALKAN OKUPANSI HOTEL MELATI: Studi Kasus Di Kabupaten Badung-Bali Solihin Hin
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 2 (2017): July 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.039 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i2.558

Abstract

Karya ilmiah ini bertujuan untuk membahas upaya pihak manajemen hotel melati di Kabupaten Badung dalam mengoptimalkan tingkat okupansi hotelnya. Tulisan ini merupakan bentuk kajian ilmu pariwisata yang menggunakan pendekatan kualitatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, studi dokumen dan wawancara mendalam dengan 15 pemerhati dan pengelola hotel melati di Kabupaten Badung. Analisis data dilakukan secara deskriptif–kualitatif dalam perspektif kajian pariwisata. Hasil kajian menunjukkan bahwa okupansi hotel melati di Kabupaten Badung dalam tahun 2014 dan 2015 lebih rendah (sekitar 40%) dari pada hotel berbitang (sekitar 60%). Dalam upaya mengoptimalkan okupansi hotelnya, pihak manajemen hotel melati di Kabupaten Badung malakukan merestrukturisasi organisasi, meningkatkan kapasitas (skill) sumber daya manusianya, meningkatan kualitas pelayanannya, serta mengembangkan jaringan pemasaran dengan online booking. Dalam mengoptimalkan okupasni hotel melati, upaya peningkatan kapasitas SDM dan pemasaran dengan online booking perlu terus dikembangkan.
MAKNA KALIMAT PERINTAH BAHASA JEPANG DALAM TEKS PERCAKAPAN Wahyuning Diah; Kanah Kanah
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 2 (2017): July 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/soshum.v7i2.596

Abstract

Program Studi Bahasa Jepang di Indonesia masih menggunakan buku teks Yan-san to Nihon no Hitobito (1994), Minna no Nihon-go (1999), dan Erin (2009) sebagai acuan. Kalimat perintah bahasa Jepang (KPBJ) yang terdapat pada teks percakapan di ketiga buku tersebut terdiri dari: verba, adjektiva, nomina, adverbial, dan kata keterangan/adjung. Hal ini sering kali membuat pebelajar bahasa Jepang mengalami kesulitan untuk mengetahui makna tersebut. Oleh karena itu, makna yang terkandung dalam teks percakapan di ketiga buku tersebut sangat menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna yang terkandung dalam KPBJ. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mencatat bentuk-bentuk KPBJ. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan dilakukan dengan menonton video percakapan ketiga sumber data tersebut. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk deskriptif. Pengkajian makna pada penelitian ini mengacu pada apa yang dikemukakan Halliday, dan Wendel bahwa makna ada dalam diri manusia. Makna diproduksi dan direproduksi berdasarkan kondisi sosial tertentu dan melalui pelaku dan objek-objek materi tertentu. berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa makna KBPJ pada ketiga sumber data tersebut, yaitu : perintah/suruhan, permintaan, nasehat, saran, permohonan bantuan, desakan, pemberian ijin/mempersilakan, ajakan, menyemangati, dan permohonan ijin. Dari analisis data disimpulkan bahwa satu leksikon KPBJ bisa bermakna satu, atau bisa juga bermakna dua.
AUTOMATED HOTEL CHECK-IN SERTA DAMPAKNYA PADA TENAGA KERJA LOKAL Ni Gusti Nyoman Suci Murni; Made Ruki; I.A. Kade Werdika Damayanti
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 2 (2017): July 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.061 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i2.592

Abstract

The tourism sector is one of the most heavily influenced sectors of information technology. Hotels that are a component of tourism cannot be separated from these influences, especially in information services, room reservations, check-in / check-out service, and other services. With the sophistication of information technology, everyone can access any information, from anywhere; at a very cheap price even every country provides free facilities for that purpose. This study uses qualitative methods where the data source obtained by looking for some libraries related to self check-in. The results show that there are some differences that applied between the check-in manual and self check-in, and the impact caused by the application of self check-in. The positive impact of self check-in are speeding up the check-in process, saving payrolls, simplifying services, simplifying reporting, and saving time. While the negative impacts such as reducing employment in developing countries, reducing social communication / human touch, reducing the understanding of cross cultural understanding, allowing the occurrence of crime (cyber crime) as well as very expensive initial cost.
SADHARANIKARANA, SEBUAH MODEL KOMUNIKASI HINDU: ASPEK-ASPEK DAN FILSAFATNYA Ida Bagus Putu Suamba
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 2 (2017): July 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.291 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i2.597

Abstract

Sistem komunikasi Hindu telah dianggap sebagai disiplin baru di bidang teori dan praktik komunikasi. Ini tidak berarti bahwa benih atau gagasan komunikasi tidak ada dalam literatur dan praktiknya sejak periode Veda. Referensi yang diambil dari bidang puisi, estetika, dan drama dalam literatur Sanskerta menunjukkan banyaknya sumber yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber utama untuk mengembangkan sistem komunikasi Hindu yang tepat. Sadharanikarakana sebagai teori generalisasi dalam ekspresi puitis dikembangkan menjadi model komunikasi Hindu di era modern. Model terdiri dari beberapa aspek, seperti sahridaya (pihak yang terlibat - pengirim dan penerima), sahridayata (keadaan kesamaan), bhava (mood), abhivyanjana (encoding), sandesha (pesan), sarani (saluran), rasawadana (yang pertama diterima, decoding dan interpretasi pesan dan akhirnya mencapai rasa), dosha (suara), dan pratikriya (umpan balik); mereka menjadi bingkisan dari keseluruhan sistem. Sebagai model komunikasi, setiap pihak terlibat dalam proses komunikasi berusaha mencapai keadaan satu kesatuan, kesamaan, keadaan umum, universalitas yang disebut sahridayata. Dengan keadaan ini, setiap perbedaan dalam berbagai bidang kehidupan dapat dilampaui menjadi saling pengertian karena kesatuan atau kesamaan telah dicapai melalui proses negosiasi makna. Dalam ranah kesatuan kebenaran trans-empiris (advaita) dengan Realitas Tertinggi (disebut Brahman) adalah dalam bentuk rasa. Model tidak hanya melibatkan aspek material komunikasi tapi juga spiritual. Selain bersifat spiritual, model ini juga nonlinier.
Kohesi dan Koherensi sebagai Dasar Pembentukan Wacana yang Utuh I Nyoman Mandia
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 2 (2017): July 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.067 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i2.531

Abstract

An understanding of cohesion and coherence greatly helps one writer in writing a good and correct discourse. In theory, cohesion and coherence are different, but after practicing these terms it is quite difficult to distinguish. Therefore, it is very important to do real action, namely learning to master the language, especially writing, through regular training and continuous. So there are two things that are necessary to achieve the writing skill of writing knowledge and practicing writing because writing is an integrated language skill aimed at producing something called writing. In the discourse, in addition to the presence of marker cohesion, also tucked in support of keherensi. A discourse does not have to be explicitly loading a grammatical tool (conjunction) that can connect one idea in other words, the logical relationship between the parts in the discourse can be created without the grammatical tool.
Keberagaman Irama dan Nuansa Musikal dalam Industrialisasi Musik Pop Bali Ni Wayan Ardini
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 2 (2017): July 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.142 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i2.598

Abstract

Musik pop Bali adalah jenis musik pop dengan peralatan musik modern tetapi dengan unsur pokok kedaerahan terutama berupa bahasa Bali. Dalam 25 tahun terakhir, musik pop Bali berkembang dengan irama (genre) dan nuansa musikalnya yang menunjukkan berkembangnya industrialisasi musik pop Bali tersebut secara nyata dalam masyarakat Bali. Tujuan studi ini adalah menelisik sejauh mana terdapat keberagaman irama dan nuansa musikal yang ada selama era industrialisasi musik pop Bali tersebut. Studi ini merupakan sebuah kajian kepustakaan (literature review) dari hasil penelusuran terhadap berbagai kepustakaan yang relevan dengan masalah yang dibahas. Dalam analisisnya, digunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil studi menunjukkan bahwa musik pop Bali tidak saja berkembang sebagai genre musik pop tetapi juga iramanya melewati musik pop tersebut hingga ke berbagai irama lainnya, seperti rock, rap, dangdut, balada, dan sebagainya. Di dalamnya terdapat nuansa-nuansa Banyuwangi, Jawa Tengah, Sunda, dan sebagainya. Bahkan nuansa Mandarin tampak dominan seiring popularitas penyanyi Widi Widiana yang sejak dasawarsa 1990-an dianggap ikon musik pop Bali. Di atas semua keberagaman irama dan nuansa musikal yang ada, produk-produk musik pop Bali merupakan kecanggihan produsen terkait, baik rumah produksi, studio rekam, dan kecanggihan musisinya, melakukan standarisasi dan individualisasi semu.
URGENSI PEDOMAN AKADEMIK DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN MAGISTER TERAPAN PARIWISATA Ni Made Ary Widiastini; I Gede Mudana
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 2 (2017): July 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.786 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i2.590

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memahami apa saja urgensi atau kepentingan buku petunjuk untuk penyelenggaraan sistem pendidikan, khususnya di perguruan tinggi terapan bidang pariwisata. Penelitian ini berbasis studi literatur dengan menggunakan kepustakaan terkait, termasuk peraturan pemerintah yang menjadi acuan bersama. Hasil penelitian menunjukkan, Pedoman Akademik merupakan bagian penting dalam proses kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi, termasuk pada Program Studi Magister Terapan Pariwisata, maka sangat penting untuk dibuat dan dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku baik dengan ketentuan yang ada pada tataran nasional (Kemristek Dikti) maupun lembaga pendidikan yang bersangkutan. Dalam hal ini di dalam praktiknya, isi instruksi akademik tentu juga diperlukan pada program studi input dan output lulusan. Dengan memahami segala unsur penting yang wajib tersedia dalam lingkungan akademik, maka suatu program studi akan dapat membuat sebuah program yang tersedia dalam penyelenggaraan pendidikan, khususnya bagi Program Studi Magister Terapan Pariwisata. Selanjutnya, aplikasi akademik sebagai referensi dalam penyelenggaraan pendidikan wajib dilakukan oleh setiap individu, baik oleh mahasiswa, dosen maupun tenaga kependidikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10