cover
Contact Name
Aam Gunawan
Contact Email
agunawan@yahoo.com
Phone
+628125060278
Journal Mail Official
agunawan@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Adhyaksa No.2 Kayutangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
AL-ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI
ISSN : -     EISSN : 24774731     DOI : 10.31602
Al Ulum: Jurnal Sains dan Teknologi = Al Ulum: Journal of Science and Technology (JST) is an international and open access journal with registered number ISSN 2477-4731 (Online). JST is a peer-reviewed journal published three times a year (April, August and December) by UPT Publication and Journal Management, Islamic University of Kalimantan. JST is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of science and technology research. The JST invites manuscripts in the various topics of science and technology include natural sciences, engineering, computer science and technology, health and medical sciences, and agriculture.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2015)" : 9 Documents clear
APLIKASI KENDALI KESALAHAN PADA JARINGAN KOMPUTER DENGAN MENGGUNAKAN METODE ARQ (AUTOMATIC REPEAT REQUEST) Fathur Rahman
AL-ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.038 KB) | DOI: 10.31602/ajst.v1i1.288

Abstract

Pengiriman Packet data di Jaringan Komputer perlu adanya pendeteksi dan pengendali kesalahan. Secara umum, teknik yang paling umum untuk mengendalikan kesalahan adalah pendeteksian kesalahan, balasan positif (mengembalikan balasan positif untuk frame bebas-kesalahan yang diterima dengan baik), retransmisi setelah waktunya habis (sumber melakukan retransmisi frame yang belum dibalas setelah beberapa saat tertentu) dan balasan negatif dan retransmisi (mengembalikan balasan negatif kepada frame yang dideteksi mengalami kesalahan. Sumber melakukan retransmisi terhadap frame yang rusak). Secara umum, kesalahan kontrol kesalahan paling umum teknis terdeteksi, respon positif (tanggapan positif untuk mengembalikan kesalahan tanpa frame disambut) pengiriman ulang dalam waktu yang ditentukan (sumber tidak bingkai transmisi ulang untuk membayar setelah sementara) dan respon negatif dan transmisi (kembali respon negatif terhadap kesalahan bingkai pertemuan itu terdeteksi. sumber adalah transmisi ulang dari chassis rusak). Mekanisme kontrol kesalahan disebut sebagai permintaan ulang otomatis (ARQ). Efek dari ARQ ini adalah untuk mengubah data ARQ-yang mengalami kesalahan dalam pengiriman data. Tiga metode ARQ yang sudah distandarisasikan adalah Stop-and-Wait ARQ, Go-Back-N ARQ dan Selective-Reject ARQ. Kata Kunci : Kendali Kesalahan, ARQ, Jaringan Komputer
PERBEDAAN PRODUKTIVITAS LEGUMINOSE RAWA DI DANAU PANGGANG KALIMANTAN SELATAN SEBAGAI HIJAUAN PAKAN T. Rostini
AL-ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.823 KB) | DOI: 10.31602/ajst.v1i1.313

Abstract

Legume forages is one ingredient that is absolutely necessary either quantitatively or qualitatively throughout the year in livestock production systems. The purpose of this study was to analyze and evaluate the productivity and quality of swamp Legume nutrients South Kalimantan Methods survey by taking samples for identification, production levels BK, Important Value Index and carrying capacities legumes. The results showed in swamplands have 10 types of potential leguminose which has an important index values and capacities are 1.7 ST ha . Concluded legume swamp can be used for ruminant feedKey words : carrying capacity, dominant, productivity. legume,
PERANCANGAN PENSTOCK, RUNNER, DAN SPIRAL CASING PADA TURBIN AIR KAPLAN UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) DI SUNGAI SAMPANAHAN DESA MAGALAU HULU KABUPATEN KOTABARU Budi Hartadi
AL-ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.105 KB) | DOI: 10.31602/ajst.v1i1.289

Abstract

Daerah-daerah terpencil dan pedesaan umumnya tidak terjangkau jaringan listrik. Dalam kondisi dinamika, solusi yang memadai adalah dengan menyediakan pembangkit listrik setempat seperti generator yang menggunakan bahan bakar minyak. Solusi lainya adalah dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan berasal dari air yaitu PLTMH. Dengan melihat keadaan daerah Magalau Hulu yang belum terjangkau jaringan listrik, merupakan alasan mendasar untuk memberdayakan potensi sungai Sampanahan di desa Magalau Hulu menjadi sumber pembangkit tenaga listrik yang diharapakan dapat membantu masyarakat Magalau Hulu, khusunya desa Magalau Hulu dalam meningkatkan keadaan ekonomi dan memenuhi kebutuhan kelistrikan di daerah tersebut, untuk itu dilakukan studi potensi air sungai Sampanahan dan perancangan turbin air untuk PLTMH, dari hasil perhitungan Sungai Sampanahan memiliki daya hidrolis air sebesar 55,628 watt, daya turbin sebesar 50,060 watt, dengan debit sebesar 1,89 m3/s, dan head sebesar 3 m. Jenis turbin air yang digunakan adalah turbin kaplan.  Kata kunci  :    daya hidrolis, pembangkit listrik tenaga mikrohidro,sumber energi terbarukan, turbin kaplan.
SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK BAKSO YANG DIBUAT DARI DAGING SAPI DENGAN LAMA PELAYUAN BERBEDA Nordiansyah Firahmi; Siti Dharmawati; Mofie Aldrin
AL-ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.857 KB) | DOI: 10.31602/ajst.v1i1.343

Abstract

The  study aims to determine physical and organoleptic properties of meatballs made of beef with old withering different. The research was conducted by the using a completely randomized design (CRD) comprised of 5 treatments and 5 replicates ie: P0 = Without treatment  (control), P1 = Withering beef for 5 days, P2 = Withering beef for 6 days, P3 = Withering beef for 7 days P4 = Withering beef for 8 days.  Experimental design to test the physical properties such as pH and beef meatballs folding test, the data were analyzed of  variance (ANOVA), if there is significanlty   continued with Duncan test. Data obtained on organoleptic test in the form of aroma, flavour, color and texture of beef meatballs were analyzed with nonparametric tests (Kruskal Wallis).  The results showed that the taste meatball most preferred panelists  to treatment with the use of meat  withered for 7 days (P3) of 5:23 (rather savory) that tastes almost the same with meatballs that use fresh meat without withering (P0) at 5:20 rather savory). All treatments withering flesh produces a rather bright color. Meatball most preferred color panelists to treatment with the use of meat withering for 8 days at 4.99. Texture of the best meatballs in treatment using fresh meat without withering of 5:29 (a bit chewy).Key word: withering, beef meat, meatballs, physical, organoleptic
OPTIMASI KONDENSOR SHELL AND TUBE BERPENDINGIN AIR PADA SISTEM REFRIGERASI NH3 Sobar Ihsan
AL-ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.067 KB) | DOI: 10.31602/ajst.v1i1.290

Abstract

Jenis penukar kalor sangatlah beragam dan masing masing dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik. Namun demikian jenis shell & tube sejauh ini merupakan jenis yang paling banyak dipergunakan berkat konstruksinya relatif sederhana dan memiliki keandalan karena dapat dioperasikan dengan beberapa jenis fluida kerja. Efek pendinginan yang dihasilkan dalam sistem refrigerasi tergantung dari efektivitas kinerja kondensor. Sementara, kinerja kondensor semakin lama akan menurun seiring dengan terjadinya fouling factor. Pada penelitian ini dilakukan analisis optimasi sistem termal pada kondensor shell and tube sebagai Alat Penukar Kalor (APK). Dari hasil optimasi kondensor shell and tube dengan menggunakan analisis full factorial yang di validasi dengan sofware Heat Transfer Research Inc (HTRI) dan disimulasi Computational Fluid Dynamics (CFD). Didapat hasil optimum adalah diameter shell 720 mm, jumlah tube 192 buah, diameter tube 38.1 mm, panjang tube 3 m, beda temperatur rata-rata LMTD 8.86 K, dan dengan koefesien perpindahan panas menyeluruh U 1448.21 W/m2K. Dalam penentuan parameter temperatur desain kondensor sistem cooling-tower, harus mempertimbangkan kinerja cooling-tower dan perubahan temperatur udara.Kata kunci: kondensor, optimal, shell and tube
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN KEBUTUHAN RUANG PARKIR SEPEDA MOTOR DI KAMPUS UNISKA MAB BANJARMASIN Adhi Surya
AL-ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.928 KB) | DOI: 10.31602/ajst.v1i1.414

Abstract

Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjary Banjarmasin (UNISKA MAB BJM) memiliki sepuluh fakultas, yaitu: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Ekonomi, Pertanian, Studi Islam, Teknik, Teknologi Informasi, Kesehatan Masyarakat, Hukum, dan Program Pascasarjana (Ilmu Komunikasi dan Manajemen) yang mengalami penambahan jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun secara otomatis jumlah mahasiswa dan kepemilikan kendaraan sepeda motor roda dua juga  akan bertambah. Hal ini yang menyebabkan UNISKA MAB BJM harus memiliki fasilitas untuk menunjang jalannya civitas akademik tersebut salah satunya dengan penyediaan ruang parkir sepeda motor roda dua untuk memenuhi kebutuhan parkir dan masih banyak area parkir yang belum diatur pada posisi parkir yang ideal dengan tujuan utama terciptanya rasa keamanan dan kenyamanan di kampus UNISKA MAB BJM. Sebagian besar pengguna transportasi kendaraan roda dua adalah karyawan, mahasiswa dan dosen dikarenakan murah dan cepat mencapai ke kampus. Fasilitas parkir adalah lokasi yang ditentukan sebagai tempat pemberhentian kendaraan yang tidak bersifat sementara untuk melakukan kegiatan pada suatu kurun waktu. Kawasan parkir adalah kawasan atau areal yang memanfaatkan badan jalan sebagai fasilitas parkir dan terdapat pengendalian parkir melalui pintu masuk. Satuan ruang parkir (SRP) adalah ukuran luas efektif untuk meletakkan kendaraan (mobil penumpang, bus/truk, atau sepeda motor), termasuk ruang bebas dan lebar buka pintu. Jalur sirkulasi adalah tempat, yang digunakan untuk pergerakan kendaraan yang masuk dan keluar dari fasilitas parkir. Penentuan SRP untuk jenis kendaraan diklasifikasikan menjadi tiga golongan yaitu mobil, bus/truk dan sepeda motor (Sumber: Direktorat Jendral Perhubungan Darat, 1996). Dan diperlukan pengaturan ruang parkir yang baik dalam menyelesaikan persoalan parkir meskipun jumlah sepeda motor terus bertambah dari tahun ke tahun.
PEMBUATAN JADWAL PELAKSANAAN UNTUK SIMULTAN DENGAN MEMPERHATIKAN KETERSEDIAAN SUMBER DAYA KONSTRUKSI Mawardi mawardi
AL-ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.2 KB) | DOI: 10.31602/ajst.v1i1.291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis penjadwalan proyek-proyek simultan ditinjau terhadap ketersediaan sumber daya peralatan konstruksi yang dimiliki kontraktor. Permasalahan yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaturan penjadwalan proyek simultan ditinjau terhadap ketersediaan sumber daya peralatan konstruksi yang dimiliki. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan model penjadwalan proyek konstruksi, dimana penyelenggaraan proyek konstruksi dilaksanakan melalui sistem manajemen proyek tertentu. Hasil penelitian yang didapat adalah penjadwalan proyek dengan menggunakan diagram preseden dan matrik pemindahan peralatan proyek dapat dipergunakan sebagai salah satu alternatif untuk melakukan penjadwalan proyek-proyek secara simultan, dimana pada diagram preseden maupun matrik pemidahan peralatan proyek adalah media yang meliputi jenis pekerjaan, waktu pelaksanaan, tempat atau lokasi pekerjaan, dan pengaturan penggunaan peralatan proyek. Pada paket pekerjaan pertama dibuat penjadwalan pengerjaan dan dengan mengatur perpindahan peralatan yang digunakan, dimana pada paket pekerjaan ini hanya terdiri dari lima lokasi yang seluruhnya termasuk dalam satu jalur jalan utama (Jalan Pramuka Banjarmasin). Sedangkan pada paket pekerjaan kedua yang terdiri dari sembilan lokasi, sehingga dalam penjadwalan pengerjaan dan perpindahan peralatan dilakukan dengan menggunakan penjadwalan dan pengaturan perpindahan yang lebih ketat karena berkenaan dengan lokasi pengerjaan yang berjauhan.Kata Kunci : diagram preseden, penjadwalan proyek, perpindahan peralatan
SUBTITUSI EMPULUR SAGU FERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI TELUR BURUNG PUYUH UMUR 50-99 HARI Aam Gunawan; Muh. Syarif Djaya; Irwan Arisandi
AL-ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.6 KB) | DOI: 10.31602/ajst.v1i1.380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan seberapa besar tingkat subtitusi empelur sagu fermentasi terhadap produksi telur burung puyuh umur 50-99 hari. Burung puyuh umur 50 hari sebanyak 300 ekor dibagi ke dalam 20 petak kandang, setiap petak diisi dengan 15 ekor burung puyuh dan dipelihara selama 7 minggu. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari P0=  Empulur Sagu Fermentasi 0% + Pakan Komersial 100%, P5=  Empulur Sagu Fermentasi 5% + Pakan Komersial 95%; P10 =  Empulur Sagu Fermentasi 10% + Pakan Komersial 90%; P15 = Empulur Sagu Fermentasi 15% + Pakan Komersial 85%; dan P20 = Empulur Sagu Fermentasi 20% + Pakan Komersial 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan empulur sagu fermentasi sampai 20% dalam ransum burung puyuh tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum, tetapi menurunkan produksi telur dan berat telur puyuh serta tidak efisien yang ditandai dengan nilai konversi ransum yang semakin meningkat.
OPTIMASI SHELL AND TUBE KONDENSOR DAN PEMANFAATAN ENERGI PANAS TERBUANG PADA AC UNTUK PEMANAS AIR Jainal Arifin
AL-ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.521 KB) | DOI: 10.31602/ajst.v1i1.292

Abstract

Jenis alat penukar kalor sangatlah beragam dan masing-masing dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik, namun demikian jenis shell and tube sejauh ini merupakan jenis yang paling banyak dipergunakan berkat konstruksinya relatif sederhana dan memiliki keandalan karena dapat dioperasikan dengan beberapa jenis fluida kerja. Efek pendinginan yang dihasilkan dalam sistem refrigransi tergantung dari efektifitas kinerja kondensor sementara, kinerja kondensor semakin lama akan menurun seiring terjadinya pengotoran pada dinding pipa. Pada penelitian ini dilakukan analisa optimasi sistem termal pada sebuah kondensor shell and tubesebagai alat penukar kalor atau yang kita sering sebut  (APK) dari hasil optimasi kondensor shell and tubedengan menggunakan analisis full factorial yang di validasikan dengan sofwareHead Transfer Research Inc(HTRI) dan disimulasikan dengan Computational Fluid Dynamics (CFD), didapat hasil yang optimum adalah diameter shell 0.98 mm, jumlah tube 19 buah dengan diameter tube 12.7 mm, panjang tube 1,27 m, dan koefisien perpindahan panas secara menyeluruh adalah 50247.26 W/m2K dengan penentuan diameter temperatur desain kondensor dan mempertimbangkan desain kondensor yang akar panas diserap lebih besar dan alat bisa bekerja lebih optimal sehingga pendinginan ruangan lebih maksimal bekerjanya. Kata Kunci : Desain termal, kondensor, simulasi

Page 1 of 1 | Total Record : 9