cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Barometer
ISSN : 1979889X     EISSN : 25499041     DOI : -
Core Subject : Engineering,
BAROMETER diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Singaperbangsa Karawang sejak 1998. Kemudian tidak ada penerbitan dan diterbitkan kembali pada Juli 2016 dengan Vol.01 No.01 . BAROMETER dicetak dalam bentuk hardcopy dengan ISSN. 1979-889X dan dalam bentuk softcopy dengan e-ISSN. 2549-9041. BAROMETER menerbitkan artikel ilmiah yang merupakan hasil-hasil penelitian, telaah ilmiah/kajian ilmiah/hasil pemikiran, dan analisis/pemecahan permasalahan di industri yang relevan dengan bidang ilmu teknik, dimana belum pernah dipublikasikan dimanapun. Artikel yang dikirimkan ke BAROMETER harus terbebas dari Plagiarism maupun Autoplagiarsm. BAROMETER bertujuan untuk mendorong penelitian dalam studi keteknikan dan artikel-artikel yang dimuat berhubungan dengan bidang teknik.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2017): Barometer" : 7 Documents clear
IDENTIFIKASI CITA RASA SAJIAN TUBRUK KOPI ROBUSTA CIBULAO PADA BERBAGAI SUHU DAN TINGKAT KEHALUSAN PENYEDUHAN Nurul Asiah; Feny Septiyana; Uji Saptono; Laras Cempaka; Dessy Agustina Sari
BAROMETER Vol 2 No 2 (2017): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.084 KB) | DOI: 10.35261/barometer.v2i2.905

Abstract

Kopi robusta Cibulao merupakan salah satu produk unggulan yang banyak dikonsumsi masyarakat dan memiliki kekhasan dalam sajian tubruk. Dalam teknik penyeduhan, suhu dan tingkat kehalusan bubuk menjadi faktor penentu yang mempengaruhi kualitas cita rasa seduhan kopi yang dihasilkan.  Semakin tinggi suhu penyeduhan maka hal tersebut akan meningkatkan laju ekstraksi komponen komponen kimia yang larut dalam air. Kehalusan partikel kopi akan meningkatkan luas permukaan dan laju ekstraksi kopi pada saat penyeduhan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi atribut cita rasa kopi pada berbagai suhu penyeduhan (85, 92, 99oC) pada berbagai tingkat kehalusan bubuk (halus, medium dan kasar). Penilaian tiap sampel dilakukan secara skoring dengan 2 (dua) kali pengulangan. Dari keseluruhan penilaian, atribut cita rasa seduhan kopi dilakukan oleh panelis terlatih. Hasil menunjukkan bahwa atribut cita rasa sajian tubruk kopi robusta Cibulao dengan penilaian tertinggi berada pada suhu penyeduhan 92oC dengan tingkat kehalusan medium. 
BAK SAMPAH OTOMATIS BERBASIS ROBOT LINE FOLLOWER SEBAGAI SARANA KEMUDAHAN DALAM MEMBUANG SAMPAH DI RUMAH SAKIT Rahmat Hidayat
BAROMETER Vol 2 No 2 (2017): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.611 KB) | DOI: 10.35261/barometer.v2i2.909

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (a) menghasilkan desain hardware untuk bak sampah otomatis dengan pemanfaatan Robot Line Follower, (b) menghasilkan software navigasi kontrol gerak bak sampah otomatis dengan pemanfaatan Robot Line Follower, dan (c) mengetahui unjuk kerja bak sampah otomatis dengan pemanfaatan Robot Line Follower berbasis mikrokontroler ATMega 16. Metode pelaksanaannya dibagi menjadi dua yaitu perancangan perangkat keras (hardware) dan perancangan perangkat lunak (software). Perancangan hardware dibuat dengan menggabungkan beberapa sistem rangkaian elektronik yang tergabung dalam satu buah papan rangkaian terpadu (PCB), sehingga sistem dapat bekerja secara bersama. Software dalam alat ini dibuat menggunakan bahasa C dan dikodekan ke dalam bahasa ‘.hex’ dengan software CodeVision AVR (CVAVR). Sensor yang digunakan dalam penelitian ini ada 3 sensor yang digunakan untuk mengamati dunia luar dari sistem yang dirancang adalah sensor aktif infra merah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Robot Line Follower akan melakukan pendeteksian jalur dengan karakteristik sesuai program yang telah kita isikan ke dalam mikrokontroller, yang merupakan otak dari Robot Line Follower. Karakteristik robot tersebut disesuaikan dengan desain jalur dan posisi kamar rumah sakit. Robot Line Follower ini dapat digunakan untuk mengikuti jalur hitam yang terpasang, di setiap jalur percabangan (perempatan atau pertigaan) robot akan melakukan counter aktif (perhitungan), counter tersebutlah yang akan kita pakai untuk menentukan arah gerak robot yaitu; maju, belok kiri,belok kanan, berputar 1800 atau berputar 1800 kemudian tunda sesaat.
KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG KELAYAKAN FIXED WIRELESS ACCESS-CDMA (FWD-CDMA) UNTUK KOMUNIKASI MURAH DI PEDESAAN Yuliarman Saragih; Iwan Setyawan; Eko Setyono; Robert M.Z Lawang
BAROMETER Vol 2 No 2 (2017): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.969 KB) | DOI: 10.35261/barometer.v2i2.603

Abstract

Tarif telekomunikasi menjadi penghambat akses komunikasi masyarakat. Transmisi kabel tembaga yang susah dan rumit serta berbiaya sangat mahal untuk di implementasikan hinga sampai ke desa-desa membuat kondisi semakin tidak baik dan desa semakin tertinggal. Cara terbaik untuk hal tersebut di atas maka “ Fixed Wireless Access” ,merupakan solusi komunikasi radio frekuensi dengan dampak telepon berbiaya murah di daerah perkotaan dan pedesaan sebagai pengganti teknologi kabel tembaga. Indonesia dapat menghindari biaya mahal penggunaan peralatan telekomunikasi asing dengan biaya murah, berkualitas tinggi, dengan peralatan produksi di negeri sendiri seperti membuat perangkat telephone yang murah Pada akhir tahun 1990s, kebutuhan untuk broadband data meningkat, dan channel bandwidth mampu dinaikkan hingga 10 atau 20 MHz. Akses komunikasi murah yang telah dilakukan di daerah terhadap teknologi cdma fixed wireless access (FWA-CDMA) dapat mengatasi gap komunikasi yang terjadi saat ini di Indonesia.
PERBAIKAN KUALITAS PEMBUATAN BENANG COTTON NE 40 S DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA-DPOM DI PT. XYZ Wahyudin Wahyudin; Dene Herwanto; Nurman Helmy
BAROMETER Vol 2 No 2 (2017): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.849 KB) | DOI: 10.35261/barometer.v2i2.906

Abstract

Permasalahan yang sedang dihadapi oleh PT. XYZ adalah masalah kualitas pada benang cotton jenis Ne 40S. Perusahaan saat ini tidak menggunakan metode tertentu untuk memperbaiki kualitas benang cotton Ne 40S. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode Six sigma dengan tahapan DMAIC (Deffine, Measure, Analyze, Improve, and Control) untuk memberikan perbaikan pada PT. XYZ. Hasil penelitian ini menunjukan adanya perubahan nilai sigma sebesar 0,185, perubahan DPMO (Defects per million opportunities) sebesar 15.742,926 dan perubahan COPQ (Cost of poor quality) sebesar 30%. Perubahan angka pada penelitian ini menunjukan tahapan DMAIC mampu memberikan usulan yang lebih baik dalam perbaikan kualitas benang cotton Ne 40S.
IDENTIFIKASI STRUKTUR KRISTAL DAN MORFOLOGI ENDAPAN KALSIUM KARBONAT (CaCO3) PADA PIPA TEMBAGA Eri Widianto; Kardiman Kardiman; A. P. Bayuseno; Stefanus Muryanto
BAROMETER Vol 2 No 2 (2017): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.048 KB) | DOI: 10.35261/barometer.v2i2.907

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penumbuhan kerak kalsium karbonat (CaCO3) pada pipa uji tembaga menggunakan peralatan Closed Circuit Scale Simulator. Kerak CaCO3 dihasilkan dengan mereaksikan kristal CaCl2 dan NaNO3 yang dialirkan pada pipa uji dengan laju aliran tetap 35 ml/menit. Pada penelitian ini dilakukan penambahkan aditif berupa asam tartrat (C4H6O6) dengan konsentrasi 6 ppm. Karakterisasi sampel kerak menggunakan X-Ray Diffaction (XRD) dan Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukan bahwa endapan kerak yang dihasilkan merupakan kristal CaCO3 dengan fasa calcite berbentuk rhombohedral. Penambahan aditif asam tartrat 6 ppm mempengaruhi derajat kristalin CaCO3, terlihat jelas pada puncak intensitas yang menurun dan puncak-puncak bergeser ke arah sudut  yang lebih besar.  Morfologi kerak CaCO3 dengan penambahan aditif terlihat tidak homogen, menunjukkan bahwa penambahan aditif dapat menghambat proses kristalisasi. Dengan kata lain, penambahan aditif mampu menghambat laju pertumbuhan kristal, sehingga memungkinkan kerak yang terbentuk merupakan jenis softscale yang mudah untuk dibersihkan.
ANALISIS PERTUMBUHAN FASA KERAK KALSIUM KARBONAT (CaCO3) AKIBAT PENAMBAHAN ASAM TARTRAT (C4H6O6) SEBAGAI ADITIF Kardiman .; Eri Widianto; A P Bayuseno; Stefanus Muryanto
BAROMETER Vol 2 No 2 (2017): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.631 KB) | DOI: 10.35261/barometer.v2i2.602

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai simulasi penumbuhan kerak kalsium karbonat (CaCO3) pada pipa tembaga dengan variasi konsentrasi penambahan zat aditif asam tartrat (C4H6O6) 4 ppm, 6 ppm dan 10 ppm. Kerak CaCO3 dihasilkan dengan cara mereaksikan larutan CaCl2 dan Na2CO3H2O dengan konsetrasi larutan 2000 ppm, yang kemudian dialirkan pada pipa uji dengan laju aliran tetap 45 ml/menit. Hasil pengukuran konduktivitas larutan berhubungan dengan waktu induksi, dimana terjadi peningkatan waktu induksi 4 sampai 20 menit, dengan meningkatnya konsentrasi aditif. Hasil karakterisasi struktur morfologi dan pertumbuhan fasa kerak menggunakan Scanning electron microscopy (SEM) dan X-Ray deffraction (XRD) menunjukkan bahwa tanpa penambahan aditif fasa yang terbentuk adalah fasa kalsit. Penambahan aditif 4 ppm terbentuk fasa baru yaitu fasa vaterit, sedangkan penambahan aditif 6 ppm dan 10 ppm terbentuk fasa aragonit. Hal ini dikarenakan zat aditif mampu menempel pada permukaan kristal CaCO3 selama proses pertumbuhan kristal sehingga berdampak pada variasi polimorf. Hasil penelitian dapat diaplikasikan dibidang industri, khususnya dalam masalah penanggulangan kerak pada pipa.
RANCANG BANGUN MESIN PENGEPRES SAMPAH RUMAH TANGGA UNTUK BAHAN BIOBRIKET KAPASITAS 250 KG/JAM Reza Setiawan; Purnawan Purnawan
BAROMETER Vol 2 No 2 (2017): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.993 KB) | DOI: 10.35261/barometer.v2i2.908

Abstract

Diantara alternatif untuk menangani masalah sampah rumah tangga adalah dengan mengolahnya menjadi biobriket. Kandungan air yang tinggi pada sampah rumah tangga mencapai 70% perlu direduksi agar sampah dapat dicampur dengan bahan lain. Tujuan rancang bangun ini adalah untuk membuat desain dan mesin pengepres sampah dengan sistem screw press. Perancangan menggunakan metode penelitian dan pengembangan meliputi proses studi pendahuluan, pembuatan dan pengembangan desain, pembuatan dan perakitan mesin, uji coba dan evaluasi. Melalui perancangan ini telah dihasilkan desain dan mesin pengepres sampah dengan sistem screw press kapasitas 250 kg/jam, dimensi 1000 x 620 x 825 mm, mesin digerakan menggunakan motor listrik berdaya 1,1 kW dengan putaran 1420 rpm

Page 1 of 1 | Total Record : 7