cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar Studi Komunikasi)
Published by Universitas Telkom
ISSN : 24424005     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The Journal of Communication Studies Peripheries (LISKI) has a philosophy of advancing communication studies through the dissemination of knowledge transferred by the journal. At the beginning of its formation, LISKI was a discussion-group activity initiated by the lecturers of communication studies of Telkom University. Starting from sharing knowledge among themselves, it expanded into becoming a scientific-media for communication experts throughout Indonesia. LISKI is inviting all researchers and academicians of communication studies in publishing their research either in qualitative, quantitative, or mixed-mode method. All research papers must be correlated to communication studies. LISKI publishes two publications yearly (1 volume, 2 issues) in February and September.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2017): SEPTEMBER 2017" : 6 Documents clear
MANAJEMEN KOMUNIKASI DALAM PELAYANAN KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK KEPADA MASYARAKAT DI PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI (PPID) KABUPATEN TUBAN Nibrosu Rohid; Redi Panuju
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 3 No 2 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v3i2.1057

Abstract

Manajemen komunikasi merupakan proses pengelolaan sumber daya dalam suatu organisasi atau instusi. Dalam penelitian ini, didasar pada minimnya masyarakat yang menggunakan haknya dalam suatu lembaga Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kabupaten Tuban. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada manajemen komunikasi pelayanan keterbukaan infromasi publik. Sehingga dalam tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seluruh proses pengelolaan yang ada dalam PPID Kabupaten Tuban, mulai dari tugas, fungsi sampai pada maslah yang dihadapi dalam pelaksanaan pelayanan. penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif dengan cara audit komunikasi internal PPID Kabupaten Tuban. Metode manajemen komunikasi dalam penelitian ini meliputi Perencanaan, Pengorganisasian, Pengoordinasian, Pengomunikasian, Pelaksanaan, Pengawasan, Pengevaluasian, Pemodifikasian dengan menggunakan Teori sistem sosial. Berdasarkan hasil penelitian, pada dasarnya PPID Kabupaten Tuban sudah melaksanakan Manajemen Komunikasi, namun dalam pelaksanaanya kurang maksimal dan masih ada kendala dari internal maupun eksternal. Kendala-kendala itu diantaranya adalah kurang maskimalnya kinerja dari PPID Pembantu yang disebabkan karena kurangnya koordinasi dengan PPID Tuban, kurang maksimalnya sosialisasi keberadaan PPID. Sehingga ini berakibat pada minimnya masyarakat yang menggunakan haknya karena ketidak tahuan keberadaan PPID Tuban dan menjadikan kendala bagi pelaksanaan pelayanan keterbukaan informasi publik di Kabupaten Tuban.
CO-BRANDING DESTINASI WISATA BANDUNG DAN POCARI SWEAT DALAM EVENT POCARI SWEAT BANDUNG WEST JAVA MARATHON Itca Istia Wahyuni
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 3 No 2 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v3i2.954

Abstract

aAbstract Co-Branding adalah kegiatan branding dengan mengkolaborasikan lebih dari satu brand. Bandung sebagai destinasi wisata berkolaborasi dengan brand Pocari Sweat sebagai brand yang dikenal dengan minuman kemasan pengganti ion tubuh dalam event Pocari Sweat Bandung Java Marathon. Kegiatan co-branding ini menggabungkan positioning Bandung dengan“ Smart City “ dan Pocari Sweat dengan “Born To Sweat”. Sedangkan tagline dari event Pocari Sewat adalah “be a finisher, not just a tourist”.Positioning Bandung smart city adalah konsep kota integrasi dan pemanfaatan teknologi yang tinggi. Konsep smart city kota Bandung juga memerlukan smart people dan unggul yang tergambarkan dalam positioning “Born to Sweat” dari Pocari Sweat. Event Bandung West Java Marathon dipilih karena pertama kalinya membuka kategori full marathon serta Pocari Sweat Run selama 3 tahun berturut-turut dinobatkan sebagai the best 5K/10 K/Half Marathon 2016 versi majalah elektronik dan komunitas lari. Metodologi Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah konstruktivisme. Hasil dari penelitian ini adalah kesesuaian positioning (tagline) yang dibuat dengan persepsi dengan persepsi pelari yang mengikuti event Pocari Sweat Bandung Java Marathon dan berasal dari luar kota Bandung. Keyword: Co-Branding, Positioning, Brand Touchpoints Abstract Co-Branding is a branding activity by collaborating more than one brand. Bandung as a tourism destination collaboration with Pocari Sweat as a ion soft drink brand in Pocari Sweat Bandung Java Marathon event. This co-branding activity combines the positioning of Bandung as "Smart City" and Pocari Sweat as "Born To Sweat". While the tagline of Pocari Sweat event is "be a finisher, not just a tourist". Bandung as smart city is the concept of city integration and utilization of high technology. The concept of smart city also requires smart people which is depicted by the Pocari Sweat's positioning as "Born to Sweat". The Bandung West Java Marathon event was chosen because it first opened the category of full marathon and Pocari Sweat Run for 3 years as the best 5K / 10 K / Half Marathon 2016 by electronic magazine and running community. This research used constructivist methodology. The results of this research is the suitability of positioning (tagline) that been made in event with customer perceptions who follow the Pocari Sweat Bandung Java Marathon. Keyword: Co-Branding, Positioning, Brand Touchpoints
THE RELATIONSHIP BETWEEN SOCIAL MEDIA WORD-OF-MOUTH, CONSUMER-BASED BRAND EQUITY AND CONSUMER RESPONSE AMONG AUTOMOTIVE CONSUMERS IN MALAYSIA Ridwan Adetunji Raji; Sabrina Mohd Rashid; Sobhi Mohd Ishak
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 3 No 2 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v3i2.950

Abstract

The literature on Consumer-Based Brand Equity (CBBE) continues to grow enormously. Previous studies on CBBE have maintained that marketing communications play a significant role in developing CBBE. Furthermore, researchers have argued that social media has become a renowned and strategic platform for disseminating brand-related communication. Hence, the advent of brand-related communication on social media is as well increasing the freedom and involvement of consumers in the co-creation of brand-related contents, thus giving rise to Social Media Word-of-Mouth. However, researchers have paid little attention to determining the role of Social Media Word-of-Mouth in developing CBBE and evoking favourable consumer behaviour. Therefore, this study sets out to examine the relationships between Social Media Word-of-Mouth, CBBE and Consumer Response. For this purpose, 290 consumers of two automotive brands were surveyed using the survey questionnaire. The data collected was analysed using both SPSS version 23 and AMOS version 23. The results revealed that Social Media Word-of-Mouth is important for enhancing CBBE and stimulating Consumer Response. Consequently, brand managers and marketers of automotive brands in Malaysia were charged to increase their engagements and investments in social media communications and encourage favourable word-of-mouths from their consumers on social media in order to improve the acceptance of their brands and increased positive consumer behaviour. This study concludes that consumer reviews, comments and posts on social media have significant implications on brands and consumer behaviour.
KOMUNIKASI KELOMPOK DALAM MEMBENTUK KONSEP DIRI PADA KOMUNITAS "SERIBU GURU ACEH" DI BANDA ACEH Saufa Yardha
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 3 No 2 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v3i2.1056

Abstract

Komunikasi kelompok dalam membentuk konsep diri pada Komunitas Seribu Guru Aceh, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana komunikasi kelompok yang terjalin di antara sesama anggota, volunteer, dalam Komunitas Seribu Guru Aceh dan untuk mengetahui bagaimana komunikasi kelompok yang terjadi pada Komunitas Seribu Guru Aceh dalam membentuk konsep diri para anggotanya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian deskriptif. Teori yang digunakan yaitu teori looking glass self, perkembangan konsep diri. Subjek dalam penelitian ini adalah anggota Komunitas Seribu Guru Aceh yang berpartisipasi secara langsung dalam kegiatan komunitas, penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, dalam teknik pengumpulan data serta teknik penarikan sampel yang digunakan adalah snowball sampling yaitu sumber data yang pada awalnya sedikit, lama-lama menjadi besar dan sampai jenuh. Melalui penelitian pada anggota dan volunteer Komunitas Seribu Guru Aceh, di peroleh hasil bahwa komunikasi yang terjadi dan terjalin antara sesama anggota dan volunteer berjalan dengan baik, komunikasi kelompok dalam komunitas dapat membentuk konsep diri anggotnya serta konsep diri juga mengarah kepada konsep diri positif yaitu, meningkatkan rasa kepedulian, meningkatkan rasa percaya diri akan kemampuan diri yang dimiliki, memiliki banyak teman, menjadi lebih menghargai orang lain dan meningkatkan kemampuan berkomunkasi dengan baik. Yang terpenting bahwa melalui komunitas Seribu Guru Aceh seluruh anggota mempunyai kemampuan, berbagi ilmu dan pengalaman, kepada anak-anak yang membutuhkan, terutama anak-anak yang berada di daerah pedalaman dalam mengecap pendidikan
PENGELOLAAN KESAN MAHASISWA PENGGUNA OOTD STYLE DI INSTAGRAM Mochamad Adam Fauzi; Reni Nuraeni
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 3 No 2 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v3i2.782

Abstract

ABSTRAK Instagram menjadi sebuah media sosial yang digandrungi oleh kaum remaja khususnya mahasiwa. OOTD Style menjadi sebuah trend fashion yang terus berkembang mengikuti zaman dengan menunjukkan outfit yang dipakainya di hari itu. Permainan peran dilakukan oleh mahasiswa pengguna OOTD Style melalui pengelolaan kesan yang dibuat untuk dapat tampil sebaik-baiknya hingga mendapatkan predikat sebagai mahasiswa yang fashionable. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui penampilan panggung depan dan panggung belakang serta mendeskripsikan pengelolaan kesan mahasiswa pengguna OOTD Style yang di repost oleh akun @ootdupi di media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan format deskriptif dengan pendekatan dramaturgi berdasarkan paradigma konstruktivis. Informan terdiri dari tiga informan utama dan satu informan pendukung. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa image yang dibangun oleh mahasiswa pengguna OOTD Style yaitu melalui dramaturgi dan pengelolaan kesan di Instagram sebagai panggung depannya. Kesan fashionable ditunjukkan oleh ketiga informan melalui pemilihan outfit yang dipakai hingga berbagai macam hal penunjang lainnya agar foto outfit of the day yang ditunjukkan ketiga informan di Instagram terlihat lebih menarik. Kata Kunci: Pengelolaan Kesan, Dramaturgi, Instagram, OOTD Style
THE INFLUENCE OF POLITICAL SOCIALIZATION AGENTS ON POLITICAL PARTICIPATION OF PAKISTANI YOUTHS Sumera Memon; Mohd. Sobhi Bin Ishak; Norsiah Binti Abdul Hamid
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 3 No 2 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v3i2.949

Abstract

Young people are often characterized as apathetic and disconnected from the political world. Undoubtedly, their low rate of participation in general elections has increased concerns amongst researchers as well as policy makers. This concern has stimulated researchers to explore the factors which weaken or discourage youth engagement in political activities. Thus, this study assesses the role of family communicative environment, peer group communicative environment and school communicative environment as types of political socialization agents of political participation of youths. A cross-sectional survey was conducted among 288 social science students in Pakistan. Questionnaires were used to collect data and the collected data was analyzed using SPSS 23. The findings revealed that family communicative environment and peer group communicative environment positively influence the political participation of youths. However, school communicative environment was found to influence political participation negatively. This study provides an empirical justification for the potential of family and peer group as agents of political socialization for enhancing political activities among youth in Pakistan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6