cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lingualitteratia@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung B4 Prodi Sastra Perancis, Jurusan Bahasa dan Sastra Asing Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Litteria Journal
ISSN : 22526730     EISSN : 2720944X     DOI : 10.15294/ll
Core Subject : Education,
Lingua Litteria Journal is a journal that has a purpose for promote a principles-based approach to research on French literature and linguistic by encouraging inquiry into the relationship between theoretical and practical studies. This journal holds academic articles within the scope of literary criticism and linguistics.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 3 No 1 (2016): Avril 2016" : 5 Documents clear
LA SUPERORDINATION ET LA SUBORDINATION DANS LE ROMAN LE ROCHER DE TANIOS D’AMIN MAALOUF: UNE ETUDE SOCIOLOGIQUE DE GEORGE SIMMEL. Nurhasanah, Ana
Journal of Lingua Litteratia Vol 3 No 1 (2016): Avril 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.94 KB)

Abstract

La situation temporelle, spatiale, et sociale montrent qu’il y a le phénomène social comme la rébellion, l’oppression et l’assassinat dans la société qui vivait du pouvoir de l’Empire Ottoman. Ensuite, l’analyse de personnage décrit les caractères de personnages principaux et les personnages supplémentaires. Dans cette analyse, j’ai trouvé qu’il y a les personnages qui sont représentées comme le personnage de subordonné et le personnage de supérieur. Enfin, l’analyse de séquence décrit les étapes de l’histoire. Par exemple, dans la situation initiale, on peut découvrir que le personnage est un supérieur ou une subordonnée. Alors, l’analyse de ces trois éléments intrinsèques montre qu’il y a la forme de superordination et de subordination. Situasi sosial, temporal dan spasial menunjukkan bahwa fenomena sosial seperti pemberontakan, penindasan dan pembunuhan ada dalam masyarakat yang hidup dalam kekuasaan Kerajaan Ottoman. Selanjutnya, karakter analisis menggambarkan karakter dari karakter utama dan karakter tambahan. Dalam analisis ini, saya menemukan bahwa ada karakter yang digambarkan sebagai karakter bawahan dan karakter unggul. Akhirnya, urutan analisis menggambarkan tahap sejarah. Sebagai contoh, situasi awal, dapat menemukan bahwa karakter adalah atasan atau bawahan. Kemudian, analisis intrinsics tiga ini menunjukkan itu memiliki bentuk superordination dan subordinasi 
FIGURE DE SENS DANS LES PAROLES DE CHANSONS DE CARLA BRUNI pratiwi, anisa nur
Journal of Lingua Litteratia Vol 3 No 1 (2016): Avril 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.228 KB)

Abstract

Une figure de style, du latin figura, est un procédé d’expression qui s’écarte de l’usage ordinaire de la langue et donne une expressivité particulière au propos. On parle également de figure de rhétorique ou de figure du discours. Si certains auteurs établissent des distinctions dans la portée des deux expressions, l’usage courant en fait des synonymes. Les figures de style, liées à l'origine à la rhétorique, sont l’une des caractéristiques des textes qualifiés de « littéraires ». Elles sont cependant d’un emploi commun dans les interactions quotidiennes, écrites ou orales, du moins pour certaines d’entre elles, comme l’illustrent par exemple les métaphores injurieuses du capitaine Haddock. De manière générale, les figures de style mettent en jeu : soit le sens des mots (figures de substitution comme la métaphore ou la litote, l’antithèse ou l’oxymore), soit leur sonorité (allitération, paronomase par exemple) soit enfin leur ordre dans la phrase (anaphore, gradation parmi les plus importantes). Elles se caractérisent par des opérations de transformation linguistique complexes, impliquant la volonté stylistique de l'énonciateur, l'effet recherché et produit sur l'interlocuteur, le contexte et l'univers culturel de référence également.Kiasan, dari latin figura, adalah proses ekspresi yang menyimpang dari penggunaan biasa bahasa dan memberikan khusus dalam ekspresi hal. Salah satu berbicara juga sosok retorika atau kiasan. Jika beberapa penulis membuat perbedaan dalam lingkup dua ungkapan, penggunaan umum bahkan sinonim. Kiasan, awalnya berkaitan dengan retorika, adalah salah satu fitur dari teks-teks yang disebut "sastra". Mereka adalah namun umum pekerjaan dalam interaksi sehari-hari, tertulis atau lisan, setidaknya untuk beberapa dari mereka, seperti misalnya digambarkan oleh menghina metafora dari Kapten Haddock. Secara umum, kiasan melibatkan: baik arti kata-kata (angka substitusi sebagai metafora, antitesis atau meremehkan, oxymoron), suara (aliterasi, paronomase misalnya) akhirnya pesanan mereka dalam kalimat (anaphora, peredupan yang paling penting). Mereka dicirikan oleh bahasa kompleks pengolahan operasi, melibatkan akan gaya enunciator, penelitian dan produk efek pada bicaranya, konteks dan budaya alam semesta referensi juga.
ORGANISATIONS SEQUENTIELLES ET COMPOSITIONNELLES DANS L’ACTUALITE POLITIQUE DU SITE INTERNET WWW.LEMONDE.FR Utomo, Hadi Prasetyo
Journal of Lingua Litteratia Vol 3 No 1 (2016): Avril 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.238 KB)

Abstract

Le propos de cette étude est de montrer que le texte empirique comporte de différentes séquences et que l’effet de dominante, en termes de séquences, détermine le type de texte par rapport à l’organisation compositionnelle. Cette étude est basée sur la linguistique textuelle, terme employé dès les années 1950. La tâche de la linguistique textuelle est de définir les grandes catégories de marques qui permettent d'établir ces connexions qui ouvrent ou ferment des segments textuels plus ou moins longs.Dans cette étude, on utilise l’approche descriptive analytique, c’est une approche dans laquelle les données sont d’abord décrites puis analysées.Par la théorie de séquentialité de Jean Michel-Adam, j’ai analysé les textes d’actualité politique du Monde.fr afin de révéler les dominantes séquentielles et les types de textes appliqués dans ce genre journalistique en ligne. Les processus d’analyse aboutissent à la conclusion que le type de texte argumentatif domine les champs de la composition textuelle de ce site internet..
L’HEGEMONIE DU SOCIALISME CHEZ LES MINEURS DANS LE ROMAN “GERMINAL” D’EMILE ZOLA Ajeng, Hardaning
Journal of Lingua Litteratia Vol 3 No 1 (2016): Avril 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.73 KB)

Abstract

Hegemoni merupakan realitas yang memang ada dalam kehidupan nyata yang memungkinkan terefleksikan dalam karya sastra. Hal ini dikarenakan karya sastra merupakan cermin masyarakat pada zamannya. Roman Germinal karya Emile Zola merupakan roman naturalisme yang menggambarkan proses perjuangan kaum buru terhadap ketidakadilan hegemoni kapitalisme dengan mendirikan hegemoni sosialisme. Roman ini merupakan gambaran pikiran Zola mengenai struktur masyarakat yang timpang antara kaum buruh dan kaum borjuis.Berdasarkan hal tersebut, permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu mengungkapkan praktek hegemoni sosialis yang di dalamnya juga menganalisis : (1) alasan yang mendorong terjadinya hegemoni paham sosialis, (2) hal-hal yang dihegemonikan. (3) proses hegemoni sosialisme terhadap hegemoni kapitalisme, dan (4) dampak hegemoni paham sosialis. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses hegemoni paham sosialis pada kaum buruh tambang batu bara, berikut dengan alasan, hal-hal pokok dan dampak dari hegemoni paham sosialis.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis proses hegemoni paham sosialis. Penelitian ini mengambil data berupa kalimat-kalimat yang mengandung unsur-unsur hegemoni paham sosialis sesuai dengan permasalahan. Sumber data dalam penelitian ini berupa roman yang berjudul Germinal karya Emile Zola.Hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini, (1) kehidupan para buruh yang penuh dengan penderitaan akibat hegemoni sistem kapitalisme merupakan alasan yang mendorong terjadinya sebuah proses hegemoni lainnya, yaitu hegemoni sosialisme pada kaum buruh tambang batubara, (2) hal-hal pokok yang dihegemonikan adalah inti ajaran dari Marxisme dan Anarkis sebagai paham yang bertolak dari pemikiran sosialisme, (3) proses hegemoni paham sosialis menggunakan bahasa sebagai perantara. Lebih tepatnya memanfaatkan ketrampilan komunikasi berupa komunikasi persuasif dan retorika, dan (4) Dampak dari praktek hegemoni paham sosialis dibagi menjadi dua, yaitu lahirnya hegemoni marxisme yang berupa aksi pemogokan dan hegemoni anarkisme yang berupa aksi penghancuran tambang.
L’HÉGÉMONIE DU GOUVERNEMENT COLONIAL FRANÇAIS AU PEUPLE SÉNÉGALAIS DANS UN ROMAN Ô PAYS MON BEAU PEUPLE D’OUSMANE SEMBÈNE (UNE ANALYSE DE LA LITTÉRATURE POSTCOLONIALE) Cahyaningrum, Ratri
Journal of Lingua Litteratia Vol 3 No 1 (2016): Avril 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.195 KB)

Abstract

Hegemoni di negara bekas kolonisasi negara-negara Eropa merupakan sebuah fenomena kehidupan yang tidak dapat dihilangkan begitu saja dalam kehidupan masyarakat poskolonial. Hal tersebut memungkinkan terefleksi dalam karya sastra negara-negara bekas koloni. Novel O Pays Mon Beau Peuple merupakan sebuah novel yang menggambarkan realitas kehidupan masyarakat Senegal pada masa kolonial Perancis. Novel ini menggambarkan kehidupan masyarakat yang terhegemoni dan mengakibatkan munculnya kaum subaltern, perilaku alienasi serta mimikri terhadap masyarakat koloni/pendatang.Berdasarkan hal tersebut, permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu mengungkapkan hegemoni dan pengaruhnya yang muncul dan juga menganalisis : (1) cara penanaman hegemoni pemerintah kolonial Perancis, (2) munculnya masyarakat subaltern, (3) perilaku masyarakat subaltern, (4) alienasi yang muncul, dan (5) mimikri yang dilakukan oleh masyarakat subaltern. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses hegemoni pemerintah kolonial Perancis terhadap masyarakat Senegal, pengaruh serta akibat yang ditimbulkan dari adanya hegemoni tersebut.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik untuk menganalisi hegemoni pemerintah kolonial Perancis. Penelitian ini mengambil data berupa kalimat yang mengandung unsur hegemoni dan pengaruhnya sesuai dengan permasalahan. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel O Pays Mon Beau Peuple karya Ousmane Sembène.Hasil analisis yang diperoleh, yaitu : (1) hegemoni ditanamkan melalui media pendidikan, pimpinan agama, perdagangan, paksaan, kekerasan fisik dan ancaman, (2) subaltern muncul karena menjadi objek hegemoni kelas penguasa, (3) perilaku subaltern muncul menjadi dua macam yaitu perilaku tunduk dan perilaku represif yang bertolak belakang dengan perilaku pertama, (4) alienasi muncul karena adanya penolakan dan penindasan dari kelas penguasa, (5) mimikri yang dilakukan masyarakat subaltern merupakan perwujudan dari keinginan untuk diterima dan sejajar dengan masyarakat kelas penguasa.

Page 1 of 1 | Total Record : 5