cover
Contact Name
Putri Pradnyawidya Sari
Contact Email
putr003@kominfo.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
putr003@kominfo.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Komunika : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika
ISSN : 23031700     EISSN : 25795899     DOI : -
Jurnal Komunika is a scientific communication media publishing research finding/critical analysis focused on communication, media, and information technology. It is published twice in a year, in June and November.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019): KOMUNIKA" : 6 Documents clear
Pemanfaatan UML (Unified Modeling Language) Dalam Perancangan Sistem Informasi E-Commerce Jenis Customer-To-Customer Fifin Sonata
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 8, No 1 (2019): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.824 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v8i1.1832

Abstract

Persaingan bisnis e-commerce semakin ketat.Terdapat beberapa jenis e-commerce yang sering dijumpai. Salah satu yang paling banyak digunakan adalah jenis C2C (Customer-to-Customer). E-commerce jenis ini memfasilitasi transaksi langsung antara pembeli dan penjual. Penelitian ini bermaksud mengembangkan model C2C dengan menggunakan UML (Unified Modeling Language). Kebaruan dari pemodelan C2C dengan menggunakan UML terletak pada karakteristik UML yang memungkinkan identifikasi terhadap objek mana saja yang memengaruhi sistem. Pemodelan C2C  dengan menggunakan UML dapat memberikan manfaat kepada customer e-commerce yang masih awam terhadap transaksi C2C dan kepada penjualnya. Penelitian ini menghasilkan bentuk rancangan pemodelan menggunakan UML yang  memungkinkan setiap objek terlihat jelas dan mudah dimengerti.
Analisis Komunikasi Organisasi Antara Event Project Team dan Account Executive di Event Organizer Twisbless Innaka Dwi Hasanti
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 8, No 1 (2019): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.752 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v8i1.2072

Abstract

Berhasilnya sebuah event membutuhkan komunikasi yang baik antara project team dan account executive yang terlibat dalam event tersebut. Project team bertugas untuk menyelenggarakan acara sedangkan tugas dari account executive adalah menjadi mediator antara project team dengan kliennya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola komunikasi yang berlangsung  antara project team dan account executive di event organizer Twisbless serta mengetahui hambatan komunikasi yang ada di dalam organisasi tersebut. Kerangka konseptual  yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi organisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan Twisbless yang berperan sebagai project team dan account executive. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi terhadap empat orang narasumber yang bekerja di Twisbless. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi yang digunakan oleh project team dan account executive di Twisbless adalah komunikasi internal dan eksternal . Komunikasi internal berlangsung dalam empat arah yaitu, komunikasi ke atas, komunikasi ke bawah, komunikasi diagonal, dan komunikasi horizontal. Adapun hambatan yang ada dalam proses komunikasi organisasi yaitu gangguan teknis, gangguan semantik, rintangan fisik, gangguan psikologis dan perbedaan kerangka berpikir, yang kesemuanya akan menimbulkan masalah apabila event yang diselenggarakan tidak sesuai dengan ekspektasi klien.
Mengukur Resiko Pemborosan Perangkat Pendukung TIK Menggunakan ISO 31000 dan ISO 50002 Aria Dwi Azzida
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 8, No 1 (2019): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.343 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v8i1.1726

Abstract

Pemborosan listrik merupakan masalah lingkungan yang semakin banyak mendapatkan perhatian saat ini. Terjadinya pemborosan umumnya disebabkan oleh konsumsi listrik yang berlebihan. Pemborosan akan mengakibatkan turunnya tegangan listrik dan melonjaknya tagihan listrik. Penelitian ini membahas tentang pengukuran risiko pemborosan listrik pada lampu dan AC sebagai perangkat pendukung TIK pada Laboratorium Terintegrasi UIN Sunan Ampel Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan framework ISO 31000 sebagai kerangka manajemen risiko dan ISO 52000 sebagai kerangka audit energi. Studi ini menghitung biaya konsumsi listrik yang dihasilkan dari perhitungan watt, jumlah dan lama penggunaan lampu dan AC dalam 3 skenario keadaan. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai dari skenario terbaik adalah Rp1.031.103/bulan, skenario rata-rata sebesar Rp2.548.392/bulan, dan skenario terburuk sebesar Rp6.625.819/bulan. Potensi pemborosan yang dihasilkan dari perbandingan selisih dari ketiga skenario yaitu rata-rata dan terbaik adalah Rp1.517.289/bulan, sedangkan selisih antara skenario terburuk dan terbaik adalah Rp5.594.717/ bulan.
Analisis Implementasi Kebijakan Industri Radio Siaran dan Musik Rekaman di Indonesia Berdasarkan Aspek Ekonomi Politik Komunikasi Muntadliroh Muntadliroh
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 8, No 1 (2019): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.572 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v8i1.1688

Abstract

Saat ini, industri radio siaran dan musik rekaman di Indonesia sedang menghadapi persaingan dengan munculnya internet. Meskipun pemerintah telah merumuskan kebijakan yang mengatur operasionalisasi radio siaran dan musik rekaman, kedua industri tersebut perlu memikirkan cara untuk mempertahankan eksistensinya di masa kini. Untuk itu, tulisan ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan industri radio siaran dan musik rekaman di Indonesia dari perspektif ekonomi politik komunikasi Vincent Mosco (2009). Hasilnya menunjukkan bahwa praktik komodifikasi konten musik yang dipromosikan melalui radio telah membantu mengenalkan musik Indonesia dan memunculkan fetishisme selebritas dari industri musik rekaman. Praktik spasialisasi telah melahirkan konglomerasi oleh kelompok media besar yang menguasai jaringan radio nasional, sedangkan spasialisasi horizontal dilakukan oleh perusahaan musik rekaman seperti PT Music Factory Indonesia (MFI) melalui strategi co-branding dengan KFC untuk memasarkan musiknya. Praktik strukturasi melahirkan hegemoni kebudayaan musik asing, nasional, dan lokal. Hal tersebut menunjukkan bahwa implementasi kebijakan UU Penyiaran No. 32 tahun 2002 dan UU Telekomunikasi No. 36 Tahun 1999 Indonesia belum sepenuhnya membela kepentingan rakyat.
Strategi Public Relations dalam Manajemen Isu Keamanan Pangan di Pizza Hut Indonesia Kiki Kustiawati; Aan Setiadarma; Anjang Priliantini
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 8, No 1 (2019): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.479 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v8i1.1876

Abstract

Pada akhir 2017, Pizza Hut Indonesia menghadapi isu menyangkut higienitas makanan yang mereka sajikan. Isu ini bermula dari berita yang dimuat di beberapa media online dan unggahan di media sosial yang kemudian menjadi viral. Jika dibiarkan, berita negatif ini akan berpengaruh buruk bagi citra Pizza Hut. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk mengelola isu tersebut. Penelitian deskriptif kualitatif ini berusaha menggambarkan upaya yang dilakukan oleh Pizza Hut Indonesia terkait hal itu, Upaya tersebut terbagi dalam beberapa tahap, yaitu tahap analisis, eksplorasi informasi, pembuatan keputusan, implementasi, dan penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima tahap tersebut sesuai dengan tahapan manajemen isu menurut Chase dan Jones. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Pizza Hut Indonesia telah menerapkan strategi yang baik dalam mengelola isu tersebut melalui mediasi dengan pelanggan yang merasa dirugikan. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pembeli di restoran tersebut.
Rencana Strategis Penerapan Sistem Informasi Eksekutif e-Government Pemerintah Provinsi Papua Melkior Nikolar Ngalumsine Sitokdana
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 8, No 1 (2019): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.28 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v8i1.1762

Abstract

Pemerintah Provinsi  Papua terus menggalakkan penerapan e-government dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Namun,  nampaknya implementasi e-government sejauh ini  belum sepenuhnya memberikan dampak signifikan karena para eksekutif  sering  lamban dalam mengambil kebijakan. Oleh karena itu, diperlukan studi rencana strategis penerapan sistem informasi eksekutif di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua. Penelitian ini  menggunakan pendekatan Ward and Peppard sedangkan analisis lingkungan internal dan eksternal organisasi menggunakan pendekatan PESTLE (Political, Economic, Social, Technology, Legal, Environment). Analisis lingkungan internal dan eksternal sistem informasi dan teknologi informasi (SI/TI) dan perumusan strateginya menggunakan pendekatan SWOT (strength, weakness, opportunity,  threat), sedangkan portofolio aplikasi dan pengembangan Sistem Informasi Eksekutif mengacu pada Kerangka Fungsional Sistem Kepemerintahan (Government Functional Framework) yang ditetapkan Kementerian Kominfo RI. Berdasarkan hasil analisis dan perumusan rencana strategis, ada dua rekomendasi yang diusulkan yaitu:  pertama perlu adanya roadmap pengembangan e-government  yang disusun secara holistik dan komprehensif. Selanjutnya, perlu dilakukan sosialisasi dan pengawasan secara berkala pada seluruh unit organisasi agar bersungguh-sungguh menerapkan aplikasi e-government guna  mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Kedua, penerapan  aplikasi e-government yang mengacu pada  Kerangka Fungsional Sistem Kepemerintahan dan ditetapkan oleh Kementerian Kominfo RI perlu disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Hal ini penting, mengingat Papua merupakan Daerah Otonomi Khusus dan  memiliki berbagai persoalan terkait affirmative action terhadap orang asli Papua.

Page 1 of 1 | Total Record : 6