cover
Contact Name
I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Contact Email
ngurahadisantika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpkrmahadewa@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Jln. Seroja, Tonja, Denpasar, (0361)431434 E-Mail : jpkrmahadewa@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi
ISSN : 23379561     EISSN : 25801430     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi adalah jurnal pendidikan dan kesehatan yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Januari dan Juni. Memuat tulisan berbahasa Indonesia maupun Inggris yang berasal dari hasil penelitian, kajian teoretis dan aplikasi teori dengan kajian masalah pendidikan olah raga dan kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi telah melaksanakan (MOU) dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI).
Articles 15 Documents
Search results for , issue " Vol 3 No 1 (2017): Januari 2017" : 15 Documents clear
KORELASI BESARAN LINGKAR TERHADAP FREKUENSI PUKULAN LURUS (JAB STRAIGHT) PETINJU AMATIR PADA SASANA ADI SWANDANA KELURAHAN PANJER DENPASAR TAHUN 2015/2016 Segu, Agustinus Dei
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 3 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.152 KB)

Abstract

Berdasarkan pengamatan di lapangan, pada cabang tinju belum ada penemuan tentang metode pelatihan yang mengarah pada pukulan lurus (Jab Straight). Berdasarkan latar belakang itulah peneliti melaksanakan penelitian tentang Korelasi Besaran Lingkar Lengan Terhadap Frekuensi Pukulan lurus Petinju Amatir Sasana Adi Swandan Panjer Denpasar Tahun Pelajaran 2015/2016. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil yang diperoleh dari Korelasi Besaran Lingkar Lengan Terhadap Frekuensi Pukulan Lurus petinju amatir Sasana Adi Swandana Panjer Denpasar Tahun Pelajaran 2015/2016. Populasi penelitian adalah petinju amatir Sasana Adi Swandana tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 20 orang. Semua populasi dijadikan sampel dalam penelitian dengan teknik Study Populasi. Metode yang dipergunakan dalam pengumpulan data penelitian adalah metode tes dan pengukuran, sedangkan dalam analisis data dipergunakan rumus korelasi besaran product moment (r). Berdasarkan hasil perhitungan Korelasi Besaran Lingkar Terhadap Frekuensi Pukulan Lurus (jab straight) petinju amatir pada Sasana Adi Swandana Panjer Denpasar tahun 2015/2016 didapatkan hasil koefesien korelasi (r) sebesar 0,591, setelah dibandingkan dengan tabel interpretasi koefesien korelasi product moment ternyata angka 0,591 berada dalam interval koefisien korelasi nilai r antara 0,400 -0,599, yang berarti angka ini memiliki tingkat hubungan sedang. Berdasarkan persentase Koefesien Penentu Pengaruh Korelasi Besaran Lingkar Terhadap Frekuensi Pukulan Lurus (jab straight) petinju amatir pada Sasana Adi Swandana Panjer Denpasar tahun 2015/2016 sebesar 59,1%, sisanya lagi 40,9% penyebab faktor lain. Berdasarkan taraf signifikansi d = 0,05 dan db = 20, didapatkan batas angka t-tabel 1,671 sedangkan t-hitung yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 42,427. Hal ini berarti korelasi yang didapat adalah signifikan. Berdasar hasil Perhitungan t-hitung lebih besar dari t-tabel, maka hipotesis nol yang berbunyi : tidak ada Korelasi Besaran Lingkar Terhadap Frekuensi Pukulan Lurus (jab straight) petinju amatir pada Sasana Adi Swandana Panjer Denpasar tahun 2015/2016, ditolak. Sedangkan hipotesis alternatif yang berbunyi : Ada Korelasi Besaran Lingkar Terhadap Frekuensi Pukulan Lurus (jab straight) petinju amatir pada Sasana Adi Swandana Panjer Denpasar tahun 2015/2016, diterima.
UPAYA MAKSIMAL MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN MELALUI PENERAPAN MODEL PERIKSA SENDIRI SISWA KELAS IV A SEMESTER I SD NEGERI 1 UBUNG TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Murningsih, Anak Agung Raka
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 3 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.878 KB)

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas adalah untuk meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan siswa Kelas IV A semester I SD Negeri 1 Ubung tahun pelajaran 2016/2017 melalui penerapan model periksa sendiri. Peningkatan prestasi belajar tersebut datanya diperoleh lewat pemberian tes, setelah data diperoleh, selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Kegiatan penelitian ini menghasilkan suatu peningkatan yang diharapkan yaitu meningkatnya perolehan data awal yang baru mencapai 71,72 dengan ketuntasan belajar 47,22% pada siklus I naik menjadi 74,94 dengan ketuntasan belajar 75%. Kemudian pada siklus II meningkat menjadi 80,83 dengan ketuntasan belajar100%. Hasil tersebut membuktikan keberhasilan penelitian ini sehingga peneliti berkesimpulan bahwa upaya maksimal penerapan model periksa sendiri dapat meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan siswa Kelas IV A semester I SD Negeri 1 Ubung tahun pelajaran 2016/2017.
PELATIHAN LOMPAT GAWANG 40 CM 6 REPETISI 5 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI SISWA PUTRA KELAS VII SMP PGRI 1 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Kopong, Daton; Adnyana, I Wayan; Indrawathi, Ni Luh Putu
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 3 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.368 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lompat gawang 40 cm 6 repetisi 5 set tidak atau dapat meningkatkan daya ledak otot tungkai siswa putra kelas VII SMP PGRI 1 Denpasar Tahun Pelajaran 2015/2016. Hasil penelitian ini nantinya akan dipakai sebagai pedoman untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai siswa di SMP PGRI 1 Denpasar. Populasi penelitian ini adalah siswa putra kelas VII SMP PGRI 1 Denpasar Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 213 orang. Teknik pengambilan sempel yaitu dengan acak sederhan (simple random) dan dihitung menggunakan rumus pocock. Dari perhitungan tersebut didapat sempel sebanyak 20 orang dan di bagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok I sebanyak 10 orang yang di beri pelatihan lompat gawang 40 cm 5 repetisi 3 set dan kelompok II sebanyak 10 orang di beri pelatihan lompat gawang 40 cm 6 repetisi 5 set. Data diperoleh dengan melaksanakan tes awal, dan tes akhir dengan menggunakan alat ukur yang bernama jump meter digital (jump MD) dengan satuan centimeter (cm). data yang telahterkumpul akan dianalisa dengan metode analisis statistik dengan rumus t-tes. Berdasarkan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan 9 , didapat angka batas penolakan Ha dalam tabel sebesar 2,262 sedangkan nilai t-tes yang diperoleh kelompok I (kontrol) sebesar 1,351. Pada kelompok II (perlakuan) terdapat penolakan Ho dengan nilai t-test yang diperoleh -23,252. sedangkan nilai yang ada di t-tabel sebesar 2,262. Hal ini berarti nilai t-tes Ha diterima. Berdasarkan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan 18, diapatkan angka penolakan Hipotesis nol dalam t-tabel sebesar 2,101. Jadi kesimpulan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelompok I (kontrol) dan kelompok II (perlakuan) mempunyai perbedaan pengaruh terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai siswa putra kelas VII SMP PGRI 1 Denpasar tahun pelajaran 2015/2016.
PELATIHAN LARI SPRINT JARAK 20 METER 5 REPETISI 4 SET DAN 10 REPETISI 2 SET TERHADAP KECEPATAN LARI SPRINT 100 METER SISWA PUTRA PESERTA EKSTRA ATLETIK SMP NEGERI 4 MENGWI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Antara, Wisnu; Yasa, Putu Merta; Suarjana, Nyoman
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 3 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.468 KB)

Abstract

Berdasarkan pengamatan di lapangan bahwa daya lari sprint siswa putra peserta ekstra atletik SMP Negeri 4 Mengwi dalam melakukan kegiatan olahraga khususnya dalam pertandingan dan perlombaan belum menunjukkan hasil yang maksimal, oleh karena pelatihan lari sprint terhadap siswa sering diabaikan, bahkan pelatihan yang dilakukan oleh siswa kurang berorientasi pada sepuluh komponen biomotorik yang menentukan prestasi olahgara di sekolah sehingga nampak lari sprint siswa kurang memuaskan. Dari hal itu dilakukan pelatihan lari sprint jarak 20 meter 5 repetisi 4 set dan 10 repetisi 2 set terhadap kecepatan lari sprint 100 meter siswa putra peserta ekstra atletik SMP Negeri 4 Mengwi Tahun Pelajaran 2015/2016. Jumlah populasi 30 orang siswa, semua populasi digunakan sebagai sampel. Dengan teknik undian sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok I sebanyak 15 orang yang diberi Pelatihan lari sprint jarak 20 meter 5 repetisi 4 set dan kelompok II sebanyak 15 orang yang diberi pelatihan Pelatihan lari sprint jarak 20 meter 10 repetisi 2 set.
KORELASI PANJANG TUNGKAI DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP DAYA UKM MAHASISWA PUTRA FPOK IKIP PGRI BALI FPOK IKIP PGRI BALI Widiantari, Ni Luh Gde
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 3 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.725 KB)

Abstract

Dari hasil pengamatan di lapanagan menunjukan bahwa UKM Mahasiswa FPOK IKIP PGRI Bali, Khususnya pada cabang olahraga bola voli masih belum mampu meraih prestasi yang optimal. Bertitik tolak dari latar belakang masalah tersebut di atas maka peneliti memberi judul”Korelasi Panjang Tungkai dan Kekuatan Otot Tungkai Terhadap Daya Ledak UKM Mahasiswa FPOK IKIP PGRI Bali. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh korelasi panjang tungkai dan kekuatan otot tungkai terhadap daya ledak UKM Mahasiswa FPOK IKIP PGRI Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan korelasional. Populasi target yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 50 orang Mahasiswa FPOK IKIP PGRI Bali. Dari jumlah tersebut diambil 30 orang Mahasiswa sebagai populasi terjangkau yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi, sebagai sampel dengan teknik sampling jenuh dimana banyak anggota populasi digunakan sebagai sampel sebanyak 30 orang Mahasiswa. Pengukuran ini dilaksanakan di GOR Lumintang Denpasar. Waktu pengukuran selama dua hari. Pengukuran panjang tungkai dengan Atropometer dalam satuan centi meter (cm), pengukuran kekuatan otot tungkai menggunakan Leg Dynamometer dalam satuan kilogram (kg), dan pengukuran daya ledak otot tungkai menggunakan Jump Md dalam satuan centi meter (cm). Data dikumpulkan melalui tes dan pengukuran, serta analisis menggunakan analisis statistik. Sebelum merumuskan kesimpulan sebagai hasil akhir dari suatu penelitian, maka perlu dilakukan pengujian taraf signifikan dengan rumus R. Berdasarkan analisis perhitungan didapat niali (r) dalam penelitian ini adalah x1y = 0,523, x2y= 0,706, x1x2= 0,376, x1x2y= 0,376. Dengan menggunakan taraf signifikan 5% maka di dapat Db senilai 28, sedangkan r tabel seniali 0,374 yang berarti korelasi dalam penelitian ini signifikan. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa ada korelasi panjang tungkai dan kekuatan otot tungkai terhadap daya ledak UKM Mahasiswa Putra FPOK IKIP PGRI Bali, sehingga hipotesis nol yang diuji ditolak dan hipotesis atletrnatif yang diajukan dalam penelitian ini diterima.
PENGUKURAN KOMPONEN BIOMOTORIK MAHASISWA PUTRA SEMESTER V KELAS A FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN IKIP PGRI BALI TAHUN 2017 Santika, I Gusti Putu Ngurah Adi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 3 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.546 KB)

Abstract

Komponen biomotorik adalah kemampuan dasar gerak fisik atau aktvitas tubuh manusia. Komponen biomotorik yang diukur dalam penelitian ini adalah kekuatan otot tangan kanan, kekuatan otot tangan kiri, kekuatan otot bahu tarik dan dorong, kekuatan otot punggung, kekuatan otot tungkai, kelentukan, daya tahan kardiovaskular, daya tahan otot lengan, kelincahan, balancing, serta kecepatan reaksi. Berdasarkan data di atas dapat ditarik simpulan bahwa dari dua belas komponen yang diukur satu komponen berada pada level baik sekali yaitu komponen kekuatan otot tungkai. Tiga komponen berada pada level baik yaitu komponen kekuatan otot punggung, komponen kecepatan reaksi (cahaya), serta kecepatan reaksi (suara). Selanjutnya enam komponen berada pada level sedang yang terdiri atas komponen kekuatan otot tangan kanan, kekuatan otot tangan kiri, daya tahan kardiovaskular, daya tahan otot lengan, kelincahan, serta keseimbangan. Satu komponen berada pada level kurang yaitu komponen kekuatan dorong otot bahu. Dua komponen berada pada level kurang sekali yaitu komponen kekuatan otot bahu (tarik) dan kelentukan. Bagi pelatih dan dosen yang akan menangani mahasiswa di semester V kelas A Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali tahun 2017 agar menjadikan data di atas sebagai pedoman untuk melakukan pelatihan yang optimal pada komponen yang masih berada pada levelkurang sekali, level kurang, serta level sedang.
PELATIHAN PLYOMETRICS KNEE TUCK JUMP 5 REPETISI 5 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI SISWA KELAS X JURUSAN MULTIMEDIA DAN LUKIS TRADISI SMK NEGERI 1 SUKAWATI GIANYAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Wibawa, Raka; Sudiarta, Ngurah; Santika, Ngurah Adi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 3 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.426 KB)

Abstract

Pelatihan olahraga merupakan salah satu upaya meningkatkan kondisi kesehatan fisik, disiplin dan sportivitas. Kemampuan yang perlu ditingkatkan dalam olahraga salah satunya adalah daya ledak otot tungkai. Peningkatan daya ledak otot tungkai dapat terjadi dengan melakukan pelatihan plyometrics yaitu knee tuck jump. Knee tuck jump adalah pelatihan yang dilakukan dengan cara melakukan 1 kali lompatan keatas dengan 2 tungkai diangkat sampai setinggi dada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pelatihan plyometrics knee tuck jump dapat meningkatkan daya ledak otot tungkai siswa kelas X jurusan Multimedia dan Lukis Tradisi SMK Negeri 1 Sukawati Gianyar tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-test and post-test groups design. Populasi diambil dari keseluruhan siswa kelas X jurusan Lukis Modern dan Lukis Tradisi SMK Negeri 1 Sukawati Gianyar tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 54 orang siswa yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hasil penelitian didapatkan rata-rata tes awal daya ledak otot tungkai pada kelompok perlakuan yaitu, 31,427 dan rata-rata tes akhir yaitu 38,007. Sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata tes awal yaitu 36,853 dan rata-rata tes akhir yaitu 38,653. Bersadarkan uji t-test independent didapat bahwa beda rerata hasil pre test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol sebesar 5,426 dengan hasil p lebih kecil dari 0,05 (p < 0.05) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna dari hasil pre test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol, sedangkan beda rerata hasil post test antara pelatihan knee tuck jump pada kelompok perlakuan dengan pelatihan jump to box pada kelompok kontrol sebesar 0,646 dengan hasil p lebih besar dari 0,05 (p > 0.05) yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna dari hasil post test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan penelitian diatas disarankan agar latihan plyometrics yaitu knee tuck jump dan jump to box sebagai salah satu latihan untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASORKES SISWA KELAS IX-A SMP NEGERI 11 DENPASAR SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Sugianta, I Wayan
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 3 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.036 KB)

Abstract

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran maka diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw . Model kooperatif sebagai metode pembelajaran inovatif diharapkan mampu mendorong siswa untuk aktif dalam pembelajaran sehingga hasil belajar lebih optimal. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar Penjasorkes siswa kelas IX-A SMP Negeri 11 Denpasar Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar Penjasorkes siswa kelas IX-A SMP Negeri 11 Denpasar semester I tahun pelajaran 2016/2017. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik menghitung rata-rata dan presentase. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes sedangkan aktivitas belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi. Adapun tahapan penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, pada masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi dan tahap refleksi. Hasil dari meningkatnya hasil belajar Penjasorkes dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw siswa IX-ASMP Negeri 11 Denpasar Semester I Tahun pelajaran 2016/2017. Halini dapat dijelaskan berdasarkan peningkatan rata-rata untuk masing-masing siklus sebagai berikut:Pada awalnya, skor rata-rata kelas IX-Adalam mata pelajaran Penjasorkes tahun pelajaran 2016/2017 adalah sebesar 69,89 dengan total daya serap siswa sebesar 69,89% dan nilai ketuntasan klasikal sebesar 33,33%. Pada Siklus I skor rata-rata siswa kelas IX-Adalam matapelajaran Penjasorkes tahun pelajaran 2016/2017 adalah sebesar 74,47, daya serap 74,47% dan prosentase ketuntasan belajar 75%. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan nilai rata-rata menjadi 81,06, dengan daya serap sebesar 81,06% dan prosentase ketuntasan belajar sebesar 100%. Dari penjabaran hasil kegiatan awal, siklus I dan siklus II maka dapat diketahui bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar Penjasorkes siswa kelas IX-A SMPNegeri 11 Denpasar semester I tahun pelajaran 2016/2017.
PELATIHAN MENITI PAPAN JARAK 4 METER 5 REPETISI 2 SET DAN 2 REPETISI 5 SET TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 MENGWI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Wibawa, Kadek Bayu; Sumerta, I Ketut; Dharmawan, I Made
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 3 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.64 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan SMP Negeri 3 Mengwi belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal dalam meraih prestasi, untuk lebih meningkatkan prestasi yang dimiliki, maka penulis mencoba melaksanakan penelitian dengan judul “Pelatihan Meniti Papan Berjarak 4 Meter 5 Repetisi 2 Set dan 2 Repetisi 5 Set Terhadap Peningkatan Keseimbangan Siswa Kelas VIII SMP N 3 MENGWI Tahun Pelajaran 2015-2016”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh dan perbedaan pengaruh “Pelatihan Meniti Papan Berjarak 4 Meter 5 Repetisi 2 Set dan 2 Repetisi 5 Set Terhadap Peningkatan Keseimbangan Siswa Kelas VIII SMP N 3 MENGWI Tahun Pelajaran 2015-2016”. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putra kelas VIII SMP Negeri 3 Mengwi Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 60 orang, dalam penelitian ini jumlah populasi di gunakan sebagai sampel populasi studi. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil bahwa eksperimen pertama dapat t-hitung 2,720 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,045 dengan taraf signifikan 5% dan db=29 demikian juga pada kelompok experimen kedua didapat t-hitung sebesar 9,367 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,045 dengan taraf signifikan 5% dan db=29, perbedaan kelompok experimen pertama dan kedua dapat t-hitung sebesar 0,540 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,000 dengan taraf signifikan 5% dan db= 58. Berdasarkan hasil analisi data diatas dapat disimpulkan bahwa : ada pengaruh yang signifikan Pelatihan Meniti Papan Berjarak 4 Meter 5 Repetisi 2 Set Terhadap Peningkatan Keseimbangan Siswa Kelas VIII SMP N 3 MENGWI Tahun Pelajaran 2015-2016. Ada pengaruh yang signifikan Pelatihan Meniti Papan Berjarak 4 Meter 2 Repetisi 5 Set Terhadap Peningkatan Keseimbangan Siswa Kelas VIII SMP N 3 MENGWI Tahun Pelajaran 2015-2016. Ada Perbedaan pengaruh namun tidak signifikan Pelatihan Meniti Papan Berjarak 4 Meter 5 Repetisi 2 Set dan 2 Repetisi 5 Set Terhadap Peningkatan Keseimbangan Siswa Kelas VIII SMP N 3 MENGWI Tahun Pelajaran 2015-2016.
PELATIHAN MAWASHI GERI JODAN SIKAP KAMAE-TE DENGAN BEBAN 0,5 Kg DI KAKI DAPAT MENINGKATKAN KECEPATAN TENDANGAN PADA PELATIHAN KARATE SISWA SMP N 11 DENPASAR Bagia, I Made
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 3 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.467 KB)

Abstract

Salah satu teknik tendangan dalam karate adalah mawasi geri jodan, artinya tendangan ke arah kepala yang digunakan untuk menendang sasaranadalah punggung kaki. Untuk memaksimalkan kecepatan tendangan pada teknik karate mawashi geri jodan sikap kamae-te dapat dilakukan dengan memberikan latihan beban pada pergelangan kaki, sehingga gerakan kaki akan lebih cekatan ketika beban dilepas. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pelatihan mawashi geri jodan sikap kamae-te dengan penambahan beban 0,5 kg di kaki lebih meningkatkan kecepatan tendangan daripada pelatihan tendangan tanpa beban pada pelatihan karate siswa SMP N 11 Denpasar.Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian Randomized Pre and Post Test Control Group Design. Data yang diperoleh sebelum maupun sesudahpelatihan dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah antara lain statistik diskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji komparasi data t-independent test dan uji komparasi data t-paired test.Hasil penelitian menunjukkan rerata kecepatan tendangan mawashi geri jodan sikap kamae-te mengalami peningkatan sesudah pelatihan pada Kelompok Perlakuan dan Kelompok Kontrol (p < 0,05) dengan selisih perbedaan 21,98%. Peningkatan yang terjadi pada Kelompok Perlakuan sebagai akibat adanya beban di kaki. Simpulan dari penelitian ini adalah pelatihan mawashi geri jodan sikap kamae-te dengan beban 0,5 kg di kaki dapat meningkatkan kecepatan tendangan pada pelatihan karate siswa SMP N 11Denpasar. Disarankan untuk metode pelatihan dengan beban 0,5 kg di kaki, di upayakan dapat dilakukan dalam setiap pelatihan untuk meningkatkan kecepatan tendangan mawashi geri jodan sikap kamae-te.

Page 1 of 2 | Total Record : 15