cover
Contact Name
I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Contact Email
ngurahadisantika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpkrmahadewa@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Jln. Seroja, Tonja, Denpasar, (0361)431434 E-Mail : jpkrmahadewa@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi
ISSN : 23379561     EISSN : 25801430     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi adalah jurnal pendidikan dan kesehatan yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Januari dan Juni. Memuat tulisan berbahasa Indonesia maupun Inggris yang berasal dari hasil penelitian, kajian teoretis dan aplikasi teori dengan kajian masalah pendidikan olah raga dan kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi telah melaksanakan (MOU) dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI).
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016" : 10 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PASSING BOLA SEPAK BOLA PADA SISWA KELAS VI SDN 17 DANGIN PURI DENPASAR SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2015/2016 I Made Bendi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.237 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar passing bola sepak bola melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas VI SDN 17 Dangin Puri Denpasar Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SDN 17 Dangin Puri yang jumlahnya 31 siswa yaitu 20 putra dan 11 putri. Data aktivitas dikumpulkan dengan lembar observasi dan data hasil belajar dikumpulkan menggunakan asesmen passing bola sepak bola, kemudian dianalisis secara deskriptif. Tingkat ketuntasan aktivitas belajar siswa dapat dikatakan meningkat apabila diperoleh hasil secara klasikal pada siklus I yaitu 19,35% dengan kategori aktif dan pada siklus II menjadi 90,32% pada kategori sangat aktif. Dengan demikian dari siklus I ke siklus II, meningkat sebesar 70,97% dengan demikian aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan secara signifikan berdasarkan data yang telah diperoleh. Hasil belajar siswa secara klasikal pada siklus I mengalami ketuntasan sebesar 12,90% sedangkan pada siklus II siswa mengalami ketuntasan sebesar 93,45%, dengan demikian dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 80,55%. Dengan demikian hasil belajar siswa mengalami peningkatan secara signifikan berdasarkan data yang telah diperoleh. Seperti hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar passing bola sepak bola meningkat melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas VI SDN 17 Dangin Puri Denpasar Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016. Disarankan kepada guru penjasorkes untuk menggunakan model pembelajaran ini dalam pembelajaran passing bola sepak bola karena telah terbukti secara empirik meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
MASASE GENERAL SEBAGAI PEMULIHAN PASIF DALAM MENINGKATKAN KECEPATAN LARI 100 METER Komang Ayu Tri Widhiyanti
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.548 KB)

Abstract

Proses pemulihan yang baik ialah apabila seseorang yang telah melakukan proses pemulihan tersebut tidak merasa lelah lagi akibat aktifitas fisik yang dilakukan sebelumnya dan siap melakukan aktifitas fisik selanjutnya. Aktifitas olahraga yang sering dilakukan yaitu menggunakan kecepatan lari. Masase olahraga merupakan cara yang tepat untuk mendukung kekuatan fisik seorang atlet baik untuk peningkatan prestasi olahraga maupun pencegahan cedera olahraga, pada atlet saat latihan atau pertandingan. Manipulasi-manipulasi masase dapat berupa urutan, pijatan, dan lain-lain yang dipilih dan disusun secara sistematis berdasarkan prinsip-prinsip fisiologi dan anatomi, serta disesuaikan dengan kondisi jaringan.
PENGARUH PELATIHAN BARRIER HOP 5 MENIT 4 SET SAMA BAIK DENGAN 10 MENIT 2 SET TERHADAP JARAK TENDANGAN BOLA LAMBUNG PEMAIN SEPAK BOLA UKM IKIP PGRI BALI I Kadek Suryadi Artawan
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.097 KB)

Abstract

Permainan sepakbola lebih banyak menggunakan daya ledak otot tungkai, maka perlu diberikan pelatihan terhadap otot tersebut. Barrier hop merupakan pelatihan untuk meningkatkan daya ledak. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah Barrier Hop 5menit 4 set dan 10 menit 2 set. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan Barrier Hop 5 Menit 4 Set dan 10 Menit 2 Set untuk meningkatkan jarak tendangan bola lambung pemain sepak bola UKM IKIP PGRI Bali.Penelitian ini dilakukan pada 24 orang yang dipilih secara acak dari peserta UKM Sepak Bola IKIP PGRI Bali. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yang terdiri dari 12 orang. Kelompok I diberikan latihan Barrier Hop 5 menit 4 set dan Kelompok II latihan Barrier Hop 10menit 2 set. Data sebelum dan sesudah perlakuan diuji dengan program SPSS. Dari hasil uji rerata jauhnya tendangan lambung pemain sepak bola sebelum pelatihan Kelompok I (36,11 ± 3,01) dan Kelompok II (35,45 ± 2,57) meter. Pada uji beda rerata jauhnya tendangan lambung pemain sesudah perlakuan antara Kelompok I sebesar 40,06 ± 2,85 dan Kelompok II sebesar 39,09 ± 2,02, Analisis kemaknaan dengan uji t-independent menunjukkan nilai p = 0,348, ini berarti antara Kelompok I dan Kelompok II setelah diberi perlakuan tidak berbeda (p > 0,05). Simpulan pelatihan Barrier Hop 5 menit 4 set dan 10 menit 2 set sudah terbukti meningkatan jarak tendangan bola lambung pemain sepakbola.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN SENAM LANTAI SISWA KELAS VIII J SMP NEGERI 4 ABIANSEMAL TAHUN PELAJARAN 2013/2014 I Made Sujana
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.045 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar teknik dasar guling depan dan guling belakang senam lantai melalui implementasi model pembelajaran kontekstual pada siswa kelas VIII J SMP Negeri 4 Abiansemal tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang melibatkan subyek sebanyak 36 orang siswa kelas VIII J semester satu SMP Negeri 4 Abiansemal tahun pelajaran 2013/2014 dengan guru sebagai peneliti. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi dan refleksi.Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII J SMP Negeri 4 Abiansemal yang berjumlah 36 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasidan tes. Hasil data yang terkumpul dan dianalisis dan dijabarkan secara deskriptif. Berdasarkan analisis data hasil penelitian aktivitas belajar senam lantai mengalami peningkatan sebesar 39 % dari data awalmenjadi menjadi 64 % pada siklus I dan meningkat 28% dari 64% siklus I menjadi 92% siklus II. Hal ini berdampak pada Ketuntasan hasil belajar senam lantai meningkat sebesar 33% dari 25% data awal menjadi 58% pada siklus I, dan meningkat 36% dari 58% siklus I menjadi 94% siklus II. Dengan kata lain telah terjadi Peningkatan yang signifikan terhadap aktivitas belajar dan hasil belajar siswa melalui penggunaan model pembelajaran Kontekstual. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar senam lantai meningkat melalui implementasi model pembelajaran kontekstual pada siswa kelas VIII J SMP Negeri 4 Abiansemal tahun pelajaran 2013/2014.
TINGKAT PENYIMPANGAN KETENTUAN HUKUM TENTANG PRAKTEK PENYERAHAN OBAT (DISPENSING) OLEH TENAGA MEDIS PADA TEMPAT PRAKTEK PRIBADI DI KOTA DENPASAR TAHUN 2016 I Made Adi Widnyana
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.696 KB)

Abstract

Berdasarkan ketentuan Pasal 63 ayat (1) Undang- Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan dinyatakan “pekerjaan kefarmasian dalam pengadaan, produksi, distribusi, dan pelayanan sediaan farmasi (obat) harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu. Tenaga kefarmasian dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan dikatakan meliputi apoteker, analis farmasi dan asisten apoteker. Berdasarkan ketentuan tersebut selain tenaga kefarmasian tidak dilegalkan melakukan pekerjaan kefarmasian termasuk dalam hal ini penyerahan obat kepada pasien, kecuali hal tersebut dilakukan oleh tenaga medis di daerah terpencil yang tidak ada Apoteknya. Namun realitanya, tenaga medis melakukan praktek penyerahan obat di Kota Denpasar yang secara ketentuan bukan merupakan daerah terpencil, sehingga dapat dikatakan tenaga medis telah melakukan penyimpangan terhadap ketentuan hukum yang berlaku. Tingkat penyimpangan penyerahan obat oleh tenaga medis pada tempat praktek pribadi berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan analisis ketentuan hukum, serta penentuan sample dengan metode tabel Isacc dan Michael di kota Denpasar berkisar 66,37%. Dispensing oleh tenaga medis tertinggi diamati terjadi di kecamatan Denpasar Barat.
PENGARUH PELATIHAN MULTIBALL DAN PELATIHAN BERPASANGAN TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN KETEPATAN FOREHAND DRIVE TENIS MEJA I Gede Agus Adi Saputra
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.416 KB)

Abstract

Untuk dapat berprestasi dalam cabang olahraga tenis meja, seseorang harus memilih metode pelatihan yang tepat dan terprogram. Ada 5 metode pelatihan dalam tenis meja untuk meningkatkan keterampilan, diantaranya adalah: pelatihan berpasangan, pelatihan dengan pelatih, berlatih sendiri, pelatihan multiball, dan pelatihan dengan mesin. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua metode pelatihan untuk meningkatkan ketepatan pukulan forehand drive tenis meja, diantaranya adalah pelatihan multiball dan pelatihan berpasangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) pengaruh pemberian pelatihan multiball terhadap ketepatan forehand drive; (2) pengaruh pemberian pelatihan berpasangan terhadap ketepatan forehand drive; (3) manakah pelatihan yang paling berpengaruh lebih besar terhadap peningkatan ketepatan forehand drive. Sasaran penelitian ini adalah mahasiswa bimbingan prestasi tenis meja Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 mahasiswa putra yang terbagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang. Proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan pretest dan posttest ketepatan forehand drive dengan instrumen yang berupa meja yang sudah terbagi kedalam 3 daerah sasaran. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan bantuan SPSS 16.0. Hasil penelitian sebagai berikut : (1) Pemberian pelatihan multiball berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan forehand drive sebesar 45,50%. Hasil uji t menyatakan nilai thitung, (9,841) > nilai ttabel (1,833), berarti hipotesis teruji kebenarannya. (2) Pemberian pelatihan berpasangan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan forehand drive sebesar 51,92%. Hasil uji t menyatakan nilai thitung (6,791) > nilai ttabel (1,833), berarti hipotesis teruji kebenarannya. (3) Terdapat perbedaan signifikan pengaruh pelatihan kelompok multiball, berpasangan dan kontrol terhadap ketepatan forehand drive mahasiswa bimbingan prestasi tenis meja Fakultas Olahraga dan Kesehatan Undiksha Singaraja. Hasil anova menyatakan nilai Fhitung (4,287) > nilai Ftabel (3,35), berarti hipotesis teruji kebenarannya. Perhitungan post hoc menyatakan bahwa pelatihan berpasangan memberikan hasil yang lebih baik (efektif) terhadap ketepatan forehand drive tenis meja.
PENGARUH PERMAINAN OLAHRAGA TRADISIONAL MEGALA-GALA TERHADAP KEMAMPUAN KELINCAHAN MAHASISWA PUTRA FPOK SEMESTER VI KELAS A TAHUN 2015 I Gusti Ngurah Agung Cahya Prananta
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.59 KB)

Abstract

Permainan tradisional adalah suatu jenis permainan yang ada pada suatu daerah tertentu yang berdasarkan kepada budaya daerah tersebut. Permainan tradisional biasanya dimainkan oleh orang-orang pada daerah tertentu dengan aturan konsep yang tradisional pada jaman dahulu. Permainan tradisional juga dikenal sebagai permainan rakyat merupakan sebuah kegiatan rekreatif yang tidak hanya bertujuan untuk menghibur diri, tetapi juga sebagai alat untuk memelihara hubungan dan kenyamanan sosial. Disetiap daerah yang ada di Indonesia mempunya beberapa olahraga tradisional. Olahraga tradisional dapat membantu tumbuh kembang psikomotor. Salah satu olahraga tradisional yang menyokong perkembangan psikomotor adalah permainan megala-gala. Megala-gala berasal dari satu suku kata yaitu gala yang artinya rintangan. Permainan ini mempengaruhi kelincahan karena gerakan dasar permainan ini adalah berlari secepat-cepatnya dan merubah arah berlari secepat-cepatnya untuk menipu penjaga dan lolos sampai ujung area permainan. Jadi penulis membuat penelitian yang berjudul Pengaruh Permainan Olahraga Tradisional Megala-Gala Terhadap Kemampuan Kelincahan Mahasiswa Putra Fpok Semester VI Kelas A Tahun 2015. Telah dilakukan penelitian Randomized Pre and Post Test Kontrol Group Design pada 20 orang sampel yang dipilih secara acak sederhana pada mahasiswa putra FPOK Semester VI kelas A tahun 2015. Sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 15 orang. Setelah itu diadakan pelatihan selama 6 minggu dimana pada sehari sebelum pelatihan diambil data observasi awal dan sehari setelah pelatihan diambil data observasi akhir. Data hasil observasi awal dan akhir diolah menggunakan perangkat lunak komputer SPSS. Data yang didapatkan menunjukkan bahwa perbedaan rerata kelincahan kelompok perlakuan sebelum dan sesudah pelatihan memiliki nilai p < 0,05. Hal ini berarti pada kelompok perlakuan terjadi peningkatan kelincahan sebelum dan sesudah pelatihan secara bermakna. Dengan demikian permainan megala-gala meningkattan kelincahan. Untuk pelatih olahraga prestasi bisa menggunakan pelatihan ini sebagai selingan pelatihan meningkatkan kelincahan. Untuk peneliti lain diharapkan meneliti olahraga tradisional yang lain supaya budaya Indonesia tidak pudar.
KONSEP GERAK DASAR UNTUK ANAK USIA DINI Kadek Dian Vanagosi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan anak usia dini sifatnya holistik, yaitu dapat berkembang optimal apabila sehat badannya, cukup gizinya dan diarahkan secara baik dan benar. Anak berkembang dari berbagai aspek yaitu aspek fisiknya, aspek kognitif, aspek sosial dan emosional. Perkembangan fisik merupakan hal yang sangat penting bagi anak usia dini khususnya anak di Taman Kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD). Pada umumnya pembelajaran di SD untuk aspek perkembangan fisik sudah banyak dilakukan dengan menyesuaikan pada cabang olahraga tertentu. Akan tetapi seyogyanya latihan fisik pada anak usia dini masih harus memperhatikan gerak dasar yang sederhana. Gerak yang sederhana akan membuat anak gampang untuk memahami dan melaksanakan intruksi. Hal tersebut juga akan meminimalisir terjadinya cidera yang permanen pada anak. Dengan demikian perlu diketahui konsep gerak yang bisa dilakukan dan diberikan kepada anak usia dini. Konsep gerak yang menjadi pedoman dalam melakukan aktivitas dimulai dengan mengajarkan gerak dasar terlebih dahulu. Gerak dasar sangat penting sebagai pondasi gerak lanjutan dan gerak keterampilan bagi anak. Dengan penguasaan gerak dasar yang baik maka diharapkan anak siap untuk melakukan gerak yang lebih komplek. Gerak dasar dibagi menjadi tiga kategori yaitu Locomotor, Non locomotor, dan manipulatif. Apabila anak usia dini diberikan gerak ini, maka akan menjadi pondasi yang kuat untuk melanjutkan pada gerak yang lebih komplek pada cabang olahraga tertentu.
ANALISIS KOMPONEN BIOMOTORIK PADA OLAHRAGA PERMAINAN WOODBALL Putu Citra Permana Dewi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan woodball menjadi olahraga yang sangat populer dikalangan anak-anak hingga orang tua. Pemain woodball yang baik berawal dari teknik dasar yang baik. Teknik dasar yang baik selain dari hasil latihan yang rutin juga dipengaruhi oleh kondisi fisik yang baik. Kondisi fisik yang baik didapat dari hasil pengembangan komponen biomotorik yang optimal. Sementara yang digunakan sebagai referensi atau acuan komponen biomotorik permainan woodball adalah komponen biomotorik olahraga golf, karena pada dasarnya permainan woodball mirip dengan olahraga golf. Analisis komponen biomotorik pada olahraga permainan woodball dilakukan untuk dapat menetukan komponen biomotorik dominan pada permainan woodball, dan dapat digunakan sebagai acuan pecinta permainan woodball dalam berlatih sehingga dapat meraih berprestasi. Metode analisis komponen biomotorik yang dilakukan berdasarkan kajian literatur. Kajian literatur yang dilakukan berdasarkan pada aspek alat yang digunakan, lapangan atau lintasan permainan, teknik dasar permainan, keterampilan pukulan woodball, aturan permaianan, dan lamanya permainan woodball. Berdasarkan hasil kajian literatur dapat simpulkan bahwa komponen biomotorik yang dibutuhkan oleh pemain woodball untuk dapat bermain dengan baik sehingga dapat berprestasi yaitu 1) komponen kekuatan khususnya kekuatan otot lengan, kekuatan genggaman tangan, kekuatan otot punggung, kekuatan otot kaki, dan kekuatan otot core, 2) koordinasi, 3) fleksibilitas, 4) daya tahan, 5) keseimbangan, dan 6) ketepatan. Komponen-komponen tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
PENGUKURAN TINGKAT KADAR LEMAK TUBUH MELALUI JOGGING SELAMA 30 MENIT MAHASISWA PUTRA SEMESTER IV FPOK IKIP PGRI BALI TAHUN 2016 I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.006 KB)

Abstract

Dalam pelaksanaan olahraga, kita harus memperhatikan banyak faktor terutama berkaitan dengan berat badan tubuh. Berat badan yang bertambah biasanya disebabkan oleh faktor yang tidak asing lagi bagi kita yaitu lemak. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam artikel ini adalah “Untuk mengetahui tingkat kadar lemak tubuh yang terjadi dengan pemberian jogging selama 30 menit”. Berdasarkan persentase rerata perubahan kadar lemak tubuh sesudah pelatihan selama 6 minggu untuk kelompok perlakuan 3,8% kadar lemak menurun sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan hasil 0,6% kadar lemak menurun, ini menunjukkan bahwa kelompok perlakuan terbukti lebih efektif menurunkankadar lemak tubuh dibandingkan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan jogging selama 30 menit memang terbukti dapat menurunkan kadar lemak tubuh. Disarankan bagi mahasiswa dan masyarakat yang ingin menurunkan kadar lemak agar melakukan jogging selama 30 menit setiap hari.

Page 1 of 1 | Total Record : 10