cover
Contact Name
I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Contact Email
ngurahadisantika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpkrmahadewa@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Jln. Seroja, Tonja, Denpasar, (0361)431434 E-Mail : jpkrmahadewa@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi
ISSN : 23379561     EISSN : 25801430     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi adalah jurnal pendidikan dan kesehatan yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Januari dan Juni. Memuat tulisan berbahasa Indonesia maupun Inggris yang berasal dari hasil penelitian, kajian teoretis dan aplikasi teori dengan kajian masalah pendidikan olah raga dan kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi telah melaksanakan (MOU) dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI).
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2019): Januari 2019" : 7 Documents clear
PELATIHAN PLIOMETRIK NAIK TURUN BOX SETINGGI 40 CM 5 REPETISI 8 SET MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI PESERTA EKSTRA BOLA VOLI SMAN 2 MENGWI Ni Luh Gede Widiantari; Ni Luh Putu Indrawathi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.779 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pelatihan pliometrik Naikturun box setinggi 40 cm 5 repetisi 8 set meningkatkan kekuatan otot tungkai peserta ekstra bola voli SMAN 2 Mengwi. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-test and post-test groups design. Populasi dalam peneltian ini adalah peserta ekstra bola voli SMAN 2 Mengwi sebanyak 60 orang. Sampel dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok kontrol berjumlah 12 orang yang diberi pelatihan menendang bola 4 repetisi 8 set dan kelompok perlakuan berjumlah 12 orang yang diberi pelatihan pliometrik naik turun box setinggi 40 cm 5 repetisi 8 set. Data yang telah terkumpul di analisadengan rumus t-test. Berdasarkan taraf signifikansi 5%, didapatkan bahwa pelatihan Menendang Bola 4 Repetisi 8 Set kelompok kontrol dengan pelatihan Naik Turun Box Setinggi 40 Cm 5 Repetisi 8 Set pada kelompok perlakuan dengan nilai (p = 0,028) p<0,05, yang menunjukan perbedaan yang bermakna hasil tes akhir antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Ada perbedaan yang signifikan antara hasil post test kelompok perlakuan dengan rata-rata peningkatan kekuatan otot tungkai setelah pelatihan 4,9 kg dengan persentase peningkatan 5,23% dan kelompok kontrol mengalami peningkatan kekuatan otot tungkai setelah pelatihan rata-rata 0,1 kg dengan persentase peningkatan 0,118% maka didapatkan hasil bahwa pelatihan Pliometrik Naik Turun Box Setinggi 40 Cm 5 Repetisi 8 Set lebih baik dari pada latihan sesuai dengan pelatihan Menendang Bola 4 Repetisi 8 Set di dalam meningkatkan kekuatan otot tungkai siswa peserta ekstra bola voli SMAN 2 Mengwi.
PELATIHAN PLYOMETRIC BOX JUMP SETINGGI 40 CM 10 REPETISI 5 SET TERHADAP KEKUATAN OTOT TUNGKAI SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLABASKET SMP NEGERI 2 DENPASAR TAHUN AJARAN 2018/2019 I Putu Eri Kresnayadi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.424 KB)

Abstract

Menurut pengamatan di lapangan, khususnya pada siswa peserta ekstrakurikuler bola basket SMP Negeri 2 Denpasar, dan hasil dari latihan yang telah dilaksanakan, penulis melihat rendahnya kekuatan otot tungkai yang dimiliki peserta ekstrakurikuler. Untuk mengatasi masalah itu penulis memiliki suatu metode penelitian yang dapat meningkatkan kekuatan otot tungkai sehingga dapat meningkatkan prestasi dalam cabang olah raga bolabasket, yaitu pelatihan Plyometric Box Jump. Berdasarkan latar belakang di atas permasalahan yang timbul adalah apakah ada pengaruh dan perbedaan pengaruh pelatihan Plyometric Box Jump setinggi 40 cm 10 repetisi 5 set terhadap kekuatan otot tungkai siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 2 Denpasar tahun ajaran 2018/2019?” Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh dan perbedaan pengaruh pelatihan Plyometric Box Jump setinggi 40 cm 10 repetisi 5 set terhadap kekuatan otot tungkai siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 2 Denpasar tahun ajaran 2018/2019. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket sebanyak 64 orang. Karena dalam penelitian ini populasi jumlahnya 64 orang, maka seluruh populasi dipakai sebagai sampel penelitian, teknik penentuan sampel dalam penelitian ini mempergunakan teknik population study (populasion studi). Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Denpasar. Analisis data dipergunakan metode analisis statistik dengan teknik t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada kelompok eksperimen, karena t-test sebesar 21,851, sedangkan t-tabel sebesar 2,048. Dengan demikian hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Begitu pula dapat dinyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada kelompok kontrol, karena t-tets sebesar 20,503, sedangkan t-tabel sebesar 2,048. Dengan demikian hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Tidak ada perbedaan pengaruh antara kelompok eksperimen yang mendapat pelatihan dengan kelompok kontrol, karena t-testnya sebesar 0,717, sedangkan t-tabel sebesar 2,000. Dengan demikian hipotesis nol diterima dan hipotesis alternatif ditolak.
PELATIHAN AGILITY LADDER METODE ICKY SHUFFLE 4 REPETISI 3 SET TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN GERAK PESERTA EKSTRA KURIKULER SEPAK BOLA SMP NEGERI 2 DENPASAR TAHUN 2019 I Gede Agus Adi Saputra
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.796 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi dan penelitian pendahuluan yang telah di lakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perlu diadakan penelitian lebih lanjut maka didapatkan hasil bahwa peserta ekstra kurikuler sepak bola SMP Negeri 2 Denpasar memerlukan pelatihan untuk meningkatkan kelincahan dalam teknik menghindar dan mengubah arah. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan kelincahan pelatihan agility leader metode icky shuffle dan zig – zag run terhadap dua kelompok siswa putra yaitu, kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-test dan post-test group design. Populasi diambil dari peserta ekstra kulikuler sepak bola SMP Negeri 2 Denpasar. Sampel berjumlah 24 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan agility leader metode icky shuffle 4 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan zig – zag run melewati 5 buah cone 2 repetisi 2 set pada kelompok kontrol, frekuensi pelatihan empat kali dalam seminggu selama enam minggu pada peserta ekstra kulikuler sepak bola SMP Negeri 2 Denpasar. Data berupa hasil kelincahan shuttle run 5 meter 8 kali yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang di peroleh diuji dengan menggunakan program t-test. Data berditribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunakan t-paired untuk membandingkan nilai rata – rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing – masing kelompok. Hasil uji t-paired kelompok kontrol dan kelompok perlakuan terjadi peningkatan yang bermakna ( p<0,05 ). Hasil uji t-test independent di dapat bahwa kedua kelompok sebelum pelatihan tidak berbeda bermakna ( p>0,05 ), sedangkan setelah pelatihan kedua kelompok kelincahan ada perbedaan yang bermakna ( p<0,05 ). Simpulan bahwa pelatihan agility leader metode icky shuffle 4 repetisi 3 set dapat meningkatkan kelincahan. Untuk hasil post-test menunjukan bahwa adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dan menyatakan hipotesis nol ditolak.
PELATIHAN T-SPRINT 4 REPETISI 3 SET TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN MENGGIRING BOLA SISWA PUTRA PESERTA EKSTRA KULIKULER SEPAK BOLA SMP SANTO YOSEPH DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Gusti Made Suardiana Nira Diningrat; I Komang Adi Palgunadi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.434 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perlu diadakan penelitian lebih lanjut , maka didapatkan hasil bahwa siswa putra peserta ekstrakulikuler sepak bola SMP Santo Yoseph Denpasar tahun pelajaran 2017/2018 memerlukan pelatihan untuk meningkatkan kelincahan menggiring bola. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-tes and post-tes groups design. Populasi diambil dari siswa putra peserta ekstrakulikuler sepak bola SMP Santo Yoseph Denpasar tahun pelajaran 2017/2018. Sampel berjumlah 22 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik acak sederhana yang masing-masing kelompok terdiri dari 11 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan T-Sprint 4 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan T-Sprint 4 repetisi 2 set pada kelompok kontrol. Data berupa hasil tes diperoleh dengan mengukur kecepatan waktu sampel dan diperolehlah data . Data yang diperboleh berupa angka yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan format T-test.. Berdasarkan analisis data bahwa kelompok kontrol dihitung nilai t nya 9,173 sedangkan nilai t table sebesar = 2,228 dengan taraf singnifikan 5 % dan db= 10 dan pada kelompok perlakuan nilai t dihitung 9,160 sedangkan nilai t table sebesar = 2,228 dengan taraf singnifikan 5 % dan db =10. Dan perbedaan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan diperoleh nilai t 2,834 sedangkan nilai t tabel sebesar = 2,086 dengan taraf singnifikan 5 % dan db = 20. Berdasarkan kesimpulannya bahwa pelatihan T-Sprint 4 repetisi 3 set meningkatkan kelincahan menggiring bola. Untuk hasil post test kedua kelompok ada perbedaan yang signifikan dan hipotesis nol ditolak. Dari hasil reratadanT-Sprint 4 repetisi 2 set dalam meningkatkan kelincahan menggiring bola siswa putra peserta ekstrakulikuler SMP Santo Yoseph Denpasar tahun pelajaran 2017/2018.
PELATIHAN DOUBLE LEG BOUND SETINGGI 40 CM 5 REPETISI 6 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI SISWA PUTRA PESERTA EKSTRA KURIKULER BOLA VOLI SMP PANCASILA BADUNG I Kadek Yudha Pranata
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.031 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelatihan Double Leg Bound Setinggi 40 CM 5 Repetisi 6 Set Meningkatkan Daya Ledak Otot Tungkai Siswa Putra Peserta Ekstra Kurikuler Bola Voli SMP Pancasila Badung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu karena dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatkan daya ledak otot tungkai siswa putra peserta ekstra kurikuler bola voli SMP Pancasila Badung. Tes yang digunakan untuk mengukur daya ledak otot tungkai dengan menggunakan tes vertikal jump dengan satuan cm. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa didapatkan beda rerata hasil post test antara pelatihan double leg bound pada kelompok perlakuan dengan pelatihan alternate leg bound pada kelompok kontrol sebesar 5,3 cm dengan hasil p lebih kecil dari 0,05 (p>0.05). Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna dari hasil post test antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Berdasarkan persentase rerata perubahan waktu pengukuran daya ledak vertical jump sesudah pelatihan selama enam minggu pada tabel 4.5 menunjukkan bahwa persentase rerata perubahan pengukuran vertical jump pada pelatihan kelompok perlakuan lebih besar daripada kelompok kontrol. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penelitian kelompok perlakuan menghasilkan perubahan pengukuran daya ledak vertical jump lebih baik daripada pelatihan kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa Pelatihan Double Leg Bound Setinggi 40 CM 5 Repetisi 6 Set dapat Meningkatkan Daya Ledak Otot Tungkai Siswa Putra Peserta Ekstra Kurikuler Bola Voli SMP Pancasila Badung.
PELATIHAN SPRINT 30 METER DENGAN BEBAN 1 KG DIPINGGANG 4 REPETISI 3 SET TERHADAP KECEPATAN LARI SISWA PUTRA KELAS VII SMP NEGERI 3 BANJARANGKAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 I Wayan Kuntala; A.A. Gd. Ardana; IGP. Ngurah Adi Santika
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.535 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-test and post-test groups design. Populasi diambil dari seluruh siswa putra kelas VII SMPNegeri 3 Banjarangkan tahun pelajaran 2016/2017. Sampel berjumlah 36 orang didapat dengan rumus pocock. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 18 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pelatihan sprint 30 meter dengan beban 1 kg dipinggang 4 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan sprint 30 meter 4 repetisi 3 set pada kelompok kontrol, frekuensi pelatihan 4 kali seminggu selama 6 minggu pada siswa putra kelas VII SMP Negeri 3 Banjarangkan tahun pelajaran 2016/2017. Data berupa hasil kecepatan lari 100 meter yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan program komputer SPSS 16. Data berdistribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunakan ujit-paired untuk membandingkan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing-masing kelompok, sedangkan ujit-test independent untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Hasil ujit-paired kelompok kontrol dan kelompok perlakuan terjadi peningkatan yang bermakna (p<0.05). Hasil uji t-test independent di dapat bahwa kedua kelompok sebelum pelatihan tidak berbeda bermakna (p>0,05), sedangkan setelah pelatihan kedua kelompok kecepatan lari 100 meter berbeda bermakna (p < 0,05). Simpulannya bahwa pelatihan sprint 30 meter dengan beban 1 kg dipinggang 4 repetisi 3 set dan pelatihan sprint 30 meter 4 repetisi 3 set sama-sama meningkatkan lari 100 meter dan menyatakan hipotesis alternatif diterima. Untuk hasil post-test kedua kelompok tidak ada perbedaan yang signifikan dan hipotesis alternatif diterima. Dari hasil rerata dan persentase bahwa pelatihan sprint 30 meter dengan beban 1 kg dipinggang 4 repetisi 3 set lebih baik daripada sprint 30 meter 4 repetisi 3 set dalam meningkatkan kecepatan lari 100 meter siswaputra kelas VII SMP Negeri 3 Banjarangkan tahun pelajaran 2016/2017.
ANALISA PENANGANAN PERTAMA CEDERA OLAHRAGA PADA TIM ATLET BOLA VOLI PUTRA IKIP PGRI BALI KA. Tri Widhiyanti; NW. Ariawati; IM. Bagia
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.152 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti mengadakan penelitian tentang analisa penanganan pertama cedera olahraga pada tim bola voli putra IKIP PGRI Bali. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data populasi. Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti bertujuan untuk mengetahui jenis cedera yang sering terjadi serta penyebabnya. Selain itu juga untuk mendapatkan gambaran tentang penanganan pertama terhadap cedera yang terjadi serta metode-metode yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya cedera. Hasil yang diperoleh dari 30 responden melalui angket yaitu: atlet yang mengalami cedera olahraga memperoleh hasil 56 % yang tergolong cukup kuat. Cedera olahraga yang sering dialami adalah memar dan keseleo, memperoleh hasil 52 % skala tergolong cukup kuat. Penyebab terjadinya cedera olahraga adalah kurangnya pemanasan memperoleh hasil 58 % skala tergolong cukup kuat. Cedera ringan ditangani oleh pelatihnya sendiri dengan hasil 86 % skala tergolong kuat, begitu pula cedera berat juga ditangani oleh pelatihnya sendiri dengan hasil 74 %, skala tergolong kuat. Pasca cedera hanya sebagian saja atlet yang mengalami trauma yang diperoleh hasil 38% skala tergolong lemah, yang masih terasa sakit dengan hasil 86 % skala tergolong sangat kuat dan berlatih kembali setelah 3 hari dengan hasil 96 % skala tergolong sangat kuat. Pencegahan melalui pemanasan dengan hasil 88 % skala tergolong sangat kuat. Penanganan pertama cedera menggunakan RICE dengan hasil 59 % skala tergolong cukup kuat.pemulihan cedera menggunakan terapi latihan dengan hasil 72 % yang tergolong kuat. Dari hasil tersebut peneliti menyimpulkan bahwa cedera yang sering terjadi adalah memar dan keseleo karena kurangnya pemanasan. Penanganan pertama yang sering dilakukan adalah menggunakan metode RICE, serta untuk pencegahan diharapkan atlet untuk memaksimalkan pemanasan sebelum melakukan kegiatan olahraga.

Page 1 of 1 | Total Record : 7