cover
Contact Name
imroatun
Contact Email
imroatun@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
imroatun@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
as-sibyan : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 25415549     EISSN : -     DOI : -
a?-?iby?n: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, ISSN 2541-5549, diterbitkan enam bulan sekali oleh Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berdasarkan Surat Keputusan Rektor IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten No. In.10/F.I/HK.00.5/1201/2016, tanggal 04 April 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 02 (2017): Juli - Desember 2017" : 7 Documents clear
MODEL PEMBELAJARAN HIGH (SCOPE) DALAM PELAKSANAAN PAUD Lia Amalia
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 02 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajran High (Scope) anak-anak dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran melalui penggunaan berbagai alat permainan yang ada, orang-orang yang terlibat dalam pembelajaran dan gagasan-gagasan yang muncul diharapkan anak akan memperoleh sejumlah pengetahuan yang bermanfaat bagi perkembangan dirinya. Anak-anak prasekolah belajar membuat perencanaan sendiri dan berlatih untuk menerapkannya agar anak dapat memperoleh pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk membangun landasan yang kuat bagi perkembangan dan pembelajaran mereka pada tahap selanjutnya.
PERKEMBANGAN BERMAIN ANAK USIA DINI Feny Nida Fitriyani
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 02 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan anak secara berulang-ulang demi kesenangan tanpa adanya tujuan dan sasaran yang hendak dicapai.Anak dibawah 6 tahun mempunyai maa bermain yang cukup panjang.Apapun yang dilakukan anak dapat menimbulkan kesenangan. Bermain ialah dunia main bagi anak usia pra sekolah dan menjadi hak pada anak untuk dapat bermain. Sebab masa mereka memang hanya untuk bermain. Melalui bermain anak dapat memetik beberapa manfaat antara lain adalah terpenuhinya segala aspek perkembangan. Aspek tersebut dapat meliputi aspek motorik, kecerdasan sosial, emosional dan berfikir dan bersosialisasi. Sebab dengan bermain maka anak spontan dan langsung akan menggunakan benda-benda sekitar untuk diajak bermain.
PERILAKU AGRESI PADA ANAK USIA DINI Yahdinil Firda Nadhirah
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 02 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agresi adalah tingkah laku individu yang ditujukan untuk melukai atau mencelakakan individu lain yang tidak menginginkan datangnya tingkah laku tersebut. Bertujuan untuk melukai atau mencelakakan (termasuk mematikan atau membunuh), individu yang menjadi pelaku dan individu menjadi korban, dan ketidakinginan si korban menerima tingkah laku si pelaku. Agresif merupakan perilaku serius yang tidak seharusnya dan menimbulkan konsekuensi yang serius baik untuk siswa maupun untuk orang lain yang ada di lingkungannya. Perilaku agresi disebabkan dari beberapa faktor, diantanya faktor internal dan faktor eksternal yang dapat memicu perilaku agresi anak. Teman sebaya sering kali menjadi korban agresivitas anak yang agresif apalagi di lingkungan sekolah.
PERKEMBANGAN INTELEKTUAL PADA ANAK USIA DINI Nuryati Nuryati
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 02 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pendidikan bagi anak usia 4-6 tahun secara formal dapat ditempuh di taman kanak-kanak atau raudhathul athfal. Lembaga ini merupakan lembaga pendidikan yang ditujukan untuk melaksanakan suatu proses pembelajaran agar anak dapat mengembangkan potensi-potensinya sejak dini sehingga anak dapat berkembang secara wajar sebagai seorang anak. Melalui suatu proses pembelajaran sejak usia dini, diharapkan anak tidak saja siap untuk memasuki jenjang pendidikan lebih lanjut, tetapi yang lebih utama agar anak memperoleh rangsangan-rangsangan fisik-motorik, intelektual, sosial, dan emosi sesuai dengan tingkat usianya.
Kekerasan Orang Tua pada Anak Nur'aeni Nur'aeni
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 02 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak adalah buah cinta yang sudah seharusnya mendapatkan kasih sayang dari orangtua serta orang-orang disekitarnya. Masa kecil anak seharusnya diisi dengan kegembiraan, kebahagian dan gelak tawa senang dari sang anak. Namun ada kalanya terjadi kekerasan pada anak yang tidak sepantasnya terjadi. Tanpa disadari, orangtua seringkali memberikan bentakan bahkan hingga siksaan fisik terhadap anaknya baik yang dilakukan dengan sengaja maupun yang tidak sengaja.Selain itu, kekerasan juga terkadang didapat anak dari teman-teman serta orang-orang di sekitarnya baik yang dikenalnya maupun yang tidak dikenal. Sungguh tragis apa yang terjadi belakangan ini, banyak kasus kekerasan yang dijumpai pada anak. Anak yang masih murni dan tidak berdosa harus rela menderita karena menerima perlakuan kasar dari orangtua maupun orang lain. Pengalaman pahit seperti ini tentunya akan membekas sepanjang hidup anak dan akan menimbulkan masalah di kemudian hari.
ANAK DENGAN KEBUTUHAN FISIK KHUSUS Imroatun Imroatun
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 02 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik spesifik Child with special needs pada umumnya berkaitan dengan tingkat perkembangan fungsional. Karakteristik spesifik tersebut meliputi tingkat perkembangan sensorimotor, kognitif, kemampuan berbahasa, ketrampilan diri, konsep diri, kemampuan berinteraksi sosial, serta kreativitasnya. Adanya perbedaan karakteristik setiap anak berkebutuhan khusus, akan memerlukan kemampuan khusus guru. Guru dituntut memiliki kemampuan berkaitan dengan cara mengombinasikan kemampuan dan bakat setiap anak dalam beberapa aspek. Aspek-aspek tersebut meliputi kemampuan berpikir, melihat, mendengar, berbicara, dan cara bersosialisasi. Hal-hal tersebut diarahkan pada keberhasilan dari tujuan akhir pembelajaran.
MODEL PEMBELAJARAN MONTESSORI ANAK USIA DINI Masyrofah Masyrofah
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 02 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak-anak memiliki atau kekuatan dalam dirinya untuk berkembang sendiri, memiliki hasrat alami untuk belajar adan bekarja, bersamaan dengan keinginan yang kuat untuk mendapatkan kesenangan. Anak lebih senang melakukan aktivitas daripada sekedar dihibur atau dimanja. Anak akan selalu mencari sesuatu yang baru untuk dikerjakan yaitu sesuatu yang memiliki tingkatan yang lebih sulit dan menantang. Selain itu, anak juga memiliki keinginan untuk mandiri. Kelas montessori adalah salah satu dari yang pertama untuk menekankan lingkungan yang hangat dan nyaman dalam pembelajaran berbasis kebebasan anak. Pembelajaran montessori sangat cocok untuk anak-anak belajar melalui tangan-aktivitas, pada tahun prasekolah adalah waktu dimana perkembangan otak anak masih bagus dan orang tua menjadi teman dalam belajar mereka

Page 1 of 1 | Total Record : 7