cover
Contact Name
Abdul Haris
Contact Email
aries.abdulharis957@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aries.abdulharis957@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20888503     EISSN : 26218046     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOKUS AL-MUNAWWARAH : Jurnal Pendidikan Islam memuat kajian-kajian pendidikan Islam baik itu berkenaan dengan strategi pembelajaran pendidikan Islam, dan manajemen kelembagaan pendidikan Islam, pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan Islam, dan kepemimpinan dalam lembaga pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1 (2019): Maret" : 5 Documents clear
Kesetaraan Gender dalam Perspektif Al-Qur'an Susan santi
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 1 (2019): Maret
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.475 KB) | DOI: 10.12345/al-munawwarah.v11i1.3485

Abstract

Sejarah menunjukkan bahwa perempuan pada masa awal islam mendapat penghargaan tinggi. Islam mengangkat harkat dan martabat perempuan dari posisi yang kurang beruntung pada zaman jahiliyah. Di dalam al-Qur’an persoalan kesetaraan laki-laki dan perempuan ditegaskan secara eksplisit. Meskipun demikian, masyarakat muslim secara umum tidak memandang laki-laki dan perempuan secara setara. Akar medalam yang mendasari penolakan dalam masyarakat muslim adalah keyakinan bahwa perempuan adalah makhluk Allah SWT yang lebih rendah karena diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Selain itu, perempuan dianggap sebagai makhluk yang kurang akalnya sehingga harus selalu berada dalam bimbingan laki-laki. Akibatnya, produk-produk pemikiran islam sering memposisikan perempuan sebagai subordinat. Kenyataan ini tentu sangat memprihatinkan, karena islam pada prinsipnya menjunjung tinggi kesetaraan dan tidak membedakan manusia berdasarkan jenis kelamin. Oleh karena itu, doktrin maupun pandangan yang mengatasnamakan agama yang sarat dengan praktik diskriminatif sudah selayaknya dikaji ulang, jika ingin islam tetap menjadi rahmat bagi seluruh alam. Analisis gender lebih tepatnya adalah memilah kekuatan yang menciptakan atau melanggengkan ketidakadilan dengan mempertanyakan siapa berbuat apa, siapa memiliki apa, siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan, siapa yang memutuskan, laki-laki atau perempuan? Kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam sebuah keluarga, bukan berarti memposisikan laki-laki dan perempuan harus diperlakukan sama. Memperlakukan laki-laki dan perempuan secara sama dalam semua keadaan justru menimbulkan bias gender. Memperlakukan sama antara laki-laki dan perempuan dalam kerja rumah tangga pada satu keadaan, misalnya, suami juga berkewajiban mengurus anaknya, sama halnya isteri memiliki kewajiban mengurus anaknya. Artinya, kewajiban mengurus anak tidak mutlak menjadi kewajiban isteri semata, tetapi merupakan kewajiban bersama.
Implementasi Konsep Pendidikan Karakter dalam Proses Belajar Mengajar main din
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 1 (2019): Maret
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.744 KB) | DOI: 10.12345/al-munawwarah.v11i1.3487

Abstract

Pendidikan sangat menentukan terhadap pembentukan watak, kepribadian, karakter dan budi pekerti warga. Oleh karenanya, fenomena kejahatan, tindak kriminal, perbuatan asusila dan penggunaan narkoba, baik oleh warga masyarakat maupun anak didik, maka pendidikan dianggap yang paling bertanggung jawab. Pendidikan karakter pada dasarnya merupakan proses transforasi nilai-nilai kehidupan untuk ditumbuh kembangkan dalam kepribadian seseorang sehingga menjadi satu dalam perilaku orang itu. Dalam hal ini karakter mempunyai tiga unsur pokok, yaitu mengetahui kebaikan (knowing the good), mencintai kebaikan (loving the good) dan melakukan kebaikan (doing the good). (2) dalam implementasi pendidikan karakter, seorang guru harus memiliki sikap yang harus dilaksanakan dalam proses belajar mengajar, antara lain: memunculkan rasa empati terhadap peserta didik, mengakui konsep diri peserta didik, menumbuhkan sikap toleransi, guru sebagai fasilitator, guru menciptakan suasana Pedagogi-Dialogis, mengkombinasikan perasaan dan bahan pengajaran, dan adanya transparasi guru siswa.
Urgensi Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Tata Bahasa Arab pada siswa Madrasah Ibtidaiyah Syaikh Zainuddin NW Anjani Rosli Hadi
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 1 (2019): Maret
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.962 KB) | DOI: 10.12345/al-munawwarah.v11i1.3500

Abstract

Peran media sangat menentukan sebuah keberhasilan pembelajaran, lebih-lebih itu pelajaran Bahasa Arab. Apalagi pelajaran tersebut diajarkan kepada anak-anak. Pelajaran Bahasa Arab tersebut mudah diserap oleh anak-anak jika kosa kata yang ingin diajarkan itu disertai dengan media yang paling mudah untuk dicerna. Dengan demikian, tentunya dapat tergambar betapa pentingnya media untuk menyampaikan sebuah pesan, terutama jika audiens pesan tersebut adalah anak-anak. Penelitian ini berjudul Urgensi Multimedia Interaktif untuk Meningkatan Pemahaman Materi Tata Bahasa arab pada Madrasah Ibtidaiyah Syaikh Zainuddin NW Anjani Lombok Timur. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dalam hal ini adalah difokuskan pada pengembangan media pembelajaran dalam bentuk multimedia interaktif disesuaikan dengan materi yang diajarkan pada siswa kelas lima V MI. Penelitian dilaksanakan di MI Syaikh Zainuddin NW Anjani Lombok Timur tahun 2018. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas lima A dan B berjumlah 51 orang. Sasaran penelitian ini merupakan satu obyek penelitian sekaligus sebagai pengguna media Multimedia interaktif saat aktivitas pembelajaran tata bahasa Arab berlangsung. Dalam penelitian ini melibatkan ahli media dalam proses pembuatan, dan dosen bidang studi bahasa Arab. Adapun hasil dari penelitian ini adalah penggunaan media interaktif dalam pembelajaran tata bahasa Arab dapat meningkatkan pemahaman siswa, hal ini terbukti dari hasil nilai tes yaitu dari post tes, latihan soal dan free tes yaitu interval nilai yang dicapai kelas VA bervariasi, walaupun demikian pencapaian hasil yang diharapkan sudah sesuai dengan standar kompetensi atau standar ketuntasan, walaupun ada lima orang siswa yang masih mendapatkan nilai kurang dari 70. Dan 20 orang siswa menperoleh nilai 70- 90. Dan nilai untuk kelas V B juga menunjukan hal yang sama walaupun ada perbedaan tingkat pencapaian seperti Dari 25 orang siswa ada delapan siswa yang mencapai nilai di bawah 70, dan yang lainnya memperoleh nilai 70 sampai 90. walaupun demikian tetap ada peningkatan pemahaman siswa pada materi tata bahasa arab (nahwu).
Implementasi Pendekatan Santifik Upaya Membangun Sikap Kritis Peserta Didik Pada Pembelajaran Aqidah Akhlak (Di Mts Sudirman Jimbaran, Semarang) Nur Kholik Nur Kholik
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 1 (2019): Maret
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.57 KB) | DOI: 10.35964/al-munawwarah.v11i1.3592

Abstract

Abstract Always late in responding to changes that occur in the community so that it raises some good factors that improve the progress of information, also the ability to think critically and clearly. So in uncovering and developing critical attitudes students need the appropriate method. Through this field research, the type of descriptive analysis research is in the form of qualitative research, with phenomenological research, educator research data sources and students in Mts Sudirman Jimbaran, Bandungan, Semarang. Then the research data obtained from interviews, observation, and documentation. Is the result of research that shows the implementation steps proposed scientifically there are two places, namely; first, install planning: make lesson plans, prepare learning resources and prepare learning media. Second, follow the five steps agreed upon, ask questions, get information, reason, and communicate. While the critical attitude seen by the students is that students are able to express ideas and refute the original by collecting and processing information then expressed in discussion or learning forums.
Potret Lembaga Pendidikan Islam Perspektif Budaya Muzakkir Walad
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 1 (2019): Maret
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.779 KB) | DOI: 10.35964/al-munawwarah.v11i1.3673

Abstract

MUZAKKIR WALAD IAI Hamzanwadi NW Lombok Timur, muzakkirwalad@gmail.com Abstrak: Pendidikan tidak akan punya arti apabila manusia tidak ada di dalamnya. Hal ini disebabkan, karena manusia merupakan subjek dan objek pendidikan. Artinya, manusia tidak akan bisa berkembang dan mengembangkan kebudayaannya secara sempurna apabila tidak ada pendidikan. Untuk itu, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa eksistensi pendidikan merupakan salah satu syarat yang mendasar untuk meneruskan dan mengekalkan kebudayaan manusia. Di sini, fungsi pendidikan berupaya menyesusaikan atau mengharmonisasikan kebudayaan lama dengan kebudayaan baru secara proporsional dan dinamis. Pada tataran inilah menjadi fokus kajian dalam tulisan ini. Di mana lembaga pendidikan Islam perspektif budaya harus berjalan sesuai dengan konteks dan kebutuhan sosial. Karena perkembangan dunia yang dibaluti dengan kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang dan dinamis menuntut lembaga pendidikan Islam ikut serta menyesuaikan diri di dalamnya agar tidak dimakan oleh zaman. Oleh karena itu, lembaga pendidikan Islam harus menyesuaikan diri dengan budaya di mana dia harus beroperasi. Karena lembaga pendidikan Islam pada dasarnya adalah sebagai wadah untuk mentransformasikan nilai-nilai Islam di dalamnya kepada peserta didik supaya bisa bertahan ditengah budaya yang selalu dinamis dan terus berubah sesuai dengan konteks. Di sinilah salah satu esensi ajaran Islam yang selalu relevan dengan konteks zamannya yang dikenal dengan istilah “rahmatan lil ‘alamin”. Mengandung pengertian bahwa Islam untuk semua manusia yang memiliki budaya yang beragam.

Page 1 of 1 | Total Record : 5