cover
Contact Name
Rachmawati Hasid
Contact Email
rhasid64@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bulpenagr@uho.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Berkala Penelitian Agronomi
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 20899858     EISSN : 25023314     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Berkala penelitian agronomi adalah media penyebaran hasil-hasil penelitian ilmiah interdisipliner agronomi pertanian, yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen dan peneliti serta pemerhati Agronomi dengan misi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan profesional.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
KEBERADAAN DAN KARAKTERISASI MORFOLOGI PERONOSCLEROSPORA SPP DI SULAWESI TENGGARA Ekawati, Ekawati; Bande, L. O. S.; H.S., Gusnawaty
Berkala Penelitian Agronomi Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.248 KB) | DOI: 10.33772/bpa.v6i2.7063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan karakteristik morfologi Peronosclerospora spp di Sulawesi Tenggara. Dilaksanakan di Laboratorium Karantina Tumbuhan BKP Kelas II Kendari dan lima daerah sentra penanaman jagung di Sulawesi Tenggara dari bulan Januari sampai bulan Juni 2017. Metode yang dilakukan yaitu dengan survei yang dilanjutkan dengan induksi sporulasi buatan dilakukan untuk memperoleh morfologi cendawan secara utuh. Tanaman jagung bergejala bulai yang dikumpulkan dari 5 kabupaten di Propinsi Sulawesi Tenggara diidentifikasi patogen penyebabnya secara morfologi. Hasil penelitian menujukkan bahwa  terdapat tiga spesies Peronosclerospora  di Sulawesi Tenggara yang memiliki karakteristik morfologi identik dengan Peronosclerospora maydis, P. sorghi, dan P. philipinensis. Kata kunci: Peronosclerospora spp , karakteristik, morfologi
Respon Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Kultivar Padi Gogo Lokal Sultra Terhadap Volume pemberian Air Borromeu, Moizes dos Reis; Sadimantara, I Gusti Rai; Pasolon, Yulius B.
Berkala Penelitian Agronomi Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.578 KB) | DOI: 10.33772/bpa.v6i2.7409

Abstract

ABSTRACT The purpose of the study was to find out the respond growth and production of local upland rice Sultra’s on the watering volume. The research was conducted in green house sized 4x10 m, from April to August 2015. This study tested four (4) cultivation local upland rice Sultra in the pot and treated with sub-optimum and optimal water levels of 25%, 50%, 100% and 150%. The experiment was conducted by using factorial desing of two factors of randoming complete block design (RCBD) with three replications, where first factor is W (water level) is comprised of four levels; W1 (25%), W2 (50%), W3 (100%), and W4 (150%). Second factor is cultivars upland rice local comprised of four levels; V1 (cultivar pae dai Ngalaru), V2 (cultivar pae Uba), V3 (cultivar pae Bou) and V4 (cultivar pae Bandoeha). The parameter observed were t plant height of the number of maximum tiller, number of leave, dry weight, dry weight of root, number of productive tiller, days to flowering, weight of 1000 rice, number of grain per tiller, the percentage of empty grain per tiller (%), blossoming age, and number of dry grain per tree.There is an interaction influence of water volume 100% and cultivation of pae dai Ngalaru to the height to the plant 70 days after planting and cultivating pae Bou to the tiller 70 days after the planting, 50% of water volume and cultivar of pae Uba to the number of the leaves 70 days after the planting, 25 % water conditions and cultivar pae Bou to empty grain per plant. The effect of dependent water 100% (W3) gave the good result on the averages of grain per tree to various cultivar of upland rice, water conditions 100% (W3) gave the best results on the averages of dry weight of the root of 70 days after planting, water conditions 25% (W1) and cultivar pae Uba (V2) is the longest type average of grain to blossom. The effect of dependent cultivar of pae Uba (V2) gave good result on the averages of dry weight of peak of plant 70 HST, cultivar pae Bou (V3) gave good result on the averages of number of productive tiller, cultivar of pae Bandoeha (V4) gave good result on the averages of weight of grain seed 1000, cultivar pae Bou (V3) gave good result on the averages of grain per tree.Keywords: Upland Rice, Volume Water, Growth and Production
EFEKTIVITAS BERBAGAI FORMULASI RIZOBAKTERI SEBAGAI BIOHERBISIDA PADA PERTANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) Bahrawi, Afiati; Karimuna, La; Muhidin, Muhidin
Berkala Penelitian Agronomi Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.679 KB) | DOI: 10.33772/bpa.v6i2.7411

Abstract

ABSTRACKThe purpose of this research was to study the effectiveness of various formulations rhizobacteria as bioherbicide in soybean. This research was conducted at the Agrotechnology Laboratory Unit Agronomy and Field Laboratory, Faculty of Agriculture Halu Oleo university, Kendari from March to June 2016.This research was arranged on randomized complete block design (CBD), which consisted of seven treatments that are P0 (Control), P1 (Bacillus sp. A05 + water), P2 (Bacillus sp. A05 + talc), P3 (Bacillus sp. A05 + husk charcoal powder), P4 (P. aeruginosa A08 + water), P5 (P. aeruginosa A08 + talc), P6 (P. aeruginosa A08 + husk charcoal powder). The treatments was repeated three times so that there were 21 experimental units. Weed vegetation were analyzed using quadratic metode, quadrant size used was 1x1 m2, observations were made one time when the soybean was 21 HST. The soybean data were analyzed using of analysis variance followed by Duncan's Multiple Range Test if the treatments was significant. The results showed that treatment of formulations rhizobacteria P6 namely P. aeruginosa A08 in the husk charcoal powder carrier formulation was the best among all 5 other formulations, that could be seen in the weeds vegetation analysis data results, showed that P. aeruginosa A08 in the husk charcoal powder carrier formulation could suppress the growth of Cleome rutidosperma D.C and Cyperus rotundus L. which was the dominant weeds in soybean. Husk charcoal powder was able to improve the suitability of rhizobacteria P. aeruginosa A08 as bioherbisida in the field so that they could worked more effectively as bioherbisida than other treatments. Keywords: Bioherbicides, formulation rhizobacteria, Glycine max (L.) Merrill
KAJIAN TEKNIK BIO-INVIGORASI BENIH DAN LEISA UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN PADI GOGO LOKAL PADA SKALA RUMAH KASA Wangadi, Sri; Kade Sutariati, Gusti Ayu; Khaeruni, Andi
Berkala Penelitian Agronomi Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.802 KB) | DOI: 10.33772/bpa.v6i2.7061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas bio-invigorasi benih dan LEISA terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman padi gogo lokal. Penelitian di laksanakan di Laboratorium Agroteknologi dan di Rumah Kasa Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo mulai Bulan Juli 2015 sampai Bulan Februari 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri dua faktor. Faktor pertama yaitu bio-invigorasi  yang terdiri dari kontrol (tanpa aplikasi bio-invigorasi), serbuk bata merah + Bacillus sp. CKD061 dan serbuk arang sekam + Bacillus sp. CKD061. Sementara faktor kedua adalah LEISA yang terdiri dari kontrol (tanpa aplikasi pupuk organik plus dan anorganik), pupuk organik plus dosis  full, pupuk anorganik dosis full, pupuk organik plus dosis full + pupuk anorganik dosis full, pupuk organik plus dosis full + ½ dosis pupuk anorganik serta pupuk organik plus dosis full + ¼ dosis pupuk anorganik. Perlakuan yang diuji sebanyak 18 kombinasi percobaan dan setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat  54 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdapat 5 polibeg sehingga keseluruhan terdapat 270 polibeg. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan metode analisis ragam  dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan jika perlakuan berpengaruh nyata pada α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan bio-invigorasi  benih dan LEISA menggunakan serbuk bata merah atau arang sekam yang dikombinasikan dengan pupuk organik plus dosis 2 ton ha-1 +  pupuk anorganik dengan dosis 200 kg ha-1 Urea, 150 kg ha-1 SP36 dan 100 kg ha-1KCL memberikan peningkatan tinggi tanaman umur  6 dan 12 MST, jumlah daun 8-14 MST, luas daun 6-12 MST dan jumlah anakan 6 dan 10 MST, yang lebih baik namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya kecuali dengan kontrol, sementara itu, untuk pengaruhnya secara mandiri,  bio-invigorasi  benih serbuk bata merah + Bacillus sp. CKD061 atau serbuk arang sekam + Bacillus sp. CKD061 memberikan hasil  yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol, dan untuk LEISA, (semua perlakuan yang diuji kecuali kontrol) memberikan efek yang sama dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi gogo. Kata Kunci: Rizobakteri, Bio-Invigorasi benih, LEISA, Padi gogo
INTEGRASI BIOINVIGORASI BENIH PRATANAM DAN LEISA UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI GOGO LOKAL (Oryza sativa L.) Widanta, I Made; Kade Sutariati, Gusti Ayu; Ode Afa, La
Berkala Penelitian Agronomi Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.227 KB) | DOI: 10.33772/bpa.v6i2.7062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh integrasi bio-invigorasi benih pratanam dan LEISA terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi gogo lokal. Penelitian dilaksanakan di Desa Jati Bali Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2016,  menggunakan rancangan Split Plot dalam RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan pola faktorial yaitu faktor pertama bio-invigorasi benih pratanam (B) terdiri dari dua taraf yaitu kontrol (tanpa perlakuan bio-invigorasi) (B0) dan serbuk bata merah + Bacillus sp. CKD061 (B1). Faktor kedua LEISA (pupuk organik plus + pupuk anorganik) terdiri dari 6 taraf yaitu kontrol (G0), pupuk organik plus 5 ton ha-1 (G1), pupuk NPK 250 kg ha-1 (G2),  pupuk organik plus 5 ton ha-1 + pupuk NPK 250 kg ha-1 (G3),   pupuk organik plus 5 ton ha-1 + pupuk NPK 125 kg ha-1 (G4), pupuk organik plus 5 ton ha-1 + pupuk NPK 62,5 kg ha-1 (G5). Perlakuan yang diuji 12 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali sehingga terdapat 36 unit percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis ragam dan jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf kepercayaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan bio-invigorasi benih pratanam (serbuk bata merah + Bacillussp. CKD061) dan LEISA (pupuk organik plus 5 ton ha-1 + pupuk NPK 250 kg ha-1) berpengaruh nyata terhadap panjang malai, jumlah gabah per malai, persentase gabah hampa per malai, dan dapat meningkatkan produksi hingga 5,18 ton ha-1 yang sama dengan perlakuan serbuk bata merah + Bacillus sp. CKD061 dan pupuk organik plus dosis 5 ton ha-1 + pupuk NPK 125 kg ha-1 (B1G4) yaitu 5,13 ton ha-1 atau masing-masing meningkatkan produksi sebesar 70,96% dan 69,31% dibandingkan dengan kontrol. Secara mandiri bio-invigorasi benih pratanam (serbuk bata merah + Bacillus sp. CKD061) atau LEISA (pupuk organik + pupuk NPK) berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, persentase gabah hampa per malai, dan produksi padi gogo lokal. Kata Kunci :  Rizobakteri,Bio-Invigorasi Benih, LEISA, Padi Gogo Lokal

Page 1 of 1 | Total Record : 5