cover
Contact Name
Septyanto Kurniawan
Contact Email
s_yan_k@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sipilummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
TAPAK (Teknologi Aplikasi Konstruksi) : Jurnal Program Studi Teknik Sipil
ISSN : 20892098     EISSN : 25486209     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TAPAK ISSN: 2548-6209 (Electronic) & ISSN: 2089-2098 (Print) adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel ilmiah dari disiplin ilmu teknik sipil, yang mencakup bidang studi : • Bahan bangunan dan bangunan, • Mekanika dan fisika struktural, • Rekayasa geoteknik, • Rekayasa jalan dan jembatan, • Rekayasa dan ekonomi perkotaan, • Konstruksi teknologi, ekonomi dan manajemen, • Teknologi informasi dalam konstruksi, • Proteksi kebakaran, thermoinsulation dan renovasi bangunan, • Keamanan tenaga kerja dalam konstruksi.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2016): November 2016" : 11 Documents clear
ANALISA HAMBATAN SAMPING TERHADAP TINGKAT PELAYANAN JALAN RAYA (Studi kasus : Sepanjang 200 M Pada Ruas Jalan Imam Bonjol Kota Metro) Septyanto Kurniawan
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v6i1.266

Abstract

Perkembangan suatu kota bersamaan dengan berkembangnya tuntutan masyarakat sebagai pelaku kegiatan, hal ini berarti secara fisik dan fungsional, intensitas dan kualitas kegiatan kota selalu berubah, hambatan samping yang berada di jalan Imam Bonjol Kota Metro sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Hambatan Samping terhadap kepadatan arus lalu lintas, Kapasitas dan Tingkat Pelayanan Jalan di Jalan Imam Bonjol Kota Metro. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung di Jalan Imam Bonjol Kota Metro. Data dianalisa mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia Tahun 1997. Hasil penelitian hambatan samping tertinggi di Jalan Imam Bonjol Kota Metro terjadi pada hari Jumat 1.243,2 kejadian Sedangkan arus lalu lintas tertinggi sebesar 1.392,2 smp/jam, Kapasitas Jalan Imam Bonjol sebesar 3.198,56 smp/jam hambatan samping pada ruas jalan Imam Bonjol Kota Metro sangat tinggi pada hari jumat sebesar 1.243,2 pada jam 09.00 – 10.00 WIB, sehingaa tingkat pelayanan jalan pada Jalan Imam Bonjol Kota Metro termasuk katagori F.
PENGARUH TAMBAHAN SERAT POLYPROPYLENE TERHADAP CAMPURAN ASPAL BETON AC-WC Ida Hadijah; Rofiq Amrulloh
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v6i1.261

Abstract

Jalan merupakan sarana yang sangat penting digunakan untuk transportasi bagi masayarakat. Di Indonesia, konstruksi jalan sudah banyak menggunakan campuran laston, karena dalam campuran ini akan menghasilkan lapisan perkerasan yang kedap air dan tahan lama, harga relatif lebih murah dibandingkan dengan konstruksi jalan beton. Dalam penelitian ini dicoba menggunakan serat polypropylene (PP) berupa plastik gelas air mineral sebagai alternatif bahan tambahan lapisan aspal beton AC-WC. Kemasan plastik gelas air mineral yang susah terurai dan terbuang tidak dimanfaatkan menyebabkan sampah ini berserakan dimana-mana. Jenis penelitian ini adalah penambahan campuran serat polypropylene ke dalam aspal Shell Pen 60/70 (As-Pp) dengan komposisi penambahan campuran sebesar 0 % (tanpa bahan tambahan), 1 %, 2 % dan 3 % dari kadar aspal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik Marshall seperti nilai Density, VIM, VFA, Stabilitas, Flow dan MQ cenderung meningkat atau naik karena pengaruh penggunaan plastik. Sedangkan pada VFA mengalami penurunan. Di dapat KAO sebesar 5,6 %, 5,8 %, 5,8 % dan 6,2 %. Berdasarkan spesifikasi Bina Marga 2010 di dapat penambahan serat polypropylene yang sesuai pada campuran As-Pp 1 % dengan KAO 5,8 %.
PEMANFAATAN ABU AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN CAMPURAN UNTUK MEMPERBAIKI SIFAT FISIK DAN MEKANIS BATA Yusuf Amran; Rivan Rinaldi
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v6i1.267

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pemakaian abu ampas tebu dalam memperbaiki sifat fisis dan mekanis bata serta untuk mengetahui pengaruh karakteristik bata dengan variasi pencampuran abu ampas tebu pada pembuatan bata. Untuk mengetahui perbandingan karakteristik bata sebelum dan sesudah dilakukan penambahan dengan abu ampas tebu melalui pengujian di Laboratorium dan untuk mendapatkan proporsi abu ampas tebu yang sesuai untuk memperbaiki sifat fisik dan mekanis bata. Ruang lingkup dan batasan masalah pada penelitian ini adalah: Bahan dasar bata yang digunakan adalah tanah lempung yang berasal dari Tempat Pembuatan Bata milik warga Desa Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro. Bahan campuran bata yang digunakan adalah abu ampas tebu. Pengujian-pengujian yang dilakukan di laboratorium antara lain, Pengujian pada tanah dan Pengujian terhadap sifat fisis dan mekanis bata. Metode dan pembahasan dari pengujian - pengujian tersebut akan disesuaikan dengan persyaratan spesifikasi dan ketentuan-ketentuan yang berlaku di Indonesia. Dari hasil penelitian dan pengujian yang dilakukan di laboratorium mekanika tanah, Uji fisik tanah asli yang dilakukan tanpa perendaman (unsoaked) dan perendaman (soaked) didapat hasil bahwa penambahan abu ampas tebu cenderung menurunkan nilai berat jenis. penambahan abu ampas tebu yang baik untuk memperbaiki sifat fisik dan mekanis berada pada komposisi perbandingan volume 1:10.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TIDAK BERSINYAL KOTA METRO ( STUDI KASUS PERSIMPANGAN JALAN, RUAS JALAN JEND. SUDIRMAN, JALAN SUMBAWA, JALAN WIJAYA KUSUMA DAN JALAN INSPEKSI ) Leni Sriharyani; Ida Hadijah
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v6i1.262

Abstract

Simpang adalah pertemuan atau percabangan jalan baik sebidang maupun yang taksebidang. Simpang merupakan tempat yang rawan terhadap kecelakaan karena terjadinyakonflik antara pergerakan kendaraan dengan pergerakan kendaraan lainnya. Lokasi penelitianini merupakan daerah yang cukup padat, dimana disekeliling persimpangan terdapat kawasanpertokoan, perkantoran, kawasan bisnis, dan pendidikan, memiliki volume arus lalu lintastinggi, sering terlihat kendaraan dari jalan utama melakukan pergerakan manuver memutararah (u-turn), sering terjadi kemacetan, kecelakaan dan gangguan kelancaran arus lalu lintasyang disebabkan adanya konflik- konflik yang timbul akibat kendaraan yang melintas darilima arah yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja simpangtidak bersinyal pada persimpangan jalan, ruas Jl Jend. Sudirman, Jl Sumbawa, Jl WijayaKusuma dan Jl Inspeksi yang ada dalam kondisi existing saat ini berupa derajat kejenuhan,tundaan dan peluang antrian dengan pendekatan MKJI 1997 serta memberikan masukan atausolusi pemecahan permasalahan pada simpang tersebut. Metoda yang digunakan adalahdengan melakukan pengumpulan data primer dan data sekunder, survey volume lalu lintas,survey kecepatan, serta survey hambatan samping. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwaarus lalu lintas tertinggi terjadi pada hari Senin jam puncak siang pukul 12.00-13.00 sebesar2593 kend/jam atau 1971,3 smp/jam dengan kapasitas 2215,7 smp/jam, derajat kejenuhan0,88. Dari nilai derajat kejenuhan dapat diketahui bahwa kinerja simpang ini tergolongkelas E, melebihi nilai yang disyaratkan MKJI 0,75. Penanganan yang sesuai dengankinerja simpang tersebut dalam menguraikan permasalahan kemacetan, kecelakaan dankelancaran arus lalu lintas yaitu dengan memasang rambu lalu lintas dilarang putar balik (UTURN),memasang lampu lalu lintas satu warna (kuning), dan menutup batas tengah jalanutama (Jl. Jendral Sudirman) dengan median berupa beton pracetak yang bisa dibuka biladiperlukan sepanjang 33 meter, karena secara geometrik jalan utama pada persimpangan inimenikung hingga pandangan untuk kendaraan lain kurang bebas.
TINJAUAN PERENCANAAN STRUKTUR BETON GEDUNG RAWAT INAP VIP RSUD JEND. A. YANI KOTA METRO MENGGUNAKAN PROGRAM ETABS (Extended Three Dimensional Analysis Building Systems) Masherni, -; Setiawan, Apri
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v6i1.268

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman pada saat ini pembangunan gedung di kota besar sangatlah pesat, dengan segala bentuk dan desain arsitekturnya, tak terlepas dari semua itu dalam merencanakan bangunan gedung pada era teknologi ini, sangat membutuhkan perangkat-perangkat lunak (software) dalam mendukung perencanaan tersebut. Dalam perencanaan gedung dengan menggunakan sistem komputerisasi ini dimaksudkan hasil atau output yang dihasilkan lebih akurat, efesien dan lebih ekonomis, salah satu dari perhitungan struktur gedung dengan sistem komputerisasi ini dapat menggunakan perangkat lunak seperti ETABS, SAP, SAND PRO.TEKLA dengan mengacu pada peraturaan-peraturan yang berlaku di Indeonesia. SNI T-15-1991-03, SNI 03-2847-2002 untuk perhitungan struktur beton, Perarutan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung (PPIUG), SNI-1726-2002 acuan setandar perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung. Dari hasil perhitungan struktur bangunan gedung berdasarkan komputerisasi dan peraturan-peraturan di atas, didapat hasil berupa gambar rencana struktur beton dilengkapi dengan detail-detail yang diperlukan. Ketelitian perhitungan, ketepatan dalam asumsi pembebanan merupakan faktor yang penting untuk diperhatikan dalam perencanaan struktur bangunan.
PENGARUH TAMBAHAN LIMBAH PLASTIK HDPE (HIGH DENSITY POLYETHYLENE) TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA MUTU K.125 Dewi, Sari Utama; Purnomo, Rudi
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v6i1.263

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan kontruksi yang telah umum digunakan untuk bangunan gedung, jembatan, jalan, dan lain lain. Beton mempunyai peranan sangat penting untuk konstruksi karena mampu menahan gaya tekan dengan baik. Pemakaian beton sudah populer, pada perkembangannya beton dicampuri dengan beberapa bahan tambahan baik berupa bahan kimia maupun non kimia di antaranya, abu Ampas tebu (AAT), abu sekam padi, styrocon dan polimer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tambahan limbah plastik HDPE terhadap kuat tekan pada mutu beton K 125 dengan beberapa variasi campuran. Pengambilan data atau pengujian sample dilakukan di laboratorium Universitas Muhammadiyah Metro dengan metode SK SNI.T-15 -1990 – 03. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, penambahan limbah plastik HDPE pada persentase 10 % dan 15 % justru merusak atau munurunkan kualitas beton. Kuat tekan maksimum yang dapat dicapai dari semua komposisi campuran yang digunakan terdapat pada penambahan limbah plastik sebesar 5% pada umur 14 hari dengan nilai kuat tekan 10,06 Mpa dari nilai hasil dibawah kuat tekan rencana yaitu 10,4 Mpa. Penambahan limbah plastik pada persentase 5 % selalu menghasilkan nilai kuat tekan lebih tinggi dari pada beton normal atau beton tanpa campuran ( variasi 0%).
ANALISA TEKNIS PERBAIKAN PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE AASHTO (Studi Kasus : Pada Ruas Jalan Ki Hajar Dewantara Kecamatan BatanghariKabupaten Lampung Timur) Surandono, Agus; Suci, Putri Maha
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v6i1.269

Abstract

Konstruksi perkerasan lentur (flexible pavement), adalah perkerasan yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikat dan lapisan-lapisan perkerasannya bersifat memikul dan menyebarkan beban lalu lintas ke tanah dasar. Dalam menganalisa Kerusakan perkerasan lentur jalan yang mengakibatkan kondisi jalan saat ini kurang baik, adanya lubang - lubang dan amblas pada permukaan jalan tersebut, dilakukan analisa perbaikan perkerasan lentur pada ruas jalan Ki Hajar Dewantara Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa penyebab kerusakan pada jalan raya. Sehingga dilakukan penelitian pada Jalan tersebut dengan menganalisa kondisi yang terjadi pada lapisan – lapisan tanah dasar dan lapisan permukaan jalan, dan dilakukan pengujian dilaboratorium Universitas Muhammadiyah Metro. Pada analisa perbaikan perkerasan lentur Untuk menganalisis penyebab kerusakan jalan digunakan Metode AASHTO (American Association of state highway and transportation official) untuk mendapatkan nilai tebal lapis tambahan (overlay) yang optimum. Dari hasil analisa penelitian dengan menggunakan Metode AASHTO didapat nilai tebal lapis pondasi bawah 17,5 cm, lapisan pondasi atas 7,1 cm, lapisan permukaan 5 cm, sehingga pada lapisan tambahan (overlay) menghasilkan nilai lapis tambahan 5,5 cm.
ANALISIS PENGUJIAN GRADASI EKSTRAKSI CAMPURAN AC-BC HASIL PRODUKSI AMP (ASPHALT MIXING PLANT) Masykur, -
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v6i1.264

Abstract

Pelaksanaan pekerjaan lapis pengikat perkerasan jalan di Jalan Soekarno-Hatta Kab.Lampung Timur terhadap JMF (Job Mix Formula) dan standar yang digunakan yaitu SNI, dengan melakukan pengujian Ekstraksi dan Marshall pada campuran aspal beton AC-BC yang merupakan lapisan pengikat perkerasan. Penelitian ini menggunakan sampel hasil Core Drill, Campuran Aspal Beton AC-BC hasil beton aspal padat yang diambil di lapangan di Jalan Soekarno-Hatta Kabupaten Lampung Timur. Hasil penelitian uji Marshall Stabiliti pada hasil Core Drill 1785,69 kg, Marshall Stabiliti pada hasil beton aspal padat 1609,60 kg, Marshall Quotient pada hasil Core Drill sebesar 450,93 kg/mm,pada hasil beton aspal padat sebesar 407,88 kg/mm ,menunjukan bahwa peningkatan kepadatan sebesar 0,44 %. kadar aspal Campuran Aspal Beton Padat AC-BC , 5,30 % dengan kadar aspal dalam JMF masing-masing sebesar 5,25 %, 5,32 %, 5,32 %, 5,31 %, 5,40 %. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa hasil pengujian pada campuran aspal beton padat AC-BC yang merupakan lapis pengikat perkerasan jalan pada Jalan Soekarno-Hatta Kabupaten Lampung Timur memenuhi standar JMF.
JARINGAN STASIUN HUJAN DITINJAU DARI TOPOGRAFI PADA DAS WIDAS KABUPATEN NGANJUK - JAWA TIMUR Eri Prawati
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v6i1.270

Abstract

Informasi keadaan hujan pada suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat diperoleh dengan memasang alat-alat penakar hujan yang membentuk suatu jaringan pengamatan hujan pada DAS. Hal ini berkaitan dengan berapa besar sebaran dan kerapatan stasiun hujan dalam DAS, dapat memberikan data yang mewakili DAS yang bersangkutan. Serta berapa besar sebaran dan kerapatannya berpengaruh terhadap tingkat kesalahan nilai rerata datanya. Permasalahannya adalah apakah jumlah pos-pos yang tersedia yang ada saat ini dalam suatu daerah aliran sungai sudah memadai, apakah jumlah dan lokasinya dapat memantau karakteristik hidrologi daerah tersebut. Dan apakah penempatan stasiun hujan memperhatikan dari segi topografis. Dalam penelitian ini menganalisis kerapatan jaringan stasiun hujan menggunakan metode Kagan-Rodda pada DAS Widas Kabupaten Nganjuk Jawa-Timur. DAS Widas memiliki luas kurang lebih 1502 km2 dan memiliki 12 stasiun hujan yang tersebar di dalam DAS. Pada DAS Widas belum pernah dikaji pola penyebaran dan kerapatan hujan ditinjau dari topografinya.
DETEKSI KEBERADAAN AKUIFER AIR TANAH MENGGUNAKAN SOFTWARE IP2Win DAN ROCKWORK 2015 Eva Rolia; Agus Surandono
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v6i1.265

Abstract

Meningkatnya kegiatan produksi di pabrik - pabrik, perkebunan, industri kecil dan menengah yang ada di kelurahan Adi Jaya, Poncowati, Terbanggi Besar,Yukum Jaya Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah. Yang mengeksploitasi air tanah secara besar-besaran, yang menimbulkan perubahan fisik dan biologi seperti erosi, abrasi, sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedalaman akuifer dan potensi air tanah di daerah penelitian dengan menggunakan alat goelistrik, pengolahan data lapangan menggunakan software IP2Win untuk mendapatkan nilai tahanan jenis aktual dan pemodelan 3D menggunakan software Rockwork 2015. Hasil penelitian menunjukan bahwa daerah yang diteliti memiliki kedalaman akuifer yang bervariasi antar 1 meter sampai dengan lebih dari 100 meter dari permukaan tanah. Potensi air tanah juga sangat baik, terlihat dari ketebalan akuifer yang bisa mencapai lebih dari 90 meter. Jenis lapisan batuan yang terdapat pada daerah penelitian antara lain adalah pasir gravel, lempung berpasir, pasir berlempung, lempung dan batu kristalin. Lapisan didominasi oleh lapisan pasir yang diasumsikan banyak mengandung air, sedangkan jenis akuifer didominasi oleh akuifer bebas dan akuifer setengah tertekan

Page 1 of 2 | Total Record : 11