cover
Contact Name
A Said Hasan Basri
Contact Email
a.basri@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
a.basri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam
ISSN : 14121743     EISSN : 25810618     DOI : -
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam is a scientific journal published twice a year by Departmet of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Da'wah and Communication, Sunan Kalijaga State Islamic University of Yogyakarta. This journal focus on the publication of research result and scientific articles related to various issues in the field of guidance and counseling on education and society with various multidimensional perspective and approach. Editor accept scientific papers that have never been published or published in various media (print or electronic), or other scientific journals.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2017): Juni" : 15 Documents clear
PENGEMBANGAN SPIRITUALITAS SEBAGAI UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA Khoirunnisa, Rofiqoh
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.343 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.%x

Abstract

AbstrakPentingnya kedisiplinan dalam dunia pendidikan sangat menentukan kualitas pendidikan di sekolah. Hasil wawancara di SMA Negeri 5 Yogyakarta diketahui bahwa guru bimbingan dan konseling telah berupaya untuk meningkatkan kedisiplinan siswa melalui pengembangan spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan melalui pengembangan spiritualitas siswa SMA Negeri 5 Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Analisis data kualitatif yang dilakukan untuk mengetahui keabsahan data adalah dengan menggunakan teknik triangulasi yaitu mencari dan menyusun data secara sistematis dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi yang diuraikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan melalui pengembangan spiritualitas siswa SMA Negeri 5 Yogyakarta adalah: 1) Upaya pencegahan (preventif) dan pengembangan (development) melalui, a).Pagi simpati untuk mendisiplinkan pakaian atau kerapian siswa, b) do’a bersama untuk mendisiplinkan waktu dan belajar siswa, c) tadarus Al-qur’an, menghafal Alqur’an, dan Khatam Alqur’an untuk mendisiplinkan pribadi siswa dalam bersikap, d) shalat Duha dan shalat Dzuhur berjama’ah untuk mendisiplinkan waktu. 2) Upaya perbaikan atau pengobatan (Kuratif) melalui punishment pada kegiatan keagamaan untuk meningkatkan semua bentuk kedisiplinan. Kata kunci: pengembangan spiritualitas, bimbingan dan konseling, kedisiplinan.
MENGEMBANGKAN KECERDASAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI MELALUI KETELADANAN Nurjannah, Nurjannah
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.7 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.%x

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan model literatur. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskrpisikan bagaimana mengembangan sosial emosional anak usia dini, (2) mendeskripsikan faktor-faktor yang berpengaruh dalam mengembangkan kecerdasan sosial emosional anak usia dini, (3) mendeskripsikan cara mengembangkan kecerdasan sosial emosional anak usia dini melalui keteladanan. Hal tersebut sangat penting karena kecerdasan interpersonal dan kecerdasan emosional pada anak usia dini tidak dimiliki oleh anak secara alami, tetapi harus ditumbuhkan dan dikembangkan oleh orang tua maupun pendidik PAUD dengan mengambangkan aspek sosial dan emosi anak usia dini. Itulah sebabnya diperlukan berbagai metode yang dapat digunakan untuk mengembangkannya. Salah satu metode yang dapat digunakan orang tua maupun pendidik PAUD dalam mengembangkan aspek sosial dan emosi pada anak usia dini, yaitu melalui keteladanan. Kegiatan keteladanan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sosial emosional anak usia dini antara lain keteladanan beribadah, berhubungan dengan orang lain, bekerja dan menyelesaikan masalah, berpakaian, gaya hidup, cara belajar, menyikapi lingkungan, dan banyak yang lainnya.Kata Kunci: sosial emosional, keteladanan
KONSEP KONSELING GESTALT BERBASIS ISLAM UNTUK MEMBANTU MENINGKATKAN BERSOSIALISASI DAN ADAPTASI SISWA DI SEKOLAH Asnawi, Khakam Umam
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.798 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.%x

Abstract

Abstrak Sosialisasi dan adaptasi bukan hanya dilakukan di lingkungan sosial masyarakat, namun sebagai seorang siswa yang lebih banyak hidup di sekolah, sosialisasi dan adaptasi seharusnya dilakukan juga di sekolah. Terutama pada siswa yang belum lama masuk di sekolah yang berbeda. Ketidakmampuan siswa mengikuti peraturan sekolah dapat mengakibatkan siswa kurang konsentrasi dalam belajar dan kurang kondusif dalam proses belajar-mengajar. Permasalah sosialisasi dan adaptasi memerlukan teknik khusus dalam penanganannya. Pendekatan yang dianggap tepat untuk meningkatkan sosialisasi dan adaptasi siswa di sekolah adalah teknik konseling gestalt berbasis Islam. Konsep gestalt dimaksud adalah konsep kesadaran (awarenes), kontak (contact), dan dukungan (support). Proses terapi gestalt meliputi berbagai fokus penanganan, yaitu transisi, avoidance and unfinished busines, impasse dan here and now.  Konseling gestalt berbasis Islam lebih menekankan pada fokus penanganan here and now, yang berarti di sini dan masa kini dengan tujuan siswa dapat memahami diri sebagai seorang siswa yang berlatar belakang Islam. Melalui konseling gestalt berbasis Islam, siswa mampu meningkatkan bersosialisasi dan adaptasi di sekolah sebagai seorang siswa, makhluk sosial dan makhluk Allah SWT. Siswa secara bertahap dapat mengambil hikmah atas pengalaman yang telah dialami, siswa dapat mengembangkan kemampuan secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus melanggar peraturan sekolah dan siswa mampu bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan termasuk di dalamnya menerima konsekuensi. Metode penelitian yang digunakan adalah library research. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris mengenai bentuk Konseling gestalt berbasis Islam untuk membantu meningkatkan bersosialisasi dan adaptasi siswa di sekolah. Kata Kunci: konseling gestalt berbasis islam, bersosialisasi dan adaptasi, siswa
ZUHUD DALAM AJARAN TASAWUF Hafiun, Muhammad
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.808 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.%x

Abstract

AbstrakSalah satu topik dalam tasawuf yang dibicarakan oleh para tokoh sufi adalah tentang Zuhud. Dalam Memahami konsep zuhud sering kali terjadi pro kontra, ada pendapat yang mengharuskan seseorang menjalani zuhud untuk mencapai ma'rifat pada Allah, dan dianggap sebagai salah satu tangga (maqomat) yang harus dilalui. Dan ada pula yang menganggap bahwa konsep zuhud dalam ajaran tasawauf merupakan konsep yang menjauhkan sesorang dari persoalan dunia sehingga berdampak negatif bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban. Tulisan ini tidak bermaksud untuk memperdebatkan benar atau salahnya dari pendapat-pendapat yang ada, tetapi ingin menempatkan apakah konsep zuhud yang dipraktekkan oleh para tokoh sufi selama ini merupakan bagian dari konsep yang bersumber dari ajaran Islam, atau konsep yang sengaja dibuat oleh para tokoh sufi dalam sistem ajaran tasawuf yang mereka ajarkan. Hasil kajian penulis terhadap berbagai sumber literatur, bahwa konsep dan praktek zuhud dalam ajaran tasawuf merupakan konsep yang bersumber dari ajaran Islam (al-Qur'an dan Hadits) yang merupakan keharusan untuk dipraktekkan bagi orang yang ingin mencapai ma'rifat pada Allah SWT. Melakukan hidup zuhud merupakan suri tauladan yang diwariskan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Dalam prakteknya para tokoh sufi menggolongkan beberapa tingkatan, mulai dari tingkat displin terendah sampai pada tingkatan tertinggi, tergantung pada kadar kemampuan orang yang mempraktekkannya.Kata Kunci: zuhud, maqomat, tasawuf
KONSEP BEHAVIORAL THERAPY DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI PADA SISWA TERISOLIR Kumalasari, Dyesi
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.457 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.%x

Abstract

Abstrak Artikel ini mendiskripsikan tentang konsep behavioral therapy dalam meningkatkan rasa percaya diri pada siswa terisolir. Teori behavioral berasumsi bahwa perilaku konseli adalah hasil kondisi konselor, oleh karena itu, konselor dalam setiap menyelenggarakan konseling harus beranggapan bahwa setiap menyelenggarakan konseling harus beranggapan bahwa setiap reaksi konseli adalah akibat dari situasi (stimulus) yang diberikannya. Tujuan konseling behavioral dalam pengambilan keputusan adalah secara nyata membuat keputusan. Konselor behavioral bersama konseli bersepakat menyusun urutan prosedur pengubahan perilaku yang akan diubah, dan selanjutnya konselor menstimulasi perilaku konseli. Konselor behavioral memiliki peran yang sangat penting dalam membantu konseli mengemukakan peran yang harus dilakukan konselor, yaitu bersikap menerima, mencoba memahami konseli dan apa yang dikemukakan tanpa menilai atau mengkirtiknya.konselor lebih berperan sebagai guru yang membantu klien melakukan teknik-teknik modifikasi perilaku yang sesuai dengan masalah, tujuan yang hendak dicapai. Therapy behavioral ini merupakan terapi diberbagai eksperimen mampu mengatasi masalah-masalah konseli yang mengalami berbagai hambatan. Therapy ini sebagai sanggahan terhadap kritik-kritik yang ditunjukkan kepada pendekatan ini. Dan konseling menegaskan bahwa konseling behavioral tidak hanya mengatasi masalah yang bersifat permukaan saja, tetapi juga mengatasi masalah-masalah yang mendalam, bahkan dapat mengubah perilaku dalam jangka panjang. Adapun Teknik-teknik dalam Konseling Behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk pola tingkah laku) terhadap perangsang, dengan demikian respon-respon yang baru akan dapat dibentuk. Diantaranya: Latihan Asertif, Desentsitisasi Sistematis, Terapi Implosif dan kontrak perilaku Kata Kunci: behavioral therapy, percaya diri , siswa terisolir
PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA (KKNI) PADA FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Nurjannah, Nurjannah
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hisbah.2017.%x

Abstract

Abstrak Semua PTAI termasuk Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga mesti segera bertindak dengan menyiapkan hal-hal yang terkait dengan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dengan mengacu pada KKNI.Tujuan utama dari penelitian ini adalah menemukan langkah strategis pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang mengacu pada KKNI pada kurikulum lima prodi Fakultas Dakwah dan Komunikasi setelah dilakukan review. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Data dikumpulkan dengan dua cara yakni dokumentasi dan Fokus Goup Discussion (FGD). Data yang terkumpul dari dokumentasi dan FGD dipadukan lalu dikonsultasikan dengan pedoman dan juklak penerapan kurikulum berbasis KKNI, yang menghasilkan klasifikasi apa saja yang sudah sesuai dan apa saja yang belum sesuai. Hal-hal yang belum sesuai dengan acuan KKNI selanjutnya direkomendasikan untuk disempurnakan hingga memadai sesuai yang dikehendaki KKNI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) visi, misi dan tujuan, belum menunjukkan spesifikasi keunggulan prodi dibanding prodi lain yang sejenis, dan belum mencerminkan keterukurannya, (2) pemaparan profil lulusan juga belum terukur sebagaimana dikehendaki KKNI, (3) Learning outcomes yang mencakup University Learning Outcome (ULO) dan Program Study Learning Outcome (PLO) juga masih mengandung kerancuan, (4) kurikulum belum mencerminkan level capaian yang dikehendaki KKNI (5) kurikulum yang ada dalam memaparkan capaian kualifikasi pembelajaran juga belum mencakup empat aspek sebagaimana yang dikehendaki KKNI, (6) kurikulum juga belum memaparkan deskripsi umum dan deskripsi spesifik yang harus dicapai pada jenjang pendidikan Strata Satu (S1), (7) core volue keilmuan yang dikembangkan UIN Sunan Kalijaga yakni integratif-interkonektif, juga belum tertuang secara jelas dalam kurikulum, terutama kaitannya dengan level KKNI. Kata kunci: kurikulum, KKNI
LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL DALAM MENINGKATKAN SELF CONTROL SISWA SMP NEGERI 5 YOGYAKARTA Fatimah, Dewi Nur
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.326 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.%x

Abstract

AbstrakRemaja adalah suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi ke dalam masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada di bawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar. Masa remaja dimana individu masih dalam pencarian jati diri dan belajar untuk mengontrol dirinya sendiri serta (self control) serta perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahap-tahap atau proses dan metode yang dilakukan guru BK dalam melakukan layanan bimbingan klasikal untuk meningkatka self control siswa SMP Negeri 5 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Koordinator BK, siswa. Sedangkan rumusan masalah dalam penelitian ini adalah tahap-tahap atau proses dan metode layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan self control siswa SMP Negeri 5 Yogyakarta. Pengummpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana data yang telah terkumpul disusun  dan diklasifikasikan sehingga dapat menjawab dari rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 tahap-tahap dan 2 metode layanan bimbingan klasikal. 5 tahap-tahap layanan bimbingan klasikal adalah perencanaan kegiatan, pengorganisasian, pelaksanaan, tindak lanjut. Sedangkan metode layanan bimbingan klsikal adalah pelajaran bimbingan, dan ceramah bimbingan. Beberapa tahap-tahap dan metode tersebut digunakan oleh guru BK untuk meningkatkan self control siswa.Kata Kunci: layanan bimbingan klasikal, meningkatkan self control siswa 
KONSEP KONSELING GESTALT BERBASIS ISLAM UNTUK MEMBANTU MENINGKATKAN BERSOSIALISASI DAN ADAPTASI SISWA DI SEKOLAH Khakam Umam Asnawi
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.798 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.141-01

Abstract

Abstrak Sosialisasi dan adaptasi bukan hanya dilakukan di lingkungan sosial masyarakat, namun sebagai seorang siswa yang lebih banyak hidup di sekolah, sosialisasi dan adaptasi seharusnya dilakukan juga di sekolah. Terutama pada siswa yang belum lama masuk di sekolah yang berbeda. Ketidakmampuan siswa mengikuti peraturan sekolah dapat mengakibatkan siswa kurang konsentrasi dalam belajar dan kurang kondusif dalam proses belajar-mengajar. Permasalah sosialisasi dan adaptasi memerlukan teknik khusus dalam penanganannya. Pendekatan yang dianggap tepat untuk meningkatkan sosialisasi dan adaptasi siswa di sekolah adalah teknik konseling gestalt berbasis Islam. Konsep gestalt dimaksud adalah konsep kesadaran (awarenes), kontak (contact), dan dukungan (support). Proses terapi gestalt meliputi berbagai fokus penanganan, yaitu transisi, avoidance and unfinished busines, impasse dan here and now.  Konseling gestalt berbasis Islam lebih menekankan pada fokus penanganan here and now, yang berarti di sini dan masa kini dengan tujuan siswa dapat memahami diri sebagai seorang siswa yang berlatar belakang Islam. Melalui konseling gestalt berbasis Islam, siswa mampu meningkatkan bersosialisasi dan adaptasi di sekolah sebagai seorang siswa, makhluk sosial dan makhluk Allah SWT. Siswa secara bertahap dapat mengambil hikmah atas pengalaman yang telah dialami, siswa dapat mengembangkan kemampuan secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus melanggar peraturan sekolah dan siswa mampu bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan termasuk di dalamnya menerima konsekuensi. Metode penelitian yang digunakan adalah library research. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris mengenai bentuk Konseling gestalt berbasis Islam untuk membantu meningkatkan bersosialisasi dan adaptasi siswa di sekolah. Kata Kunci: konseling gestalt berbasis islam, bersosialisasi dan adaptasi, siswa
ZUHUD DALAM AJARAN TASAWUF Muhammad Hafiun
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.808 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.141-07

Abstract

AbstrakSalah satu topik dalam tasawuf yang dibicarakan oleh para tokoh sufi adalah tentang Zuhud. Dalam Memahami konsep zuhud sering kali terjadi pro kontra, ada pendapat yang mengharuskan seseorang menjalani zuhud untuk mencapai ma'rifat pada Allah, dan dianggap sebagai salah satu tangga (maqomat) yang harus dilalui. Dan ada pula yang menganggap bahwa konsep zuhud dalam ajaran tasawauf merupakan konsep yang menjauhkan sesorang dari persoalan dunia sehingga berdampak negatif bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban. Tulisan ini tidak bermaksud untuk memperdebatkan benar atau salahnya dari pendapat-pendapat yang ada, tetapi ingin menempatkan apakah konsep zuhud yang dipraktekkan oleh para tokoh sufi selama ini merupakan bagian dari konsep yang bersumber dari ajaran Islam, atau konsep yang sengaja dibuat oleh para tokoh sufi dalam sistem ajaran tasawuf yang mereka ajarkan. Hasil kajian penulis terhadap berbagai sumber literatur, bahwa konsep dan praktek zuhud dalam ajaran tasawuf merupakan konsep yang bersumber dari ajaran Islam (al-Qur'an dan Hadits) yang merupakan keharusan untuk dipraktekkan bagi orang yang ingin mencapai ma'rifat pada Allah SWT. Melakukan hidup zuhud merupakan suri tauladan yang diwariskan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Dalam prakteknya para tokoh sufi menggolongkan beberapa tingkatan, mulai dari tingkat displin terendah sampai pada tingkatan tertinggi, tergantung pada kadar kemampuan orang yang mempraktekkannya.Kata Kunci: zuhud, maqomat, tasawuf
KONSEP BEHAVIORAL THERAPY DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI PADA SISWA TERISOLIR Dyesi Kumalasari
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.457 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.141-02

Abstract

Abstrak Artikel ini mendiskripsikan tentang konsep behavioral therapy dalam meningkatkan rasa percaya diri pada siswa terisolir. Teori behavioral berasumsi bahwa perilaku konseli adalah hasil kondisi konselor, oleh karena itu, konselor dalam setiap menyelenggarakan konseling harus beranggapan bahwa setiap menyelenggarakan konseling harus beranggapan bahwa setiap reaksi konseli adalah akibat dari situasi (stimulus) yang diberikannya. Tujuan konseling behavioral dalam pengambilan keputusan adalah secara nyata membuat keputusan. Konselor behavioral bersama konseli bersepakat menyusun urutan prosedur pengubahan perilaku yang akan diubah, dan selanjutnya konselor menstimulasi perilaku konseli. Konselor behavioral memiliki peran yang sangat penting dalam membantu konseli mengemukakan peran yang harus dilakukan konselor, yaitu bersikap menerima, mencoba memahami konseli dan apa yang dikemukakan tanpa menilai atau mengkirtiknya.konselor lebih berperan sebagai guru yang membantu klien melakukan teknik-teknik modifikasi perilaku yang sesuai dengan masalah, tujuan yang hendak dicapai. Therapy behavioral ini merupakan terapi diberbagai eksperimen mampu mengatasi masalah-masalah konseli yang mengalami berbagai hambatan. Therapy ini sebagai sanggahan terhadap kritik-kritik yang ditunjukkan kepada pendekatan ini. Dan konseling menegaskan bahwa konseling behavioral tidak hanya mengatasi masalah yang bersifat permukaan saja, tetapi juga mengatasi masalah-masalah yang mendalam, bahkan dapat mengubah perilaku dalam jangka panjang. Adapun Teknik-teknik dalam Konseling Behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk pola tingkah laku) terhadap perangsang, dengan demikian respon-respon yang baru akan dapat dibentuk. Diantaranya: Latihan Asertif, Desentsitisasi Sistematis, Terapi Implosif dan kontrak perilaku Kata Kunci: behavioral therapy, percaya diri , siswa terisolir

Page 1 of 2 | Total Record : 15