cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Kesehatan Pharmamedika
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 20855648     EISSN : 26552396     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Majalah Kesehatan Pharmamedika / Pharmamedika Health Magazine is a source of scientific information about medicine, pharmacy and sciences related to health aspects. This magazine is published every 6 months (2 times in a year) and each publication can contain the results of research, literature reviews, actual case reports.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2013): JUNI 2013" : 7 Documents clear
Viroterapi Sebagai Terapi Kanker Mardiani, Dian; Djannatun, Titiek
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 5, No 1 (2013): JUNI 2013
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v5i1.1093

Abstract

The development of molecular biology and genetic engineering, now allow the formation of an effective and specific cancer treatment. Modern cancer treatment has grown rapidly, thus giving a chance to discover a new method that is more promising than the previous treatment. Virotherapy is one of cancer therapy that use the replication-competent viruses to destroy cancer cells. Oncolytic virus (virus used as virotherapy) must be modified by genetic engineering before it can be used as virotherapy.Once modified, oncolytic virus destroys cancer cells through the replication, apoptosis induction, cell lysis through the release of progeny viruses, and activation of immune system. The immune system will be responsible for neutralizing the virus after tumour lysis process, and the immune system will also destroy the remaining tumor cells, although virus already neutralized from the body.
Pengaruh Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica ) Terhadap Volume Hippocampus Tikus (Rattus norvegicus) Pasca Stres Kronik Zulhamidah, Yenni; Wiyono, Nanang; Ratna Sari, Dwi Cahyani; Partadiredja, Ginus
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 5, No 1 (2013): JUNI 2013
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v5i1.1103

Abstract

Background. Chronic stress caused by restraint stress induces an increase in corticosterone (glucocorticoid) that result decreased hippocampal vollume. Centella asiatica has long been used for various neurological disturbances in Southeast Asian countries. Aims. The research aims to investigate the effects of ethanol extracts of Centella Asiatica to prevent the decrease of hippocampal vollume after chronic stress. Methods. Thirty male adult rats (Sprague Dawley) with body weight of 250-350 gram was randomly subdivided into six groups of treatments: Nonstress control group was given 2% Pulvis Gummi Arabicum (PGA), Stress control groups( PGA 2 %), groups treated with fluoxetine 10mg/kgbw/day , and Ca150,  Ca300, Ca600 containing ethanol extracts of Centella asiatica with doses 150 mg/kgbw/day, 300 mg/kgbw/day, 600 mg/kgbw/day a, respectively followed by restraint stress.  After 21 days of stress, rats underwent Morris Water Maze test for 6 days, perfused, and hippocampus was collected for histological processing. Toluidine blue staining is used to asses the estimation of hippocampal volume. Results. The estimated hippocampal volume were 3.1512 ± 1.01 (nonstress), 2.4736 ± 0.10 (stress), 2.7018 ± 1.06 (Ca150), 2.7405 ± 1.19 (Ca300), 2.2678 ± 0.82  (Ca600) and 2.5818 ± 0.70 (Fluoxetine). Statistic test showed that there were no significant diferrence between stress control group and groups treated. Conclusion. There is no the significant effects of Ethanol extracts of Centella Asiatica to prevent the decrease of hippocampal vollume after chronic stress.
Analisa Sitotoksisitas ?-Mangostin Terhadap Sel Hapatoma (HepG2 Cells) Harliansyah, Harliansyah; Royhan, Aan; Irmawati PA, Ikke
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 5, No 1 (2013): JUNI 2013
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v5i1.1097

Abstract

Buah manggis (Garcinia mangostana Linn.) telah lama dikenal sebagai buah-buahan tropik yang terasa manis dan banyak digemari masyarakat di negara Asia Tenggara. Umumnya, masyarakat mengkonsumsi buah manggis dan membuang kulit buahnya. Namun kulit buah tersebut mengandung khasiat untuk pengobatan diare, disentri, eksim dan  penyakit  gatal-gatal  pada  kulit.  Kulit  buah manggis mengandung senyawa  xanthon  dengan senyawa  aktif mangostin. Pada penelitian ini dilakukan uji sitotoksisitas ?-mangostin dari berbagai konsentrasi terhadap sel kanker hati, HepG2 dan juga analisis reactive oxygen species (ROS). Analisis sitotoksik terhadap sel HepG2 menunjukkan pada konsentrasi ?-mangostin 242,58 µg/ml mampu menghambat 50% (IC50). Selanjutnya ?-mangostin pada konsentrasi 200 µg/ml mampu menghambat tingkat pembentukan ROS sebesar 23,15 ± 4,29%. Hasil penelitian ini menunjukkan  ?-mangostin bersifat sitotoksik dan dapat menghambat pembentukan radikal bebas (ROS).
Usia Onset Pertama Penderita Skizofrenik Pada Laki Laki dan Perempuan Yang Berobat Ke Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Jiwa Propinsi Sumatera Utara Simbolon, M. Joesoef
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 5, No 1 (2013): JUNI 2013
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v5i1.1100

Abstract

Latar Belakang Penelitian : National Institute of Mental Health (NIMH) melaporkan penderita skizofrenik antara laki- laki dan wanita berbeda dalam onset pertama timbulnya serangan. Laki-laki mempunyai onset skizofrenik yang lebih awal dari pada wanita. Usia puncak serangan pertama untuk laki-laki adalah 15-25 tahun, untuk wanita usia puncak adalah 25-35 tahun, tetapi menurut Buchanan et al (2000) , perbedaan usia onset tersebut pada laki-laki 17-27 tahun dan pada wanita 17-37 tahun. Penelitian lain (Kaplan dan Sadock’s, 2001) mengatakan usia onset umumnya lebih banyak antara 15-35 tahun (50% di bawah umur 25 tahun), sementara menurut Meltzer et al (2000) rata-rata usia untuk pasien wanita adalah 25 tahun dengan antara 15-30 tahun. Untuk pasien laki-laki rata-rata 20 tahun dengan antara 10-24 tahun, dan Africa B et al (2000) mengatakan onset yang cepat sebelum pubertas dan lambat setelah umur 46 tahun. Skizofrenik onset anak sangat jarang pada usia yang sangat dini ( 6 tahun) tetapi insidensinya meningkat dan menetap pada usia 12-14 tahun. Berbagai penelitian mengenai usia onset skizofrenik telah dilakukan, tetapi berapa usia onset pertama skizofrenik di Indonesia belum diketahui meskipun kasus-kasus skizofrenik sering ditemukan. Peneliti tertarik untuk mengetahui usia onset pertama penderita skizofrenik khususnya di Rumah Sakit Jiwa Daerah Propinsi Sumatera Utara. Objek : Untuk mengetahui usia onsert pertama penderita skizofrenik pada laki-laki dan perempuan yang berobat ke Badan  Layanan  Umum  Daerah  (BLUD)  Rumah  Sakit  Jiwa  Propinsi  Sumatera  Utara  dan  untuk  mengetahui perbandingan usia onset pertama penderita skizofrenik berdasarkan jenis kelamin. Metodologi : Suatu penelitian Cross Sectional analitik yang dilakukan terhadap seluruh penderita skizofrenik yang datang berobat ke instalasi rawat jalan BLUD Rumah Sakit Jiwa Propinsi Sumatera Utara. Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa dari data responden yang berjumlah 400 orang didapatkan hasil: usia onset pertama penderita skizofrenik yang terbanyak pada umur antara 21-25 tahun yaitu 100 (25%), suku batak 242 orang (60,5%), pendidikan SMU 164 orang (40,9%), status tidak kawin 271 (67,8%), tidak bekerja 325 (81,23%), dan kebanyakan berada diluar Medan 214 (53,5%) dan usia onset pertama penderita skizofrenik berdasarkan jenis kelamin untuk jenis kelamin laki-laki adalah 21-25 tahun (31%), sedangkan untuk perempuan 26-30 (20,5%). Kesimpulan : Ada perbedaan usia onset pertama pada penderita skizofrenik pada laki-laki dan perempuan yang berobat ke BLUD Rumah Sakit Jiwa Propinsi Sumatera Utara.
Air dan Gangguan Fungsi Kognitif Asiah, Nur
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 5, No 1 (2013): JUNI 2013
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v5i1.1101

Abstract

Dehidrasi merupakan kondisi penurunan volume air tubuh total. Penurunan volume air tubuh sekitar 2% atau lebih tergolong dalam dehidrasi sedang. Dehidrasi dapat terjadi tanpa gejala dan jika berlanjut dapat menimbulkan gangguan kognitif, delirium/ koma bahkan kematian. Hidrasi yang adekuat sangat penting untuk memelihara homeostasis dan kelangsungan hidup manusia, termasuk menjaga fungsi otak. Kegagalan menjaga status hidrasi yang adekuat secara akut akan menyebabkan gangguan fungsi kognitif, fungsi neurologik dan kegagalan fungsi organ yang akhirnya mempengaruhi kualitas hidup. Dehidrasi sedang secara perlahan-lahan dapat menimbulkan gangguan fungsi kognisi. Meskipun delirium merupakan suatu tanda terjadinya disfungsi serebral global akut tetapi gangguan kognitif tidak dapat pulih kembali seperti semula. Berbagai teori telah dikemukakan untuk menjelaskan akibat dehidrasi terhadap gangguan fugnsi kognitif, antara lain teori hormonal dan teori seluler. Data mengenai prevalensi gangguan kognitif akibat dehidrasi belum dapat diperoleh karena sulitnya melakukan penelitian dalam bidang ini. Pencegahan dehidrasi dengan minum sekitar 8 gelas perhari merupakan cara terbaik untuk mencegah terjadinya gangguan kognisi.
Efek Sitotoksik Ekstrak Metanol Akar Tumbuhan Purwoceng (Pimpinella Alpina) Terhadap Sel Kanker Payudara ( MCF-7 Breast Cancer Cells) Permana, Dharma; Usman, Herman
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 5, No 1 (2013): JUNI 2013
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v5i1.1091

Abstract

Background. Purwoceng (Pimpinella alpina) is one of the plants which has a property as a traditional medicine and the roots of this plant has been known as a sexual desire arousing (aphrodisiac). Epoxypseudoisoeugenol -2-methyl butyrate (EPB), a phenylpropranoid isolated from Pimpinella corymbosa inhibited the proliferation of both MCF-7 and BT-549 cells. Objective.  This study aims to investigate of the cytotoxic effect of methanolic extracts from the roots of Pimpinella alpina on MCF-7 cells line in vitro. Methods. The In vitro cytotoxicity of methanolic extracts of the roots of Pimpinella alpina was studied using variousconcentrations  (0.1,  1,  10  and  100  ?g/ml)  by  MTT  viability  assay.  The  MTT  [3-(4,5-dimethylthiazol-2-y1)-2,5- diphenyl–tetrazolium  bromide]  salt  will  be  induced  to  its  coloured  formazan  by  the  action  of  mitochondrial dehydrogenes. The  MTT formazan product is dissolved in DMSO and the amount is estimated by measuring absorbance at 550 nm using an ELISA plate reader. The IC50 values (concentration of a extracts that produces 50% reduction in the absorbance compared with untreated controls) are determined from the dose-response curves. Results. The in vitro screening of the methanolic extracts showed strong cytotoxic activity on MCF-7 Breast Cancer cells. The significant decrease in cell viability was observed for 100 ?g/ml and the IC50 value is 22.98 ?g/ml. Conclusion. The results indicated that methanolic extract of the roots of Pimpinella alpina has a potential cytotoxicity activity on MCF-7 Breast Cancer cells and considered to be a particularly valuable source of cytotoxic substances.
Kajian Bioinformatika Uncoupling Protein 2 (UCP2) dan Mutasi Ala55Val UCP2 Pada Obesitas dan Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) Susmiarsih, Tripanjiasih; Trimarsanto, Hidayat
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 5, No 1 (2013): JUNI 2013
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v5i1.1102

Abstract

Pendahuluan. Kemajuan pengetahuan suatu penyakit sangat didukung oleh kajian tingkat molekuler sampai klinis. Bioinformatika menjembati perkembangan pengetahuan analisis seluler dan molekular dengan klinis. Selain dipengaruhi faktor lingkungan, faktor genetik diketahui berperan dalam   patomekanisme penyakit obesitas dan DMT2. UCP2 berpengaruh terhadap BMI (basal mass index) pada penderita obesitas dan berpengaruh terhadap sekresi insulin pada penderita diabetes melitus tipe 2. Kajian ini bertujuan mengetahui informasi genetik gen dan protein UCP2 serta peran mutasi Ala55Val pada obesitas dan diabetes melitus tipe 2. Metode.  Kajian  bioinformatika  gen  dan  mutasi  UCP2  menggunakan  data  base  situs  http://www.ncbi.nlm.gov,http://www.uniprot.org  dan  http://www.ensembl.org.  Profil, struktur  dan  fungsi  protein UCP2  dikaji  dengan  situs http://www.expasy.org, http://www.cbs.dtu/dk, http://www.wolfpsort.org,       http://bioinf.cs.ucl.ac.uk/psipred/ dan http://www.pdb.org. Disain primer dan titik mutasi Ala55Val UCP2 dikaji dengan situs Primer3 dan REBASE. Hasil dan kesimpulan. Gen UCP2 Homo sapiens (NC_000011.9) terdiri atas 8 ekson dan 7 intron dengan panjang basa nukleotida 8174 bp. Protein UCP2 (NP_003346)  mempunyai  309 asam  amino, merupakan protein integral yang berlokasi di membran  mitokondria bagian dalam. Struktur protein terdiri atas heliks dan koil.  Fungsi UCP2 sebagai protein transporter, uncoupling proton pada fosforilasi oksidatif, termogenesis dan keseimbangan energi dengan cara mengubah gradien proton. Mutasi Ala55Val dapat dianalisis dengan mengamplifikasi target sekuen yang diinginkan dengan cara mendesain primer dan titik mutasi dideteksi dengan enzim retriksi yang mengenali titik tersebut. Ala55Val merupakan mutasi missense yang terjadi di posisi mRNA ke 164, mengubah GCC menjadi GTC, mengubah translasi protein nomer 55 alanin menjadi valin. Titik mutasi ini berdekatan dengan situs fosforilasi Protein C Kinase (PCK) protein, situs yang berperan mengatur jumlah ATP dalam proses termogenesis dan sekresi insulin. Informasi genetik gen, protein UCP2 serta peranannya dalam obesitas dan diabetes melitus tipe 2  dapat diperoleh dengan menggunakan database bioinformatika.

Page 1 of 1 | Total Record : 7