cover
Contact Name
Sri Maulida
Contact Email
srimaulida@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ecoplan@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
ECOPLAN : JOURNAL OF ECONOMICS AND DEVELOPMENT STUDIES
ISSN : 26206102     EISSN : 26155575     DOI : -
Core Subject : Economy,
Ecoplan: Journal of Economics and Development Studies adalah Jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat yang terbit dua kali dalam setahun pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2018)" : 5 Documents clear
PERAN BAZNAS KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN (BAZNAS) MELALUI PROGRAM DANA BERGULIR TERHADAP PENDAPATAN MUSTAHIK DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Nor Wilis Tini; Rizali Rizali; Noor Rahmini
Ecoplan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecoplan.v1i2.7

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukkan pendapatan mustahik mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelum mustahik mendapatkan modal usaha bergulir dari BAZNAS Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan rata-rata pendapatan mustahik sebelum ada dana bergulir adalah 1.738.846,15 rupiah dan rata rata pendapatan mustahik sesudah adanya dana bergulir adalah 1.964.615,38 rupiah atau sebesar 12,98%. Mustahik perempuan maupun mustahik laki-laki mengalami peningkatan pendapatan sesudah mereka mendapatkan modal usaha bergulir dari BAZNAS Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Analisis Peluang Pengembangan Investasi di Kabupaten Tabalong Muhammad Saleh
Ecoplan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecoplan.v1i2.8

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah ntuk mengetahui peluang investasi pada periode 2019-2025 yang dapat dilakukan oleh pemerintah, dunia usaha dan masyarakat secara umum. Metode analisisnya adalah: Deskriftif kuantitatif. Hasilnya adalah: (1). Faktor- faktor yang mempengaruhi investasi berdasarkan hasil perhitungan SWOT, diperoleh nilai internal-ekstenal (IE) sebesar 3,35 dan 3,30 yang berarti bahwa kondisi Pengembangan Investasi Daerah Kabupaten Tabalong berada pada posisi Pertumbuhan dan Stabilitas. Artinya memberikan sinyal positif untuk pengembangan investasi daerah secara akumulasi relatif lebih besar keuntungannya. (2).Peluang Investasi di Kabupaten Tabalong adalah meliputi kawasan- kawasan yang telah diperuntukan untuk investasi yang tergambar pada pola ruang, potensi yang dimungkinkan untuk pembangunan adalah pada kawasan budidaya. Kawasan budidaya tersebut terdiri atas : kawasan peruntukan hutan produksi, kawasan peruntukan pertanian, kawasan peruntukan perkebunan, kawasan peruntukan peternakan, kawasan peruntukan perikanan, kawasan peruntukan industri, kawasan peruntukan pariwisata, kawasan peruntukan permukiman, kawasan peruntukan pertambangan dan kawasan peruntukan lainnya yang tersebar diseluruh Kabupaten Tabalong. (3).Jika pemerintah daerah melakukan kebijakan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Tabalong, dimana pada periode tahun 2009-2013 pertumbuhan yang ditargetkan 3,53% pertahun, pada periode 2014-2018 sebesar 3,80% per tahun, pada periode 2019-2023 sebesar 5,20% dan periode 2024-2025 sebesar 7,51% per tahun. Maka kebutuhan investasi untuk mencapai target pertumbuhan tersebut akan lebih besar jika dibanding dengan pertumbuhan yang telah dicapai (4,23% per tahun dalam 5 tahun terakhir). Kebutuhan investasi untuk mencapai RPJP pada tahun 2019 Rp.2.267.938 juta, tahun 2020 Rp. 2.385.871 juta, tahun 2021 Rp. 2.509.937 juta, tahun 2022 Rp. 2.640.453juta, tahun 2023 sebesar Rp. 2.777.757 juta, tahun 2024 sebesar Rp.2.922.200 juta dan pada akhir tahun 2025 diharapkan sebesar Rp.3.141.657 juta. Dari investasi tersebut diharapkan bersumber dari dana APBD Kabupaten Tabalong, APBD Provinsi Kalimantan Selatan dan APBN. pada tahun 2019 sebesar Rp.772.006 juta terus mengalami kenaikan menjadi Rp. 812.150 juta (2020), Rp.854.382 juta (2021), Rp.898.810 juta (2022) Rp. 945.548 juta (2023), Rp.1.006.406 juta (2024) dan Rp.1.069.420 juta (2025) kemudian sisanya dari pihak swasta. Kata Kunci: Peluang, Investasi, Pembangunan Ekonomi
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN UANG DI INDONESIA PERIODE 2001-2015 DENGAN PENDEKATAN ERROR CORRECTION MODEL (ECM) Saparuddin Mukhtar
Ecoplan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecoplan.v1i2.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untu mengetahui pengaruh inflasi, produk domestik bruto, dan suku bunga terhadap permintaan uang di Indonesia. Untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan uang di Indonesia menggunakan Error Correction Model. Berdasaran hasil analisis data menunjukan bahwa Hasil estimasi dalam jangka pendek variabel inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan uang. Sehingga perubahan inflasi 1% akan menyebabkan perubahan permintaan uang sebesar 0,2504%. Variabel suku bunga berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap permintaan uang. Sama halnya variabel PDB yang juga tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan uang. Dalam jangka panjang variabel inflasi bepengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan uang. Perubahan yang terjadi pada variabel inflasi sebesar 1% akan mengakibatkan kenaikan permintaan uang sebesar 0,3276%. Variabel suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan dimana setiap perubahan suku bunga sebesar 1% akan berdampak pada perubahan permintaan uang sebesar 2,8632%. Dan untuk variabel PDB berpengaruh signifikan juga terhadap permintaan uang, dimana setiap perubahan PDB sebesar 1% akan berdampak pula terhadap permintaan uang sebesar 1,4285%. Keywords : Money demand, inflation, GDP, Interest Rate
Kontribusi Sektor Kehutanan Terhadap Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Pendekatan Perhitungan PDRB Hijau) Muhammad Anshar Nur; Ahmad Yunani; Siti Mutmainah Zulfaridatul Yaqin
Ecoplan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecoplan.v1i2.10

Abstract

This study aims to determine and analyze the contribution of the forestry sector to the development of the province of South Kalimantan in 2012 - 2016 by using the Green GRDP calculation approach. The study uses a descriptive method with quantitative data processing on secondary data supported by primary data through the calculation value for unit rent, depletion, degradation and depreciation of logs harvesting activities in natural forest and plantation forest. The results of the study show that the value of unit rent, depletion, degradation and depreciation per unit of production in natural forest is relatively much greater than that of plantation forest. This value is around 81 % in natural forest and 9 % in plantation forest, so it is necessary to intensify the management of plantation forest for the supply of logs as well as an effort to reduce pressure on natural forest in South Kalimantan. The green contribution of the forestry sector to regional development is smaller or less than the contribution of the forestry sector in the calculation of conventional GRDP, which means that the province of South Kalimantan has sacrificed assets (natural capital) from depreciation of forest resources that have not been calculated as added value of the forestry sector in the calculation of conventional GRDP. The value of forestry sector revenue as the value of compensation and incentives from the value of forest and environmental resource depreciation is relatively very small compared to the value needed for prevention and recovery. The contribution (value added) of the real forestry sector to the development of the province of South Kalimantan by including the value of depreciation of forest resources is around 119 % of the GRDP listed in conventional GRDP. Keywords: Green GRDP, Forestry Sector, Harvesting of Logs, Natural Forest, Plantation Forest
KAJIAN NILAI EKONOMI SUNGAI TAMBAN MUARA KECAMATAN TAMBAN KABUPATEN BARITO KUALA Yunita Sopiana
Ecoplan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecoplan.v1i2.11

Abstract

Sungai Tamban Muara merupakan salah satu sungai di Kabupaten Barito Kuala yang keberadaan sungai ini menunjang slstem perekonomian daerah. Menurut Fauzi (2006), kontribusl air terhadap pembangunan ekonomi dan sosial sangat vital. Awal peradaban manusia dan lahlmya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi juga dimulai dari sumber-sumber air, Meningkatnya kemajuan perekonomian, industri, dan juga teknologi berdampak bagi ekosistem Sungai Tamban Muara. Pertumbuhan ekonoml yang tidak berwawasan lingkungan semakin memperparah kerusakan ekosistem sungal tersebut. Jika dlblarkan lebih lama dan tanpa penanganan yang lebih lanjut maka ekosistem Sungai Tamban Muara akan mengalami kerusakan yang semakin parah. Hal ini tidak hanya akan merugikan masyarakat yang tinggal di ekosistem tetapi masyarakat Kota Banjarmasln yang selama ini juga ikut merasakan manfaat dari sungai tersebut. maka tujuan dari penelitian ini adalah menghitung nilai ekonomi (economic value) ekosistem Sungai Tamban Muara di Kecamatan Tamban. Penelitian lnl dilakukan di sungai Tamban Muara, Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala tahun 2017, penentuan sampling dilakukan secara tertuju (purposive) dengan mempertimbangkan sungai Tamban Muara sebagai sungai yang mengalir di kecamatan tamban yang berhubungan langsung dengan sungai Martapura di kota Banjarmasin dan pusat jalur perekonomian regional yang sedang berkembang pesat. Pengukuran Nilai Ekonomi terhadap sungal sebagai barang publik berupa nilai ekonomi. Key Words: Sungai Tamban Muara, Nilai Ekonomi Sungai Tamban Muara

Page 1 of 1 | Total Record : 5