cover
Contact Name
Muhammad Rizal
Contact Email
rizalmuhammad08@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
andisukainah@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian
ISSN : 24768995     EISSN : 26147858     DOI : -
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian adalah publikasi ilmiah hasil penelitian bidang teknologi pertanian dengan No. P-ISSN 2476 -8995 (Print) dan No. E-ISSN 2614-7858 (Online). Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian diterbitkan dua kali setahun (Februari dan November). Artikel yang dimuat berupa artikel yang merupakan hasil penelitian asli dan belum pernah dipublikasikan di media lain. Ruang lingkupnya mencakup Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Ilmu dan Teknologi Pangan, Mekanisasi Pertanian, Teknologi Industri Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Teknologi Hasil Perikanan, Teknologi Hasil Peternakan, Teknologi Hasil Perkebunan, Pasca Panen, Gizi dan Pangan.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2019): Suplemen Oktober" : 11 Documents clear
Pembuatan Pakan Ikan Berbahan Baku Tepung Kepala Udang dan Daun Tarum (Indigofera SP) untuk Peningkatan Nilai Nutrisi Pakan Ikan Musdalifah, Musdalifah; Syam, Husain; Fadilah, Ratnawaty
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): Suplemen Oktober
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.9936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pakan ikan berbahan baku tepung kepala udang dan daun tarum (Indigofera sp). Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 level perlakuan substitusi, yaitu tepung kepala udang 50%, 40%, 35%, 30% dan daun tarum (Indigofera sp) 0%, 10%, 15%, dan 20%. Penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pertama adalah pembuatan tepung kepala udang yang sudah bersih dan dikeringkan menggunakan oven, kemudian ditepungkan menggunakan ayakan 80 mesh, sedangkan pembuatan daun tarum (Indigofera sp) dikeringkan menggunakan oven dengan suhu 600C, lalu ditepungkan. Tahap kedua adalah membuat pakan sesuai dengan formulasi yang telah ditentukan dan kemudian hasilnya dilakukan uji  proksimat mencakup kandungan protein, karbohidrat, lemak, serat kasar, kadar air, dan kadar abu. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik varian yang kemudian diolah menggunakan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi pakan berbahan baku tepung kepala udang dan tepung daun tarum (Indigofera sp) memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kadar protein , kadar karbohidrat, kadar serat kasar, kadar air, kadar abu, dan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kadar lemak.
Rancang Bangun Alat Pemipil Jagung Semi Mekanis Amrin, Hamka; Jamaluddi, Jamaluddi; Lahming, Lahming
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): Suplemen Oktober
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.9930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme rancang bangun dan kinerja  mesin pemipil jagung semi meknis. Metode penelitian meliputi desain perancangan, gambar desain produk, alat dan bahan yang digunakan, prosedur perancangan, uji coba, dan teknik analisis data. Prinsip kerja alat pemipil jagung ini adalah jagung di masukan kedalam hopper yang berbentuk slinder lalu akan bertemu dengan selinder pemipil yang berputar dengan kecepatan 1400 rpm sehingga biji jagung akan terpisah dengan tongkolnya, biji jagung yang terpipil akan turun menuju hopper bawah dan tongkol jagung akan berjalan menuju saluran pembuangan. Hasil pengujian dengan berat 3 kg dalam 3 kali percobaan yaitu pada percobaan pertama hasil pipilan jagung yang didapatkan 1,6 kg dalam waktu 0,58 permenit dengan persentase kerusakan jagung 0%, pada percobaan kedua hasil pemipilan jagung adalah 1,5 kg dalam waktu 0,49 permenit dengan persentase kerusakan biji jagung 0%, dan pada percobaan ketiga hasil pemipilan jagung yang di peroleh adalah 2 kg dalam waktu 0,50 permenit dengan persentase  kerusakan  biji 0%. Dari hasil ini menujukkan alat pemipil jagung semi mekanis dengan 3 kali percobaan dengan berat yang sama nilai rata-rata pipilan yang diperoleh yaitu 1,7 kg dalam waktu 0,53 permenit.
Analisis Kelayakan Usaha Industri Jagung Marning ( di Kelurahan Caile Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba (Studi Kasus UKM Pinisi Bulukumba) Wahid, Abdul; Mustarin, Amira; Lahming, Lahming
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): Suplemen Oktober
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.9892

Abstract

Kabupaten Bulukumba memiliki sumber daya alam yang memadai, salah satunya adalah pertanian jagung. Banyak orang menggunakan pengolahan jagung sebagai bisnis industri dan yang paling populer adalah mengolah jagung menjadi marning seperti yang dilakukan oleh UKM Pinisi Bulukumba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan bisnis, aspek teknis, aspek keuangan dan pemasaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan wawancara dengan pemilik usaha. Objek penelitian adalah UKM Pinisi Bulukumba di Desa Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba. Analisis kelayakan menggunakan analisis Rasio Biaya Manfaat (BCR), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Break Event Point (BEP). Analisis kelayakan BCR sebesar 1,22, nilai NPV sebesar Rp. 172.603.699, nilai IRR> 33%, dan nilai BEP terpotong pada 6.071 dan nilai BEP sebesar Rp. 303.571 setiap tahun. Analisis menunjukkan bahwa bisnis ini layak untuk dijalankan.
Modifikasi Lemari Pendingin Mini untuk Mendinginkan Buah Pisang Menggunakan Pasir sebagai Absorben Kalor Tandangi, Rahmayani; Jamaluddin, Jamaluddin; Lahming, Lahming
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): Suplemen Oktober
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.9937

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perancangan lemari pendingin mini untuk mendinginkan buah pisang menggunakan pasir sebagai absorben kalor dan unjuk kerja pada lemari pendingin hasil rancangan menggunakan pasir sebagai absorben kalor. Bentuk penelitian ini adalah modifikasi alat. Data penelitian diperoleh dari hasil pengujian alat dengan cara melakukan uji coba perbandingan antara penyimpanan pada suhu lemari dan suhu ruang. Modifikasi alat lemari pendingin mini menggunakan pasir sebagai absorben kalor dirancang untuk mengurangi dampak pemanasan global akibat penggunaan freon dan memperlambat proses kerusakan pada buah. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan statistik deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu yang ada pada lemari yaitu 24°C.
Analisis Penggunaan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata) terhadap Kualitas Sosis Ikan Tenggiri (Scomberomorus commersonni). Turangan, Hasni; Rais, Muhammad; Fadillah, Ratnawaty
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): Suplemen Oktober
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.9931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tepung labu kuning berpengaruh terhadap kualitas sosis ikan tenggiri dan berapakah kombinasi penambahan tepung labu kuning yang tepat untuk mendapatkan kualitas sosis ikan tenggiri. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang diuji adalah daya ikat air, protein, β- karoten, karbohidrat dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan tepung labu kuning memberikan pengaruh terhadap perubahan kandungan kimia sosis ikan tenggiri. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji kandungan  kimia pada sosis, dimana protein, beta karoten dan karbohidrat semakin meningkat seiring bertambahnya konsentrasi penambahan tepung labu kuning, sedangkan daya ikat air semakin menurun seiring bertambahnya konsentrasi penambahan tepung labu kuning. Kombinasi penggunaan tepung labu kuning yang tepat untuk mendapatkan kualitas sosis ikan tenggiri adalah perlakuan konsentrasi dengan penambahan tepung labu kuning 5%. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji organoleptik yang meliputi rasa, aroma dan tekstur  dimana perlakuan 5% merupakan perlakuan yang  paling disukai oleh panelis sedangkan warna sosis yang paling disukai merupakan perlakuan penambahan tepung labu kuning 15% dikarenakan semakin tinggi penambahan tepung labu kuning, maka warna pada sosis akan semakin kuning.
Analisis Kualitas Nata De Corn dengan Berbagai Konsentrasi Gula Pasir ratnasari, Eka; Lahming, Lahming; Wiharto, Muhammad
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): Suplemen Oktober
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.9929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai konsentrasi gula pasir dan untuk mengetahui penerimaan panelis terhadap nata de corn yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 4 taraf perlakuan (konsentrasi gula pasir) yaitu 10%, 15%, 20%. Tahapan dalam pembuatan nata yaitu, perebusan medium air jagung ditambah dengan gula pasir dan ekstrak tauge. Hasil rebusan didinginkan, selanjutnya ditambahkan Acetobacter xylinum. Media nata disimpan selama 14 hari dan nata dipanen lalu direndam selama 3 hari. Tahap terakhir perebusan dan nata siap diuji. Parameter yang diamati yaitu uji kadar serat, kadar pati, kadar total gula dan uji organoleptik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis sidik ragam yang selanjutnya diolah menggunakan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan peggunaan berbagai konsentrasi gula pasir pada uji kadar serat, kadar karbohidrat, dan kadar total gula pada perlakuan penggunaan gula pasir 20% merupakan perlakuan terbaik dengan nilai kadar serat 2,06%, kadar pati 19,96% , kadar total gula 15,45%, serta pada uji sensori secara keseluruhan panelis lebih menyukai nata de corn dibandingkan nata de coco. Metode perbandingan eksponensial menunjukkan rangking tertinggi diperoleh pada perlakuan penggunaan gula 20%, dimana perlakuan ini merupakan perlakuan terbaik dari hasil pengambilan nilai kepentingan setiap parameter fisik, kimia, dan sensori.
Modifikasi Aerasi Terhadap Peningkatan Oksigen Terlarut Yang Mempengaruhi Tingkat Pertumbuhan Dan Sintasan Pada Ikan Nila (Oreochrobis Niloticus) Patang, Patang; Nurmila, Nurmila; Wahab, Ilham
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): Suplemen Oktober
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.9991

Abstract

Oksigen terlarut merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas air dalam kegiatan akuakultur. Kelarutan oksigen merupakan faktor kritis budidaya ikan secara intensif. Tingkat keberhasilan atau kegagalan usaha budidaya sering dipengaruhi oleh kemampuan petani untuk mengatasi masalah kurangnya oksigen terlarut. Agar kualitas air tetap terjaga perlu digunakan Aerasi untuk meningkatkan oksigen terlarut.Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modifikasi aerasi terhadap tingkat oksigen terlarut aquarium pada pendederan satu serta pengaruh modifikasi aerasi terhadap laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila pada pendederan satu. Penelitian ini merupakan penelitian rancang bangun. Data yang dikumpulkan terdiri dari peningkatan oksoigen terlarut, tinkat pertumbuan dan sintasan. Data dianalisis dengan  analisa deskriptif. Hasil penelitian perbandingan kandungan oksigen terlarut selama 3x24 jam yang diukur sebanyak 18 kali menunjukkan bahwa menggunakan modifikasi aerasi memiliki kandungan oksigen lebih tinggi. kadar oksigen pada perlakuan tampa aerasi yaitu berkisar 4,1-4,6, kadar oksigen pada perlakuan aerasi yaitu berkisar 6,0-7,1 dan kadar oksigen pada perlakuan modifikasi aerasi yaitu berkisar 6,7-7,6. Pertambahan berat ikan yang mendapat perlakuan modifikasi aerasi cenderung lebih tinggi pertumbuhannya. Perlakuan modifikasi aerasi berat awal 0,103 g dan berat akhir 0,295 g, untuk yang mendapat perlakuan aerasi berat awal 0,105 g dan berat akhir 0,281 g sedangkan  Perlakuan kontrol (tanpa aerasi) berat awal 0,103 g dan berat akhir 0,237 g. Persentase jumlah ikan yang hidup pada akuarium yang mendapat perlakuan modifikasi aerasi lebih baik dengan persentase jumlah ikan yang hidup 98,33%. Pada perlakuan menggunakan aerasi dan kontrol (tanpa aerasi) masing menunjukkan persentase jumlah ikan yang hidup 95%.
STUDI KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (GRACILLARIA SP.) DI DESA PARIA KECAMATAN DUAMPANUA KABUPATEN PINRANG Lukman, Husain; Patang, Patang; Lahming, Lahming
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): Suplemen Oktober
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.9932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keuntungan dan mengetahui kelayakan ekonomi usaha budidaya rumput laut di Desa Paria, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan membagikan koesioner dengan pemilik usaha. Data kualitatif disajikan dalam aspek non finansial, sedangkan data kuantitatif menggunakan analisis ekonomi BCR (Break Event Point), NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Retrun), BEP (Break Event Point) dan PBP (Pay Back Period). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah keuntungan budidaya rumput laut di Desa Paria, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang dalam waktu satu tahun rata ? rata sebesar Rp. 74.494,431,1 BCR (Benefit Cost Ratio) rata - rata 2,3, NPV (Net Present Value) 130,159,982, IRR (Internal Rate of Retrun) 20%, BEP (Break Event Point) dengan harga jual rata ? rata 1.368/kg,penjualan 15,5 ton/tahun, PBP (Pay Back Period) 2,3 tahun. Secara keseluruhan budidaya rumput laut di Desa Paria, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang secara ekonomi layak dilakukan.
Rancang Bangun Alat Perangkap Hama Lalat Buah (Bactocera Sp.) Sistem Elektrik untuk Mencegah Busuk Buah pada Cabai (Capsicum annuum L.) Rinaldy, Didi; Lahming, Lahming; Fathahillah, Fathahillah
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): Suplemen Oktober
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.9928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui proses perancangan alat dan menentukan efektivitas alat yang dirancang. Prosedur penelitian ini termasuk merancang alat dan membuat atap, kawat ram dan wadah penampungan. Selama proses penelitian, parameter yang diamati adalah membandingkan alat perangkap hama lalat buah sistem eletrik dengan alat perangkap hama konvensional selama 7 hari. Data penelitian diperoleh dari hasil alat pengujian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kuantitatif. alat perangkap hama lalat buah sistem eletrik pada hari pertama menghasilkan 26 hama lalat buah, hari kedua 24 hama lalat buah, hari ketiga 20 hama lalat buah, hari keempat 17 hama lalat buah, hari kelima 12 hama lalat buah lalat , hama lalat 6 buah hari keenam, dan pada hari ketujuh diperoleh 4 hama lalat buah dengan rata-rata 15 hama lalat buah, kemudian alat perangkap hama konvensional pada hari pertama menghasilkan 23 hama lalat buah, hari kedua 18 hama lalat buah, hari ketiga 13 hama lalat buah, hari keempat 11 hama lalat buah, hari kelima 9 hama lalat buah, dan hari keenam dan ketujuh dengan 5 hama lalat buah, sehingga nilai rata-rata 12 ekor didapatkan hama lalat buah. Hasil nilai rata-rata setiap alat dibagi dan nilai efektivitasnya adalah 1,25.
Pemanfaatan berbagai Limbah Buah – Buahan sebagai Sumber Energi Listrik Yasa, Wayan Kamar; Sukainah, Andi; Rais, Muhammad
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): Suplemen Oktober
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.9940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan kulit pisang ambon dan kulit pepaya sebagai sumber energi listrik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 4 perlakuan yaitu perlakuan fermentasi P1 (24 jam), perlakuan P2 (48), perlakuan P3 (72) dan kontrol yang terdiri atas 3 ulangan sehingga jumlah unit percobaan sebanyak 12 unit. Variabel yang diamati meliputi arus listrik. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan program Microsoft excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus listrik pada kulit pisang ambon yang difermentasi selama 72 jam menghasilkan arus listrik sebesar 10,42 A. Arus listrik pada kulit pepaya yang di fermentasi selama 72 jam menghasilkan arus listrik sebesar 0,63 A. Sedangkan  arus listrik pada perpaduan kulit pisang ambon dan kulit papaya yang difermentasi selama 72 jam menghasilkan arus listrik sebesar 25,8 A.

Page 1 of 2 | Total Record : 11