cover
Contact Name
Rizky Setiadi
Contact Email
r12ky_ui@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.husada2016@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan
ISSN : 19788355     EISSN : 24610402     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Husada Mahakam is a journal that publishes research results from the health field. This journal can publish research articles from various fields of health. However, the scope of the type of articles submitted is the research articles in the field of health professions.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2011): Mei 2011" : 10 Documents clear
Studi Pengetahuan Perawat Dalam Penanganan Syok Hipovolemik Pada Pasien DHF di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Kanudjoso Djatiwibowo Tahun 2010 Sukreni, Sukreni
Husada Mahakam Vol 3 No 1 (2011): Mei 2011
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.196 KB)

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan peneliti, dari 10 orang perawat di ruang Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD de. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan hanya 4 orang yang menyatakan tahu tentang penanganan syok hypovolemik pada pasien DHF sedangkan 6 lainnya menyatakan kurang mengetahui. Dari 4 orang yang tahu penangan syok hypovolemik pada pasien DHF, menyatakan bahwa penanganan syok hypovolemik ini hanya bersifat sebentar/sementara tidak secara tuntas, sehingga untuk observasi/pemantauan beberapa jam berikutnya diserahkan kepada ruang perawatan yang lain seperti di ruang intensif Care Unit (ICU). Melihat fenomena diatas maka peneliti tertarik untuk meneliti “Studi Tingkat Pengetahuan Perawat Dalam Penanganan Syok Hipovolemik Pada Pasien DHF di RSUD dr. Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan Tahun 2010”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan perawat dalam penanganan syok hipovolemik pada pasien DHF di RSUD dr. Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan Tahun 2010. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Adapun yang menjadi populasi adalah seluruh perawat di IRD RSUD dr. Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan berjumlah 29 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pernah mendapat informasi tentang penanganan syok hipovolemik pada pasien DHF sebanyak 25 orang (86,2%). Kesimpulan Penelitian ini adalah dari hasil penelitian ini, sebagian besar pengetahuan perawat di Instalasi Rawat Darurat RSUD dr. Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan Tahun 2010 tentang penanganan syok hipovolemik pada pasien DHF adalah cukup, yaitu sebanyak 20 orang (69,9%)
Hubungan Motivasi Belajar dengan Evaluasi Belajar Partograf Pada Mahasiswa Tingkat II Diploma III Program Studi Kebidanan Samarinda Poltekkes Depkes Kaltim Tahun 2010 Lamri, Lamri
Husada Mahakam Vol 3 No 1 (2011): Mei 2011
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1338.816 KB)

Abstract

Hasil belajar akan optimal bila ada motivasi. Makin tepat motivasi yang diberikan, akan makin berhasil pula pelajaran itu. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan untensitas usaha belajar bagi para siswa. Hasil studi pendahuluan di lahan praktik terutama di RSUD.A. Wahab Syahrani belum semua mahasiswa kebidanan bisa mengisi lembar partograf dengan benar, rata-rata dalam penerapannya belum sempurna. Hal tersebut yang mendasari dilakukannya penelitian tentang Hubungan Motivasi Belajar terhadap Evaluasi Hasil Belajar Partograf pada Mahasiswa Tingkat II Diploma III Program Studi Kebidanan Samarinda Poltekkes Depkes Kaltim, Samarinda Tahun 2010. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan evaluasi hasil belajar partograf pada mahasiswa Tingkat II Diploma III Program Studi Kebidanan Poltekkes Depkes Kaltim Samarinda tahun 2009, dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Tingkat II Diploma III Program Studi Kebidanan Poltekkes Depkes Kaltim Samarinda tahun 2009 dengan jumlah populasi 86 orang. Teknik pengambilan sampel dengan Total sampling. Tempat penelitian di Program Studi Kebidanan Poltekkes Kaltim Samarinda. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan Chi Square (X2), tingkat kepercayaan 95% Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variable motivasi belajar dengan evaluasi hasil belajar partograf. Hasil pengujian statistik diperoleh nilai X2hitung = 6.36 > nilai X2tabel = 3.84 (Pvalue = 0.012 < α 0.05), OR = 3.42. Peneliti menyarankan kepada institusi pendidikan agar dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa agar tercapai hasil belajar partograf lebih baik. Kepada pengajar agar dapat mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan para mahasiswa tentang pentingnya penggunaan partograf dalam setiap tindakan dalam proses persalinan serta meningktakan motivasi belajar mahasiswa dalam proses pembelajaran sehingga mencapai hasil yang lebih baik. Kepada mahasiswa agar melaksanakan proses pembelajaran yang disadari oleh keinginan menjadi lebih baik.   Daftar Bacaan : 27 (1999-2009)  
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Hipertensi Pada Klien di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Desa Senoni Kecamatan Sebulu Tahun 2010 Kalsum, Umi
Husada Mahakam Vol 3 No 1 (2011): Mei 2011
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1892.868 KB)

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (dalam waktu yang lama). Hipertensi merupakan kelainan yang sulit diketahui oleh tubuh kita sendiri, satu-satunya cara untuk mengetahui hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah kita secara teratur. Hipertensi selain mengakibatkan angka kematian  yang tinggi (high case fatality rate) juga berdampak kepada mahalnya pengobatan dan perawatan yang harus ditanggung pada penderita. Perlu pula diingat hipertensi berdampak juga bagi penurunan kualitas hidup (Admin, 2010). Menurut dr. Achmad Hardiman, orang yang beresiko terkena hipertensi adalah pria berusia 45 tahun atau wanita diatas usia 55 tahun serta ada riwayat keturunan. Faktor lainnya yaitu kegemukan (obesitas), meroko, minum alkohol, mengkonsumsi garam berlebih, kurang berolah raga, menderita diabetes mellitus, stress dan lain-lain. (Ruhyana, 2010). Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi pada klien di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Desa Senoni Kec. Sebulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif analitik, dimana peneliti ingin mengetahui adakah hubungan antara merokok, pola makan dan berat badan terhadap hipertensi. Penelitian ini dilaksanakan dengan desain penelitian cross sectional, dengan jumlah sampel 55 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Pengolahan dan analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan uji statistik Chi Square (X2) pada taraf signifikan α = 5 %, perhitungan statistik dilakukan dengan menggunakan program Software Computer. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April s.d bulan juli 2010 dengan hasil Faktor Merokok, Diet dan Berat Badan mempengaruhi kejadian hipertensi dan dapat disimpulkan : Faktor merokok mempengaruhi terjadinya hipertensi dengan nilai p value = 0,010, Faktor diet mempengaruhi terjadinya hipertensi dengan nilai p value = 0,0035, Faktor diet mempengaruhi terjadinya hipertensi dengan nilai p value = 0,006 sedangkan faktor yang paling mempengaruhi dengan kejadian hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Desa Senoni Kecamatan Sebulu Tahun 2010 adalah riwayat merokok (OR= 24,182) diikuti oleh faktor diit (OR= 11,681), dan faktor berat badan (OR= 5,157). Oleh sebab iti disarankan bagi pengelola Puskesmas hendaknya meningkatkan program promosi kesehatan tentang program hidup sehat, terutama untuk mengurangi penggunaan rokok, pola diit yang baik dan upaya menurunkan berat badan bagi mereka yang obesitas.
Analisis Hasil Cross Check Pemeriksaan Mikroskopis Tuberkulosis di Kota Samarinda Tahun 2008-2009 Hilda, Hilda
Husada Mahakam Vol 3 No 1 (2011): Mei 2011
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.778 KB)

Abstract

Salah satu komponen strategi DOTS adalah mengutamakan diagnosis melalui pemeriksaan dahak (sputum) sebagai komponen kunci untuk mendeteksi dan menatalaksanai kasus-kasus infeksi TB (Lumb, 2004). Peningkatan mutu layanan laboratorium merupakan syarat utama dalam meningkatkan penemuan kasus TB di lapangan. Pengawasan terhadap kualitas laboratorium melalui pemeriksaan uji silang (cross check). Penelitian ini bersifat Deskriftif, bertujuan menggambarkan analisis data hasil cross check pemeriksaan mikroskop tuberkulosis di kota Samarinda tahun 2009. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah semua slide hasil cross check yang berasal dari puskesmas yang ada pada wasor dinas kesehatan kota Samarinda. Penelitian ini dilakukan di Dinas Kesehatan Kota Samarinda pada tanggal 22 Juni 2009 sampai 4 juli 2009. Variabel dalam penelitian ini meliputi karakteristik pemeriksaan mikroskop sputum TB yaitu kualitas hapusan, kualitas pewarnaan, ketebalan, kerataan dan ukuran. Hasil error rate slide mikroskop sputum TB di kota Samarinda masih diatas 5% yaitu (7,32%) dan bersifat fluktuatif. Tingginya error rate ini disebabkan oleh tingginya preparat yang positif palsu (5,51%) dan negatif palsu (1,81%). Hasil ini disebabkan oleh kualitas hapusan (ketebalan, kerataan dan ukuran) dan pewarnaan yang kurang baik. Umumnya rendahnya kualitas slide disebabkan slide kotor oleh karena terdaptnya endapan reagen ZN. Petugas laboratorium harus lebih memperhatikan protap pembuatan sediaan maupun pewarnaan. Sebaiknya reagen ZN disaring untuk menghilangkan endapan. Dinas Kesehatan Kota Samarinda diharapkan dapat melakukan program On The Job Training bagi para petugas laboratorium
Efektifitas Penggunaan Buku KIA Terhadap Peningkatan Peningkatan Pengetahuan dan Cakupan ANC di Samarinda Tahun 2010 Wahyutri, Endah
Husada Mahakam Vol 3 No 1 (2011): Mei 2011
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.269 KB)

Abstract

Kebijakan dan berbagai upaya pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, antara lain dengan Gerakan Kasih Sayang Ibu (GSI), Strategi Making Pregnancy Safer (MPS) dan pengaduan buku KIA. Buku KIA diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang kesehatan ibu dan anak. Buku KIA selain sebagai catatan kesehatan ibu dan anak, alat monitor kesehatan dan alat komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengontrol kesehatan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan buku KIA terhadap peningkatan pengetahuan dan cakupan ANC di Samarinda. Penelitian ini bersifat deskriftif analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 155 responden yaitu ibu hamil trimester 3 usia kehamilan 28-36 minggu di13 puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Samarinda yang memiliki maupun tidak memiliki buku KIA diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner kemudian diolah secara komputerisasi dengan analisa uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara pengetahuan dengan efektifitas penggunaan buku KIA dengan nilai P value=0,003 lebih kecil dari α = 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan menerima Ha atau terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan efektifitas penggunaan buku KIA. Hubungan antara cakupan ANC dengan efektifitas penggunaan buku KIA diperoleh P value=0,003 lebih kecil dari α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan menerima Ha atau terdapat hubungan yang signifikan antara cakupan ANC dengan efektifitas penggunaan buku KIA
Analisis Hasil Cross Check Pemeriksaan Mikroskopis Tuberkulosis di Kota Samarinda Tahun 2008-2009 Hilda Hilda
Husada Mahakam Vol 3 No 1 (2011): Mei 2011
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.778 KB)

Abstract

Salah satu komponen strategi DOTS adalah mengutamakan diagnosis melalui pemeriksaan dahak (sputum) sebagai komponen kunci untuk mendeteksi dan menatalaksanai kasus-kasus infeksi TB (Lumb, 2004). Peningkatan mutu layanan laboratorium merupakan syarat utama dalam meningkatkan penemuan kasus TB di lapangan. Pengawasan terhadap kualitas laboratorium melalui pemeriksaan uji silang (cross check). Penelitian ini bersifat Deskriftif, bertujuan menggambarkan analisis data hasil cross check pemeriksaan mikroskop tuberkulosis di kota Samarinda tahun 2009. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah semua slide hasil cross check yang berasal dari puskesmas yang ada pada wasor dinas kesehatan kota Samarinda. Penelitian ini dilakukan di Dinas Kesehatan Kota Samarinda pada tanggal 22 Juni 2009 sampai 4 juli 2009. Variabel dalam penelitian ini meliputi karakteristik pemeriksaan mikroskop sputum TB yaitu kualitas hapusan, kualitas pewarnaan, ketebalan, kerataan dan ukuran. Hasil error rate slide mikroskop sputum TB di kota Samarinda masih diatas 5% yaitu (7,32%) dan bersifat fluktuatif. Tingginya error rate ini disebabkan oleh tingginya preparat yang positif palsu (5,51%) dan negatif palsu (1,81%). Hasil ini disebabkan oleh kualitas hapusan (ketebalan, kerataan dan ukuran) dan pewarnaan yang kurang baik. Umumnya rendahnya kualitas slide disebabkan slide kotor oleh karena terdaptnya endapan reagen ZN. Petugas laboratorium harus lebih memperhatikan protap pembuatan sediaan maupun pewarnaan. Sebaiknya reagen ZN disaring untuk menghilangkan endapan. Dinas Kesehatan Kota Samarinda diharapkan dapat melakukan program On The Job Training bagi para petugas laboratorium
Efektifitas Penggunaan Buku KIA Terhadap Peningkatan Peningkatan Pengetahuan dan Cakupan ANC di Samarinda Tahun 2010 Endah Wahyutri
Husada Mahakam Vol 3 No 1 (2011): Mei 2011
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.269 KB)

Abstract

Kebijakan dan berbagai upaya pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, antara lain dengan Gerakan Kasih Sayang Ibu (GSI), Strategi Making Pregnancy Safer (MPS) dan pengaduan buku KIA. Buku KIA diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang kesehatan ibu dan anak. Buku KIA selain sebagai catatan kesehatan ibu dan anak, alat monitor kesehatan dan alat komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengontrol kesehatan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan buku KIA terhadap peningkatan pengetahuan dan cakupan ANC di Samarinda. Penelitian ini bersifat deskriftif analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 155 responden yaitu ibu hamil trimester 3 usia kehamilan 28-36 minggu di13 puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Samarinda yang memiliki maupun tidak memiliki buku KIA diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner kemudian diolah secara komputerisasi dengan analisa uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara pengetahuan dengan efektifitas penggunaan buku KIA dengan nilai P value=0,003 lebih kecil dari α = 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan menerima Ha atau terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan efektifitas penggunaan buku KIA. Hubungan antara cakupan ANC dengan efektifitas penggunaan buku KIA diperoleh P value=0,003 lebih kecil dari α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan menerima Ha atau terdapat hubungan yang signifikan antara cakupan ANC dengan efektifitas penggunaan buku KIA
Studi Pengetahuan Perawat Dalam Penanganan Syok Hipovolemik Pada Pasien DHF di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Kanudjoso Djatiwibowo Tahun 2010 Sukreni Sukreni
Husada Mahakam Vol 3 No 1 (2011): Mei 2011
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.196 KB)

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan peneliti, dari 10 orang perawat di ruang Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD de. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan hanya 4 orang yang menyatakan tahu tentang penanganan syok hypovolemik pada pasien DHF sedangkan 6 lainnya menyatakan kurang mengetahui. Dari 4 orang yang tahu penangan syok hypovolemik pada pasien DHF, menyatakan bahwa penanganan syok hypovolemik ini hanya bersifat sebentar/sementara tidak secara tuntas, sehingga untuk observasi/pemantauan beberapa jam berikutnya diserahkan kepada ruang perawatan yang lain seperti di ruang intensif Care Unit (ICU). Melihat fenomena diatas maka peneliti tertarik untuk meneliti “Studi Tingkat Pengetahuan Perawat Dalam Penanganan Syok Hipovolemik Pada Pasien DHF di RSUD dr. Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan Tahun 2010”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan perawat dalam penanganan syok hipovolemik pada pasien DHF di RSUD dr. Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan Tahun 2010. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Adapun yang menjadi populasi adalah seluruh perawat di IRD RSUD dr. Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan berjumlah 29 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pernah mendapat informasi tentang penanganan syok hipovolemik pada pasien DHF sebanyak 25 orang (86,2%). Kesimpulan Penelitian ini adalah dari hasil penelitian ini, sebagian besar pengetahuan perawat di Instalasi Rawat Darurat RSUD dr. Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan Tahun 2010 tentang penanganan syok hipovolemik pada pasien DHF adalah cukup, yaitu sebanyak 20 orang (69,9%)
Hubungan Motivasi Belajar dengan Evaluasi Belajar Partograf Pada Mahasiswa Tingkat II Diploma III Program Studi Kebidanan Samarinda Poltekkes Depkes Kaltim Tahun 2010 Lamri Lamri
Husada Mahakam Vol 3 No 1 (2011): Mei 2011
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1338.816 KB)

Abstract

Hasil belajar akan optimal bila ada motivasi. Makin tepat motivasi yang diberikan, akan makin berhasil pula pelajaran itu. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan untensitas usaha belajar bagi para siswa. Hasil studi pendahuluan di lahan praktik terutama di RSUD.A. Wahab Syahrani belum semua mahasiswa kebidanan bisa mengisi lembar partograf dengan benar, rata-rata dalam penerapannya belum sempurna. Hal tersebut yang mendasari dilakukannya penelitian tentang Hubungan Motivasi Belajar terhadap Evaluasi Hasil Belajar Partograf pada Mahasiswa Tingkat II Diploma III Program Studi Kebidanan Samarinda Poltekkes Depkes Kaltim, Samarinda Tahun 2010. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan evaluasi hasil belajar partograf pada mahasiswa Tingkat II Diploma III Program Studi Kebidanan Poltekkes Depkes Kaltim Samarinda tahun 2009, dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Tingkat II Diploma III Program Studi Kebidanan Poltekkes Depkes Kaltim Samarinda tahun 2009 dengan jumlah populasi 86 orang. Teknik pengambilan sampel dengan Total sampling. Tempat penelitian di Program Studi Kebidanan Poltekkes Kaltim Samarinda. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan Chi Square (X2), tingkat kepercayaan 95% Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variable motivasi belajar dengan evaluasi hasil belajar partograf. Hasil pengujian statistik diperoleh nilai X2hitung = 6.36 > nilai X2tabel = 3.84 (Pvalue = 0.012 < α 0.05), OR = 3.42. Peneliti menyarankan kepada institusi pendidikan agar dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa agar tercapai hasil belajar partograf lebih baik. Kepada pengajar agar dapat mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan para mahasiswa tentang pentingnya penggunaan partograf dalam setiap tindakan dalam proses persalinan serta meningktakan motivasi belajar mahasiswa dalam proses pembelajaran sehingga mencapai hasil yang lebih baik. Kepada mahasiswa agar melaksanakan proses pembelajaran yang disadari oleh keinginan menjadi lebih baik. Daftar Bacaan : 27 (1999-2009)
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Hipertensi Pada Klien di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Desa Senoni Kecamatan Sebulu Tahun 2010 Umi Kalsum
Husada Mahakam Vol 3 No 1 (2011): Mei 2011
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1892.868 KB)

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (dalam waktu yang lama). Hipertensi merupakan kelainan yang sulit diketahui oleh tubuh kita sendiri, satu-satunya cara untuk mengetahui hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah kita secara teratur. Hipertensi selain mengakibatkan angka kematian yang tinggi (high case fatality rate) juga berdampak kepada mahalnya pengobatan dan perawatan yang harus ditanggung pada penderita. Perlu pula diingat hipertensi berdampak juga bagi penurunan kualitas hidup (Admin, 2010). Menurut dr. Achmad Hardiman, orang yang beresiko terkena hipertensi adalah pria berusia 45 tahun atau wanita diatas usia 55 tahun serta ada riwayat keturunan. Faktor lainnya yaitu kegemukan (obesitas), meroko, minum alkohol, mengkonsumsi garam berlebih, kurang berolah raga, menderita diabetes mellitus, stress dan lain-lain. (Ruhyana, 2010). Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi pada klien di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Desa Senoni Kec. Sebulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif analitik, dimana peneliti ingin mengetahui adakah hubungan antara merokok, pola makan dan berat badan terhadap hipertensi. Penelitian ini dilaksanakan dengan desain penelitian cross sectional, dengan jumlah sampel 55 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Pengolahan dan analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan uji statistik Chi Square (X2) pada taraf signifikan α = 5 %, perhitungan statistik dilakukan dengan menggunakan program Software Computer. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April s.d bulan juli 2010 dengan hasil Faktor Merokok, Diet dan Berat Badan mempengaruhi kejadian hipertensi dan dapat disimpulkan : Faktor merokok mempengaruhi terjadinya hipertensi dengan nilai p value = 0,010, Faktor diet mempengaruhi terjadinya hipertensi dengan nilai p value = 0,0035, Faktor diet mempengaruhi terjadinya hipertensi dengan nilai p value = 0,006 sedangkan faktor yang paling mempengaruhi dengan kejadian hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Desa Senoni Kecamatan Sebulu Tahun 2010 adalah riwayat merokok (OR= 24,182) diikuti oleh faktor diit (OR= 11,681), dan faktor berat badan (OR= 5,157). Oleh sebab iti disarankan bagi pengelola Puskesmas hendaknya meningkatkan program promosi kesehatan tentang program hidup sehat, terutama untuk mengurangi penggunaan rokok, pola diit yang baik dan upaya menurunkan berat badan bagi mereka yang obesitas.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2011 2011