Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3 No 6 (2013): November 2013"
:
13 Documents
clear
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Miletus
wiyadi, wiyadi
Husada Mahakam Vol 3 No 6 (2013): November 2013
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (170.387 KB)
Diabetes melitus (DM) saat ini menjadi salah satu penyebab kematian yang utama di dunia. Penderita DM yang memiliki gangguan psikologis terutama kece-masan dan depresi meningkatkan kurangnya manajeman dan hasil terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara tingkat kecemasan dengan kadar gula darah pada penderita DM yang dirawat di Ruang Flamboyan RS A. W Syahranie Samarinda. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil secara Purposive sampling berjumlah 30 pasien. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan (01 Oktober s.d. 30 Nopember 2012). Pengumpulan data primer dengan kuesioner dan lembar observasi. Hasil uji Kolmogorov Smirnov didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kadar gula darah dengan p = 0,011 (a=0,05)
Aktivitas Fisik pada Pasien Diabetes Miletus Tipe 2
Gandini, Andi Lis Arming
Husada Mahakam Vol 3 No 6 (2013): November 2013
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (152.807 KB)
Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronik yang mem-butuhkan perawatan medis dan pendidikan pengelolaan mandiri untuk mencegah komplikasi akut dan menemukan resiko komplikasi jangka panjang. Faktor gaya hi-dup yang berhubungan dengan obesitas, perilaku makan, dan aktifitas fisik me-mainkan peran utama dalam pencegahan dan pengobatan diabetes tipe 2. Aktifitas fisik terstruktur yang terdiri dari latihan aerobik, latihan daya tahan, atau gabungan keduanya dapat menurunkan HbA1c pada pasien dengan diabetes tipe 2. Latihan fisik yang dilakukan selama 30 menit dalam sehari minimal 5 kali dalam seminggu dapat mengendalikan kadar gula darah
Perawatan Mata pada Pasien Koma di Intensive care Unit
Andriasari, Nurul Jannah
Husada Mahakam Vol 3 No 6 (2013): November 2013
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.445 KB)
Mata merupakan organ penting dan sering kurang diperhatikan pada saat pasien mengalami penurunan kesadaran dan menggunakan ventilator untuk bernafas. Pencegahan terjadinya gangguan pada mata sangat penting dengan cara melindungi mata dengan lapisan yang menutupi permukaan mata dan seca-ra rutin memeriksa mata pada pasien-pasien di ICU. Pasien yang mendapatkan obat-obatan sedatif kuat terjadi ketidakmampuan untuk menutup kelopak mata dengan sempurna. Akan tetapi fenomena perawatan mata yang diabaikan (ne-gelected eye care) ternyata masih terjadi, karena kemungkinan dampak nega-tifnya tidak terlihat langsung pada pasien seperti halnya hemodinamik pasien yang tidak stabil, dampaknya dapat secara langsung terlihat cepat. Dampaknya akan terlihat setelah pasien pulih dari masa kritisnya, mulai dampak yang ringan sampai ancaman kebutaan
Efek Konseling Terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Kepatuhan Berobat Penderita Tuberkulosis
Parellangi, Andi
Husada Mahakam Vol 3 No 6 (2013): November 2013
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (135.136 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek konseling terhadap pengetahuan, sikap dan kepatuhan berobat penderita TB Paru di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Samarinda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimen semu (quasi experiment) dengan rancangan Non Randomized Conrol Group Pretest and Posttest Design (Non Equivalent Control Group). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pengetahuan tentang kepatuhan berobat penderita TB paru sebelum dan sesudah mendapatkan konseling, terdapat perbedaan yang bermakna sikap tentang kepatuhan berobat penderita TB Paru sebelum dan sesudah mendapatkan konseling serta terdapat perbedaan yang bermakna tingkat kepatuhan berobat pada penderita TB paru sebelum dan sesudah mendapatkan konseling
Gambaran Penyakit Menular Seksual pada PSK di Lokalisasi X Kabupaten Kutai Kartanegara
Nurhidayah, Nurhidayah
Husada Mahakam Vol 3 No 6 (2013): November 2013
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.186 KB)
Penyakit Menular Seksual (PMS) memiliki probabilitas signifikan penularan antar manusia melalui perilaku seksual, termasuk hubungan seks vagina, seks oral, dan seks anal. Di Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2011 terjadi pening-katan yang cukup signifikan hampir 5 kali lipat dari tahun sebelumnya, yaitu seba-nyak 143 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran penyakit menular seksual di lokalisasi Km.10 Desa Purwajaya Kecamatan Loa Janan Kabu-paten Kutai Kartanegara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, pengambilan sampel dengan cara total sampling terhadap 179 Pekerja Seks Komersial (PSK). Analisa data dengan statistik deskriprif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Hasil pe-nelitian didapatkan PSK yang memiliki tanda dan gejala penyakit PMS terbanyak pada kelompok umur > 24 tahun dengan pendidikan SD. 51 PSK memiliki kecende-rungan mengalami PMS gonore, diikuti kandidiasis genitalia 44 orang, limpogranulo-ma venereum 17 orang, dan sifilis 14 orang, sisanya diduga mengalami PMS lainnya dengan jumlah dibawah 10 orang untuk tiap penyakit PMS, satu diantaranya AIDS
Dampak Hospitalisasi pada Keluarga dan Peran Perawat dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi di Perawatan Intensif
Wardah, Wardah
Husada Mahakam Vol 3 No 6 (2013): November 2013
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.647 KB)
Keluarga merupakan bagian integral dari perawatan pasien dimana kelu-arga memberikan dukungan terbesar bagi pasien dalam proses penyembuhannya. Keluarga dengan anggota keluarga yang dirawat di ICU berada dalam kondisi penuh kekhawatiran terhadap keadaan dan prognosis pasien. Keluarga juga mengalami berbagai risiko gangguan kesehatan fisik dan mental baik selama bahkan setelah keluar dari ICU. Efek hospitalisasi pada keluarga dapat berupa kurang tidur, gang-guan nafsu makan dan pencernaan, ketakutan, stress, kecemasan, depresi hingga post traumatic syndrome (PTSD). Dalam keadaan stresfull, keluarga membutuhkan berbagai macam kebutuhan spesifik yang harus dipenuhi. Perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan harus memahami kondisi krisis yang di rasakan keluarga agar dapat menetapkan sebuah intervensi yang tepat. Peran parawat dalam memfasilitasi keluarga di area perawatan intensif dapat berupa Caring, advocator, pemberi infor-masi secara lisan disertai informasi tertulis dan edukasi
Gambaran Penyakit Menular Seksual pada PSK di Lokalisasi X Kabupaten Kutai Kartanegara
Nurhidayah Nurhidayah
Husada Mahakam Vol 3 No 6 (2013): November 2013
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.186 KB)
Penyakit Menular Seksual (PMS) memiliki probabilitas signifikan penularan antar manusia melalui perilaku seksual, termasuk hubungan seks vagina, seks oral, dan seks anal. Di Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2011 terjadi pening-katan yang cukup signifikan hampir 5 kali lipat dari tahun sebelumnya, yaitu seba-nyak 143 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran penyakit menular seksual di lokalisasi Km.10 Desa Purwajaya Kecamatan Loa Janan Kabu-paten Kutai Kartanegara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, pengambilan sampel dengan cara total sampling terhadap 179 Pekerja Seks Komersial (PSK). Analisa data dengan statistik deskriprif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Hasil pe-nelitian didapatkan PSK yang memiliki tanda dan gejala penyakit PMS terbanyak pada kelompok umur > 24 tahun dengan pendidikan SD. 51 PSK memiliki kecende-rungan mengalami PMS gonore, diikuti kandidiasis genitalia 44 orang, limpogranulo-ma venereum 17 orang, dan sifilis 14 orang, sisanya diduga mengalami PMS lainnya dengan jumlah dibawah 10 orang untuk tiap penyakit PMS, satu diantaranya AIDS
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Miletus
wiyadi wiyadi
Husada Mahakam Vol 3 No 6 (2013): November 2013
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (170.387 KB)
Diabetes melitus (DM) saat ini menjadi salah satu penyebab kematian yang utama di dunia. Penderita DM yang memiliki gangguan psikologis terutama kece-masan dan depresi meningkatkan kurangnya manajeman dan hasil terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara tingkat kecemasan dengan kadar gula darah pada penderita DM yang dirawat di Ruang Flamboyan RS A. W Syahranie Samarinda. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil secara Purposive sampling berjumlah 30 pasien. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan (01 Oktober s.d. 30 Nopember 2012). Pengumpulan data primer dengan kuesioner dan lembar observasi. Hasil uji Kolmogorov Smirnov didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kadar gula darah dengan p = 0,011 (a=0,05)
Dampak Hospitalisasi pada Keluarga dan Peran Perawat dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi di Perawatan Intensif
Wardah Wardah
Husada Mahakam Vol 3 No 6 (2013): November 2013
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.647 KB)
Keluarga merupakan bagian integral dari perawatan pasien dimana kelu-arga memberikan dukungan terbesar bagi pasien dalam proses penyembuhannya. Keluarga dengan anggota keluarga yang dirawat di ICU berada dalam kondisi penuh kekhawatiran terhadap keadaan dan prognosis pasien. Keluarga juga mengalami berbagai risiko gangguan kesehatan fisik dan mental baik selama bahkan setelah keluar dari ICU. Efek hospitalisasi pada keluarga dapat berupa kurang tidur, gang-guan nafsu makan dan pencernaan, ketakutan, stress, kecemasan, depresi hingga post traumatic syndrome (PTSD). Dalam keadaan stresfull, keluarga membutuhkan berbagai macam kebutuhan spesifik yang harus dipenuhi. Perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan harus memahami kondisi krisis yang di rasakan keluarga agar dapat menetapkan sebuah intervensi yang tepat. Peran parawat dalam memfasilitasi keluarga di area perawatan intensif dapat berupa Caring, advocator, pemberi infor-masi secara lisan disertai informasi tertulis dan edukasi
Perawatan Mata pada Pasien Koma di Intensive care Unit
Nurul Jannah Andriasari
Husada Mahakam Vol 3 No 6 (2013): November 2013
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.445 KB)
Mata merupakan organ penting dan sering kurang diperhatikan pada saat pasien mengalami penurunan kesadaran dan menggunakan ventilator untuk bernafas. Pencegahan terjadinya gangguan pada mata sangat penting dengan cara melindungi mata dengan lapisan yang menutupi permukaan mata dan seca-ra rutin memeriksa mata pada pasien-pasien di ICU. Pasien yang mendapatkan obat-obatan sedatif kuat terjadi ketidakmampuan untuk menutup kelopak mata dengan sempurna. Akan tetapi fenomena perawatan mata yang diabaikan (ne-gelected eye care) ternyata masih terjadi, karena kemungkinan dampak nega-tifnya tidak terlihat langsung pada pasien seperti halnya hemodinamik pasien yang tidak stabil, dampaknya dapat secara langsung terlihat cepat. Dampaknya akan terlihat setelah pasien pulih dari masa kritisnya, mulai dampak yang ringan sampai ancaman kebutaan