cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2021)" : 40 Documents clear
Pola Penggunaan Sapaan Bahasa Bima Hasan Hasan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1302

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan di Lembaga Penelitian Universitas Hasanuddin. Permasalahan yang diteliti adalah bagaimana pola-pola penggunaan sapaan dalam bahasa Bima.Tujuannya adalah mencari dan menemukan variasi pola penggunaan sapaan dalam bahasa Bima. Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian lapangan atau kerja medan dengan teknik: (1) observasi (pengamatan), (2) wawancara, (3) rekaman, (4) catat, (5) pilah. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, variasi jenis dan pola penggunaan sapaan bahasa Bima dapat diklasifikan sebagai berikut: (1) sapaan kata ganti diri, yang terdiri atas: (a) sapaan persona pertama (tunggal dan jamak), (b) sapaan persona kedua (tunggal dan jamak), (c) sapaan persona ketiga (tunggal dan jamak); (2) sapaaan nama diri, yang terdiri atas: (a) menyapa dengan nama diri asli (nama yang sebenarnya), (b) menyapa dengan nama diri secara sopan (penghormatan); (3) menyapa secara keakraban; (4) sapaan berupa jabatan dan gelar, yang terdiri atas: (a) sapaan berupa jabatan, (b) sapaan berupa gelar, (c) sapaan berupa gelar khusus, (d) sapaan gelar khusus dengan nama diri + kata sifat.
Analisis Praanggapan Pada Channel Youtobe Podcast Deddy Corbuzier Bersama Novel Baswedan Dira Elfitri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1304

Abstract

Presuppositions have an important role in the ongoing communication process, because a communication can be well established if the speaker and the interlocutor have the same presuppositions or assumptions about what they are talking about. The similarity of assumptions can be influenced by contexts outside the language, such as cultural, social, age, and other backgrounds. This is the background for the researcher entitled Presupposition Analysis on the YouTube Podcast Channel Deddy Corbuzier with Novel Baswedan. The problem in this study is how the types of presuppositions contained in Deddy Corbuzier's podcast with Novel Baswedan. This study aims to identify and describe the types of presuppositions contained in Deddy Corbuzier's podcast with Novel Baswedan. The approach used in this research is a qualitative approach using content analysis method. The data collection techniques used by researchers in this study were documentation techniques, listening techniques, and note-taking techniques. The results of this study indicate that there are 66 utterances containing presuppositions in the conversation between Deddy Corbuzier and Novel Baswedan. The 66 utterances are then grouped according to the type of presupposition according to the theory put forward by Yule. Found 16 utterances belonging to existential presuppositions, 9 lexical presuppositions, 25 structural presuppositions, 6 factive presuppositions, 9 non-factual presuppositions, and 1 counterfactual presupposition. Structural presuppositions are most often found because the object of research is in the form of speeches in podcasts that are seeking information and classifying things by asking questions.
Tradisi Tuturan Na’u Nena Ata Nika Etnik Roworeke Kabupaten Ende Flores: Kajian Linguistik Kebudayaan Veronika Genua; Dominika Dhapa; Nilda Fatmala
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1305

Abstract

The purpose of this paper is to describe the nau nena or nika utterances of the Roworeke Ende Flores ethnic tradition which is still inherited today. The nau nena ata nika speech is a speech in the form of a message or blessing for a young couple who will form a new household. The formulation of the problem raised is, what is the form, meaning, and function of the speech of nanu nena or nika adat in the Roworeke ethnicity. The aim is to find and describe the form, meaning, and function of nau nena or nika speech. The theory used in this study is the theory of cultural linguistics which examines the covariative relationship between language and culture. The method used is descriptive qualitative to describe the form, meaning, and function of nau nena or nika speech. The results obtained are examining the micro and macro linguistic levels. Micro linguistics includes phonological forms related to sound play and sound equations. Morphological studies include, verbs, promomina, numeralia, adjectives, adverbs and also language style. There are also meanings contained in it, namely, the meaning of prohibition, command, hope, togetherness and advice. Next there are aesthetic functions, informative functions and regulatory functions.
Tindak Tutur Ekspresif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Wawancara Politik Andi Meirling AJ; Lukman Lukman; Ikhwan M. Said
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1308

Abstract

Penelitian bertujuan menjelaskan, strategi kesantunan tindak tutur ekspresif Ahok dalam wawancara politik. Jenis penelitian, kualitatif. Pengambilan sampel dengan cara purposif. Penelitian ini berupa data lisan dengan metode simak, teknik transkripsi dan catat dengan teori Brown-Levinson dan Watss. Hasil penelitian menunjukkan, strategi kesantunan ekspresif Ahok terdiri atas strategi langsung, strategi kesantunan positif, dan strategi kesantunan negatif. Ketiga strategi tersebut yang paling banyak digunakan ialah strategi langsung sehingga kesantunannya rendah.
Penerapan Metode Partisipatorik dalam Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas XI SMA Negeri 9 Gowa Amal Akbar; Anzar Anzar; Suparmin Suparmin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode partisipatorik dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia khususnya menulis paragraf persuasi siswa kelas IX SMA Negeri 9 Gowa pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam bentuk siklus, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa IX SMA Negeri 9 Gowa dengan jumlah siswa 36 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, catatan lapangan, dan analisis tes uraian dan tes kemampuan menulis paragraf persuasi sebagai instrumen penelitian pada tiap siklus untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan metode partisipatorik dapat meningkatkan hasil belajar menulis paragraf persuasi pada siswa IX SMA Negeri 9 Gowa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes uraian menulis paragraf persuasi yang dilakukan secara individu pada siklus I mencapai 67,13%, sedangkan pada siklus II mencapai 85,43%. Jadi, jumlah peningkatannya mencapai 18,3%. Adapun pada tes kemampuan menulis paragraf persuasi yang dilakukan secara berkelompok pada siklus I mencapai 69,45%, sedangkan pada siklus II mencapai 76,16%. Jadi, jumlah peningkatannya mencapai 6,71%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode partisipatorik dapat meningkatkan pembelajaran menulis paragraf persuasi siswa IX SMA Negeri 9 Gowa.
Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Drama dengan Pendekatan Kontekstual Komponen Pemodelan di Kelas XI SMAN 9 Gowa Asis Nojeng; Amal Akbar; Suparmin Suparmin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks drama dengan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar khususnya menulis teks drama pada siswa kelas XI SMA Negeri 9 Gowa. penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang pelaksanaannya terdiri dari beberapa siklus yang dimulai dari perencanaan. Kemampuan menulis teks drama merupakan kemampuan yang penyajiannya logis dan objektif sesuai dengan benda, situasi keadaan yang diamati. hasil analisis penelitian dan pembahasan penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan sebagai berikut. Kemampuan menulis teks drama kelas XI SMAN 9 Gowa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa setelah mengikuti pembelajaran menulis teks drama dengan menggunakan teks drama sebagai model dalam pembelajaran melalui pendekatan kontekstual mengalami peningkatan. Hasil data dari tes prasiklus menunjukkan skor rata-rata kelas sebesar 58,04 dan pada siklus I rata-rata kelas sebesar 67. Hal ini berarti menunjukkan ada peningkatan sebesar 9. Pada siklis II menghasilkan skor rata-rata kelas sebesar 80,2. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 13,2%. Jadi terjadi peningktan keterampilan menulis drama dengan pendektan kontekstual pemodelan.
Peningkatan Keterampilan Menyusun Teks Eksplanasi dengan Model Investigasi Kelompok dan Media Visual pada Siswa Kelas VIII SMPN 21 Kota Makassar Akram Budiman Yusuf; Muhammadd Dahlan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1331

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis teks ekplanasi melalui penerapan model Investigasi kelompok dan menggunakan media visual. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan deskripsi kualitatif. Pada studi awal, penelitian ini melibatkan mitra kerjasama guru Bahasa Indonesia SMPN 21 Kota Makassar untuk mendapatkan informasi terkait kondisi pembelajaran Bahasa Indonesia pada aspek keterampilan menulis teks eksplanasi dan tempat penelitian dalam menerapkan model Investigasi kelompok dan penggunakan media visual. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II dengan batas ketuntasan minimal 75. Siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah keterampilan menyusun teks eksplanasi pada peserta didik kelas VIII SMPN 21 Kota Makassar. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan proses pembelajaran keterampilan menyusun teks eksplanasi dengan model investigasi kelompok dan media visual pada siswa kelas VIII SMPN 21 Kota Makassar dari siklus I ke siklus II yaitu dengan rerata persentase 9.99% menjadi 91.67% dan mengalami peningkatan sebesar 91.67%.
Pengembangan Desain Bahan Ajar Kemampuan Membaca Pemahaman Pada Pembelajaran Tematik Terpadu Menggunakan Strategi The Big Question di Kelas V Sekolah Dasar Ririn Sri Kurnia; Desyandri Desyandri; Nellitawati Nellitawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1337

Abstract

Membaca adalah identifikasi bentuk-bentuk linguistik. Model atau prosedur pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Plomp yang dikembangkan oleh Tjeerd Plomp. Hasil penelitian menunjukan hasil analisis data validasi bahan ajar oleh para ahli dan praktisi pendidikan diperoleh persentase 90,09%. Sedangkan hasil uji efektivitas pada tahap pengembangan, menunjukkan hasil pengamatan terhadap aktivitas peserta didik berada pada kategori sangat baik dengan persentase 93,7%. Maka dari itu hasil penelitian ini memberi gambaran bahwa bahan ajar yang dikembangkan ini telah valid dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
Modus Kalimat Imperatif Bahasa Makassar Masyarakat Desa Bontomanai Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa Muhammad Dahlan; Asis Nojeng
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1338

Abstract

Penelitian ini berguna untuk mengetahui bagaimana pemakaian modus kalimat imperatif Bahasa Makassar masyarakat Desa Bontomanai Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa, Dalam penelitian ini analisis yang dipakai ialah metode Penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisisi. tempat pelaksanaan Penelitian di Desa Bontomanai Ksecamatan Bungaya Kabupaten Gowa. Fokus penelitian ini ialah modus kalimat imperatif yang dipakai masyarakat desa. Objek penelitian ini ialah masyarakat Desa Bontomanai. Instrumen dalam penelitian ini ialah peneliti sendiri yang dibantu dengan tabel analisis kerja yaitu tabel jenis-jenis modus kalimat imperatif serta hubungan subjek serta predikat yang membentuk modus kalimat tersebut. Data yang diperoleh berupa jenis-jenis modus kalimat imperatif yang terdapat pada masyarakat Desa Bontomanai Kecamatan Bungaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 102 kalimat atau klausa yang mengandung modus kalimat imperatif. Data yang ditemukan antara lain, modus imperatif taktransitif atau intransitif sebanyak 11 kalimat atau klausa (10.78%), modus imperatif transitif sebanyak 12 kalimat atau klausa (11.76%), modus imperatif permintaan sebanyak 21 kalimat atau klausa (20.50%), modus imperatif larangan sebanyak 28 kalimat atau klausa (27.45%), modus imperatif halus sebanyak 12 kalimat atau klausa (11.76%), modus imperatif pembiaran sebanyak 4 kalimat atau klausa (3.92%), serta modus imperatif ajakan serta harapan sebanyak 14 kalimat atau klausa (13.72%). Berdasarkan data-data tersebut, dapat dikatakan bahwa pada Modus Kalimat Imperatif Bahasa Makassar Masyarakat Desa Bontomanai Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa yang dijadikan objek penelitian, masyarakat sering menggunakan modus kalimat imperatif larangan, serta pada dasarnya sejalan dengan keadaan sekarang dimasa pandemi ini dimana kegiatan masyarakat sangat dibatasi dikarenakan pandemi covid 19. Kata kunci:
Struktur Fungsional pada Pribahasa Indonsia Tinjauan Sintaksis Hanana Muliana; Muhammad Dahlan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1339

Abstract

Riset ini bermanfaat buat menarangkan wujud fungsional kalimat pribahasa bahasa Indonesia. Tujuan dari riset ini yakni wujud fungsional kalimat dalam peribahasa bahasa Indonesia. Metode pengumpulan informasi dalam riset ini memakai tata cara kepustakaan, rujukan, serta catat. Metode analisis informasi yang digunakan dalam riset ini yakni tata cara yang tidak berubah- ubah dengan metode dasar serta tata cara pemilahan determinan( PUPs). berdasar hasil analisis informasi, ditemui wujud fungsional berpola Subjek- Predikat( S- P), pola Subjek- Predikat- Keterangan( S- P- K), pola Subjek- Predikat- Objek( S- P- O), pola Subjek- Keteranga( S- P), pola Predikat- Keterangan( P- K), pola Predikat- Subjek- Keterangan( P- S- K), pola Predikat- Subjek( P- S), sertapola Subjek- Predikat- Pelengkap( S- P- Pel). Kalimat pada pribahasa indonsia dominan berpolakan SP. Pada kalimat pribahasaindonsia tidak ditemui wujud kalimat yang berentetan SPOK. Kalimat yang ada pada pribahasa indonsia dominan didahului guna subjek( S).

Page 2 of 4 | Total Record : 40