cover
Contact Name
nursari Abdul Syukur
Contact Email
nursarias@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
nursarias@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
MMJ (Mahakam Midwifery Journal)
ISSN : 25485210     EISSN : 25485229     DOI : http://dx.doi.org/10.35963/mmj
Core Subject : Health,
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Jurnal Kebidanan was publish by the Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur on May and Nopember every year. This journal can publish research articles from midwifery. However, the focus and scope of your Healthy Journal are as follows: Midwifery ( Adolesence, Maternity: Prenatal care, Intranatal care, Pospartum care, family Planning, Reproduction of Health), New Born, Neonatus, Pediatric, Management, Comnunity midwifery, Emergency Maternal and Neonatal), Health Education, Evidence Based midwifery.
Arjuna Subject : -
Articles 93 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SAMBUTAN KOTA SAMARINDA sri handayani
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 1 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.337 KB)

Abstract

ARTIKEL PENELITIAN Abstrak Ibu hamil mengalami anemia defisiensi Fe sebagai akibat meningkatnya kebutuhan Fe selama hamil. Penyebab lainnya seperti jarak kehamilan terlalu dekat, gizi kurang dan pengetahuan yang rendah mengenai pencegahan anemia. Jenis penelitian adalah korelasional dengan desain cross sectional. Jumlah sampelnya sebanyak 85 orang ibu hamil trimester III di Puskesmas Sambutan yang dipilih secara acak dengan teknik purposive sampling dari 584 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuesioner dan lembar observasi. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis univariat berupa statistik deskriptif, analisis bivariat dengan uji chi square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara konsumsi tablet Fe, jarak kehamilan, status gizi dan pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Sambutan. Diperoleh pula faktor konsumsi tablet Fe merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian anemia. Kata kunci: konsumsi tablet Fe, jarak kehamilan, status gizi, pengetahuan, kejadian anemia, ibu hamil Abstract Pregnant women suffer from iron deficiency anemia due to the increased need for Fe during pregnancy. Other causes such as too closely spaced pregnancies, malnutrition and low knowledge about the prevention of anemia. This type of research is correlational with cross sectional design. The sample size of about 85 third trimester pregnant women in health centers welcome randomly selected by purposive sampling of 584 people. Data were collected using a questionnaire and observation sheet. The data were analyzed using univariate analysis in the form of descriptive statistics, bivariate analysis using chi square test and multivariate analysis with logistic regression test at the 5% significance level. The results showed no association between the consumption of iron tablet, spacing pregnancies, nutritional status and knowledge with the incidence of anemia among pregnant women at health centers welcome. Also obtained Fe tablet consumption factor is the most dominant factor affecting the incidence of anemia. Keywords: Fe tablet consumption, spacing pregnancies, nutritional status, knowledge, anemia, pregnant women
HUBUNGAN PENGETAHUAN MENGENAI PERUBAHAN FISIK DAN PSIKIS WANITA KLIMAKTERIUM TERHADAP KECEMASAN DI LOA BAKUNG Nursari Abdul Syukur
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 2 No 1 (2017): Volume II No. 1 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.235 KB)

Abstract

Abstract Climacteric a transitional period between the end of the reproductive years and ends at the beginning of senium, around the age of 40-65 years (Prawirohardjo, 2003). Based on preliminary studies that have been conducted in the village of Loa Bakung Samarinda, six out of ten women climacteric determine the appropriate process of change experienced external nature but felt concerns about the changes that occur in the climacteric. This research is analytic with cross sectional study design. The number of population in this study was 86 women climacterium with purposive sampling technique, so the number of samples is 71 respondents. Data were collected through questionnaires distributed to climacteric women who were enrolled in the Family Card (KK) in the period October to December 2010 in the village of Loa Bakung Samarinda in 2011, and then processed by univariate and bivariate analysis using chi square (X¬2) with 95 %. Statistical test results obtained value of P Value = 0.00, while the value of α = 0.05 and X2 count = 13.49 with X2 table = 3.84, it can be seen that the p value <α (0.000 <0.05) and X2hitung> X2tabel (13.49> 3.84) so ​​that it can be concluded that there is a significant relationship between the level of knowledge about changes in the relationship of physical and psychological changes in the level of anxiety climacteric climacteric women. From the results, it can be concluded that 49.2% of respondents are not contained anxiety in climacteric and have a good knowledge about the physical changes and psychological changes climacteric. Keywords: knowledge, climacterium, and anxiety level. Keywords: knowledge, climacterium, and anxiety level Abstrak Klimakterium suatu masa peralihan antara tahun-tahun reproduktif akhir dan berakhir pada awal masa senium, sekitar umur 40-65 tahun (Prawirohardjo, 2003). Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di kelurahan Loa Bakung Samarinda, enam dari sepuluh wanita klimakterium mengetahui proses perubahan yang dialaminya sesuai kodrat lahiriah tetapi merasakan kekhawatiran terhadap perubahan yang terjadi pada masa klimakterium. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 86 wanita klimakterium dengan teknik purposive sampling, sehingga jumlah sampel ialah 71 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada wanita klimakterium yang terdaftar dalam Kartu Keluarga (KK) periode Oktober hingga Desember 2010 di kelurahan Loa Bakung Samarinda tahun 2011, kemudian diolah dengan analisa univariat dan analisa bivariat menggunakan chi square (X¬2) dengan tingkat kepercayaan 95 %. Hasil uji statistik didapatkan nilai P Value = 0,00, sedangkan nilai α=0.05 dan X2 hitung = 13,49 dengan X2 tabel = 3,84, maka dapat dilihat bahwa PValue<α (0.000< 0,05) dan X2hitung> X2tabel(13,49 > 3,84) sehingga bisa disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan tingkat pengetahuan mengenai perubahan fisik dan perubahan psikis masa klimakterium terhadap tingkat kecemasan wanita klimakterium. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa 49,2% responden yang tidak terdapat kecemasan pada masa klimakterium dan memiliki pengetahuan baik mengenai perubahan fisik dan perubahan psikis masa klimakterium. Kata kunci: pengetahuan, masa klimakterium, dan tingkat kecemasan Kata kunci: pengetahuan, masa klimakterium, dan tingkat kecemasan
FAKTOR KELENGKAPAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS SEI KEPAYANG KABUPATEN ASAHAN TAHUN 2017 Dwi Feni Pebriani Tarigan
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2 No. 2 November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.767 KB)

Abstract

Abstract Antenatal care is a service provided on a pregnant mom to monitor, support and detect whether a mother pregnant normal or problematic. This research aims to analyze the factors that relate to the completeness of antenatal care visits (K1-K4) in the region of clinics Sei Kepayang Asahan Regency Year 2017. This type of research is observational analytic with cross sectional design. The population in this research is the whole pregnant CE III in the workplace Clinics Sei Kepayang in May-June of the year 2017 as many as 175 people. Sample research as many as 64 people of pregnant women. In this study required primary data by questionnaire and secondary data. Data processing starts with entry, coding and cleanning data. Data analysis univariate analysis is used with variable frequency distribution research, bivariat chisquare test with, and multivariate logistic regression test with. The results showed that there was no relationship variable parity (p = 0.497) and antenatal care visits while the completeness of variable knowledge of pregnant women (p = 0.001 <), the attitude of pregnant women (p = 0.003), socioeconomic (p = 0.037), distance (p = 0.001 <), the husband's support (p = 0.001 <) relate to the completeness of antenatal care visits. The most dominant variable is the husband's support (p = 0.02; OR = 7,971 95% CI 47,566-4,271) means the husband does not support having risky opportunities 7.9 times greater pregnant women antenatal care visits do not complete compared with husband that support. Keywords: factors antenatal care visits, completeness, (K1-K4) Abstrak Antenatal care merupakan pelayanan yang diberikan pada ibu hamil untuk memonitor, mendukung dan mendeteksi ibu apakah hamil normal atau bermasalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kelengkapan kunjungan antenatal care (K1-K4) di wilayah kerja Puskesmas Sei Kepayang Kabupaten Asahan Tahun 2017. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil TM III yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sei Kepayang pada bulan Mei-Juni tahun 2017 sebanyak 175 orang. Sampel penelitian sebanyak 64 orang ibu hamil. Dalam penelitian ini diperlukan data primer dengan kuesioner dan data sekunder. Pengolahan data dimulai dengan entri, coding dan cleanning data. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi variabel penelitian, bivariat dengan uji chisquare, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan variabel paritas (p = 0,497) dengan kelengkapan kunjungan antenatal care sedangkan variabel pengetahuan ibu hamil (p= <0,001), sikap ibu hamil (p = 0,003), sosial ekonomi (p = 0,037), jarak (p = <0,001), dukungan suami (p = <0,001) berhubungan dengan kelengkapan kunjungan antenatal care. Variabel yang paling dominan adalah dukungan suami (p=0,02;OR=7,971 95%CI 4,271-47,566) artinya suami yang tidak mendukung memiliki peluang berisiko 7,9 kali lebih besar ibu hamil tidak melakukan kunjungan antenatal care yang lengkap dibanding dengan suami yang mendukung. Kata Kunci : Faktor-faktor, kelengkapan kunjungan antenatal care, (K1-K4)
EFEKTIFITAS METODE KANGURU TERHADAP RASA NYERI PADA PENYUNTIKAN INTRAMUSCULAR BAYI BARU LAHIR DI KLINIK AMINAH AMIN SAMARINDA TAHUN 2017 Fara Imelda; Dita Ayu Sangasty; Sonya Yulia Sahetapy; Andi Lis Garming
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 3 No 1 (2018): Vol 3 No. 1 Mei 2018 Mahakam Midwifery Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.911 KB)

Abstract

ABSTRACT Background Non-pharmacological prevention of neonatal pain is effective to reduce pain of injection of newborns. The use of kangaroo methods is also a non-pharmacological method that can physiologically reduce the pain of intramuscular injection. Objective This study aims to determine the effectiveness of the kangaroo method of pain in intramuscular injection of newborns at Aminah Amin Clinic Samarinda in 2017. Method This research use quasi experimental research method with post test-sampling with sample of 30 people. Data analysis techniques were included in univariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using Mann Withney test. The statistic calculation used is the SPSS program. Results The results of this study showed that there was a significant effect of pain relief between the intervention group and the control group, with p value (0.000)<α (0.05) indicating that there was a significant difference in the intervention group after the kangaroo method and the control group when intramuscular injection given to newborns. Conclusion using kangaroo method is more effective to reduce pain than without kangaroo method. Keywords: Pain, Kangaroo Method, Intramuscular Injections, Aterm Neonatus Abstract Latar Belakang Pencegahan nyeri pada neonatus yaitu dengan cara nonfarmakologi efektif untuk mengurangi rasa sakit pada penyuntikan bayi baru lahir. Penggunaan metode kanguru juga merupakan metode nonfarmakologi yang dapat mengurangi nyeri injeksi IM secara fisiologi. Tujuan Bertujuan untuk mengetahui efektifitas metode kanguru terhadap rasa nyeri pada penyuntikan intramuscular pada bayi baru lahir di Klinik Aminah Amin Samarinda tahun 2017. Metode Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan desain penelitian yaitu post test-only non equivalent control group dan pengambilan sample teknik Consecutive sampling dengan sample 30 orang. Teknik analisis data termasuk dalam analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Mann Withney Perhitungan statistik yang digunakan adalah program SPSS. Hasil Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penurunan rasa nyeri antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol, dengan p value (0,000) < α (0,05) menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan terhadap kelompok intervensi setelah dilakukan metode kanguru dan pada kelompok kontrol pada saat penyuntikan intramuscular bayi baru lahir. Kesimpulan menggunakan metode kanguru lebih efektif mengurangi nyeri dibanding tanpa metode kanguru. Kata Kunci : Nyeri, Metode Kanguru, Injeksi Intramuscular, Bayi Cukup Bulan
KENAIKAN BERAT BADAN IBU HAMIL TERHADAP BERAT LAHIR BAYI DI KOTA PALANGKA RAYA Sofia Mawaddah; Chika Magfirah Muhtar
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 3 No 2 (2018): Vol. 3 No. 2 November 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.347 KB) | DOI: 10.35963/midwifery.v3i2.104

Abstract

Abstract Background: Maternal weight gain during pregnancy indicates maternal adaptation fetal growth. The lack of weight gain during pregnancy is strongly correlated with decrease in birth weight. Nutritional status measured by weight gain during pregnancy found that the baby birth weight has positive correlation with the weight gain of pregnant women. Objective: To know the analysis relationship between weight gain of pregnant women and infant birth weight. Method: This research is quantitative study with observational analytic design and cross sectional approach. This research was conducted in one the Palangka Raya with sample of 72 respondents selected using consecutive sampling. The population in this study were mothers who had given birth at one Palangka Raya for the January-December 2017. The secondary data was recorded for the last education, parity, maternal weight at the beginning of the first trimester (≤12 weeks),pregnant woman weight before delivery and the baby birth weight, the data were analyzed by using the chi-square test. Results: The results of statistical tests obtained p-value= 0,000 and OR= 268,750). The more the weight gain of pregnant women, the more the baby's birth weight will increase. Conclusion: There is a significant relationship between weight gain of pregnant women and infant birth weight. Keywords: Pregnancy, maternal weight gain, baby's birth weight. Abstrak Latar Belakang:Kenaikan berat badan ibu selama hamil menandakan adanya adaptasi ibu terhadap pertumbuhan janin. Kurangnya pertambahan berat badan selama kehamilan berkorelasi kuat dengan penurunan berat lahir. Status gizi yang diukur berdasarkan kenaikan berat badan selama hamil didapatkan bahwa berat lahir bayi mempunyai korelasi positif dengan kenaikan berat badan ibu hamil. Tujuan:Diketahuinya analisis hubungan antara kenaikan berat badan ibu hamil dengan berat lahir bayi. Metode:Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan menggunakan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di salah satu PMB Kota Palangka Raya dengan sampel berjumlah 72 responden yang dipilih menggunakan consecutive sampling. Populasi pada penelitian ini yaitu ibu yang telah bersalin di salah satu PMB Kota Palangka Raya periode Januari-Desember 2017. Dilakukan pencatatan data sekunder terhadap pendidikan terakhir,paritas,berat badan ibu pada awal kehamilan trimester I (≤12 minggu), berat badan ibu hamil menjelang persalinan dan berat lahir bayi, kemudian data tersebut dianalisis hubungannya dengan menggunakan uji chi-square. Hasil:Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value=0,000 dan nilai OR=268,750). Jadi, semakin bertambah kenaikan berat badan ibu hamil,maka semakin bertambah pula berat lahir bayi. Kesimpulan:Ada hubungan yang signifikan antara kenaikan berat badan ibu hamil dengan berat lahir bayi. Kata Kunci: Kehamilan, kenaikan berat badan ibu hamil, berat lahir bayi.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN KANKER SERVIKS TERHADAP PENGETAHUAN DAN MINAT MELAKUKAN PEMERIKSAAN IVA PADA WUS DI WILAYAH KELURAHAN SEPINGGAN BALIKPAPAN TAHUN 2017 Ni Nyoman Murti; Faridah Hariyani
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 3 No 2 (2018): Vol. 3 No. 2 November 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.904 KB) | DOI: 10.35963/mmj.v3i2.110

Abstract

Abstract Cancer cases are increasing every year and the costs incurred for cancer treatment are getting bigger so there is a need to prevent cancer prevention, one of them is through IVA examination. Given the importance of examining IVA to detect early cervical cancer in an effort to reduce the incidence and death of cervical cancer. Knowledge is an important factor for generating early detection behaviours. One of the efforts is to increase community knowledge and interest by using counselling. This study uses a quantitative approach. The method used in this study is quasi-experimental or quasi-experimental. The design of this study used a randomized two-group design. This design aims to see the magnitude of the effect of treatment given to the experimental group given health education and the control group given leaflets. The population in this study were all 5,900 women of childbearing age (WUS) who had or had been married as much as 5,900 people. The sampling technique was done by cluster random sampling technique as many as 80 respondents consisting of 40 experimental samples and 40 control samples. The measuring instrument used in this study was a questionnaire to measure the knowledge and interest of mothers in conducting IVA examinations. The statistical test used in this study uses Independent T-Test. The result of the study is that there is a difference in WUS knowledge about cervical cancer in the group given Health Education and the group given the leaflet/brochure is indicated by the p-value of 0,000. There is a difference in the interest of WUS in examining the IVA in the group given Health Education and the group given the leaflet/brochure is indicated by the p-value of 0.000. Keywords: Health Education, IVA Test, Interest Abstrak Kasus penyakit kanker bertambah setiap tahun dan biaya yang ditanggung untuk pengobatan kanker semakin besar sehingga perlu adanya tiondakan pencegahan penyakit kanker salah sarunya melalui pemeriksaan IVA. Mengingat betapa pentingnya pemeriksaan IVA untuk mendeteksi dini untuk kanker serviks dalam upaya menurunkan insiden dan kematian akibat kanker serviks. Pengetahuan merupakan faktor yang penting untuk menimbulkan perilaku deteksi dini.salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan minat masyarakat yaitu dengan menggunakan penyuluhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalan quasi eksperimen atau eksperimen semu. Rancangan penelitian ini menggunakan randomized two group design. Rancangan ini bertujuan untuk melihat besarnya pengaruh perlakuan yang diberikan pada kelompok eksperimen yang diberikan pendidikan kesehatan dan kelompok kontrol yang diberikan leaflet. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita usia subur (WUS) yang sudah atau pernah menikah sebanyak 5.900 orang.Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sebanyak 80 responden terdiri dari 40 sampel eksperimen dan 40 sampel kontrol. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini kuisioner untuk mengukur pengetahuan dan minat ibu melakukan pemeriksaan IVA. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Uji T Independen. Hasil penelitian ada perbedaan Pengetahuan WUS tentang kanker serviks pada kelompok yang diberikan Pendidikan Kesehatan dan kelompok yang diberikan leaflet/brosur ditunjukkan dengan nilai p value 0,000. Ada perbedaan minat WUS melakukan pemeriksaan IVA pada kelompok yang diberikan Pendidikan Kesehatan dan kelompok yang diberikan leaflet/brosur ditunjukkan dengan nilai p value 0.000. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Pemeriksaan IVA , Minat
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III Rahmawati Wahyuni; Azhari Azhari; Nursari Abdul Syukur
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 4 No 1 (2019): Volume 4 No. 1 Mei 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.016 KB) | DOI: 10.35963/midwifery.v4i1.120

Abstract

Abstract Maternal mortality rate in Indonesia is still high enough which is dominated by three main causes of death that is bleeding, preeclampsia, and infection. Maternal Mortality in Samarinda city in 2015 increased by 76 per 100,000 live births. Maternal mortality in Samarinda city, dominated maternal death aged 20-34 years that fall into maternal and maternal death category. One of the causes of maternal death is preeclampsia and one of the causes of preeclampsia in pregnant women is obesity. The purpose of this study to determine the relationship of obesity with preeclampsia in pregnant women trimester II and III in RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda with specified α is 0,05The design of this study is cross sectional, sampling technique with purposive sampling of 39 pregnant women trimester II and III. The results of this study found there is a significant relationship between obesity with preeclampsia in pregnant women trimester II and III (p value = 0.006) with the value of α = 0.05.There is a significant relationship between obesity with preeclampsia in pregnant women trimester II and III in RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda 2018. Keywords : Obesity, Preeclampsia, Pregnant Women trimester II and III Abstrak Angka kematian ibu di Indonesia masih cukup tinggi yang didominasi oleh tiga penyebab utama kematian yaitu perdarahan, preeklampsia, dan infeksi. Kematian ibu di kota Samarinda tahun 2015 meningkat menjadi 76 per 100.000 kelahiran hidup hidup. AKI di kota samarinda, didominasi kematian ibu usia 20-34 tahun yang masuk dalam kategori kematian ibu hamil dan ibu bersalin. Salah satu penyebab kematian ibu adalah preeklampsia dan salah satu penyebab terjadinya preeklampsia pada ibu hamil yaitu obesitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan obesitas dengan preeklampsia pada ibu hamil trimester II dan III di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dengan α yang ditentukan adalah 0,05Desain penelitian ini adalah cross sectional, Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dan responden sebanyak 39 ibu hamil trimester II dan III. Hasil penelitian ini diperoleh terdapat hubungan bermakna antara obesitas dengan preeklampsia pada ibu hamil trimester II dan III (p value=0,006) dengan nilai α=0,05.Terdapat hubungan bermakna antara obesitas dengan preeklampsia pada ibu hamil trimester II dan III di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Tahun 2018. Kata Kunci : Obesitas, preeklampsia, wanita hamil trimester II dan III
PERBANDINGAN PENGARUH METODE PERAWATAN KUNJUNGAN RUMAH DAN MANDIRI TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI IBU MENYUSUI BAYI BERAT LAHIR RENDAH (Suatu Studi Eksperimental di Kota Balikpapan) Ernani Setyawati
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 1 No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.381 KB)

Abstract

Abstrak Menyusui bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan hal yang tidak mudah. Ibu dengan BBLR harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam menyusui sehingga dapat memberikan respon yang positif dalam menghadapi kesulitan menyusui BBLR. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan metode kunjungan rumah dan mandiri dalam upaya meningkatkan kepercayaan diri ibu menyusui BBLR. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan menggunakan rancangan kuasi eksperimental. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling di empat Rumah Sakit dan dua bidan praktik mandiri (BPM) di kota Balikpapan. Pada kelompok kunjungan rumah terpilih 32 subjek, sedangkan pada kelompok perawatan mandiri terpilih 30 subjek. Analisis perbandingan kepercayaan diri sebelum dan setelah perlakuan dengan uji Wilcoxon dan perbandingan beda peningkatan kepercayaan diri pada kedua kelompok dengan uji Mann Whitney menunjukkan bahwa metode kunjungan rumah dan mandiri sama baiknya dalam upaya meningkatkan kepercayaan diri ibu menyusui BBLR. Kata kunci: Kepercayaan diri ibu menyusui BBLR, kunjungan rumah, mandiri Abstract Breastfeeding low birth weight (LBW) babies is not easy. Mother should have high confidence in breastfeeding the infant so she would give positive response in facing the difficulty of breastfeeding LBW. The purpose of this study was to compare the methods of self-care and home visits as the efforts to LBW mothers’ brestfeeding self-efficacy. This study is a comparative analytical study using a quasi experimental design. Sampling with consecutive sampling technique in four hospital and two independent midwife practice at Balikpapan. 32 subject was selected In the visits group, and 30 subjects was selected in the self-care group. Comparative of LBW mothers’ breastfeeding self-efficacy analysis before and after treatment used Wilcoxon test and comparison of increasing LBW mothers’ breastfeeding self-efficacy in both groups used Mann Whitney test. The results showed that home visit method and self-care method are equally good in increasing mothers’ self-efficacy of LBW. Keywords: home visits, mothers’ breastfeeding self-efficacy of LBW, self-care
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU USIA 30 – 55 TAHUN TENTANG KANKER SERVIKS DENGAN MOTIVASI IBU DALAM MELAKUKAN PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI Rt. 08 DESA MANUNGGAL JAYA KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG Dwi Hendriani
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 1 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.232 KB)

Abstract

Abstrak Kanker Serviks merupakan kanker yang terjadi pada serviks atau leher rahim, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim, letaknya antara rahim (uterus) dan liang senggama atau vagina.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan tentang Kanker Serviks dengan motivasi ibu dalam melakukan pemeriksaan PAP Smear. Penelitian ini bersifat Diskriftif Analitik dengan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sempel dilakukan dengan Total Sampiling yang berjumlah 77 Responden. Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan Kuisioner. Teknik Analisa Data Yang digunakan adalah analisi Univariat dengan menggunakan Distribusi Frekuensi dan Analisi Bivariat dengan uji Statistik Chi Square (x2) pada tarafsignifikan ά 5%. Perhitungan statistic dilakukan dengan menggunakan Program SPSS dan penghitungan manual menggunakan rumus Chi Square (x2). Dan hasil penelitian ini terdapat 35 responden memiliki pengetahuan baik (45%), namun terdapat 40 responden (52%) yang Termotivasi dalam melakukan pemeriksaan PAP Smear. Dan 42 responden memiliki pengetahuan Kurang (55%) dan terdapat 37 responden yang tidak Termotivasi dalam melakukan pemeriksaan PAP Smear (48%). Dari hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan tentang kanker serviks dengan motivasi ibu dalam melakukan pemeriksaan PAP Smear (nilai X2hitung = 26.237> X2tabel = 3,84 Pvalue 0,000). AbstractCervical cancer is cancer that occurs in the cervix or uterus, an area in which the female reproductive organ is the entrance to the uterus, it is located between the womb (uterus) and hole intercourse or vagina .. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship of knowledge about Cervical Cancer with maternal motivation to perform the examination PAP smear. This study is Diskriftif analytic cross sectional design. Sempel making do with Total Sampiling which amounted to 77 respondents. Data Collection Techniques conducted by questionnaire. Data Analysis Techniques Used is Univariate analysis using Frequency Distribution and Analysis Statistics Bivariat with Chi Square test (x2) on tarafsignifikan ά 5%. Statistical calculations done using SPSS program and manual counting using Chi Square formula (x2). And the results of this research are 35 respondents have good knowledge (45%), but there were 40 respondents (52%) are motivated to perform the examination PAP smear. And 42 respondents have less knowledge (55%) and there were 37 respondents who are not motivated to perform the examination PAP smear (48%). The results showed there is a significant relationship between knowledge about cervical cancer with maternal motivation in examinations PAP Smear (X2hitung value = 26,237> 0,000 pvalue X2tabel = 3.84).
HUBUNGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN INTRA UTERINE FETAL DEATH (IUFD ) DI RUANG VK RSUD. ABDUL WAHAB SYAHRANIE SAMARINDA TAHUN 2016 fauziah fauziah fauziah
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 2 No 1 (2017): Volume II No. 1 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.631 KB)

Abstract

Abstract Intrauterine Fetal Death (IUFD) is the death of the fetus while stil in the womb. The incidence of IUFD in the world approximately reaches the number of 2,14 – 3,82 million cases. From the national health statistic data, there are 7,6 million cases of perinatal death and 57% of that comes from IUFD. Around 98% of perinatal deaths happened in the developing countries which includes Indonesia. There are several factors which can contribute to IUFD, such as: maternal factor, fetal factor, and abnormality of umbilical cord factor (including placenta). IUFD can be prevented by correcting either lack of nutrition or excess nutrition in pregnant women regarding with the recommended daily allowance for pregnant women per day. This research’s aim is to study and explain the correlation of Pregnant Women Nutritional Status with the incidence of Intrauterine Fetal Death (IUFD) in maternity ward of Abdul Wahab Sjahranie Hospital in Samarinda 2016. The population is all 73 of pregnant women registered in Abdul Wahab Sjahranie Hospital in Samarinda in the month of January - April 2016 by using quota sampling method. Instrument used is the checklist. Data analysis was done by using univariat analysis of frequency distribution, bivariat by chi square. From 73 pregnant women (100%), there are 39,7% with Severe Nutritional Status who experienced IUFD and only 20,5% didn’t experience IUFD. From 60,3% pregnanti women with Good Nutritional Status, there are 11% who experienced IUFD while the rest 49,3% did not have IUFD. The result of chi square (x2) and Odd Ratio (OR), we got p vaue = 0,006 and OR (Odd Ratio) = 4,821 with deviance degree to population (ᾀ) of 5% (0,05). From this, we can conclude hat p value = 0,006 < ᾀ = 0,05. Thus, Ho is rejected which means that there is correlation between nutritional status of pregnant women with Intrauterine Fetal Death (IUFD). There is correlation between severe nutritional status of pregnant women with increasing incidence of IUFD as much as 5 times bigger than pregnant women with good nutritional status. For health care department to increase socialization, planned, organized and continuous. Information about the importance of nutrition in pregnant women to decrease the risk of IUFD incidence Key words: Nutritional Status, IUFD Abstrak Intra Uterine Fetal Death (IUFD) merupakan kematian janin. Angka insidensi kematian janin di dunia diperkirakan mencapai rentang 2,14 – 3,82 juta jiwa.Dari data pusat statistik kesehatan nasional diperkirakan 7,6 juta dari kematian perinatal 57% diantaranya merupakan IUFD. Sekitar 98% kematian perinatal terjadi di negara berkembang salah satunya Indonesia, ada beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian IUFD yaitu faktor ibu, faktor janin dan faktor kelainan tali pusat (termasuk plasenta). IUFD dapat dicegah salah satunya adalah status gizi ibu hamil yang tidak mencukupi atau bahkan melebihi dari jumlah gizi yang seharusnya dikonsumsi. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari dan menjelaskan hubungan Status Gizi Ibu Hamil dengan Kejadian Intra Uterine Fetal Death (IUFD) di Ruang VK RSUD. Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Tahun2016. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang terdaftar di RSUD.Abdul Wahab Sjahranie tahun 2016pada bulan Januari – April 2016 sebanyak 73 orang menggunakan quota sampling. Instrument yang digunakan adalah checklist. Analisis data menggunakan analisis univariat distribusi frekuensi, bivariat dengan chi square. Hasil dari 73 orang (100%) ibu hamil dengan kategori Status Gizi Buruk 39,7%, yang mengalami IUFD sebanyak 20,5% dan yang tidak mengalami IUFD 19,2%. Kategori Status Gizi Baik 60,3%dengan IUFD 11% dan yang tidak IUFD 49,3%, hasil Chai Square (x2) dan Odd Ratio (OR) didapat P value = 0,006 dan Odd Ratio (OR) = 4,821 dengan derajat penyimpangan terhadap populasi (α) sebesar 5% (0,05), dapat disimpulkan bahwa P value = 0,006 < α = 0,05 maka Ho ditolak yang berarti ada hubungan antara status gizi ibu hamil dengan kejadian intra uterine fetal death (IUFD). Kesimpulan bahwa ibu hamil dengan status gizi buruk dapat mengalami IUFD 5 kali lebih besar dibandingkan ibu hamil dengan status gizi baik. Saran bagi instansi dan institusi kesehatan untuk meningkatkan sosialisasi, informasi yang terencana, terarah dan berkesinambungan tentang pentingnya gizi pada ibu hamil untuk menurunkan resiko kejadian IUFD. Kata Kunci : Status Gizi, IUFD

Page 4 of 10 | Total Record : 93