cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian2011@live.com
Phone
-
Journal Mail Official
hadrian2011@live.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Human Care Journal
ISSN : 26855798     EISSN : 2528665X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Human Care akan menerbitkan artikel tentang, keperawatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapy, farmacologi dan analis kesehatan, ilmu kedokteran jurnal ini akan terbit 3 kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober, jurnal Human Care diterbitkan oleh Stikes Fort De Kock bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan dan organisasi peneliti kesehatan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016): Human Care Journal" : 5 Documents clear
DUKUNGAN KELUARGA, SPRITUAL, MOTIVASI DENGAN KONDISI PSIKOLOGIS REMAJA PENGGUNA NARKOBA DI KOTA PAYAKUMBUH khairul abbas
HUMAN CARE JOURNAL Vol 1, No 1 (2016): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.921 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v1i1.31

Abstract

ABSTRACTPhenomena teenagers drug use now is often in find in social media. During undergo rehabilitation, junkies are often stress and depressed. Based on it, it would be better implanted attitude unyielding. The purpose of research to know whether there was an association family encouragement, spiritual, motivation with the psychological state of teenagers junkies in Lapas City Payakumbuh 2016.           Research conducted in Lapas City Payakumbuh in February 2016. The methodology descriptive analytic to technique the sample accidental sampling use. The number of the sample sample about 36.  Research results obtained respondents own support the bad 12 (33,3%), support spiritual bad 13 (36,1%), motivation bad 10 (27,8%), the psychological state mal adaptive 11 (30,6%). No relation support family psychological state of p=1,000. No relation to support spiritual psychological state of p=0,475. There is a psychological motivation with its worth p=0,039 and OR=6,300. Based on thing over, concluded that there is a psychological motivation the teen drug users in lapas class iib city payakumbuh years 2016.          Key Words : Family, Spiritual, Motivation, Psychological. ABSTRAKFenomena remaja penggunaan narkoba sekarang ini sering di jumpai di media sosial. Selama menjalani rehabilitasi, para pecandu seringkali stres dan tertekan. Berdasarkan hal tersebut, akan lebih baik ditanamkan sikap pantang menyerah. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan dukungan keluarga, spritual, motivasi dengan kondisi psikologis remaja pengguna narkoba di Lapas Kota Payakumbuh tahun 2016.Penelitian dilakukan di Lapas Kota Payakumbuh pada bulan Februari 2016. Metode penelitian deskriptif analitik dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 36 sampel. Hasil penelitian didapatkan responden memiliki dukungan keluarga buruk 12 (33,3%), dukungan spritual buruk 13 (36,1%), motivasi buruk 10 (27,8%), kondisi psikologis mal adaptif 11 (30,6%). Tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan kondisi psikologis dengan nilai p=1,000. Tidak ada hubungan dukungan spritual dengan kondisi psikologis dengan nilai p=0,475. Ada hubungan motivasi dengan kondisi psikologis dengan nilai p=0,039 dan OR=6,300. Berdasarkan hal di atas, disimpulkan bahwa ada hubungan motivasi dengan kondisi psikologis remaja pengguna narkoba di Lapas Kota Payakumbuh tahun 2016. Kata Kunci  : Keluarga, Spritual, Motivasi, Psikologis.
EFEKTIVITAS LATIHAN FISIK INTRA DIALISIS TERHADAP KADAR KREATININ PASIEN HEMODIALISA lisavina juwita; Lilia Febrita; Yelmi Reni Putri
HUMAN CARE JOURNAL Vol 1, No 1 (2016): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.11 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v1i1.64

Abstract

Hemodialysis patients kidney failure often experience muscle cramps caused by lack of activity so that it can increase the levels of creatinin. The intra physical exercise was defined as the activity of dialysis proposed at hemodialisa done. This research aims to know the effectiveness of physical exercises intra dialysis to the levels of creatinin in patients undergoing hemodialisa. Design research is quasi experiment with the design of two group pre test – post test. This research has been conducted in March 2016 to all chronic renal failure patients undergoing hemodialisa in Achmad Mochtar Hospital. The population in this study as many as 71 people per month and this research with 18 samples. The data collected is treated with T test. Research showed data average levels of creatinin (16.53) before and after (2,86) undergo with physical exercises intra dyalisis and average levels of creatinin before (16,63) and after (7,16) undergo without physical exercises Intra dyalisis. There is the effectiveness of physical exercise in patients undergoing hemodialisa with p value = 0,000. Suggestions for hemodialisa nurses in Achmad Mochtar Hospital to aplly of physical exercise in patients undergoing hemodialysis.Keywords: hemodialysis;creatinin; exercise; physical; intra dialysis Abstrak      Penderita gagal ginjal sering merasakan kram otot disebabkan peningkatan kreatinin dalam darah. Latihan fisik intra dialisis adalah aktivitas fisik yang dilakukan pada saat hemodialisa berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan fisik intra dialisis terhadap kadar kreatinin pada pasien yang menjalani hemodialisa. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan two group pre test-post test. Penelitian ini dilakukan di bulan Maret 2016 pada seluruh pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di Ruangan Hemodialisa RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 71 orang dengan sampel sebanyak 18 orang. Data yang terkumpul diolah dengan uji T test. Hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar kreatinin yaitu sebelum (16,53) dan sesudah (2,86) menjalani HD dengan latihan fisik Intra Dialisis dan Rata-rata kadar kreatinin yaitu sebelum (16,63) dan sesudah (7,16) menjalani HD tanpa latihan fisik Intra Dialisis. Terdapat efektifitas latihan fisik sebelum pemeriksaan HD pada pasien yang menjalani hemodialisa dengan dengan p value= 0,000. Berdasarkan temuan ini disarankan bagi perawat hemodialisa agar dapat melakukan latihan fisik pada pasien yang menjalani hemodialisis.Kata kunci: hemodialisis; kreatinin; latihan; fisik; intra dialysis 
HUBUNGAN PERAN PERAWAT DAN SARANA DAN PRASARANA DENGAN KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT DI PUSKESMAS (PERKESMAS) DI PUSKESMAS LUBUK TAROK KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN 2016 yenni yenni
HUMAN CARE JOURNAL Vol 1, No 1 (2016): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.856 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v1i1.20

Abstract

Community Health Nursing (PERKESMAS) is about scope with unification with nursing and public health with support active. This activities kinds of promotion and preventif in a manner of continuty without disregard service currative and rehabilitative all of and integrated. Direction for individually, family, human and publik the first of unity whole from the proses of nursing. Based on the first study at Puskesmas Lubuk Tarok, it’s knew that strata of outonomy family is KM II 96 KK (66,2%), and KM III is 49 KK (33,8%). The purpose of observeris for know related roles of nurse,tool and infrastructure with outonomy family it do at Puskesmas Lubuk Tarok district Sijunjung regency at 2016. This reseach the kind of deskriptive and analitic to approach cross sectional study, the methode chi-square. The way of sample with use simple random sampling. The reseach of population about 171 KK and sample 63 peoples. The tool of using is quiz and checklist. The product reseach can be role of nursing PERKESMAS minus (60,3%), the tools and infrastructure PERKESMAS is not enough from (85,70%), and level the family low (68,3%). Based on chi-square can be related about role of nurse the higher level family the value (p = 0,025). Kind of tools and infrastructure with level higher family with value (p = 0,023). So the value is p < ɑ (0,005). So, can make summary related based on role of nurses and tools and infrastructure PERKESMAS  with level higher family in this program PERKESMAS.The for it is can summary responden can make message healthy from nurses of PERKESMAS in our daily life and useful for nursing and healthy.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK DI DALAM RUMAH DI KELURAHAN TAROK athanmika, dina
HUMAN CARE JOURNAL Vol 1, No 1 (2016): Human Care Journal
Publisher : STIKes Fort De Kock Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.034 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v1i1.163

Abstract

Merokok adalah perilaku penggunaan .Wabah tembakau atau rokok telah meracuni dan membunuh 4 juta penduduk dunia setiap tahunnya.  Berdasarkan laporan WHO tahun 2008 ditemukan 24,1% remaja pria Indonesia adalah perokok. Konsumsi rokok di Indonesia meningkat lebih cepat dibandingkan negara-negara lain. Pada kelompok umur 10-14 tahun, jumlah perokok meningkat dari 0.3% menjadi 1.4% dalam kurun waktu 18 tahun (1995-2013), dan pada kelompok umur 15-19 tahun terjadi peningkatan dari 7,1% ke 18,3%.  Hasil Riskesdas 2013, menunjukkan bahwa terdapat 30,3% perokok aktif di Sumatera Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok didalam rumah Kelurahan Tarok Kecamatan Payakumbuh Utara Tahun 2014.Penelitian menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga  perokok yang berada di Kelurahan Tarok Kecamatan Payakumbuh   Utara   dengan   jumlah   sampel   162   responden   dan   dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat (Uji Chi-Square).Hasil analisis univariat didapatkan sebagian besar (89,5 %)  responden mempunyai perilaku merokok, 62,3% responden memiliki sikap negatif, terdapat 51,2% responden memiliki perceive behavioral yang tinggi, dan 56,8 % responden memiliki peran ibu rumah tangga yang tidak optimal. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran ibu rumah tangga (p = 0,032 ; OR = 3,6), tidak ada hubungan sikap (p = 0,958 ; OR =1,18) dan perceive behavioral (p = 0,152 ; OR = 2,5) dengan perilaku merokok didalam rumah.penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan peran ibu rumah tangga terhadap perilaku merokok. menjalin kerjasama dengan tokoh masyarakat   dalam memberikan informasi dan pengetahuan kepada warga berupa penyuluhan kesehatan tentang merokok agar dapat menghentikan kebisaan merokok didalam rumah.
PENGARUH REMINISCENCE THERAPY TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRESS PADA LANSIA Imelda Rahmayunia Kartika
HUMAN CARE JOURNAL Vol 1, No 1 (2016): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.622 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v1i1.32

Abstract

ABSTRAKStress pada lansia adalah perasaan tertekan, cemas dan tegang yang diakibatkan oleh stressor berupa perubahan fisik, mental, dan sosial lansia yang mempengaruhi status emosional dan dapat menimbulkan penyakit. Pengelolaan stress lansia dapat dilakukan dengan Reminiscence Therapy yang menggunakan memori dan kenangan masa lalu untuk menjaga kesehatan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Reminiscence Therapy terhadap stress pada lansia. Desain pada penelitian ini adalah quasi-experiment dengan rancangan penelitian one grup pre-test dan pos-test, dengan populasi 35 lansia, sampel terdiri dari 20 lansia yang dipilih secara purposive sampling dan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Depression Anxiety and Stress Scale (DASS). Hasil analisis uji dependen sampel t-test dengan tingkat kemaknaan 95% menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari Reminiscence Therapy terhadap stress pada lansia, dibuktikan dengan nilai rata-rata tingkat stress sebelum intervensi 22.25 poin dan setelah dilakukan intervensi berubah menjadi 16,60 poin, berdasarkan analisis wilcoxon didapatkan p value 0,000. Kegiatan bercerita kenangan masa lalu dapat membantu lansia berinteraksi dan mengungkapkan perasaan kepada keluarga dan teman sehingga lansia mampu beradaptasi terhadap stress. Kata kunci : Lansia, stress, Reminiscence Therapy ABSTRACT Stress on elderly is feeling of distress anxious and straining caused by stressor of change in physical, mental, and social status of elderly condition. This will affects emotional and can make some disease for them. Management stress of elderly can be done by using Reminiscence Therapy. This therapy uses memory to maintain the health of elderly. The aims of this study wasto understand the influence of reminiscence therapy to the level of  stress in elderly. The design of this study was quasi-experiment using one group pre-test and pos-test, with a population of 35 elderly, sample consisting of 20 elderly who were selected by purposive sampling. The data collection was carried out by using depression anxiety and stress scale (DASS). The results of the analysis test using dependent sample t-test with a significant level by 95 % suggests that there was an influence of reminiscence therapy into the level of stress on elderly. It evidenced by the average value level of stress before intervention was 22.25 point and after conducted intervention turned into 16,60 point, based on analysis of the wilcoxon method, obtained p value 0,000. Storytelling memories and activities that tells the memories of the past can help elderly people to interact and express their feelings to family and friends so that the elderly are able to adapt to stress.  Keywords : Elderly, Stress, Reminiscence Therapy  

Page 1 of 1 | Total Record : 5