cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Teknologi Industri
ISSN : 2085580X     EISSN : 26144069     DOI : -
Jurnal Penelitian Teknologi Industri (JPTI), adalah jurnal ilmiah yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan pengembangan, tinjauan ilmiah, paket ilmiah dan kajian dalam bidang kimia proses dan teknologi yang dilakukan oleh para peneliti/perekayasa baik yang berasal dari Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado maupun instansi lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 6, No. 2 Desember Tahun 2014" : 6 Documents clear
PENGARUH JUMLAH TEPUNG KANJI PADA PEMBUATAN BRIKET ARANG TEMPURUNG PALA Petrus Patandung
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 6, No. 2 Desember Tahun 2014
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.386 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v6i2.3195

Abstract

Penelitian pembuatan briket arang tempurung pala telah dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah tepung kanji terhadap mutu briket yg dihasilkan, sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar. Briket dibuat menggunakan arang tempurung pala dengan perekat tepung kanji sebanyak 2; 2,5; 3; 3,5 dan 4%, dan tekanan 150 kg/cm2. Dari penelitian ini diperoleh bahwa arang tempurung pala dapat diolah menjadi briket. Briket yang dihasilkan mempunyai kisaran kadar air sebesar 6,11-6,50%, bagian yang hilang pada pemanasan suhu 950 °C sebesar 14,20-14,80%, kadar abu sebesar 5,45-5,94%, dan nilai kalori sebesar 5.047,27-5.219,00 kal/g.Kata kunci: briket, tempurung pala, kanji, nilai kalori.
IDENTIFIKASI SIFAT FISIKO KIMIA MINYAK PALA DARATAN DAN KEPULAUAN DI SULAWESI UTARA Hilda Kaseke; Doly Prima Silaban
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 6, No. 2 Desember Tahun 2014
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.352 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v6i2.3190

Abstract

Luas areal dan produksi pala di kepulauan di Sulawesi Utara paling banyak terdapat dikepulauan Sitaro, Talaud dan Sangihe dan untuk daratan di kabupaten Minahasa Utara,Minahasa dan Minahasa Tenggara. Pala yang dihasilkan dari kepulauan dan daratan yang adadi Sulawesi Utara umumnya diperdagangkan dalam bentuk biji dan fuli. Untuk mendapatkanmutu minyak pala yang baik dipengaruhi oleh jenis pala, agroklimat lokasi penanaman, umurpanen dan teknik penyulingan dalam mendapat minyak pala. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui rendemen minyak pala serta mengidentifikasi sifat fisiko kimia dari minyak palakepulauan dan daratan di Sulawesi Utara. Penelitian menggunakan metode deskriptif dandilakukan dalam 2 tahap yaitu menyuling pala untuk mendapatkan minyaknya dan minyak hasilpenyulingan diidentifikasi sifat fisiko kimianya. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemenminyak pala kepulauan berkisar 4,89-5,11% dan pala daratan 4,08-5,01%. Komponen kimia α-pinen, β-pinen, limonene, linolool, miristisin pada minyak pala daratan dan kepulauan diSulawesi Utara memiliki presentase yang berbeda. Kadar miristisin dari minyak pala yang adadi Sulawesi Utara kepulauan berkisar 13,43-16,75% dan daratan berkisar 11,52-13,54%. Kadarmiristisin tersebut lebih tinggi dari yang dipersyaratkan SNI 06-238-2006 yaitu minimal 10%.Kata kunci : minyak pala, miristin, fisiko kimia
TEPUNG KELAPA SEBAGAI SUBSTITUEN PARSIAL DALAM PEMBUATAN WHITE BREAD Nova P Kumolontang
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 6, No. 2 Desember Tahun 2014
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.306 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v6i2.3196

Abstract

Tepung kelapa merupakan hasil proses dari daging kelapa, mengandung lemak, protein dan serat. Tepung yang mengandung serat dapat diolah menjadi makanan fungsional seperti pada substitusi composite flour menjadi white bread. Tujuan penelitian ini adalah mencari formula campuran tepung terigu dengan tepung kelapa dalam pembuatan “white bread” yang berkwalitas dan dapat digunakan sebagai pangan fungsional serta memenuhi selera konsumen. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode deskriptif dengan perlakuan pengunaan tepung kelapa 0, 5, 10, 15, 20, dan 25%. Analisis dilakukan secara kwantitatif dalam bentuk tabelaris. Dari hasil penelitian yang dilakukan ternyata daya kembang roti tawar yang baik diperoleh dari penggunaan 10% dan 15% tepung kelapa. Hasil analisis komposisi kimia roti tawar menunjukkan bahwa kadar air 31,29-32,75, lemak 5,76-9,16, protein 8,32-8,96, karbohidrat 36,64-42,16 dan serat kasar 0,81-1,79. Semakin tinggi konsentrasi tepung kelapa terjadi penurunan kadar karbohidrat, sedangkan kadar lemak, kadar serat dan kadar protein cenderung mengalami peningkatan. Dari pengujian organoleptik terhadap rasa, bau, warna, penampakan dan tekstur ternyata roti tawar yang dihasilkan disukai panelis.Kata kunci : Tepung kelapa, roti tawar
PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN SARI BUAH SIRSAK TERHADAP MUTU KEMBANG GULA KERAS Fetty Indriaty
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 6, No. 2 Desember Tahun 2014
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.853 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v6i2.3191

Abstract

Buah sirsak banyak terdapat di Indonesia tetapi mempunyai daya simpan yang singkat atau cepat rusak. Salah satu usaha untuk pemanfaatan buah sirsak yaitu dengan mengolahnya menjadi kembang gula keras. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kembang gula keras yang disukai panelis dengan penambahan beberapa konsentrasi sari buah sirsak. Penelitian menggunakan metode percobaan dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan jumlah sari buah sirsak 0%, 20%,25%, 30%, dan 35%. Pengamatan dilakukan terhadap mutu kembang gula keras sirsak sesuai persyaratan mutu kembang gula keras SNI 3547.1:2008, yang meliputi kadar air, kadar sakarosa, kadar gula reduksi, kadar abu, vitamin C, dan uji organoleptik menggunakan metode skala hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan variasi penambahan sari buah sirsak pada kembang gula keras berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar gula reduksi, tingkat kesukaan terhadap rasa, warna, tekstur, dan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar sakarosa dari kembang gula keras secara organoleptik rasa, warna, dan tekstur kembang gula keras disukai oleh panelis. Kembang gula keras dengan penambahan sari buah sirsak memenuhi syarat mutu SNI 3547.1:2008 untuk parameter kadar air, kadar sakarosa, kadar gula reduksi, kadar abu.Kata kunci: kembang gula keras, sari sirsak
PENGARUH KONSENTRASI ASAM SULFAT DAN WAKTU HIDROLISIS TERHADAP KADAR ETANOL LIMBAH SERAT RUMBIASAGU (Metroxylon Sp) DAN SERAT SAGU BARUK(Arenga microcarpa) Sjamsiwarni R Sjarif
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 6, No. 2 Desember Tahun 2014
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.001 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v6i2.3192

Abstract

Ampas sagu merupakan limbah yang dihasilkan dari pengolahan sagu terdiri dari serat-serat empelur, kaya akan karbohidrat dan bahan organik lainnya. Pemanfaatan limbah sagu masih terbatas dan biasanya dibuang begitu saja. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah serat sagu baruk dan sagu rumbia menjadi etanol dengan menggunakan metode deskriptif dilakukan dengan tiga tahap, yaitu: tahap pertama persiapan bahan baku dengan pengeringan, penggilingan dan pengayakan 4 dan 40 mesh. Tahap kedua hidrolisis dengan asam sulfat 0,5 : 1,0 dan 1,5 N waktu hidrolisa 2, 3 dan 4 jam pada temperatur 121 °C dengan autoclave dan fermentasi dengan ragi roti 3% selama 24 jam. Tahap ketiga destilasi alkohol. Pengamatan terlebih dahulu dilakukan terhadap kadar karbohidrat dan kadar gula bahan baku serat sagu baruk dan sagu rumbia, volume larutan hasil hidrolisis, kadar gula larutan hasil hidrolisis, volume destilat(etanol) dan kadar etanol. Hasil uji bahan baku menunjukkan kadar karbohidrat serat/ampas sagu baruk berkisar antara 41,22-49,18% dan sagu rumbia 52,78-62,85%. Kandungan gula yakni 1,91-3,19% untuk serat/ampas sagu baruk dan 1,28-3,19% serat/ampas sagu rumbia. Hasil penelitian menunjukkan kadar gula tertinggi terdapat pada serat/ampas sagu rumbia dengan perlakuan penambahan asam sulfat 1,5 N dan waktu hidrolisis 3 jam yakni 13,90%. Kadar etanol tertinggi juga diperoleh pada hasil fermentasi serat sagu rumbia yang diperlakukan dengan penambahan asam sulfat 1,0 N dan waktu hirolisa 3 jam hidrolisis 13,60%. Limbah pengolahan pati sagu dari tanaman sagu (baruk dan rumbia) berupa serat/ampas dapat diolah menjadi etanol melalui proses hidrolisis asam sulfat konsentrasi rendah dengan pemanasan bertekanan.Kata kunci : limbah serat sagu, etanol
Cover JPTI Vol. 6 No. 2 Desember 2014 Tampinongkol, Meity
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 6, No. 2 Desember Tahun 2014
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.598 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v6i2.4784

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 6