cover
Contact Name
Azizatul Hamidiyah
Contact Email
azizatulhamidiyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaloksitosin@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Published by Universitas Ibrahimy
ISSN : 23549653     EISSN : 25976524     DOI : -
Core Subject : Health,
Oksitosin : Jurnal Imiah Kebidanan terbit secara berkala dua kali setahun yaitu Bulan Februari dan Agustus. Redaksi mengundang Akademisi, Dosen dan Praktisi menyumbangkan artikelnya, baik berupa hasil penelitian lapangan ataupun literature review sesuai dengan disiplin ilmu dan ketentuan jurnal Kami. Scope disiplin ilmu meliputi : Kebidanan, Kesehatan Ibu dan Anak, Kesehatan Masyarakat, Pelayanan Kesehatan dan Kebidanan, dan Obstetri Ginekologi.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
FAKTOR DETERMINAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI Lucky Lutfiana Romadhina
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2014): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.242 KB)

Abstract

Infant Mortality Rate (IMR) 2007 in Indonesia still high at 35 per 1000 live births. One effort to reduce IMR is early initiation of breastfeeding (EIB) implementation as an effort to increase the success of exclusive breastfeeding. There are several factors of EIB implementation are the determinant factor predisposing, enabling, and reinforcing. The purpose of this research is to study some of the determining factors of EIB implementation for two months in the mother birth in two private practice midwifein Situbondo. This research used a qualitative approach for 10 mothers. The collection of data through observation and in-depth interviews. The results showed that most mothers can practice EIB implementation with help of professional midwives. Keywords: EIB Implementation, IMR, Qualitative ABSTRAK Angka Kematian Bayi (AKB) tahun 2007 di Indonesia masih tinggi yaitu sebesar 35 per 1000 kelahiran hidup. Salah satu upaya untuk mengurangi AKB adalah dengan pelaksanaan iniasiasi menyusui dini (IMD) sebagai upaya meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif. Terdapat beberapa faktor determinan dalam pelaksanaan IMD yaitu faktor predisposisi, pemungkin dan penguat . Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari beberapa faktor determinan pada pelaksanaan IMD selama duabulan pada ibu melahirkan di dua BPS di Kabupaten Situbondo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif pada 10 ibu. Pengumpulan data dengan observasi dan interview mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian ibu dapat melakukan praktik IMD dengan bantuan profesionalisme bidan. Kata kunci : Pelaksanaan IMD, AKB, Kualitatif
PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR DENGAN KEPATUHAN BEROBAT TB PARU Dwi Herman Susilo
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2014): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.938 KB)

Abstract

Pulmonary tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium (Mycobakterium Tuberculosis), most of the TB germs attack the lungs, but can also invade other organs. This research aims to determine the relation between pulmonary tuberculosis knowledge of fer t ile age women with adherence of pulmonary TB treatment in Arjasa health community center. The design of this research is correlational analysis design with cross-sectional. The population in this research were all o f fert ile age women with pulmonary tuberculosis history in health community center. Data round up in this research using a total sampling that fert ile age women is 30. Techniques of data collection using questionnaire and checklist specifically for knowledge about pulmonary TB disease and TB treatment adherence . Data analysis was performed using chi - square statistical test. The results of data analysis showed sig = 0.00 < 0.05 , which means that H0 is rejected and Ha is accepted that there are relation between knowledge of fertile age women with adherence of pulmonary TB treatment. Keywords : Knowledge , Adherence of TB treatment, Fertile age women ABSTRAK Tuberkulosis (TB) paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium (Mycobakterium Tuberculusis), sebagian besar kuman TB menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan wanita usia subur tentang penyakit tuberkulosis paru dengan kepatuhan pengobatan TB paru di Puskesmas Arjasa Situbondo. Desain penelitian ini adalah analitik korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita usia subur dengan riwayat TB paru di puskesmas. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu 30 wanita usia subur. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan checklist khusus untuk pengetahuan tentang penyakit TB paru dan kepatuhan pengobatan TB. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil analisis data menunjukkan nilai sig = 0,00<0,05, artinya H0 ditolak dan Ha diterima sehingga ada hubungan pengetahuan wanita usia subur tentang penyakit TB dengan kepatuhan pegobatan TB paru. Kata kunci: Pengetahuan, Kepatuhan Obat TB Paru, Wanita usia subur
PERILAKU SANTRI MENJAGA KEBERSIHAN ORGAN GENITAL EKSTERNA DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN Azizatul Hamidiyah; Nur Hasanah; Iin Puspita Sari
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2014): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.013 KB)

Abstract

The most problem of reproduction health and often be complained is vaginal discharge. Vaginal discharge can occur in normal (physiological) and abnormal (pathological). Based on preliminary studies it was found that 30 of 40 santri ma'had aly have pathology vaginal discharge. Vaginal discharge can be caused by many factors, one of them is behavior maintaining hygiene of external genital organs. The aims of this research is to know relation between santri’s behavior maintaining hygiene of external genital organ and vaginal discharge cases in Ma’had Aly Dormitory on year 2013. The result of Chi-square test showed there is not relations between santri’s behavior maintaining hygiene of external genital organs and vaginal discharge cases in Ma’had Aly Dormitory. Keywords:Vaginal Discharge, Reproduction Health, Santri’s Behavior, Statistical Chi-squareTest ABSTRAK Masalah kesehatan reproduksi yang paling banyak dialami dan sering dikeluhkan adalah keputihan. Keputihan dapat terjadi secara normal (fisiologis) dan abnormal (patologis). Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan bahwa 30 dari 40 santri ma'had aly mengalami keputihan patologis. Keputihan dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya perilaku menjaga kebersihan organ genitalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku santri menjaga kebersihan organ genital dengan kejadian keputihan di asrama Ma’had Aly pada tahun 2013. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan tidak ada hubungan antara perilaku santri dalam menjaga kebersihan organ genital dengan kejadian keputihan di asrama Ma’had Aly. Kata kunci : Keputihan, Kesehatan reproduksi, Perilaku Santri, Uji Statistik Chi-square
KELENGKAPAN PENGISIAN BUKU KIA Rindy Antika
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2014): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.618 KB)

Abstract

Charging books maternal and child health ( MCH ) incomplete give effect unobserved MCH and not carrying state of the mother and child from a pregnant mother to childbirth and baby. The purpose of this study was to determine of descriptive KIA books filling in IHC Ceria Perante Village Subdistrict Asembagus Situbondo . The study design is descriptive with a population of books KIA toddlers aged 2-5 years in IHC Ceria perante Asembagus Situbondo district . By the time this study grouped in cross- sectional studies . Data collection techniques using simple random sampling technique 61 MCH handbook . The results showed that the lot is filled by officers only items directly related to the examination so that the need for improved communication, information and motivation of personnel to provide services and information about the importance of KIA books filling. Keywords: Book of MHC, MHC books filling, IHC ABSTRAK Pengisian buku kesehatan ibu dan anak (KIA) yang tidak lengkap memberikan dampak tidak terpantaunya KIA serta tidak tercatatnya keadaan ibu dan anak sejak ibu hamil sampai masa nifas dan bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kelengkapan pengisian buku KIA di Posyandu Ceria Desa Perante Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo.Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan populasi buku KIA anak balita usia 2-5 tahun di posyandu ceria desa perante kecamatan asembagus kabupaten situbondo. Berdasarkan waktunya penelitian ini dikelompokkan dalan penelitian cross-sectional. Teknik pengumpulan data menggunakan simpel random sampling yang berjumlah 61 Buku KIA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang banyak diisi oleh petugas adalah hanya item yang berhubungan dengan pemeriksaan secara langsung.Sehingga perlunya ditingkatkan komunikasi, informasi dan motivasi dari petugas dalam memberikan pelayanan dan penyuluhan tentang pentingnya pengisian buku KIA secara lengkap. Kata kunci : Buku KIA, Pengisian buku KIA, Posyandu.
PERBEDAAN BERAT BADAN BAYI USIA 0-6 BULAN YANG DIBERI TERAPI PIJAT BAYI Dwi Herman Susilo
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 1 No. 2 (2014): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.336 KB)

Abstract

Lack of stimulation given to the baby will exacerbate growth retardation in infants. A lot of research show that babies need stimulation to help the baby in the adaptation to the new environment. The purpose of the study to determine the effect of infant massage on weight gain in infants aged 0-6 months Banyuputih Community Health Center in 2014. Kind of research experiment, using a cohort study design, the entire population of infants aged 0-6 months with KMS status below the red lines in the work area Banyuputih Community Health Center for 12 babies, technique sampling used non-probability sampling, and data analysis used the Fisher exact test. The results showed that infants who massaged in accordance with SOP amounted to 2 babies and babies are not massaged in accordance with the SOP of 10 babies. Fisher's exact test results obtained with sig exact value (one-tailed) = 0.015 and the exact sig (2-tailed) = 0.015 and the value <significance level ( α = 0.05). Keywords: Baby Massage, Baby Body Weight, Baby Age 0-6 Month ABSTRAK Kurangnya rangsangan yang diberikan kepada bayi akan memperparah keterlambatan pertumbuhan pada bayi. Banyak riset menunjukkan bahwa bayi membutuhkan rangsangan untuk membantu bayi dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan barunya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Banyuputih tahun 2014. Jenis penelitian pre eksperimen, desain penelitian menggunakan cohort, populasi seluruh bayi usia 0-6 bulan dengan status KMS di bawah garis merah di wilayah kerja Puskesmas Banyuputih sebesar 12 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling, dan analisa data menggunakan uji fisher exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi yang dipijat sesuai dengan SOP berjumlah 2 orang dan yang tidak dipijat sesuai dengan SOP berjumlah 10 orang. Hasil uji fisher exact didapat ada pengaruh pijat bayi dengan nilai exact sig (1 tailed) = 0,015 dan exact sig (2 tailed) = 0,015 dan nilai tersebut < taraf signifikan (α = 0,05). Kata kunci : Pijat bayi, Berat badan Bayi, Bayi Usia 0-6 Bulan
BEDA KENAIKAN KADAR HEMOGLOBIN MELALUI INTERVENSI MADU PADA REMAJA PUTERI Supratiknyo Supratiknyo
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 1 No. 2 (2014): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.752 KB)

Abstract

Women have a higher risk of developing anemia , especially in adolescence . Anemia give affect to decreased growth, reduced physical fitness , decreased enthusiasm for learning . This study aims to investigate the effect of honey consumption on the rise in hemoglobin levels in anemic girls in the hostel Ma'had Aly Salafi Islamic Boarding School of Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo 2014 .This research design using pre ekperiment design . Sample of 46 respondents who conform the inclusion criteria . Sampling technique is by proportional stratified random sampling . From the 46 respondents , all of them in the given consumption of honey . The data obtained were processed with SPSS 16 softwer. The Analysis of the data used is the Wilcoxon signed rank test trials .The results showed that most of the 25 (43,1%) of respondents in the criteria hemoglobin levels rise. While the calculation of the results of research data by using test "Signs Wilcoxon Rank Test" by calculation using SPSS 16 software Asymp information obtained. Sig= 0,000, because the value <significance level (α=0.05) , thus H0 is rejected. Keywords: Teen Daughter, Anemia, Honey Consumption ABSTRAK Wanita mempunyai risiko tinggi untuk menderita anemia, terutama pada masa remaja, yang dapat berdampak pada pertumbuhan menurun, kebugaran tubuh berkurang, dan semangat belajar menurun. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya pengaruh konsumsi madu terhadap kenaikan kadar hemoglobin pada remaja puteri yang mengalami anemia di Asrama Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo Tahun 2014. Desain penelitian ini menggunakan pre ekperiment design. Sampel sebanyak 46 responden yang memenuhi criteria inklusi. Teknik sampling adalah secara purposive sampling. Dari 46 responden, semuanya di beri konsumsi madu. Data yang diperoleh diolah dengan softwer SPSS 16. Analisa data yang digunakan adalah uji wilcoxon sign rank test. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar kadar hemoglobin naik yaitu 25 (54,34%) responden. Sementara dari hasil penghitungan data penelitian dengan menggunakan uji “Wilcoxon SignS Rank Test” dengan penghitungan menggunakan software SPSS 16 dipero leh informasi nilai Asymp. Sig.=0,000, karena nilai tersebut <taraf signifikan (α=0,05), dengan demikian H0 ditolak. .Kata kunci : Remaja Puteri, Anemia, Konsumsi Madu
HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA Lia Fitria
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 1 No. 2 (2014): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.189 KB)

Abstract

Placenta previa is a placenta that is abnormally located in the lower uterine segment until covers part or all of the uteri internum which causing serious mortality for both fetus and mother. Maternal death is caused by vaginal bleeding, the incidence of placenta previa often more three times in multiparous than primiparous women. Placenta previa is caused by reduced vascularization and atrophic changes in the decidua past due deliveries in multiparous. The incidence of placenta previa greater because endometrial less fertile state at high parity. This study aims to the determine the relationship of parity with the incidence of placenta previa in dr. Abdoer Rahem Situbondo Hospital year 2013-2014.The type of this research is an analytic study. The Sample is 39 respondents. out 1475 deliveries , the sampling technique is a total sampling. This research uses the Chi-Square test with α = 0.05 level. Conclusions from this research is that there is a significant correlation (p = 0.05), namely (0.000 <0.05) between parity with the incidence of placenta previa. Keywords : Paritas, Plasenta Previa ABSTRAK Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum yang menyebabkan kematian yang serius baik bagi janin dan ibu. Kematian pada ibu disebabkan oleh perdarahan vagina. Kejadian plasenta previa tiga kali lebih sering pada wanita multipara daripada primipara. Plasenta previa disebabkan vaskularisasi yang berkurang dan perubahan atrofi pada desidua akibat persalinan masa lampau pada multipara. Kejadian plasenta previa makin besar karena keadaan endomentrium kurang subur pada paritas tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya hubungan paritas dengan kejadian plasenta previa di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo Tahun 2013-2014. Jenis penelitian ini yaitu penelitian analitik. Sampel sebanyak 39 responden yang mengalami plasenta previa dari 1475 persalinan. Teknik sampling adalah Total sampling. Penelitian ini menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat α=0,05. Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang significant (p = 0,05) yaitu (0,000 < 0,05) antara paritas dengan kejadian plasenta previa. Kata kunci : Paritas, Plasenta Previa
PERBEDAAN INKONTINENSIA URINE SEBELUM DAN SESUDAH KEGEL EXERCISE PADA IBU HAMIL MULTIGRAVIDA TM III Debbyatus Sofia
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 1 No. 2 (2014): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.742 KB)

Abstract

Almost pregnant women’s body are change, especially in the pregnant organ and the others such as dysfunction of pelvic floor that be able to cause the urinary incontinence. Urinary incontinence is leakage of urine that unconscious (involuntary) and occurs when the intravesikal pressure exceeds the maximum pressure of urethra without detrusor contraction. The impact can cause dramatic changes to the overall women’s lifestyle and well-being of women. This problems can overcome be used alternative measures that is Kegel exercises to strengthen the muscles around the reproductive organs and improve muscle tone. This research aimed to determine differences in urinary incontinence before and after Kegel exercise in the third of trimester multigravida pregnant women. This research design apply pre-experimental with one group pretest and posttest design. The sampling technique is a non probability sampling using saturation sample approaches. This research using the Wilcoxon signed rank test with α=0,05. The conclusions show a significant difference namely (0.000 < 0.05). Keywords : Urinary incontinence, Kegel exercises, and Multigravida ABSTRAK Hampir seluruh tubuh wanita hamil mengalami perubahan, terutama pada alat kandungan dan organ lainnya seperti disfungsi dasar panggul yang dapat menyebabkan inkontinensia urine. Inkontinensia urine merupakan kebocoran urine yang tidak disadari (involunter) dan terjadi jika tekanan intravesikal melebihi tekanan maksimum uretra tanpa disertai kontraksi otot detrusor. Dampaknya dapat menimbulkan perubahan dramatis pada gaya hidup dan kesejahteraan wanita secara keseluruhan. Masalah tersebut dapatdiatasi dengan menggunakan tindakan alternatif yaitu kegel exercise untuk memperkuat otot-otot di sekitar organ reproduksi dan memperbaiki tonus otot tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan inkontinensia urine sebelum dan sesudah kegel exercise pada ibu hamil multigravida TM III. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah pra eksperimental dengan rancangan one group pretest and posttest. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan menggunakan pendekatan sampel jenuh. Penelitian ini menggunakan uji wilcoxon sign rank test dengan tingkat α=0,05. Simpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan yang significant yaitu (0,000<0,05). Kata Kunci : Inkontinensia urine, Kegel exercise, dan Multigravida
KORELASI STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN MENARCHE PADA SISWI USIA 10-13 TAHUN Yeni Setiawati
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 1 No. 2 (2014): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.512 KB)

Abstract

Menarche is the first period in early adolescence , new leter research suggests that there is acceleration due to age of menarche increased nutritional status. The purpose of this study was to determine the correlation with the incidence of nutritional status on menarche grader old 10-13. This research is an analytical study with cross sectional correlation . Ssampling method used simple random sampling with the number of respondents 45 students. The results of the study of 45 respondents, nearly half as many nutritional status of obese with early menarche incidence by 11 respondents (24%), and a small portion has not yet been menarche by 5 respondents (11%), and the fraction who are underweight nutritional status or (less) the occurrence of menarche has never been as many as seven respondents (16%). So get the results of data analysis in ρ = 0.000 <α 0.05. So thus it can be concluded that Ho refused and H1 accepted. Keywords : Nutritional Status, Incidence of Menarche ABSTRAK Menarche adalah menstruasi pertama yang terjadi di awal masa remaja, beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada percepatan usia menarche dikarenakan status gizi yang meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi status gizi dengan kejadian menarche pada siswi usia 10-13 tahun. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan rancangan cross sectional. Metode sampling yang digunakan yaitu simpel random Sampling dengan jumlah responden 45 siswi. Hasil penelitian dari 45 responden yaitu hampir setengahnya mengalami status gizi gemuk dengan kejadian menarche lebih awal sebanyak 11 responden (24%), dan sebagian kecil belum belum pernah menarche sebanyak 5 responden (11%), dan sebagian kecil yang mengalami status gizi kurus atau (kurang) dengan kejadian belum pernah menarche sebanyak 7 responden (16%). Maka dari analisis data di dapatkan hasil ???? = 0,000 < α 0,05. Maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima. Kata kunci : Status Gizi, Kejadian Menarche
HUBUNGAN USIA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN ABORTUS Nur Hidayati
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 1 No. 2 (2014): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.745 KB)

Abstract

Age may affect the incidence of abortion because at the age of less than 20 years, immature reproductive organs to conceive so as to harm the mother's health and growth and development of the fetus. While abortion that occurs in mothers with too old age due to the quality of eggs has decreased then likely to have abortion. This study aims to determine the relationship between maternal age and the incidence of abortion. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal age and the incidence of abortion in dr. Abdoer Rahem Situbondo. This type of research used an analytic survey. This research was conducted in RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. The sampling method was total sampling with the number of respondents 133 pregnant women who have abortion. Technique of taking data with checklist. Processing and data analysis using statistical test that was contingency coefficient with level maximize α = 0.05. The results showed that H0 rejected which means there is a significant relationship that is (0.019 <0.05) between the age of pregnant women with the incidence of abortion. Keywords : Maternal Age, Abortion ABSTRAK Usia dapat mempengaruhi kejadian abortus karena pada usia kurang dari 20 tahun, belum matangnya alat reproduksi untuk hamil sehingga dapat merugikan kesehatan ibu maupun pertumbuhan dan perkembangan janin. Sedangkan abortus yang terjadi pada ibu dengan usia terlalu tua disebabkan kualitas sel telur sudah menurun maka kemungkinan akan mengalami abortus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu hamil dengan kejadian abortus. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia ibu hamil dengan kejadian abortus di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Jenis penelitian ini menggunakan survey analitik. Penelitian ini dilakukan di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Metode sampling yaitu total sampling dengan jumlah responden 133 ibu hamil yang mengalami abortus. Tekhnik pengambilan data dengan cheklist. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji statistik yaitu koefisien kontingensi dengan tingkat kemaksimalan α=0.05. Hasil penelitian menunjukkan H0 ditolak yang artinya ada hubungan yang significant yaitu (0,019<0,05) antara usia ibu hamil dengan kejadian abortus. Kata kunci : Usia ibu hamil, Abortus

Page 7 of 18 | Total Record : 176