cover
Contact Name
Heni Indrayani
Contact Email
jurnal.audience@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
heni.indrayani@dsn.dinus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Audience
ISSN : 26208393     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Audience, Journal of Communication Studies is a scientific journal published by Dian Nuswantoro University. Audience journal publishes original papers, review papers, conceptual framework, analytical and simulation models, case studies, and empirical research. Audience journal aims to develop and communicate widely the development of creative media and business communication both theoretical and pragmatic. Audience journal publishes papers in the fields of journalism, mass media industries, broadcasting media issue, new media studies, media ethics, political communications, media law, strategic communications management, social marketing, political marketing, political campaign, public relations. Audience journal is published both in print and online versions. Audience journal published twice a year, in February and August.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018): Agustus 2018" : 5 Documents clear
KOMUNIKASI NEGOSIASI INDIVIDU GAY DALAM MEMUTUSKAN VCT SECARA SUKARELA Sheila Lestari Giza Pudrianisa
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v1i2.2690

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memahami proses komunikasi negosiasi individu gaymemutuskan VCT (Voluntary, Counseling and Tasting) serta pendampingan secara sukarela.Informan penelitian adalah LSL yang tergabung dalam Semarang GAY@ Community yang terdiriatas tiga orang LSL negatif dan tiga orang LSL positif. Keluarga, teman dan pacar sesama LSLberpengaruh pada pengambilan keputusan saat proses negosiasi berjalan. Proses komunikasinegosiasi menggunakan tiga pendekatan yaitu framing sebagai posisi tawar, penyusunan pesan sebagai elemen dalam membentuk pesan persuasi, dan mengelola hubungan antara LSL dengan Dinas Kesehatan yang menyediakan layanan tes gratis dan layanan konseling(VCT) rutin, yang ditandai dengan perjanjian tertulis atau penandatangan kontrak sebagaibentuk kesepakatan antara negosiator (petugas kesehatan) dengan narasumber. Penelitianini menghasilkan sikap sukarela karena terdorong rasa tanggung jawab terhadap diri sendiridengan konsep komunikasi negosiasi berulang (multilayer negotiation) menggunakan gayakomunikasi yang berbeda yaitu karena paksaan, imbalan serta rasa penasaran.Kata kunci: Negosiasi berulang, LSL, VCT, ODHAAbstractThis research has purpose to understand a process communication of negotiation guyindividuals decide on VCT (Voluntary, Counseling and Tasting) as well as voluntary colleague.The research information were MSM who joined in Semarang GAY@ community consists thatof three persons negative and three persons positive include family,friends, girl or boy friendof MSM has an effect decision when during negotiation process. The process negotation usesthree approachs such as framing become undisturbed position,composing massage becomeelement and then massage transform persuasi, and can make relationship between MSM andpublic health office that provide service free test and conseling services (VCT), as indicated bya agreement or sign contract as a form of agreement between the negotiator (health worker)and the resource persen. This research can produce a voluntary attitude inasmuch as it shoveda sense of responsibility towards oneself with concept repeatation negotiation communication(multilayer negotiation) can use different communication such as compulsion,wage,andcurious.Keywoards: Multilayer negotiation, MSM, VCT, ODHA.
KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI DALAM KONSTRUKSI MEDIA ONLINE (ANALISIS WACANA KRITIS BERITA PUTUSAN SIDANG PRAPERADILAN PERTAMA SETYA NOVANTO DI TRIBUNNEWS.COM PERIODE 30 SEPTEMBER 2017) Indah Suryawati; Muhammad Syaid Agustiar
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v1i2.2686

Abstract

AbstrakKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  merupakan lembaga negara yang bersifat independenyang melaksanakan tugas dan wewenangnya bebas dari kekuasaan manapun. Penelitian inibertujuan pertama, membongkar konstruksi wacana KPK dalam berita pasca sidang putusanpraperadilan pertama Setnov periode 30 September 2017 di Tribunnews.com, dan kedua,mengkaji faktor-faktor dibalik konstruksi Tribunnews.com tentang wacana KPK. Metode penelitian yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough.  Adapun metode yang digunakan untuk tingkat pertama adalah metode framing. Tingkat kedua adalahpemahaman teks dan konteks. Ada lima langkah yang dijadikan acuan. Pertama, fokus kepadaketidakberesan sosial  dalam aspek semiotikanya. Kedua, mengidentifikasi hambatan-hambatanuntuk menangani aspek ketidakberesan sosial tersebut. Ketiga, mempertimbangkan apakahtatanan sosial membutuhkan ketidakberesan sosial itu. Keempat, mengidentifikasi cara-carayang mungkin untuk  mengatasi  hambatan  tersebut. Kelima, melakukan refleksi secara kritis darikeempat poin tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tribunnews.com meletakkan KPKsebagai pihak yang salah. Setnov yang benar. KPK dikonstruksikan  tidak memiliki kompetensi untuk menangani kasus Setnov. Tribunnews.com mengarahkan pandangan khalayak untukmenyudutkan KPK. Pihak Tribunnews.com melawan arus suara publik dalam pemberitaannyatentang KPK adalah sebagai strategi bisnis. Positioning Tribunnews.com ini dilakukan karenanyaris semua media online berada untuk membela KPK. Dari sudut pandang bisnis media halini tidak menguntungkan untuk mencari iklan.Kata Kunci : Konstruksi, Wacana Kritis, Berita Sidang, Komisi Pemberantasan KorupsiAbstractThe Corruption Eradication Commission is a state institution that is independent and incarrying out its duties and authority free from any power. This study aims at first, dismantlingthe construction of KPK discourse in the post-trial news of the first pre-trial ruling of Setnov forSeptember 30, 2017 at Tribunnews.com, and secondly reviewing the factors behind Tribunnews.com construction of the KPK discourse. The research method used is Critical Discourse  Analysisof Norman Fairclough. The method used for the first level is the framing method. The secondlevel is the understanding of text and context. There are five steps that are used as a reference.First, focus on social irregularities in its semiotic aspects. Second, identify barriers to address the social irregularities. Third, consider whether social order requires social irregularity. Fourth, identify possible ways to overcome these obstacles. Fifth, reflect critically from those four points.The results showed that Tribunnews.com put the KPK as the wrong party. Means that Setnov is the right one. KPK was constructed with no competence to handle Setnov’s case. Tribunnews.com directs the public view to cornering the KPK. Tribunnews.com parties against the currenpublic voice in its coverage of the KPK is a business strategy. Positioning Tribunnews.com isdone because almost all online media are to defend the Commission. From a media businesspoint of view it is not profitable to find ads.Keywords: Construction, Critical Discourse, News Session, Corruption EradicationCommission
KOMUNIKASI BISNIS BERORIENTASI PELANGGAN DI PERUSAHAAN DISTRIBUSI Dwi Nurul Prihantono
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v1i2.2687

Abstract

AbstrakSalah satu keberhasilan bisnis perusahaan distribusi sangat ditentukan bagaimana membangunkomunikasi dengan pelanggan. Pelanggan merupakan partner bisnis yang sangat pentingbagi perusahaan karena disinilah proses interaksi produk, proses, dan jasa perusahaanyang sekaligus sebagai bagian dari rantai proses perusahaan dalam menyediakan produkdan jasa baik sebagai pengguna perantara maupun pengguna akhir.  Penelitian ini untukmenggambarkan bagaimana perusahaan distribusi membangun  konsep komunikasi yangtepat dan efektif dalam mengidentifikasi, menjaga kebutuhan serta keinginan pelanggan. Perusahaan harus mampu menerapkan komunikasi yang optimal dalam meningkatkan kinerja perusahaan dan mempertahankan keberlangsungan bisnis jangka panjang terutamayang berkaitan dengan pelanggan. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif denganmetode deskriptif analisis. Data diperoleh melalui wawancara langsung dan tidak langsung,Focus Group Discussion,  tinjauan literature serta dokumentasi.Kata Kunci : Perusahaan Distribusi, Komunikasi, PelangganAbstractOne of the business success of the distribution company is determined from how the companybuilds communication with the customers. Customer is an important business partner of thecompany because this is where the process of interaction of products, processes, and servicesof the company as a part of the company’s chain process in providing products and services,both as an intermediary user and last user. This research is conducted to illustrate how thedistribution company builds appropriate and effective communication concepts in identifyingand maintaining customer’s needs and desires. Companies must be able to implement optimalcommunication in order to improve company performance and to maintain a long-termbusiness continuity, especially those which are related to the customers. This research used qualitative paradigm with descriptive method of analysis. Data were obtained through direct and indirect interviews, focus group discussions, literature review and documentation.Keywords : Distribution company, communication, customer
TEORI JANGKAR SEMANTIK PADA WARNA SERTA PENERAPANNYA PADA FOTOGRAFI IKLAN Daniar Wikan Setyanto
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v1i2.2688

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan wahana titik balik (back to basic), di mana kita akandibukakan kembali tehadap pentingnya elemen warna dalam aplikasi seni rupa.Penelitian ini berusaha mengungkapkan warna sebagai bagian dari fenomena tandasecara khusus penerapanya di desain komunikasi visual. Pemahaman ulang (yanglebih dalam) mengenai warna meliputi psikologi warna, makna warna, dan proseswarna menjadi makna. Penelitian ini memperkenalkan teori ”jangkar semantik” yangmerupakan sebuah metode dalam membedah makna warna. Penelitian inimenggunakan sampel warna merah yang diaplikasikan pada karya desainkomunikasi visual namun dalam implementasinya nanti teori jangkar semantik jugabisa digunakan pada warna lainnya. Kata kunci: Warna, jangkar semantik, semiotika, iklan, Desain Komunikasi VisualAbstractThe study is a step backward point (back to basic), about the importance of color elements in the application of visual art. This research will reveal colors as part of the sign phenomenon specifically its application in visual communication design. Reunderstanding (deeper) about color includes colorpsychology,colormeaning,andcolorprocessinto meaning.Thisstudy introducesthe "semanticanchor"theory,whichis a methodof uncoveringcolormeanings.Thisstudyusesredas a samplethatis appliedto visualcommunicationdesignworkbut in its implementationlaterthesemanticanchortheorycanalsobe usedinother colors.Keywords: Colors, Semantic Anchor, Semiotic, Visual Communication Design 
PERAN KONTRIBUTOR BERITA DAN JURNALISME WARGA SECARA INDUSTRIAL DALAM ERA MASYARAKAT INFORMASI Restiawan Permana
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v1i2.2689

Abstract

AbstrakPertumbuhan praktek jurnalistik saat ini menjadi tren tersendiri bagi industri media massa.Media massa telah memberdayakan masyarakat dalam membuat informasi dan sekaligusmenjadikan mereka sebagai produsen berita. Salah satu praktek jurnalistik ini disebut denganistilah jurnalisme warga (citizen journalism). Meskipun jurnalisme warga secara istilahmemang baru dikenal baru-baru ini, akan tetapi secara konsep praktik jurnalisme warga inisudah ada sejak manusia mengenal tulisan dan mengenal media sebagai saluran komunikasimassa. Citizen journalism menjadi penting karena bisa menjadi pelengkap bagi “lubang-lubang” berita yang tidak terendus oleh para wartawan profesional. Semakin terlihat jelas persaingan antara wartawan profesional dengan khalayak pembuat berita (citizen journalism)dalam kedudukannya sebagai insan media. Nyatanya, saat ini semakin banyak perusahaanmedia yang mempekerjakan jurnalis yang berstatus kontributor namun jaminan hidup bagimereka tidak jelas. Perusahaan media kerap memanfaatkan ketidakjelasan status ini, untukmengingkari hak-hak pekerja yang diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan, engganmemberikan upah yang layak, enggan memberikan jaminan kesehatan serta tunjangan lainnyayang bisa membuat jurnalis kontributor bekerja lebih profesional. Di sisi lain, honor citizenjournalism di Indonesia justru cukup menggiurkan.Kata kunci: peran kontributor, jurnalisme warga, masyarakat informasiAbstractThe current level of journalism education is becoming a trend for the mass media industry. Mass media has empowered the public in making information and at the same time makingthem as news producers. One of these journalistic practices is called by citizen journalism.Although citizen journalism is newly known recently, but in general there are many mediathat are used as a media of communication. Citizen journalism is important because itcan be a complement to the “holes” of news unfocused by professional journalists. Moreclearly visible between journalists and newsmakers (citizen journalism) in his position as amedia person. In fact, today more and more media companies are contributor status andare still alive for them is not clear. Media companies often exploit the uncertainty of this status, to deny workers’ rights set out in labor law, to be reluctant to provide decent wages,to be reluctant to provide health and other benefits that can make contributing journalistswork more professionally. On the other hand, honor citizen journalism in Indonesia is quitetolerable.Keywords: role of contributors, citizen journalism, information society

Page 1 of 1 | Total Record : 5