Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota adalah sebuah jurnal yang dikembangkan oleh Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota - Fakultas Teknik - Universitas Islam Bandung. Dalam Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota berisikan beberapa topik dituliskan, yaitu : 1. Perencanaan Desa / Perdesaan 2. Perencanaan Kota / Perkotaan 3. Perencanaan Transportasi 4. Perencanaan Parwisata 5. Perencanaan Lingkungan 6. Kebencanaan 7. Sistem Informasi Geografi (SIG)
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 16 No. 2 (2021)"
:
10 Documents
clear
PENGARUH PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP KUALITAS AIR WADUK JATILUHUR JAWA BARAT
Fauzan Arkan Pratama;
Chusharini Chamid
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 16 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (238.11 KB)
|
DOI: 10.29313/jpwk.v16i2.320
Pada penelitian sebelumnya, hasil uji laboratorium sampel air di Waduk Jatiluhur menunjukan kualitas air sudah melampaui ambang batas atau standar baku mutu. Penilaian ini menggunakan parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand COD berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) masing – masing 6989.72:2009 dan 6989.2:2009. Hasil uji lab BOD menunjukan nilai 6,34 mg/l dan hasil uji lab COD menunjukan nilai 17,6759 mg/l. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi penggunaan lahan di sekitar Waduk Jatiluhur, mengidentifikasi kondisi kualitas air Waduk Jatiluhur saat ini, dan mengidentifikasi pengaruh penggunaan lahan yang ada di sekitar Waduk Jatiluhur terhadap kualitas air Waduk Jatiluhur. Terdapat empat kecamatan menjadi objek penelitian. Kecamatan tersebut berdekatan dengan Waduk Jatiluhur, yaitu Kecamatan Jatiluhur, Kecamatan Sukasari, Kecamatan Sukatani, dan Kecamatan Tegalwaru. Penelitian ini menganalisis indeks pencemaran (kualitas air) dan analisis pengaruh penggunaan lahan. Penelitian ini menemukan bahwa lahan yang berada di sekitar Waduk Jatilihur didominasi oleh tiga jenis penggunaan lahan, yaitu pertanian, perkebunan, dan permukiman. Hasil analisis indeks pencemaran menunjukan bahwa kualitas air Waduk Jatiluhur masuk ke dalam kriteria tercemar ringan dan tercemar sedang, yakni terdapat kandungan BOD dan Total Padatan Terlarut (TSS) melebihi baku mutu. BOD dan TSS ini berasal dari limbah kegiatan penggunaan lahan pertanian, perkebunan dan permukiman.
PENGEMBANGAN PARIWISATA ALAM DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI DESA WISATA PENTINGSARI
Riswandha Risang Aji
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 16 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (187.756 KB)
|
DOI: 10.29313/jpwk.v16i2.321
Pariwisata alam merupakan pariwisata yang memiliki banyak potensi di Indonesia. Perkembangan pariwisata diselaraskan dengan pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada ekonomi, sosial, dan lingkungan. Di Indonesia sendiri sudah banyak yang mengintegrasikan pariwisata dengan lingkungan melalui konsep ekowisata, di mana pariwisata berkembang tanpa merusak lingkungan sehingga kegiatan pariwisata tersebut berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengembangan pariwisata alam yang bisa mendukung dan selaras dengan pembangunan berkelanjutan. Temuan dari penelitian ini adalah di desa wisata Pentingsari terdapat pemanfaatan sumber daya alam untuk dikembangkan sebagai atraksi pariwisata. Selain itu desa wisata Pentingsari juga memiliki sistem sosial yang unik dan bisa menjadi atraksi pariwisata juga. Desa wisata Pentingsari sangat menjaga keberlanjutan lingkungannya melalui sistem sosial yang memanfaatkan sumber daya alam secara proporsional dan menjaga kelestarian sumber daya alam yang ada di sana. Kesimpulan dari penelitian ini adalah desa wisata Pentingsari mampu mengembangkan pariwisata alam sebagai atraksi pariwisata yang mendukung pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan melalui integrasi aspek-aspek pembangunan berkelanjutan seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan.
MANAJEMEN RESIKO BENCANA BAGI PENYANDANG DISABILITAS
Tiffany Salikha D;
Saraswati Saraswati
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 16 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (236.346 KB)
|
DOI: 10.29313/jpwk.v16i2.324
Desa Cihanjuang di Kecamatan Parongpong merupakan salah satu desa di Kabupaten Bandung Barat yang mempunyai daerah rawan bencana alam gempa Sesar Lembang dan zona daerah berbahaya Gunung Api Tangkuban Perahu. Wilayah ini mempunyai beberapa kawasan kegiatan masyarakat salah satunya kawasan pendidikan, terdapat satu unit SLB yaitu SLB BC Hanjuang Jaya yang melayani penyandang disabilitas dengan jumlah 64 siswa. Namun belum adanya penanganan bencana alam khusus bagi penyandang disabilitas sesuai karakteristiknya dan keadaan sekolah yang tidak memadai. Penelitian ini berisi usulan konsep manajemen bencana sesuai dengan jenis-jenis disabilitas berbasis sekolah aman untuk meminimalisir jumlah korban bencana alam disabilitas yang termasuk kedalam kelompok rentan. Penelitian ini diawali dengan penentuan zona rawan bencana, manajemen resiko bencana (pra, siap siaga dan pasca bencana) bagi penyandang disabilitas dan konsep daerah rawan bencana ramah disabilitas. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif. Adapun hasil dari penelitian ini, diantaranya mengenai rekomendasi manajemen resiko bencana bagi penyandang disabilitas, dan konsep daerah rawan bencana alam yang ramah terhadap penyandang disabilitas.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI SARANA PROMOSI PARIWISATA KOTA BANDUNG
Firari Giannindra
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 16 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (179.492 KB)
|
DOI: 10.29313/jpwk.v16i2.325
Kota Bandung memiliki berbagai potensi yang dapat menjadi daya tarik wisatanya. Namun, potensi ini belum terekspos seluruhnya karena kurangnya mediasi mengenai tempa-tempat wisata tersebut. Dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, pertukaran informasi menjadi semakin cepat. Hal tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mediasi yang lebih efektif. Kementrian Pariwisata dapat menjadikan media sosial instagram sebagai sarana promosi pariwisata dan meningkatkan daya tarik wisata serta motivasi wisatawan di Kota Bandung. Dengan adanya penyampaian pendapat dan aspirasi warga dari artikel ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi Kementrian Pariwisata untuk lebih mengefektifkan mediasi keindahan alam Indonesia melalui media sosial instagram. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur dan pemberian kuesioner terhadap 20 responden yang berusia 17-22 tahun. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Dari data-data yang didapat melalui kuesioner, dapat disimpulkan bahwa instagram dapat dijadikan salahsatu media promosi wisata Kota Bandung.
STUDI PERUBAHAN TINGKAT KEKUMUHAN PERMUKIMAN NELAYAN DI KELURAHAN SUNGAI LIAT KECAMATAN SUNGAI LIAT KABUPATEN BANGKA
Windy Fiona Viska;
Dadan Mukhsin
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 16 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.861 KB)
|
DOI: 10.29313/jpwk.v16i2.326
Perkembangan penduduk yang tinggi mengakibatkan meningkatnya kepadatan penduduk maupun peningkatan kepadatan bangunan untuk permukiman, terjadinya peningkatan kebutuhan sarana prasarana untuk melakukan aktivitas dalam memenuhi kebutuhan hidup. Peningkatan kebutuhan ruang tersebut hampir disertai dengan pertumbuhan dan perkembangan permukiman kumuh di suatu kawasan. Kabupaten Bangka adalah kabupaten yang memiliki kawasan kumuh, yaitu kawasan permukiman nelayan Sungailiat yang terletak di Kelurahan Sungailiat Kecamatan Sungailiat. Bila dibiarkan tanpa penanganan perbaikan akan memperluas kawasan kumuh. Usaha yang ditempuh pemerintah untuk mengatasi hal ini adalah melalui pelaksanaan program penataan permukiman kumuh yang telah dilaksanakan sejak dulu dengan berbagai pendekatan. Salah satu program pemerintah dalam menangani kawasan kumuh adalah menata permukiman kumuh secara ideal diarahkan pada upaya peningkatan kesejahteraan dan masyarakat berpenghasilan rendah melaui penataan dan perbaikan kualitas pada kawasan yang sangat kumuh. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perubahan tingkat kekumuhan setelah adanya penataan permukiman kumuh terhadap masyarakat nelayan Sungailiat. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menilai tingkat kekumuhan berdasarkan 29 indikator. Analisis menggunakan klasifikasi tinggi, sedang dan rendah dalam penilaian, sedangkan secara kualitatif dilakukan dengan memberikan argumentasi. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terjadi perubahan tingkat kekumuhan yaitu kumuh sedang menjadi kumuh ringan. Rekomendasi dari studi ini adalah perlunya menidaklanjuti studi ini lebih mendalam dengan melibatkan seluruh komponen dari program penataan permukiman kumuh dan melalukan penanganan terhadap 7 indikator yang berubah.
PENGARUH PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP KUALITAS AIR WADUK JATILUHUR JAWA BARAT
Fauzan Arkan Pratama;
Chusharini Chamid
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 16 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/jpwk.v16i2.320
Pada penelitian sebelumnya, hasil uji laboratorium sampel air di Waduk Jatiluhur menunjukan kualitas air sudah melampaui ambang batas atau standar baku mutu. Penilaian ini menggunakan parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand COD berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) masing – masing 6989.72:2009 dan 6989.2:2009. Hasil uji lab BOD menunjukan nilai 6,34 mg/l dan hasil uji lab COD menunjukan nilai 17,6759 mg/l. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi penggunaan lahan di sekitar Waduk Jatiluhur, mengidentifikasi kondisi kualitas air Waduk Jatiluhur saat ini, dan mengidentifikasi pengaruh penggunaan lahan yang ada di sekitar Waduk Jatiluhur terhadap kualitas air Waduk Jatiluhur. Terdapat empat kecamatan menjadi objek penelitian. Kecamatan tersebut berdekatan dengan Waduk Jatiluhur, yaitu Kecamatan Jatiluhur, Kecamatan Sukasari, Kecamatan Sukatani, dan Kecamatan Tegalwaru. Penelitian ini menganalisis indeks pencemaran (kualitas air) dan analisis pengaruh penggunaan lahan. Penelitian ini menemukan bahwa lahan yang berada di sekitar Waduk Jatilihur didominasi oleh tiga jenis penggunaan lahan, yaitu pertanian, perkebunan, dan permukiman. Hasil analisis indeks pencemaran menunjukan bahwa kualitas air Waduk Jatiluhur masuk ke dalam kriteria tercemar ringan dan tercemar sedang, yakni terdapat kandungan BOD dan Total Padatan Terlarut (TSS) melebihi baku mutu. BOD dan TSS ini berasal dari limbah kegiatan penggunaan lahan pertanian, perkebunan dan permukiman.
PENGEMBANGAN PARIWISATA ALAM DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI DESA WISATA PENTINGSARI
Riswandha Risang Aji
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 16 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/jpwk.v16i2.321
Pariwisata alam merupakan pariwisata yang memiliki banyak potensi di Indonesia. Perkembangan pariwisata diselaraskan dengan pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada ekonomi, sosial, dan lingkungan. Di Indonesia sendiri sudah banyak yang mengintegrasikan pariwisata dengan lingkungan melalui konsep ekowisata, di mana pariwisata berkembang tanpa merusak lingkungan sehingga kegiatan pariwisata tersebut berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengembangan pariwisata alam yang bisa mendukung dan selaras dengan pembangunan berkelanjutan. Temuan dari penelitian ini adalah di desa wisata Pentingsari terdapat pemanfaatan sumber daya alam untuk dikembangkan sebagai atraksi pariwisata. Selain itu desa wisata Pentingsari juga memiliki sistem sosial yang unik dan bisa menjadi atraksi pariwisata juga. Desa wisata Pentingsari sangat menjaga keberlanjutan lingkungannya melalui sistem sosial yang memanfaatkan sumber daya alam secara proporsional dan menjaga kelestarian sumber daya alam yang ada di sana. Kesimpulan dari penelitian ini adalah desa wisata Pentingsari mampu mengembangkan pariwisata alam sebagai atraksi pariwisata yang mendukung pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan melalui integrasi aspek-aspek pembangunan berkelanjutan seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan.
MANAJEMEN RESIKO BENCANA BAGI PENYANDANG DISABILITAS
Tiffany Salikha D;
Saraswati Saraswati
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 16 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/jpwk.v16i2.324
Desa Cihanjuang di Kecamatan Parongpong merupakan salah satu desa di Kabupaten Bandung Barat yang mempunyai daerah rawan bencana alam gempa Sesar Lembang dan zona daerah berbahaya Gunung Api Tangkuban Perahu. Wilayah ini mempunyai beberapa kawasan kegiatan masyarakat salah satunya kawasan pendidikan, terdapat satu unit SLB yaitu SLB BC Hanjuang Jaya yang melayani penyandang disabilitas dengan jumlah 64 siswa. Namun belum adanya penanganan bencana alam khusus bagi penyandang disabilitas sesuai karakteristiknya dan keadaan sekolah yang tidak memadai. Penelitian ini berisi usulan konsep manajemen bencana sesuai dengan jenis-jenis disabilitas berbasis sekolah aman untuk meminimalisir jumlah korban bencana alam disabilitas yang termasuk kedalam kelompok rentan. Penelitian ini diawali dengan penentuan zona rawan bencana, manajemen resiko bencana (pra, siap siaga dan pasca bencana) bagi penyandang disabilitas dan konsep daerah rawan bencana ramah disabilitas. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif. Adapun hasil dari penelitian ini, diantaranya mengenai rekomendasi manajemen resiko bencana bagi penyandang disabilitas, dan konsep daerah rawan bencana alam yang ramah terhadap penyandang disabilitas.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI SARANA PROMOSI PARIWISATA KOTA BANDUNG
Firari Giannindra
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 16 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/jpwk.v16i2.325
Kota Bandung memiliki berbagai potensi yang dapat menjadi daya tarik wisatanya. Namun, potensi ini belum terekspos seluruhnya karena kurangnya mediasi mengenai tempa-tempat wisata tersebut. Dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, pertukaran informasi menjadi semakin cepat. Hal tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mediasi yang lebih efektif. Kementrian Pariwisata dapat menjadikan media sosial instagram sebagai sarana promosi pariwisata dan meningkatkan daya tarik wisata serta motivasi wisatawan di Kota Bandung. Dengan adanya penyampaian pendapat dan aspirasi warga dari artikel ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi Kementrian Pariwisata untuk lebih mengefektifkan mediasi keindahan alam Indonesia melalui media sosial instagram. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur dan pemberian kuesioner terhadap 20 responden yang berusia 17-22 tahun. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Dari data-data yang didapat melalui kuesioner, dapat disimpulkan bahwa instagram dapat dijadikan salahsatu media promosi wisata Kota Bandung.
STUDI PERUBAHAN TINGKAT KEKUMUHAN PERMUKIMAN NELAYAN DI KELURAHAN SUNGAI LIAT KECAMATAN SUNGAI LIAT KABUPATEN BANGKA
Windy Fiona Viska;
Dadan Mukhsin
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 16 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/jpwk.v16i2.326
Perkembangan penduduk yang tinggi mengakibatkan meningkatnya kepadatan penduduk maupun peningkatan kepadatan bangunan untuk permukiman, terjadinya peningkatan kebutuhan sarana prasarana untuk melakukan aktivitas dalam memenuhi kebutuhan hidup. Peningkatan kebutuhan ruang tersebut hampir disertai dengan pertumbuhan dan perkembangan permukiman kumuh di suatu kawasan. Kabupaten Bangka adalah kabupaten yang memiliki kawasan kumuh, yaitu kawasan permukiman nelayan Sungailiat yang terletak di Kelurahan Sungailiat Kecamatan Sungailiat. Bila dibiarkan tanpa penanganan perbaikan akan memperluas kawasan kumuh. Usaha yang ditempuh pemerintah untuk mengatasi hal ini adalah melalui pelaksanaan program penataan permukiman kumuh yang telah dilaksanakan sejak dulu dengan berbagai pendekatan. Salah satu program pemerintah dalam menangani kawasan kumuh adalah menata permukiman kumuh secara ideal diarahkan pada upaya peningkatan kesejahteraan dan masyarakat berpenghasilan rendah melaui penataan dan perbaikan kualitas pada kawasan yang sangat kumuh. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perubahan tingkat kekumuhan setelah adanya penataan permukiman kumuh terhadap masyarakat nelayan Sungailiat. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menilai tingkat kekumuhan berdasarkan 29 indikator. Analisis menggunakan klasifikasi tinggi, sedang dan rendah dalam penilaian, sedangkan secara kualitatif dilakukan dengan memberikan argumentasi. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terjadi perubahan tingkat kekumuhan yaitu kumuh sedang menjadi kumuh ringan. Rekomendasi dari studi ini adalah perlunya menidaklanjuti studi ini lebih mendalam dengan melibatkan seluruh komponen dari program penataan permukiman kumuh dan melalukan penanganan terhadap 7 indikator yang berubah.