cover
Contact Name
Ahmad Taufiq
Contact Email
jurnalpusair@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpusair@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL SUMBER DAYA AIR
ISSN : 19070276     EISSN : 2548494X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Sumber Daya Air (JSDA) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Water, and Water resources as well as related topics. All papers are peer-reviewed by at least two referees. JSDA is managed to be issued twice in every volume. The Scope of JSDA is: the fields of irrigation, environmental quality and water, swamp, beach, water building, water supply, hydrology and geotechnical fields, hydrology and water management, water environment, coastal fields, fields of cultivation and sabo fields.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
SPATIAL & TEMPORAL WATER BALANCE ANALYSIS CONSIDERING STRUCTURAL & NON-STRUCTURAL MEASURES IN THE CISANGKUY RIVER BASIN IH Ko; William Putuhena; irfan sudono; YJ Kim; SS Kim
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1617.044 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v14i2.437

Abstract

One of the major challenges for sustainable development is to ensure that all people continue to have reliable access to water. According to the UN World Water Development Report, by 2050, at least one in four people are likely to live in a country affected by chronic shortage of water. Especially, the Cisangkuy river basin located in the south of Bandung Metropolitan has been suffering from serious water scarcity, river pollution, and flood damage due to rapid increase in population and industrialization in the Bandung Metropolitan and surrounding upstream area.In order to solve these complicated water management issues, it needs to implement innovative measures for integrated basin water management. As part of these efforts, a cooperative research project between Indonesia and Korea has initiated to develop smart water management system in the Cisangkuy river basin.This paper deals with the spatial-temporal water balance analysis and shows the results of effect analysis with regard to structural measures and non-structural measures. As the result of analysis, the implementation of non-structural measures including coordinated and optimal water facilities operation could contribute not only for securing additional water but also for promoting collaboration for integrated basin water.
Simulasi perilaku air tanah Jakarta akibat pengambilan air tanah berlebihan Wulan Seizarwati; Derry Prasetya; Muhshonati Syahidah; Heni Rengganis
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2164.729 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v14i2.459

Abstract

Pengambilan air tanah berlebihan merupakan permasalahan yang kerap kali timbul di wilayah perkotaan di Indonesia, termasuk di Ibu Kota Negara Provinsi DKI Jakarta. Ketidakseimbangan antara laju pengambilan air tanah yang sangat cepat dengan laju imbuhan air tanah yang cenderung lambat menyebabkan penurunan Muka Air Tanah (MAT) tidak dapat lagi dihindarkan. Kerucut penurunan MAT banyak ditemukan di wilayah DKI Jakarta seperti di Kalideres dan Sunter. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi perilaku air tanah Jakarta terkait pengambilan air tanah pada kondisi aktual dan proyeksi ke depan hingga tahun 2080 dengan beberapa skenario yang mungkin terjadi. Simulasi menggunakan model aliran air tanah numerik IMOD dengan metode beda hingga. Hasil simulasi pada kondisi eksisting menunjukkan adanya penambahan lokasi kerucut penurunan hingga ke wilayah Pulogadung, Bekasi Utara, Cengkareng, dan Tambora. Proyeksi air tanah menyimpulkan bahwa pengambilan air tanah merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap fluktuasi muka air tanah Jakarta. Jika pengambilan air tanah dapat dikontrol (skenario 2), maka muka air tanah dapat mengalami pemulihan (recovery). Akan tetapi, jika pengambilan air tanah dibiarkan terus berlanjut bahkan terus meningkat (skenario 1), meskipun ditambah dengan sumur injeksi seperti pada skenario 3 atau dengan penambahan kapasitas imbuhan seperti pada skenario 4, muka air tanah Jakarta tetap mengalami penurunan secara signifikan. Bahkan kerucut penurunan MAT menjadi semakin dalam dan meluas.
KORELASI NILAI SONDIR terhadap PARAMETER GEOTEKNIK dan rembesan pada PONDASI TANGGUL FASE E, KALIBARU, JAKARTA UTARA Pulung Arya Pranantya; Emi Sukiyah; Edi Prasetyo Utomo; Hendarmawan H
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2153.085 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v14i2.177

Abstract

Tembok sisi luar waduk pada rancangan fase Darurat tanggul laut NCICD merupakan rencana pengamanan kawasan DKI Jakarta dari banjir ROB. Banjir yang terjadi merupakan rangkaian dari besarnya curah hujan di bagian hulu dan naiknnya muka air laut di bagian hilir. Diantara penyebab tersebut juga terdapat fenomena land subsidence yang memberi dampak terhadap banjir. Tanggul sisi luar tersebut masih memiliki beberapa alternatif jensi tanggul yang akan dibangun, diantaranya adalah tembok laut, sheet pile, spun pile bahkan timbunan tanah biasa. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai kemungkinan tanggul timbunan untuk pengamanan banjir Ketersediaan data untuk perhitungan adalah tiga buah titik sondir di sekitar kawasan muara Kalibaru. Dari data tersebut, didapatkan parameter masing masing litologi sehingga analisis dapat dilanjutkan menjadi analisis rembesan dan stabilitas. Berdasarkan perhitungan tersebut, dapat juga diprediksi mengenai bahaya piping atau erosi buluh di dasar timbunan. Bahaya piping di dasar tanggul terjadi pada material pasir pada saat ketinggian muka air laut existing dan saat ketinggian muka air laut bertambah dua meter tanpa menggunakan sheet pile. Berdasarkan korelasi tiga titik lokasi data sondir di daerah penelitian terhadap Grafik Robertson 1990 didapatkan lima lapisan tanah berturut-turut dari atas ke bawah adalah: lempung lanauan, pasir lanauan, lanau pasiran, pasir lanauan, dan pasir.
EVALUASI DESAIN CANAL BLOCKING TIPE DRAINPILE DI SEI AHAS KALIMANTAN TENGAH Arif Dhiaksa; Wahyu Candraqarina
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1822.361 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v14i2.341

Abstract

Drainpile adalah salah satu tipe canal blocking yang terbuat dari konstruksi beton yang dikombinasi dengan pasangan batu. Drainpile memiliki desain sedemikian rupa sehingga memiliki kelebihan mampu membendung aliran dan meninggikan muka air sampai level yang dikehendaki namun masih bisa dilalui perahu untuk navigasi masyarakat. Saat ini telah dibangun 2 unit drainpile pada lokasi penelitian di Desa Sei Ahas Kalimantan Tengah yang dibangun pada tahun 2013 dan 2015. Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk mengevaluasi desain drainpile apakah sudah berfungsi sesuai yang direncanakan dan mengkaji kekurangan-kekurangannya sehingga bisa disempurnakan agar diperoleh desain drainpile yang lebih baik. Metode yang digunakan dalam studi ini antara lain adalah penilaian kinerja dengan monitoring dinamika muka air di bagian hulu dan hilir drainpile, wawancara tatap muka dengan masyarakat, dan observasi kondisi drainpile di lapangan. Berdasarkan hasil studi, diperoleh informasi bahwa drainpile dapat berfungsi dengan baik untuk membendung aliran dan meninggikan muka air, namun pada sisi desain masih perlu dilakukan penyempurnaan antara lain penambahan reflektor cahaya pada tubuh bangunan, perbaikan pada desain sayap bangunan, dan perbaikan pada desain alur perahu.
ANALISIS NILAI KOEFISIEN LIMPASAN PERMUKAAN PADA EMBUNG KECIL UNTUK PERTANIAN DI PULAU FLORES BAGIAN TIMUR Denik Sri Krisnayanti
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.575 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v14i2.325

Abstract

Pulau Flores bagian timur yakni di daerah Kabupaten Flores Timur, Sikka, Ende, dan Nagekeo merupakan kawasan yang masuk dalam kategori semi-arid. Daerah tersebut memiliki curah hujan rata-rata bulanan yang hanya berkisar antara 57,17 188,08 mm/bulan, sementara evapotranspirasi rata-rata bulanan yang terjadi lebih tinggi, yakni berkisar antara 164,91 185,57 mm/bulan. Oleh karena itu, jumlah ketersediaan air pada musim kemarau cukup rendah, sehingga perlu dilakukan upaya pemanenan air hujan dengan memperbesar kapasitas tampungan permukaan. Salah satu alternatif yang tepat ialah dengan membangun embung. Parameter penting dalam perhitungan ketersediaan jumlah air pada embung ialah nilai koefisien limpasan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan nilai koefisien limpasan permukaan pada 15 buah embung di Pulau Flores bagian timur dengan menggunakanan data curah hujan dan data klimatologi terbaru.Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode analisis matematis diperoleh nilai koefisien limpasan permukaan pada embung kecil di Pulau Flores bagian timur berkisar antara 0,00 - 0,72. Untuk nilai koefisien limpasan permukaan terendah terjadi pada bulan November yang hanya berkisar antara 0,00 0,39 dan nilai koefisien limpasan tertinggi terjadi pada bulan Januari yakni berkisar antara 0,48 0,72.

Page 1 of 1 | Total Record : 5