cover
Contact Name
Sunu Bagaskara
Contact Email
sunu.bagaskara@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
melok.roro@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal Psikogenesis
  • Jurnal-Online-Psikogenesis
  • Website
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 23033177     EISSN : 25977547     DOI : -
Jurnal Psikogenesis is a semiannualy publication produced by Fakultas Psikologi Universitas YARSI since 2012 (e-ISSN: 2597-7547, p-ISSN: 2303-3177). The journal reflects the wide application of all aspects of psychology related to health. It also addresses the social contexts in which psychological and health processes are embedded. The main emphasis of the journal is on original research, theoretical review papers, meta-analyses, and applied studies.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2013): Juni" : 4 Documents clear
GAMBARAN PENCARIAN MAKNA HIDUP PADA WANITA DEWASA MUDA YANG MENGALAMI KEMATIAN SUAMI MENDADAK Alfa Restu Mardhika
Jurnal Online Psikogenesis Vol 1, No 2 (2013): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.443 KB) | DOI: 10.24854/jps.v1i2.44

Abstract

Abstract.Someone who experienced the death of a partner that occurred at a young age and abruptly, would feel more tragic than the death in old age and death occurred through suffering illness. Although the event of sudden death of a partner which experienced by young adults widow is suffering, but it is able to make their lives more meaningful. The condition was caused the meaning of life can be found in all situations, including the suffering and death. The meaning of life is unique and personal, the meaning of life is specific and concrete, meaning of life also give direction to the activities carried out. Moreover, the meaning of life has three sources, namely: creative values, the values of appreciation and values to behave. This study aims to reveal the meaning of life of young adult women who experienced the sudden death of her husband through logotherapy analysis and using in-depth interviews. The sample was three women who have husband sudden death in young adulthood and the age of marriage less than five years. The results showed that the husband's sudden death events is a source of meaning in life that can make all three participants have more meaningful life thereafter. There are several sources into a meaning of their lives, such as the children, the activity, kindness values, religion, faith, and the husband's sudden death events.Keywords: Young Adult Women, Husband In Sudden Death, The Meaning of Life, Logotherapy.Abstrak. Seseorang yang mengalami peristiwa kematian pasangan yang terjadi pada usia muda dan secara tiba-tiba, akan merasa lebih tragis daripada kematian pada usia tua dan kematian yang terjadi melalui penderitaan penyakit. Walaupun peristiwa kematian pasangan secara mendadak yang dialami janda dewasa muda adalah penderitaan, tetapi hal tersebut mampu membuat hidup mereka menjadi lebih bermakna. Hal ini dikarenakan makna hidup dapat ditemukan dalam segala situasi, termasuk penderitaan dan kematian. Makna hidup adalah unik dan personal, makna hidup adalah spesifik dan konkrit, serta makna hidup memberi arah terhadap kegiatan yang dilakukan. Selain itu, makna hidup memiliki tiga sumber, yaitu nilai-nilai kreatif, nilai-nilai penghayatan dan nilai-nilai bersikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran makna hidup wanita dewasa muda yang mengalami kematian suami secara mendadak melalui analisis logoterapi dan menggunakan metode wawancara mendalam. Sampel penelitian ini adalah tiga orang wanita yang mengalami kematian suami secara mendadak di usia dewasa muda dan pada usia pernikahan kurang dari lima tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peristiwa kematian suami secara mendadak adalah sumber makna hidup yang dapat menjadikan ketiga partisipan memiliki kehidupan yang lebih bermakna setelahnya. Terdapat beberapa sumber yang menjadi makna hidup mereka, yaitu anak-anak, aktivitas, nilai-nilai kebaikan, agama, keimanan, dan peristiwa kematian suami secara mendadak.Kata kunci: Wanita Dewasa Muda, Kematian Suami Secara Mendadak, Makna Hidup, Logoterapi
POWER IN MARRIAGE PADA IBU BEKERJA DAN IBU RUMAH TANGGA Yuni Nurhamida
Jurnal Online Psikogenesis Vol 1, No 2 (2013): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v1i2.45

Abstract

Abstract.This research aimed to compare power in marriage in employed mother and unemployed mother. Power in marriage is sharing power between husband and wife that consist of 3 aspects : share in household task, child care task, and sharing power in decision making. Sample in this research are married women, have children, stay in malang and Batu City. Subject of the research are 120 wives; 60 employed wives and 60 unemployed wives. The result showed very significant differences in sharing household and child care task, which is employed mother share these task more than unemployed mother; but in decision making there is no significant differences among employed and unemployed mother, both of them involve in decision making in family.Keyword : power in marriage, employed mother, unemployed motherAbstrak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan power in marriage pada ibu bekerja dan ibu rumah tangga. Power in marriage adalah pembagian kekuasaan dalam rumah tangga yang terdiri dari 3 aspek, yaitu pembagian tugas dalam rumah tangga, tugas perawatan anak, dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan. Sampel dalam penelitian ini adalah perempuan yang sudah menikah, memiliki anak, tinggal di Kota Malang dan Kota Batu. Subjek penelitian berjumlah 120 orang; 60 orang ibu bekerja, dan 60 orang ibu rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang sangat signifikan dalam pembagian tugas rumah tangga dan perawatan anak; ibu bekerja lebih banyak berbagi dengan suami dibanding ibu rumah tangga; dan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam keterlibatan mengambil keputusan pada ibu bekerja dan ibu rumah tangga; kedua kelompok tersebut sama-sama cukup terlibat dalam pengambilan keputusan dalam rumah tanggaKata kunci : power in marriage, ibu rumah tangga, ibu bekerja
PROGRAM PROMOSI KESEHATAN BAGI ANAK-ANAK Metta Rahmadiana
Jurnal Online Psikogenesis Vol 1, No 2 (2013): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v1i2.42

Abstract

Abstract:Health problems in children are quite varied. Obesity, hygiene and dental health, snack foods, washing hands with soap etc is evidence that health promotion in childhood is needed. Health promotion programs aims to implement individual health behavior and persuade people to abandon unhealthy habits, and it often takes an effort to modify ones health belief. Some methods in health promotion include 1) fear arousing, 2) the provision of information and 3) behavioral methods. Although the primary responsibility of schools is to educate children in the academic field, but school participation in promoting healthy life skills in children, such as physical activity and eating behaviors is known to be quite effective. The implementation of health promotion for children is conducted through PHBS (Clean and Healthy Behavior). The indicators PHBS in school are: 1) Washing hands with soap, 2) Eating healthy snacks, 3) Using clean toilets, 4) Exercise regularly and measured, 5) reducing mosquito larvae, 6) not smoking in school, 7) Considering the weight and height measured every month and 8) Disposing of waste in place. Some PHBS indicators above are health problems in children and can be addressed through health promotion activities. For effective health promotion program activities, implemented strategy such as the selection of media as a tool for health promotion activities as well as the delivery of content strategy in health promotion activities is needed.Key words : Childhood Health Promotion, health promotion methodes, PHBS, PHBS indicatorsAbstrak:Masalah kesehatan pada anak cukup bervariasi. Obesitas, kebersihan dan kesehatan gigi, perilaku jajan makanan, mencuci tangan dengan sabun dan sebagainya merupakan bukti diperlukannya promosi kesehatan di masa anak-anak (Childhood Health Promotion). Program-program dalam promosi kesehatan bertujuan agar individu menerapkan perilaku sehat serta mempersuasi individu agar meninggalkan kebiasaan tidak sehat (unhealthful habits) yang selama ini dijalaninya, dan hal ini seringkali membutuhkan upaya memodifikasi keyakinan-keyakinan sehat (health beliefs). Beberapa metode dalam promosi kesehatan mencakup 1) fear arousing, 2) penyediaan informasi dan 3) metode perilaku. Meskipun tanggung jawab utama sekolah adalah untuk mendidik anak dalam bidang akademik, namun partisipasi sekolah dalam mempromosikan keterampilan hidup sehat pada anak-anak, seperti aktivitas fisik dan perilaku makan diketahui cukup efektif. Pelaksanaan promosi kesehatan untuk anak di sekolah dilakukan melalui kegiatan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Adapun indikator PHBS di sekolah adalah : 1) Mencuci tangan memakai sabun, 2) Mengkonsumsi jajanan sehat, 3) Menggunakan jamban yang bersih dan sehat, 4) Olahraga yang teratur dan terukur, 5) Memberantas jentik nyamuk, 6) Tidak merokok di sekolah, 7) Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan dan 8) Membuang sampah pada tempatnya. Beberapa indikator PHBS diatas merupakan masalah kesehatan yang ada pada anak-anak dan dapat diatasi melalui kegiatan promosi kesehatan. Agar kegiatan program promosi kesehatan efektif perlu dibuat suatu strategi dalam pelaksanaanya seperti pemilihan media sebagai alat bantu kegiatan promosi kesehatan serta strategi penyampaian materi dalam kegiatan promosi kesehatan.Kata kunci : Childhood Health Promotion, metode promosi kesehatan, PHBS, indikator PHBS
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING PADA MAHASISWA Miwa Patnani, M.Si., Psi
Jurnal Online Psikogenesis Vol 1, No 2 (2013): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.289 KB) | DOI: 10.24854/jps.v1i2.43

Abstract

Abstract.Students often called as the intellectuals because their privileges in higher education. As intellectuals, the students are required to have sufficient intellectual qualities. One form of behavior that indicates intellectual qualities is the ability to solve problems (problem solving). However, the problem solving ability of the students is still inadequate, so that the students will be difficult to optimizing their potential at educational process and application in the workplace. Therefore we need an effort to improve the problem solving ability of the students. It is necessary to to improve the problem solving ability of student by increasing cognitive ability, and improve the quality of teaching.Keywords: problem, problem solving, studentAbstrak.Mahasiswa sering disebut sebagai kaum intelektual karena keistimewaannya dalam mengenyam pendidikan tinggi. Sebagai kaum intelektual, tentunya mahasiswa dituntut untuk memiliki kualitas intelektual yang memadai. Salah satu bentuk perilaku yang menunjukkan kualitas intelektual adalah kemampuan dalam memecahkan masalah (problem solving). Namun demikian, tampaknya kemampuan mahasiswa dalam problem solving masih belum memadai sehingga akan menyulitkan mahasiswa dalam mengoptimalkan potensi yang dimilikinya, baik pada saat proses pendidikan maupun pada saat aplikasi ilmu di dalam dunia kerja. Oleh karena itu, diperlukan sebuah upaya untuk meningkatkan kemampuan problem solving pada mahasiswa. Upaya untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa memecahkan masalah ini dilakukan dengan meningkatkan kemampuan mahasiswa yang terkait dengan kemampuan kognitifnya, maupun meningkatkan kualitas pengajaran dengan memperbaiki metode maupun karakteristik pengajarnyaKata kunci: masalah, menyelesaikan masalah, mahasiswa

Page 1 of 1 | Total Record : 4