cover
Contact Name
Studi Budaya Nusantara
Contact Email
jsbn@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsbn@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Studi Budaya Nusantara
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26211068     DOI : -
Jurnal Studi Budaya Nusantara (SBN) adalah media komunikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Seni dan Antropologi Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya Malang. Jurnal ini dimaksudkan untuk mewadahi hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang seni dan budaya Nusantara sebagai bentuk sumbangan masyarakat ilmiah bagi pengembangan wawasan seni dan budaya dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas. Terbit 2 kali setahun (Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2022)" : 6 Documents clear
BUDAYA MERANTAU PEREMPUAN MINANGKABAU (Studi Pada Pedagang Perempuan Minangkabau di Pasar Kemiri Muka Beji Kota Depok Provinsi Jawa Barat) Rizka Oktaviani
Studi Budaya Nusantara Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui mengapa terjadi budaya merantau pada Perempuan Minangkabau di Pasar Kemiri Muka Beji Kota Depok Provinsi Jawa Barat.(2) Mengetahui Dinamika sistem matrilineal yang terjadi pada pedagang Perempuan Minangkabau di Pasar Kemiri Muka Beji Kota Depok Provinsi Jawa Barat pada saat merantau. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: (1) Faktor pendorong perempuan Minangkabau merantau ialah faktor ekonomi dan faktor pendidikan sedangkan faktor penariknya ialah kemudahan memperoleh akses pendidikan, pendapatan dan lapangan pekerjaan yang lebih baik dan ajakan dari keluarga yang sudah terlebih dahulu merantau baik itu saudara maupun suami. (2) Dinamika sistem matrilineal yang terjadi dalam pemeliharaan, penjagaan dan pengelolaan harta pusaka pada saat perempuan Minangkabau merantau, dinamika yang dimaksud setelah perempuan Minangkabau merantau keberadaan harta pusaka rumah gadang, ladang maupun sawah mengalami perubahan, rumah gadang yang untuk saat ini bukan hanya sebagai rumah fisik akan tetapi telah beralih fungsi bahkan kini rumah gadang dihuni oleh anak laki-laki yang seharusnya harus dihuni oleh anak perempuan, ladang atau kebun yang kini dikelola anak-anak laki, dan sawah pun kini juga hanya keluarga yang berada kampung yang mengelola. Perempuan Minangkabau pada saat memilih merantau ia tidak menjalankan perannya sebagai anak perempuan tradisional mestinya dalam hal pemeliharaan, penjagaan dan pengelolaan harta pusaka. Kata Kunci: Merantau, Perempuan Minangkabau, Sistem Matrilineal
KEPEMIMPINAN YANG BERBUDAYA (Studi di Desa Boti Kecamatan Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan) Yakobus Adi Saingo; Windynia G. G. Se’u; Lukas Manu; Gusti Y. Sette; Yismaya D. Lopo
Studi Budaya Nusantara Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam tentang konsep kepemimpinan berbudaya di suku Boti. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan tematik analisis. Informan dalam penelitian ini adalah pemimpin suku boti yang dipanggil "usif atau raja", Kepala desa dan 18 orang pengikut sekaligus sebagai significant others serta satu orang informan yang tahu tentang suku Boti. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan adanya sifat dan perilaku yang lahir dari pribadi pemimpin dan yang lahir dari budaya. Peran utama pemimpin yaitu menjaga rakyat dan alam yang dilakukan melalui tradisi menanam jagung. Hasil penelitian menunjukan memberikan dampak fisiologis yakni terpenuhi kebutuhan dasar dan psikologi yakni mandiri dan harga diri pengikut. Konsep kepemimpinan pada suku Boti juga berbicara tentang proses mempengaruhi antara pemimpin dan pengikut. Proses mempengaruhi ini melibatkan sifat dan perilaku pemimpin, serta kekuasaan yakni kemampuan spiritual dan wewenang akan tanah Boti.Kata Kunci: Kepemimpinan, berbudaya, Suku Boti AbstractThis study aims to explore in depth the concept of cultural leadership in the Boti tribe. This study uses a qualitative research design with a thematic analysis approach. The informants in this study were the leader of the boti tribe who were called "usif or king", the village head and 18 followers as well as significant others as well as one informant who knew about the Boti tribe. Data obtained through in-depth interviews, observation and documentation. The results of the study explain the existence of traits and behaviors that are born from the leader's personality and those born from culture. The main role of the leader is to protect the people and nature which is done through the tradition of planting corn. The results of the study show that the physiological impact is meeting basic needs and psychology, namely independence and self-esteem of followers. The concept of leadership in the Boti tribe also talks about the influencing process between leaders and followers. This influencing process involves the nature and behavior of the leader, as well as power i.e. spiritual ability and authority over the Boti ethnic.Key words: Leadership, cultured, Boti ethnic.
The Role Of VideoScribe Learning Media In Improving Student Learning Activities Yasinta Dwi Rahayu
Studi Budaya Nusantara Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Student learning activities are a series of learning activities that cause changes in learning behavior in students, from not knowing and being unable. Student activity in the learning process is needed to generate high motivation and curiosity. Teachers as facilitators must be able to use learning media that can improve student learning activities, one of the media that can be used is VideoScribe-based learning media to improve student learning activities. The method used in this research is a study of the relevant literature. This study shows that the VideoScribe learning media increases student learning activities and is able to carry out various interactive learning activities. Examples are being active during the learning process, actively reading when given the opportunity to read, actively raising hands when the teacher asks questions, actively giving opinions when given the opportunity to express opinions, and actively asking when given the opportunity. The literature review shows that the VideoScribe learning media is able to increase student learning activities in the learning process. VideoScribe media is recommended for educators, especially in business economics subjects.
Studi Cultural Heritage Pada Ruang-Bangunan Kota Singkawang : Studi Kasus Rumah Marga Tjhia
Studi Budaya Nusantara Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Singkawang adalah sebuah kota kecil di provinsi Kalimantan Barat. Sebagai salah satu kota pecinan di Indonesia, pengaruh budaya Tionghoa sendiri telah ada dan melekat pada kehidupan masyarakat lokal bahkan jauh sebelum masa kolonial Belanda. Walaupun pengaruh kolonial Belanda di pulau Kalimantan lebih kecil dibandingkan pulau Jawa, budaya yang dibawa oleh kolonial Belanda tetap terpotret dalam bentuk arsitektur bangunan dan tatanan kota Singkawang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif menggunakan pendekatan studi kasus dan bertujuan untuk menelaah bagaimana pengaruh budaya-budaya yang ada di masyarakat baik itu budaya Tionghoa, Belanda dan lokal pada bagian-bagian dari ruang bangunan di kota Singkawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang dan identitas dari penghuni ataupun pemilik menjadi pertimbangan yang mendasar dalam penentuan gaya arsitektur bangunan, pengaruh gaya arsitektur kolonial Belanda hanya terdapat pada elemen pendukung bangunan dan penggunaan gaya arsitektur lokal hanya diterapkan dalam upaya penyesuaian kondisi lingkungan setempat.Singkawang city is a small city in West Kalimantan province, Indonesia. As one of the chinatown cities in Indonesia, the Chinese cultural influences themselves already existed and were attached to the lives of local people even long before the Dutch colonial period. Although the Dutch colonial influence on the island of Kalimantan is smaller than the island of Java, the culture brought by the Dutch colonial remains photographed in the form of building architecture and singkawang city order.  This research is a descriptive qualitative research using case study approach and aims to study how the influence of cultures in the community both Chinese, Dutch and local cultures on parts of building space in the city of Singkawang. The results showed that the background and identity of residents or owners became a fundamental consideration in determining the architectural style of the building, the influence of Dutch colonial architectural style is only found in the supporting elements of the building and the use of local architectural styles are only applied in an effort to adjust local environmental conditions.
EKSISTENSI PERKUMPULAN TRIDHARMA KEBAYORAN, JAKARTA SELATAN DALAM MEMPERTAHANKAN AGAMA BUDAYA LELUHUR ETNIS TIONGHOA Bimo Rafi Widianto
Studi Budaya Nusantara Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui eksisitensi perkumpulan Tridharma kebayoran lama Jakarta selatan dalam mempertahankan agama, budaya leluhur etnis Tionghoa. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskriftif dengan menngunakan pengumpulan, sumber Pustaka yang di muat melalui google scholer berupa jurnal-jurnal dan buku-buku serta web resmi perkumpulan Tridarma.or.id yang sumbernya dapat dipertanggung jawabkan. Hasil dari penelitian ini ialah tridharma adalah ajaran yang memadukan ketiga ajaran Konfusianisme, Taoisme dan Budhaisme yang di pelopori oleh Lin Chao En pada masa dinasti Ming (1368-1644). ketiga ajaran terssebut di bawa etnis tionghoa saat berdagang di Indonesia. Dalam perkembangnya perkumpulan tridharma berkembang pada tahun 1920 di Jakarta yang di pelopori oleh Kwee Tek Hoay yang memiliki cita-cita untuk menjaga agama serta budaya china dari gempuran misionarisme barat. Perkumpulan ini masih eksis sampai dengan sekarang bergerak tidak hanya di bidang agama saja melainkan di bidang sosial masyarakat
FRAKTAL SEBAGAI SUMBER IDE PENGEMBANGAN DESAIN BATIK TUBAN Fernanda Rizky Puspa Wardani
Studi Budaya Nusantara Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan desain Batik Tuban dengan sumber ide visual Fraktal dilatarbelakangi oleh peluang untuk mengembangkan desain baru yang berfokus pada pengolahan visual (motif) Fraktal maupun Batik Tuban sendiri. Sumber ide ini diambil selain karena fraktal sedang hangat dikembangkan, alasan lain yakni visual Fraktal memiliki karakteristik yang sangat unik serta dapat menghasilkan berbagai motif baru dan sangat beragam, Visual Fraktal diperoleh dari software yang bernama Ultra Fractal, yang kemudian diolah untuk digabungkan dengan motif Batik Tuban. Pengembangan ini menghasilkan tampilan desain baru yang menjembatani motif khas masa lampau dengan produk tekstil era sekarang lewat teknik olah digital. Hasil pengembangan desain ini dapat disimpulkan: (1) Dengan sumber ide visual Fraktal, pengembangan ini menghasilkan sembilan desain dengan menggunakan motif asli Batik Tuban sebagai motif utama yang dikelompokkan menjadi tiga desain geometri, tiga desain flora dan tiga desain fauna. (2) Tiga dari Sembilan desain telah diwujudkan menjadi produk fesyen blouse, dengan menggunakan bahan katun jepang, yang dikerjakan dengan teknik batik tulis dan colet dalam pewarnaannya.Kata Kunci: Pengembangan, Desain, Batik Tuban, Batik Fraktal, Fraktal, Ultra Fractal The design for the pattern of Batik Tuban with Fractal visual idea was motivated by the availability of a chance to develop a new design that focuses on the visual processing of Fractals and Batik Tuban motif itself. The urge that generates this idea was taken not only because of the phenomena that Fractals are currently being explored, but also based on the unique characteristics of visual Fractals itself that can produce new various and diverse motifs. Visual Fractals are acquired from a software called ‘Ultra Fractal’ which is then processed to be combined with Batik Tuban motif. This designing process produces a new pattern that associated with the typical motifs of the past towards today’s textile products that is manufactured through digital processing techniques. The results of this design development can be concluded as: (1) From the visual Fractal idea, this design produces nine designs employing the original Batik Tuban motif as the main pattern which are classified into nine, they are three geometric designs, three flora designs and three fauna designs. (2) Three of the nine designs have been transformed into blouse fashion products using Japanese cotton which are polished by applying Batik Tulis techniques and dabbing them in the coloring process.Keywords : Development, Design, Batik Tuban, Batik Fractal, Fractal, Ultra Fractal 

Page 1 of 1 | Total Record : 6