cover
Contact Name
Surya Farid Sathotho
Contact Email
suryafarid@isi.ac.id
Phone
+62818462800
Journal Mail Official
tonil@isi.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teater Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Tonil, Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema
ISSN : 14116464     EISSN : 26858274     DOI : DOI: https://doi.org/10.24821/tnl.v19i2
Core Subject : Humanities, Art,
Tonil: Journal of Literature, Theatre, and Cinema Studies, issn: 1411-6464 (print) and issn: 2685-8274 (online), is a scientific journal in the fields of Theatre/Arts creations & studies under the publication banner of Theatre Department, Faculty of Performing Arts in Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta (ISI Yogyakarta). TONIL publication emphasizes its role as a medium for communication, discussion, advocation and literary refinement. TONIL serves as a vessel to accommodate the ideas and criticism from the artists, scientists, practitioners, and also all positions involved in the field of Theatre and Performing Arts
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2018): 2018" : 7 Documents clear
PENCIPTAAN NASKAH DRAMA LOLO TRANSFORMASI KEHIDUPAN PENARI SINTREN PEMALANG evi putrianti
TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Vol 15, No 1 (2018): 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/tnl.v15i1.2785

Abstract

Abstrak: Penciptaan naskah drama Lolo merupakan sebuah naskah transformasi kehidupan penari sintren Pemalang. Proses penciptaan naskah drama Lolo dilakukan dengan metode penciptaan menurut Graham Wallas, teori feminisme dilengkapi dengan teori tingkah laku sosial. Tahapan yang dilakukan dalam penciptaan naskah drama Lolo adalah dengan cara melakukan observasi dan wawancara, membaca tinjauan pustaka serta membaca karya-karya terdahulu. Setelah semua data terkumpul, proses selanjutnya adalah mengolahnya menjadi sebuah naskah drama utuh, yang menghasilkan sebuah naskah drama Lolo bertemakan transformasi kehidupan. Kata kunci: Transformasi, Sintren Pemalang, Teori Feminisme, Graham Wallas. Abstract: The creation of the Lolo play script creation is based on Pemalang sintren dancers’ lives. The creation process is done by Graham Wallas’ creation method and feminism combined with behaviorism theory. Steps being done in Lolo’s creation are doing observation, interview, literary review, and also by consulting previous reference studies. After all the data has been gathered, the next step proceeds to create the script in unity, resulting in: Lolo play script of life transformation. Key words: Performance, Chinese opera, Chinese legend and myth, acculturation, Semarang, Sanggar Mekar Teratai. 
PEMERANAN TOKOH AKU DALAM NASKAH MY FRIEND HAS COME KARYA TOSHIRO SUZUE rangga dwi apriadinnur
TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Vol 15, No 1 (2018): 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/tnl.v15i1.2782

Abstract

Abstrak: My Friend Has Come menceritakan tokoh Aku yang memiliki keunikan psikologis dan sosiologis. Tokoh Aku adalah seorang introvert dengan kecenderungan skizofrenia. Dalam cerita, ia juga dikatakan sebagai hikikomori, sebutan dalam Bahasa Jepang terhadap orang yang melakukan penarikan diri dari interaksi sosial. Untuk memahami dan memerankan tokoh Aku ini, penulis melakukan penelitian kualitatif dengan studi pustaka tentang psikologi, hikikomori, dan juga menonton referensi lain dengan tokoh serupa dengan tokoh Aku. Penulis menggunakan metode pendekatan Magic If oleh Stanislavski dengan gaya akting realisme. Kata kunci: Hikikomori, introvert, magic if, realisme, skizofrenia Abstract: My Friend Has Come tells the character I who is very unique both psychologically and sociologically. The character I is an introvert with signs of schizoprenia. In the story, this I is also called as a hikikomori, a nickname in Japanese language to people who isolate themselves from social interaction. To understand and to act as character I, the writer does qualitative research by studying relevant literature about psychology, hikikomori, and also watching other references with similar characterization as character I. The writer uses Stanilavski’s method of Magic If with realism acting style. Key words: Hikikomori, introvert, magic if, realism, schizophrenia
KISAH PANJI PADA RELIEF CANDI SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN FILM philipus nugroho hari wibowo
TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Vol 15, No 1 (2018): 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/tnl.v15i1.2783

Abstract

Abstrak: Penciptaan karya film ini terinspirasi relief Panji pada Candi Kendalisodo di Gunung Penanggungan, Jawa Timur. Panji merupakan cerita asli Indonesia yang digubah dalam berbagai versi sastra: kidung, lisan, juga relief pada candi. Dengan metode penciptaan Road Movie dan Theory of Adaptation Hutcheon, kisah Panji diadaptasi dari relief menjadi sekumpulan peristiwa berbentuk film perjalanan. Penciptaan ini menghasilkan sebuah film pendek berdurasi 15 menit dengan judul “Melacak yang Tersurat”. Kata Kunci : Cerita Panji, Relief, Kendalisodo, Film Perjalanan, Adaptasi Abstract: The creation process behind this movie is inspired by the Tale of Panji carved in Candi Kendalisodo's stone wall at Gunung Penanggungan, East Java. Panji is one of Indonesian original stories and has been told in various literary forms: hymn, oral story, and also carved into temple. With the Road Movie creation method and Hutcheon's Theory of Adaptation, the Tale of Panji is adapted from stone carvings to a sequence of events told in a road movie. This creation produces a short movie in 15 minutes duration titled “Melacak yang Tersurat” (Tracking the Facts). Key words : Tale of Panji, Stone Carving, Kendalisodo, Road Movie, Adaptation
LAKON PERJALANAN KE BARAT EPISODE SUN GO KONG DI NEGERI KALINGGA DALAM OPERA CINA SANGGAR MEKAR TERATAI SEMARANG afifah emi nuzulia
TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Vol 15, No 1 (2018): 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/tnl.v15i1.2784

Abstract

Abstrak: Opera Cina merupakan hiburan populer yang mengadaptasi legenda dan mitos Tionghoa ke dalam bentuk pertunjukan. Opera ini disebarkan dan dipentaskan di berbagai negara, salah satunya di Semarang, Indonesia, oleh Sanggar Mekar Teratai. Sanggar ini mementaskan Opera Cina berjudul Sun Go Kong di Negeri Kalingga sebagai wujud akulturasi kebudayaan masyarakat Tionghoa dengan masyarakat setempat. Melalui metode Kernodle, akan dijabarkan tiga tahapan pementasan teater dengan hasil akhir berupa kritik terhadap unsur-unsur Opera Cina ini. Kata kunci: Opera Cina, legenda dan mitos Tionghoa, akulturasi, Semarang, Sanggar Mekar Teratai Abstract: Chinese Opera is a popular entertainment that adapts Chinese legends and myths for performances. This opera is spread and performed in various countries, one of them being in Semarang, Indonesia, by Sanggar Mekar Teratai. This studio performs a Chinese Opera titled Sun Go Kong di Negeri Kalingga (Sun Go Kong in Country of Kalingga) as a form of acculturation between the Chinese and the local's culture. Through Kernodle's method, it shall be discussed on how a theatre should be prepared in three stages with the final result as a critic against this Chinese Opera's elements. Key words: Performance, Chinese opera, Chinese legend and myth, acculturation, Semarang, Sanggar Mekar Teratai.
PENYUTRADARAAN DRAMA MUSIKAL HAMLET KARYA WILLIAM SHAKESPEARE amanda putri devanti
TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Vol 15, No 1 (2018): 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/tnl.v15i1.2791

Abstract

Abstrak: Hamlet, sebuah kisah tragedi oleh Shakespeare membawa pesan moral, sosial, dan politik. Drama ini mengisahkan sumpah dan upaya Pangeran Hamlet untuk membalas dendam. Penelitian ini akan menuliskan bagaimana naskah Hamlet diangkat ke dalam bentuk drama musikal, dengan tari, musik, dan nyanyian. Dalam persiapan adaptasi ini, dilakukan pemilihan dan pelatihan aktor serta perancangan panggung dan tata artistik. Drama musikal ini khususnya ditujukan kepada para generasi muda, karena melihat jarangnya teater klasik dengan kemasan masa kini. Kata Kunci: Hamlet, Drama Musikal, Generasi muda Abstract: Hamlet, a tragedy written by Shakespeare, is full of moral, social, and political value. This drama tells about Prince Hamlet's vow and effort to get revenge. This research explains how the Hamlet play script is adapted into musical drama, with dance, music, and songs. In preparation for this adaptation, there will be casting and training process for the actors, along with stage and artistic planning. This musical drama is mainly aimed to younger generation to counter the lack of classic theatre in modern style. Key Words: Hamlet, Drama Musical, Young generation
PENCIPTAAN NASKAH DRAMA BHRE SATYA PALASTRA Vera Devitasari
TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Vol 15, No 1 (2018): 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/tnl.v15i1.3280

Abstract

Abstrak: Bhre Satya Palastra adalah drama yang diciptakan berdasar pada perbedaan tokoh Menak Jingga dari cerita rakyat Darmawulan dibandingkan dengan kondisi sosial dan politik pada masa kini. Naskah ini mengangkat kisah kematian adipati setia akibat penguasa yang lalim. Naskah Bhre Satya Palastra ini diciptakan dengan teori resepsi secara diakronik untuk mengolah data dan teori adaptasi untuk proses penyaduran. Hasil akhir dari penciptaan ini berupa sebuah naskah drama bertema kemenangan atas kematian. Kata Kunci : Naskah drama, Bhre Satya Palastra, Menak Jingga, cerita rakyat, resepsi, diakronik Abstract: Bhre Satya Palastra is a play inspired from many version of Menak Jingga’s character from Damarwulan folklore compared to the current social and political conditions. The script tells about the death of a loyal right-hand man caused by a corrupt ruler.  Bhre Satya Palastra is created by using reception theory diacronically to sort out the data and by using adaptation theory to trace the adaptations. This research results in a playscript with the theme of winning over death. Key words : playscript, Bhre Satya Palastra, Menak Jingga, folklore, reception, diachronic 
ERRATUM JURNAL TONIL EDISI 15, NO. 1, 2018 Redaksi Jurnal Tonil Redaksi Jurnal Tonil
TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Vol 15, No 1 (2018): 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-

Page 1 of 1 | Total Record : 7