cover
Contact Name
Hakimatul Mukaromah
Contact Email
hakimatul.m@ft.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
desakota@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Desa-Kota : Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Pemukiman
ISSN : -     EISSN : 26565528     DOI : -
Desa-Kota, adalah jurnal perencanaan wilayah, kota, dan permukiman, yang tujuan utamanya adalah untuk memperdalam pemahaman tentang kondisi perkotaan, perdesaan, dan kewilayahan, serta perubahan dan dinamika yang terjadi di area tersebut, baik dari perspektif empiris, teoretis, maupun kebijakan.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2025)" : 14 Documents clear
Tipologi Ketersediaan Lahan Permukiman sebagai Dasar Pengendalian Penduduk di Kota Semarang Tahun 2040 Elvina, Faza; Yesiana, Reny
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.109066.175-190

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat di Kota Semarang menimbulkan tekanan terhadap ketersediaan lahan permukiman. Penelitian ini bertujuan mengembangkan tipologi ketersediaan lahan sebagai dasar perumusan arah pengendalian penduduk hingga tahun 2040. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif berbasis spasial dengan analisis data pertumbuhan penduduk dan ketersediaan lahan melalui Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan karakteristik antar kecamatan, yang kemudian diklasifikasikan ke dalam empat kuadran berdasarkan kombinasi tinggi-rendahnya pertumbuhan penduduk dan ketersediaan lahan. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah dengan pertumbuhan penduduk tinggi justru memiliki ketersediaan lahan rendah, sehingga membutuhkan kebijakan pengendalian yang tepat sasaran. Integrasi analisis spasial dan demografi menjadi keunikan dalam penelitian ini, karena mampu memberikan dasar perencanaan yang lebih akurat dan kontekstual. Tipologi yang dikembangkan berpotensi diadaptasi pada wilayah lain sebagai acuan perumusan kebijakan berbasis wilayah.
Pengaruh Karakteristik Pergerakan Penumpang Commuter Line Yogyakarta-Surakarta terhadap Pemilihan Moda Feeder Arnanda, Marshelyna Yudha; Werdiningtyas, Ratri; Widodo, Candraningratri Ekaputri
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.91086.81-89

Abstract

Tingginya jumlah komuter Kota Yogyakarta pengguna Commuter Line Yogyakarta-Surakarta yang menuju Kota Surakarta dihadapkan pada pemilihan moda feeder untuk menjangkau lokasi destinasi dari stasiun tujuannya di Kota Surakarta. Banyaknya pengguna transportasi umum pribadi dibandingkan pengguna transportasi umum massal diantara komuter memunculkan pertanyaan apa yang menjadi pengaruh dalam pemilihan moda oleh komuter pengguna Commuter Line  dari Yogyakarta menuju Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh karakteristik pergerakan terhadap pemilihan moda oleh komuter. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda dengan variabel dependen yaitu jenis pemilihan moda transportasi dan variabel independen yaitu karakteristik pergerakan komuter. Sampel penelitian ini adalah komuter KRL Yogyakarta-Surakarta yang menggunakan moda transportasi umum dalam melakukan pergerakannya di Kota Surakarta. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pengaruh pemilihan moda feeder berdasarkan karakteristik pergerakan komuter di Stasiun Purwosari, Stasiun Solo Balapan, dan Stasiun Solo Jebres.
Penentuan Kawasan Potensial Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Kerapatan Vegetasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Indeks Kenyamanan Temperature Humidity Index (THI) di Kota Bandar Lampung Rilansari, Valendya; Rahmah, Chania; Rajabi, M. Farhan; Saputra, M. Gilang Dwi
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.97376.140-148

Abstract

Permasalahan aspek lingkungan dalam penataan ruang hingga saat ini masih menjadi isu utama pada lingkup perencanaan kota. Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi salah satu indikator dari aspek lingkungan yang masih sulit untuk dipenuhi seluruh kota di Indonesia, termasuk di kota yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu Kota Bandar Lampung. Penyediaan RTH merupakan salah satu strategi perencanaan untuk menyeimbangkan ekosistem kota serta mengatasi kerusakan ekologi dari berbagai kegiatan manusia yang jika diabaikan dapat mengakibatkan gangguan terhadap kenyamanan pada lingkungan perkotaan. Luas RTH Kota Bandar Lampung seluas 7,73% dari luas kawasan kota, angka yang masih jauh dari standar minimal RTH, yaitu sebesar 30% dari keseluruhan luas kota menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menentukan kawasan potensial RTH di Kota Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan, yaitu kuantitatif secara spasial dengan mengetahui kerapatan vegetasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan indeks kenyamanan Temperature Humidity Index (THI). Penelitian ini merekomendasikan pengelolaan kawasan potensial RTH yang ada. Data dan informasi dalam penelitian ini diperoleh dari pengolahan data citra satelit Sentinel-2 yang dianalisis secara geospasial guna menghasilkan rekomendasi terhadap pengelolaan kawasan potensial RTH yang ada.
Tingkat Pelayanan Jalur Pedestrian di Kawasan Wisata Malioboro, Kota Yogyakarta Rahmah, Hifaa Nursabrina; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria Fitria
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.92430.102-111

Abstract

Kawasan Malioboro sebagai kawasan wisata di perkotaan perlu memperhatikan fasilitas yang menjadi daya tarik pariwisata perkotaan. Fasilitas perkotaan yang menjadi perhatian di kawasan Malioboro adalah jalur pedestriannya yang merupakan fasilitas yang penting dalam mendukung integrasi pariwisata kawasan Malioboro. Penataan jalur pedestrian oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui realisasi kebijakan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) pada awal tahun 2022 memberi perubahan signifikan pada jalur pedestrian di kawasan Malioboro. Penelitian ini mengkaji tingkat pelayanan jalur pedestrian dengan memperhatikan enam komponen, yaitu aksesibilitas, daya tarik, keamanan, kenyamanan, inklusivitas, dan kelembagaan dengan indikatornya masing-masing yang didasarkan pada komponen kawasan wisata, ruang publik, dan jalur pedestrian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jalur pedestrian di kawasan Malioboro sudah dapat melayani dengan baik melalui penilaian tingkat pelayanannya. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui observasi lapangan serta penyebaran kuesioner. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deduktif. Teknik analisis penelitian menggunakan analisis skoring dengan skala Guttman pada tiap indikator penilaian yang datanya dikumpulkan dengan teknik survei data primer melalui observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas, daya tarik, keamanan, kenyamanan, inklusivitas, dan kelembagaan di kawasan menghasilkan tingkat pelayanan jalur pedestrian kawasan wisata Malioboro sangat baik.
Pemenuhan Kebutuhan Fasilitas Lingkungan Kawasan Permukiman Kumuh: Perspektif Teori Maslow di RW 05 & RW 11, Kelurahan Cibangkong Shabrina, Aqilah Syifa; Permana, Chrisna Trie Hadi; Utomo, Rizon Pamardhi
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.77195.1-11

Abstract

Kota Bandung merupakan kota dengan tingkat kekumuhan paling tinggi di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas lingkungan permukiman di RW 05 dan RW 11, Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, dalam memenuhi kebutuhan para penghuni. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi tingkat kebutuhan yang belum terpenuhi dengan baik karena kondisi fasilitas eksisting yang belum lengkap dan layak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuesioner yang disebar di RW 05 dan RW 11, Kelurahan Cibangkong. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner diinterpretasi berdasarkan hierarki kebutuhan dasar menurut Teori Hierarki Kebutuhan Maslow yang meliputi kebutuhan fisik, keamanan, sosial, harga diri, dan aktualisasi diri. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi berdasarkan kondisi fasilitas lingkungan permukiman eksisting. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh tingkatan kebutuhan, mulai dari kebutuhan fisik hingga aktualisasi diri, belum terpenuhi dengan baik di RW 05 dan RW 11, Kelurahan Cibangkong. Kondisi fasilitas lingkungan permukiman di kedua kawasan tersebut belum lengkap dan layak untuk memenuhi kebutuhan dasar penghuni. Beberapa masalah yang diidentifikasi adalah penyalahgunaan fasilitas, belum tersedianya transportasi umum, keterbatasan ruang publik, serta keterbatasan akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan. Peningkatan fasilitas-fasilitas ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kualitas hidup para penghuni dan memajukan kualitas permukiman secara keseluruhan.
Faktor yang Berpengaruh dalam Penyediaan Taman Kota untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Kota Bekasi Malnes, Hyldegard Asyera; -, Soedwiwahjono; Rini, Erma Fitria
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.93162.149-161

Abstract

Fenomena perubahan lahan perkotaan menjadi lahan terbangun meningkat seiring dengan pemenuhan kebutuhan sektor perdagangan dan jasa. Taman kota sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik merupakan lahan terbuka yang memiliki manfaat dan fungsi ekologis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Mengingat hal tersebut, penyediaan taman kota sebagai RTH merupakan sebuah tantangan utama pada kawasan perkotaan. Kota Bekasi merupakan kota yang letaknya strategis serta merupakan hinterland bagi Jakarta. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan guna lahan, pertumbuhan penduduk, dan peningkatan persentase lahan terbangun yang signifikan seiring dengan tingginya angka kepadatan penduduk di Kota Bekasi. Kepadatan penduduk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penyediaan RTH publik di suatu wilayah. Pada wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi, kebutuhan akan RTH semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dalam penyediaan taman kota di Kota Bekasi sehingga menjadi dasar kajian dalam penyediaan RTH untuk mendukung pembangunan berkelanjutan pada wilayah penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teknik analisis deskriptif dan analisis Delphi melalui kuesioner kepada stakeholder. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat delapan faktor yang mempengaruhi dalam penyediaan taman kota di Kota Bekasi yakni regulasi penyediaan RTH, ketersediaan anggaran, dan partisipasi masyarakat beserta dengan lima faktor lainnya berkaitan dengan kinerja pemerintah serta kondisi iklim kawasan.
Analisis Aspek Fisik dan Nonfisik Pembentuk Tipologi Wilayah Peri-Urban di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo Wahyuhana, Ratika Tulus
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.94440.39-54

Abstract

Kecamatan Grogol di Kabupaten Sukoharjo merupakan wilayah peri-urban Kota Surakarta. Arus urbanisasi yang semakin meningkat berdampak pada munculnya wilayah peri-urban sebagai zona transisi antara desa dan kota. Peri-urban merupakan wilayah pinggiran kota yang berkembang secara dinamis dan memiliki percampuran karakteristik desa dan kota. Percampuran karakter ini dapat diklasifikasikan dari pola pemanfaatan lahan, karakteristik demografi, ekonomi, dan ketersediaan pelayanan infrastruktur publik. Dampak urbanisasi di perkotaan memberikan hal positif melalui pertumbuhan ekonomi yang menunjang keberlanjutan masyarakat di perkotaan. Kota Surakarta merupakan salah satu kota di provinsi Jawa Tengah yang berstatus sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan berfungsi untuk melayani kegiatan skala internasional, nasional atau beberapa provinsi. Kota Surakarta mengalami perkembangan sangat pesat di seluruh bidang kegiatan, baik dalam bidang industri, jasa, permukiman, pendidikan, perdagangan, maupun transportasi, yang memicu perkembangan wilayah di sekitarnya yang berbatasan langsung yaitu beberapa kecamatan di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek pembentuk tipologi wilayah peri-urban berdasarkan aspek fisik dan nonfisik di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Analisis tipologi zona peri-urban menggunakan analisis spasial deskriptif dan skoring. Berdasarkan hasil rangkaian analisis, penggunaan lahan pertanian, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, dan laju pertumbuhan penduduk menunjukkan keterkaitan yang relevan dengan kondisi wilayah peri-urban dalam mencirikan karakter perkotaan dan perdesaan dengan nilai korelasi <50%. Analisis skoring menunjukkan sejumlah 7,14% atau 2 desa di wilayah Kecamatan Grogol merupakan tipologi rural peri-urban, 71,42% atau 10 desa termasuk peri-urban sekunder, dan 29,57% atau 3 desa merupakan tipologi peri-urban primer.
Analisis Faktor Pemilihan Lokasi Perumahan Peri-Urban Bagian Selatan Kota Semarang (Studi Kasus: Kecamatan Ungaran Barat dan Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang) Syandana, Rifda Asyifah; Suminar, Lintang; Kusumastuti, Kusumastuti
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.91004.26-38

Abstract

Urbanisasi menyebabkan Kota Semarang berkembang pesat dan mengalami pertumbuhan jumlah penduduk setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan adanya peningkatan kebutuhan ruang untuk kegiatan di dalam kota. Adanya keterbatasan lahan di Kota Semarang tidak dapat mengakomodasi kebutuhan ruang sehingga menyebabkan adanya perluasan perkembangan perkotaan ke wilayah pinggiran kota atau wilayah peri-urban. Wilayah peri-urban Kota Semarang, yakni Kecamatan Ungaran Barat dan Kecamatan Ungaran Timur mengalami perubahan guna lahan, khususnya menjadi lahan permukiman, sebagai akibat dari perluasan perkembangan perkotaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan lokasi perumahan peri-urban bagian selatan Kota Semarang. Dari hasil penelitian, didapatkan 4 kelompok faktor dengan 8 faktor di dalamnya. Keempat kelompok faktor tersebut, yakni: 1) aksesibilitas dan sarana prasarana, yang terdiri dari faktor kemudahan mengakses transportasi, jarak menuju pusat kota, dan ketersediaan dan kondisi sarana dan prasarana penunjang; 2) kenyamanan lingkungan, yang terdiri dari faktor tingkat kerawanan bencana dan kenyamanan lingkungan; 3) keamanan dan legalitas, yang terdiri dari faktor tingkat keamanan dan legalitas pendirian rumah; dan 4) harga beli rumah.
Studi Perbandingan Struktur Spasial Kota-Kota Terbelah Sungai: Kota Tenggarong, Kota Samarinda, Kota Tanjung Redeb, dan Kota Tanjung Selor Fitrianto, Agus; Purwanto, Edi; Harsritantogun, Bangun Indrakusumo Radityo
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.80952.90-101

Abstract

Kota-kota di Kalimantan yang berkembang di sepanjang sungai sering menunjukkan karakter morfologi yang terbelah, ditandai dengan ketimpangan spasial antara dua sisi sungai. Ketidakseimbangan ini berdampak pada keterhubungan aktivitas, distribusi layanan publik, dan struktur ruang kota secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif terhadap struktur spasial empat kota sungai di Kalimantan, yaitu Kota Samarinda, Kota Tenggarong, Kota Tanjung Redeb, dan Kota Tanjung Selor. Analisis dilakukan dengan menggunakan enam indikator, yakni asal pertumbuhan, kepadatan penduduk, pola spasial, tata guna lahan, jaringan jalan, dan hierarki kota. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif dengan teknik analisis spasial berbasis citra satelit, interpretasi dokumen RTRW, serta observasi lapangan untuk validasi kondisi eksisting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat kota memiliki kesamaan dalam orientasi awal pertumbuhan dari garis air tetapi mengalami perbedaan signifikan dalam pola ekspansi dan konfigurasi spasial. Kota Samarinda menunjukkan morfologi kota yang lebih kompak dan terkoneksi secara hierarkis, sedangkan Kota Tanjung Selor dan Kota Tenggarong menunjukkan dominasi aktivitas pada satu sisi sungai dengan konektivitas terbatas. Perbedaan ini berkaitan erat dengan faktor historis, peran sungai sebagai batas atau penghubung, dan kehadiran infrastruktur pengikat seperti jembatan atau simpul transportasi. Penelitian ini menjawab kekosongan studi spasial komparatif pada kota-kota sungai menengah di Indonesia dan menawarkan pendekatan pembacaan morfologi yang mengintegrasikan aspek sejarah, ekologi, dan konektivitas spasial. Temuan ini penting sebagai masukan bagi perencanaan kota sungai yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.
Kesesuaian Penggunaan Lahan Pesisir Kota Pangkalpinang terhadap Risiko Banjir Rob Hariyra, Salsabilita; Miladan, Nur; Yudana, Galing
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.90933.55-67

Abstract

Kota Pangkalpinang merupakan kota pesisir yang secara geografis berbatasan langsung dengan Selat Karimata dan Laut Cina Selatan. Letaknya yang berbatasan langsung dengan lautan membuat Kota Pangkalpinang memiliki potensi risiko banjir rob. Fakta menunjukkan adanya peningkatan kejadian banjir rob beberapa tahun terakhir akibat adanya perubahan iklim yang menyebabkan meningkatnya air laut. Kondisi tersebut menimbulkan ancaman bagi aktivitas guna lahan khususnya di pesisir Kota Pangkalpinang. Dengan adanya fenomena tersebut, perlu adanya kajian risiko bencana banjir rob untuk dilihat bagaimana kesesuaiannya dengan penggunaan lahan di Kota Pangkalpinang. Dengan menggunakan pendekatan deduktif dan teknik analisis skoring dan spatial overlay, akan dihasilkan zona risiko banjir rob dengan klasifikasi rendah hingga tinggi dan akan dilihat bagaimana kesesuaiannya dengan penggunaan lahan eksisting. Penelitian ini juga memberikan gambaran seberapa besar ketidaksesuaian penggunaan lahan di Kota Pangkalpinang dan saran bagi pihak terkait untuk melakukan pengendalian penggunaan lahan pada kawasan yang memiliki ketidaksesuaian penggunaan lahan.

Page 1 of 2 | Total Record : 14