cover
Contact Name
laelatus Syifa Sari Agustina
Contact Email
laelatussyifa.sa@staff.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung D Fakultas Kedokteran UNS Jl. Ir. Sutami no. 36A, Kota surakarta (solo), Jebres, Jawa Tengah, 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WACANA
ISSN : 20850514     EISSN : 27161625     DOI : https://doi.org/10.13057/wacana.v12i1
Wacana adalah wadah pengembangan psikologi di indonesia khususnya dibidang indegenous yang memuat naskah-naskah ilmiah penelitian empiris. Psikologi dalam ranah indegenous mengkhususkan diri pada studi yang mengangkat seni, etnis, budaya, nilai-nilai kepercayaan, spiritualitas, agama dan kearifan lokal yang saling mempengaruhi proses sosial dan proses individual serta hubungan intra dan/atau inter kelompok dan lingkungan. Kajian dalam bidang-bidang psikologi lainnya dapat dimuat dalam Wacana sepanjang memiliki relevansi dengan psikologi khusunya bidang indegenous.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2014)" : 7 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS INTERAKSI ATASAN-BAWAHAN DAN QUALITY OF WORK LIFE DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR KARYAWAN PT. AIR MANCUR PALUR KARANGANYAR Fithatue Amalia Fatla Aini; Tuti Hardjajani; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.54 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v6i1.4

Abstract

Organizational citizenship behavior merupakan perilaku karyawan secara sukarela di luar tanggungjawab dalam jobdescription. Kurangnya organizational citizenship behavior yang dimunculkan karyawan akan menyebabkan tidak tercapainya tujuan perusahaan dengan maksimal. Faktor yang mempengaruhi organizational citizenship behavior diantaranya adalah faktor kelompok dan faktor organisasional. Kualitas interaksi atasan-bawahan merupakan salah satu faktor kelompok yang diasumsikan berhubungan dengan organizational citizenship behavior. Semakin baik kualitas interaksi atasan-bawahan maka semakin tinggi organizational citizenship behavior. Faktor organisasional yang diasumsikan berhubungan dengan organizational citizenship behavior salah satunya adalah quality of work life. Karyawan yang merasakan quality of work life diharapkan terdorong untuk memunculkan organizational citizenship behavior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas interaksi atasan-bawahan dan quality of work life dengan organizational citizenship behavior, hubungan antara kualitas interaksi atasan-bawahan dengan organizational citizenship behavior, serta hubungan antara quality of work life dengan organizational citizenship behavior. Populasi dalam penelitian adalah seluruh karyawan PT Air Mancur sejumlah 732 orang. Sampel penelitian adalah karyawan PT Air Mancur sejumlah 91 karyawan. Sampling menggunakan disproportionate stratified random sampling. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah Skala Organizational Citizenship Behavior Fox and Spector, Skala LMX, dan Skala Quality of Work Life Wayne. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda, diperoleh p-value sebesar 0,00 < 0,05 dan Fhitung 64,820 > Ftabel= 3,09 serta R sebesar 0,772. Hal ini berarti ada hubungan positif yang signifikan antara kualitas interaksi atasan-bawahan dan quality of work life dengan organizational citizenship behavior. Hasil korelasi parsial menunjukkan terdapat pula hubungan positif yang signifikan antara kualitas interaksi atasan-bawahan dengan organizational citizenship behavior sebesar 0,392. Demikian juga terdapat hubungan positif yang signifikan antara quality of work life dengan organizational citizenship behavior sebesar 0,389. Kata kunci : organizational citizenship behavior, kualitas interaksi atasan-bawahan, quality of work life.
GAMBARAN RESILIENSI ANAK PASCA BENCANA BANJIR DI DESA DAYEUHKOLOT, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT Rachmat Taufiq; Eka Susanty; Dyah Titi S; Elin Nurlina
Wacana Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.048 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v6i1.5

Abstract

Jawa Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang sering mengalami bencana alam. Salah satunya daerahnya adalah Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Bencana alam yang seringkali dihadapi oleh masyarakat Dayeuhkolot adalah banjir. Setiap turun hujan, maka daerah ini akan terendam oleh air. Lebih-lebih jika intensitas curah air hujan cukup tinggi dan berdurasi lama, maka dapat dipastikan banjir akan melanda. Bencana banjir beresiko tinggi mengancam keselamatan jiwa para warga serta merusak infrastruktur yang ada. Bukan hanya kerugian secara materi yang menjadi masalah, namun juga dampak psikologis. Penelitian ini mengacu pada konsep resiliensi dari Reivich & Shatte (2002) yang menyatakan bahwa resiliensi merupakan kemampuan untuk beradaptasi dan tetap teguh dalam situasi sulit. Menurut Reivicih & Shatte (2002) Resiliensi dibangun dari tujuh kemampuan. Adapun ketujuh kemampuan itu adalah: Regulasi emosi (emotion regulation), pengendalian  impuls (impuls control, analisis Kausal (causal analysis), efikasi diri (self-efficacy), Optimisme (realistic optimism), empati (emphatic), mencapai hal yang positif (Reaching Out.). Penelitian ini merupakan penelitian awal yang bermaksud untuk menggambarkan resiliensi anak korban bencana banjir di Dayeuhkolot, Bandung. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan Resilence Quotient (RQ) dari Reivich & Shatte (2002) yang dilakukan penyesuaian oleh peneliti (alpha cronbach = 0,885). Sampel penelitian berjumlah 31 orang anak di daerah Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan secara umum kemampuan resiliensi yang dimiliki oleh anak-anak pasca bencana banjir di desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat menunjukkan  kemampuan yang baik/tinggi  dalam impulse control, optimism dan causal analysis, sedangkan kemampuan yang tergolong rendah adalah regulasi emosi, empati, self efficacy dan reaching out. Meskipun demikian, penelitian ini merupakan penelitian awal, sehingga penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan. Untuk meningkatkan kemampuan resiliensi anak, tampaknya perlu dirancang dan dilakukan program intervensi dan pengembangan terutama dalam kemampuan regulasi emosi, empati, self efficacy dan reaching out. Kata kunci: Resiliensi, bencana banjir, anak (remaja).
STUDI TENTANG GASTROINTESTINAL DISORDERS PADA WANITA YANG MENGALAMI STRES BISING PESAWAT UDARA DI SEKITAR BANDARA ADI SOEMARMO BOYOLALI . Hartono
Wacana Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.851 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v6i1.1

Abstract

The interaction between aircraft noise stress factor with gastrointestinal disorders is believed through brain-HPA-axis, including psycho-neuro-immune-endocrinology system which is direct or indirect could influence on the acid secretion, motility, vascularitation and sensory of pain. The aims of the research is  to find out the difference of the gastrointestinal disorders of women with the aircraft  noise stress in the area of Adi Soemarmo Airport of Boyolali.The research finding is expected to contribute to the science development and to give benefits for local government and among people in the Area of Adi Soemarmo Airport in preventing the effect of aircraft noise. The research design was an analytical survey with a cross sectional approach, taking location at the Dibal and Gagak Sipat Village, Ngemplak Sub district, Boyolali District. The research was conducted from March 2011- to October 2011. The number of respondent was 117. They were divided into 3 groups; Group 1 was exposed 93.10 dB of noise level (39 respondents);  Group 2 was exposed 74.51 dB of noise level (38 respondents); and Group 3 was exposed  54.45 dB of noise level (40 respondents). The samples were taken using simple random sampling. The data were analyzed by Chi-kwadrat. Based on the results of the analysis, a conclusion was drawn that there was a significant difference of the gastrointestinal disorders of women with the aircraft  noise stress in the area of Adi Soemarmo Airport of Boyolali (p<0.05; α=0.05). Keywords : Aircraft noise stress, Gastrointestinal disorders, Adi Soemarmo Airport
KETABAHAN DAN KECENDERUNGAN DEPRESI PADA PENDERITA LUPUS Farida Hidayati
Wacana Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.129 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v6i1.6

Abstract

Depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, anhedonia, kelelahan, rasa putus asa dan tidak berdaya, serta bunuh diri. Penyakit lupus sendiri merupakan penyakit kronis yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia (autoimun) Penelitian ini ingin mengungkap hubungan antara ketabahan dengan kecenderungan depresi pada penderita lupus. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan metode skala psikologi, yaitu cara pengumpulan data dengan menetapkan besarnya bobot atau nilai skala bagi jawaban penyataan objek psikologis yang berdasarkan pada suatu kontinu. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan seberapa besar hubungan antara depresi dengan ketabahan melalui rxy= -0,651 dengan p = 0,000 (p<0,05). Hasil uji hipotesis ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara depresi dengan ketabahan. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara depresi dengan ketabahan dapat diterima. Arah hubungan yang negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi ketabahan maka depresi yang dimiliki penderita lupus akan semakin rendah. Kata Kunci: Depresi, Ketabahan, Penderita Lupus
KEEFEKTIFAN PELATIHAN KETRAMPILAN REGULASI EMOSI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT EKSPRESI EMOSI PADA CAREGIVER PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA . Makmuroch
Wacana Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.478 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v6i1.2

Abstract

Membantu orang dengan gangguan skizofrenia bukanlah situasi yang mudah, bahkan seringkali menimbulkan frustasi. Keluarga yang memiliki anggota dengan gangguan kerap kali mengalami berbagai emosi seperti rasa takut, rasa bersalah, rasa marah, frustasi, rasa malu, dan perasaan tidak berguna. Salah satu cara penanganan adalah dengan memberikan ketrampilan regulasi emosi. Caregiverdengan regulasi emosi yang baik akan mengontrol emosi dengan menghambat keluaran tanda-tanda emosi yang bersifat negatif. Mereka mampu memahami perilaku pasien skizofrenia dan mengubah pikiran atau penilaian tentang situasi untuk menurunkan dampak emosional, sehingga menghasilkan reaksi emosional yang positif. Penelitian ini berusaha untuk melihat keefektifan pelatihan ketrampilan regulasi emosi terhadap penurunan tingkat ekspresi emosi pada caregiver pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta. Penelitian ini merupakan merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan pre-test – post-test controlled group design. Subjek penelitian adalah 14 caregiver pasien skizofrenia yang menjalani pengobatan di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta, 7 sebagai subyek eksperimen dan 7 sebagai subyek kontrol. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, artinya pengambilan sampel dilakukan dengan memilih subjek yang keterwakilannya sudah ditentukan berdasarkan kriteria inklusi penelitian. Data dianalisis menggunakan teknik mann-whitney u-test, dan untuk menunjang pembahasan agar lebih mendalam, analisis data juga dilengkapi dengan metode kualitatif. Pelatihan ketrampilan regulasi emosi dalam penelitian ini merupakan kegiatan yang dilakukan dengan memberi pengertian, pengetahuan, dan ketrampilan untuk memonitor, mengevaluasi, dan memodifikasi reaksi emosional serta bagaimana emosi tersebut diekspresikan, sehingga peserta dapat mengaplikasikannya untuk menambahkan dan meningkatkan kemampuan regulasi emosi yang dimiliki. Hasil uji dengan Mann – Whitney U-test memperlihatkan nilai Mann - Whitney U sebesar 1.5, dengan nilai signifikansi (2-tailed) 0.003 ( P < 0,05 ) sehingga dapat disimpulkan bahwa selisih skor pre dan post-test antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol benar-benar berbeda, atau dapat dikatakan bahwa pelatihan regulasi emosi yang dilakukan terhadap caregiver pasien skizofrenia efektif untuk menurunkan skor ekspresi emosi peserta. Hasil evaluasi persepsi atas pengalaman dalam pelatihan regulasi emosi memperlihatkan persepsi positif dari subyek penelitian terhadap berbagai aspek pelatihan regulasi emosi.   Kata Kunci: pelatihan ketrampilan regulasi emosi, ekspresi emosi, caregiver, pasien skizofrenia
STUDI FENOMENOLOGI MENGENAI PENYESUAIAN DIRI PADA WANITA BERCADAR Faricha Hasinta Sari; Salmah Lilik; Rin Widya Agustin
Wacana Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.184 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v6i1.7

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses penyesuaian diri pada wanita bercadar yang berusia dewasa muda di wilayah Surakarta. Penyesuaian diri merupakan suatu proses bagaimana seorang individu dapat memperoleh suatu keseimbangan dalam menghadapi kebutuhan, tuntutan, frustasi, dan konflik dari dalam diri maupun lingkungan, sehingga tercapai suatu harmoni pada diri sendiri dan lingkungannya. Pada penelitian ini, wanita bercadar merupakan komunitas yang rentan terhadap kondisi penyesuaian karena dihadapkan pada berbagai situasi akibat bercadar, seperti dalam interaksi sosial wanita bercadar kehilangan petunjuk wajah sebagai identitas dan faktor penting dalam komunikasi non verbal, serta tugas perkembangan usia dewasa muda yang penuh dengan pola-pola kehidupan dan harapan sosial yang baru. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan rancangan studi fenomenologi yang diharapkan mampu menggali data dari subjek secara lebih mendalam sehingga mampu menjelaskan situasi yang dialami oleh subjek dalam kehidupan sehari-hari dan tetap selaras dengan konteks dimana gejala itu muncul di dunia. Subjek penelitian ini adalah wanita bercadar berjumlah 3 orang dengan kriteria yaitu berusia dewasa muda dan tidak tinggal di pondok pesantren. Penentuan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik bola salju (snowball sampling). sedangkan metode pengambilan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah riwayat hidup, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa setiap subjek memiliki alasan bercadar yang berbeda-beda dan respon masing-masing dalam menyesuaikan diri. Subjek 1 bercadar karena perintah suami, subjek 2 bercadar karena menganggap cadar adalah wajib, dan subjek 3 bercadar karena merasa malu dan risih dilihat wajahnya oleh orang lain. Subjek 1 mengatasi ketidaksiapannya dengan lingkungan baru dengan membentuk sikap menghindar dan mengisi dengan fokus terhadap mimpinya mengembangkan kreativitas anak. Subjek 2 terus berupaya meyakinkan kedua orang tuanya dengan mentaati segala keinginan orang tuanya namun tetap berpegang teguh pada keyakinannya. Ia juga berusaha untuk memiliki usaha mandiri sehingga terbebas dari tuntutan sosial. Sedangkan subjek 3 melakukan interaksi yang wajar dengan teman-temannya baik laki-laki maupun perempuan, mengenakan pakaian yang berwarna-warni, membaur dan aktif dengan lingkungan tempat tinggalnya, serta melakukan self talk sebagai salah satu sarana untuk bangkit dari keterpurukan.   Kata Kunci : Penyesuaian Diri, Wanita Bercadar, Usia Dewasa Muda
NILAI DAN AFILIASI PARTAI POLITIK Hakim, Moh. Abdul; Soetjipto, Helly P.
Wacana Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.991 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v6i1.3

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pola relasi antara karakteristik nilai yang menjadi prioritas individu dengan pilihan partai politik dalam pemilu. Penelitian ini menggunakan kerangka teori sepuluh struktur dan konten nilai dari Schwartz (1992) yang telah divalidasi dalam berbagai konteks budaya. Sebanyak 210 peserta pemilu tahun 2004 (laki-laki = 96; perempuan = 105) dengan rentang usia 17-30 tahun diminta untuk melengkapi skala yang diadaptasi dari Potrait Values Questionnaire (PVQ) yang dikembangkan oleh Schwartz dan self-report religiousity scale serta diminta untuk  menuliskan pilihan partai politiknya pada Pemilu tahun 2004. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan analisis diskriminan (discriminant analysis) untuk menguji hipotesis: (1) terdapat perbedaan karakteristik nilai antara kelompok pendukung partai dan (2) pendukung partai yang berbasis keagamaan lebih religius dibanding pendukung partai sekular. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai berperan saat individu memutuskan partai apa yang akan didukung. Sementara temuan lainnya menunjukkan bahwa para pendukung partai berbasis agama cenderung lebih relijius dibandingkan pendukung partai berbasis kebangsaan. Diskusi mengenai hasil-hasil temuan penelitian tersebut akan dipaparkan secara lebih luas di dalam pembahasan.   Kata Kunci: Nilai, partisipasi politik, pemilu, partai, PVQ

Page 1 of 1 | Total Record : 7