Psikologi Prima
PSIKOLOGI PRIMA merupakan jurnal ilmiah yang mengkaji ilmu psikologi sebagai media dalam menyajikan hasil-hasil penelitian psikologi industri dan organisasi, pendidikan, perkembangan, kepribadian, sosial, kewirausahaan, klinis dan kesehatan maupun isu-isu yang terkait yang bersumber dari konteks keanekaragaman sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 2 (2018)"
:
12 Documents
clear
PROKRASTINASI DITINJAU DARI KEPERCAYAAN DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL PADA SISWA SMK PABAKU
Liana Mailani
Psikologi Prima Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : unprimdn.ac.id
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (607.477 KB)
|
DOI: 10.34012/psychoprima.v1i2.367
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kepercayaan Diri dan Dukungan Sosial dengan Prokrastinasi pada Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi SMK Pabaku yang akan menempuh ujian Nasional sebanyak 94 orang. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan negative antara Kepercayaan Diri dan Dukungan Sosial dengan prokrastinasi dengan koefisien rx1y = - 0,515, p= 0,000. Hal ini berarti semakin tinggi Kepercayaan Diri dan Dukungan Sosial maka akan semakin rendah prokrastinasi. Sumbangan efektif sebesar 49.1% sedang sisanya sebesar 50.9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti. (2) Ada hubungan negatif antara Kepercayaan diri dengan prokrastinasi dengan koefisien rx2y = -0,657,p = 0,000. Artinya semakin tinggi kepercayaan diri maka akan semakin rendah prokrastinasi atau sebaliknya, dengan sumbangan efektif sebesar 43.1%. (3) Ada hubungan negatif antara Dukungan Sosial dengan prokrastinasi dengan koefisien rx2y = -0,356, p=0,018. Artinya semakin tinggi dukungan sosial maka akan semakin rendah prokrastinasi atau sebaliknya, dengan sumbangan efektif sebesar 12.6%.
TURNOVER INTENTION DITINJAU DARI JOB EMBEDEDDNESS PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. EXPRAVET NASUBA MEDAN
Vinesa Intan Savira
Psikologi Prima Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : unprimdn.ac.id
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.162 KB)
|
DOI: 10.34012/psychoprima.v1i2.369
This study aims to determine the relationship between job embededdness and turnover intention. The subjects of this were 102 employees of production in PT. Expravet Nasuba Medan. Data were obtained from scales to measure job embededdness and turnover intention. The data is analyzed by Product Moment correlation through SPSS 18 for Windows. The result shows that there is a negative relationship between job embededdness and turnover intention, with correlation coefficient r = -0.571 and (p < 0.05). Based on the results, it is concluded that the hypothesis is acceptable, and there is a negative correlation between job embededdness and turnover intention.
CYBERLOAFING DITINJAU DARI ROLE AMBIGUITY PADA KARYAWAN PT. FURNILUX INDONESIA SEI RAMPAH
Tri Santy Erika
Psikologi Prima Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : unprimdn.ac.id
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (758.387 KB)
|
DOI: 10.34012/psychoprima.v1i2.364
This study aims to test if there is a positive relationship between role ambiguity and cyberloafing, assuming higher role ambiguity, the lower cyberloafing is, on the other hand, the lower the ambiguity role, the lower is cyberloafing. The research subjects were all employees at PT. Furnilux Indonesia consisting of 105 people or commonly termed as saturated sampling method. Data were obtained from the scale to measure role ambiguity and cyberloafing. The calculations performed by prerequisite analysis uses shows that r = 0.544, and p = 0.000 (p<0.05) showing that there was a positive relationship between role ambiguity and cyberloafing. The results of this study indicated that the contribution (R2) is given by the variable role of ambiguity tons of cyberloafing up to 29.6 percent, the remaining 70.4 percent was affected by other variable not studied. Based on the results of this study can be concluded that the hypothesis can be accepted.
EFEKTIFITAS LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL MENGGUNAKAN PENDEKATAN EKLEKTIK UNTUK MENGATASI EMOSIONAL SISWA KELAS X SMK BINA SATRIA MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017
Sri Ngayomi Yudha Wastuti Nauli Fauziah Harahap
Psikologi Prima Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : unprimdn.ac.id
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (435.169 KB)
|
DOI: 10.34012/psychoprima.v1i2.365
Konseling individual merupakan pertemuan konselor dengan konseli secara individual, dimana terjadi hubungan konseling yang bernuansa rapport, dan konselor berupaya memberikan bantuan untuk mengembangkan pribadi konseli serta konseli dapat mengantisipasi masalah-masalah yang dihadapinya. Konseling individual yang di berikan kepada peserta didik (konseli) difokuskan kepada sikap dan tingkah lakunya yang kemudian setelah pelaksanaannya peserta didik (konseli) mengalami perubahan positif yang diharapkan sebagai hasil dari pelaksanaan konseling individual. Emosional merupakan setiap kegiatan atau pengelolaan pikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat dan meluap-luap yang dialami individu. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Bina Satria Medan yang beralamat di Jalan Marelan IX, No. 1, Kel. Tanah Enam Ratus, Kec. Medan Marelan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru Bimbingan dan Konseling, Guru Bidang Studi, Wali Kelas, dan Siswa yang berjumlah 5 orang sesuai dengan rekomendasi dari Guru Bimbingan dan Konseling. Adapun Objek dalam penelitian ini adalah Efektifitas Layanan Konseling Individual Menggunakan Pendekatan Eklektik Untuk Mengatasi Emosional Siswa Kelas X SMK Bina satria Medan. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif. Berdasarkan hasil data dan interpretasi data yang peneliti lakukan dapat disimpulkan bahwa konseling individual dapat mengatasi emosional siswa kelas X mengingat pada usia remaja siswa masih mengalami ketidakstabilan emosi. Oleh karena itu untuk mengatasi hal tersebut perlu perhatian khusus dan mendalam melalui konseling individual.
PERBEDAAN KONFORMITAS DITINJAU DARI JENIS KELAMIN PADA REMAJA DI SEKOLAH MADRASAH TSANAWIYAH IRSYADUL ISLAMIYAH KECAMATAN BAGAN SINEMBAH
Istiana Nur Ainun
Psikologi Prima Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : unprimdn.ac.id
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (622.551 KB)
|
DOI: 10.34012/psychoprima.v1i2.366
Penelitian ini untuk melihat Perbedaan Konformitas Ditinjau dari Jenis Kelamin Pada Remaja di Sekolah Madrasah Tsanawiyah Irsyadul Islamiyah Kecamatan Bagan Sinembah. Diasumsikan bahwa remaja perempuan lebih tinggi konformitasnya dibandingkan remaja laki-laki. Penelitian ini disusun berdasarkan Metode Skala Likert dengan menggunakan Skala Konformitas disusun berdasarkan aspek-aspek konformitas menurut Taylor (2004) yaitu: Peniruan, Penyesuaian, Kepercayaan, Kesepakatan, dan Ketaatan. Berdasarkan analisis data, maka diperoleh hasil sebagai berikut : Terdapat perbedaan konformitas berdasarkan analisis data dengan menggunakan Analisis Varian 1 jalur, adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan konformitas remaja laki-laki dan remaja perempuan ditinjau dari jenis kelamin.Hasil ini diketahui dengan melihat nilai koefisien Anava F = 531,864 dengan koefisien signifikan 0,000. Hal ini berarti nilai signifikan yang diperoleh lebih kecil dari 0,050. Berdasarkan hasil ini berarti hipotesis yang diajukan diterima. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang bersekolah di Madrasah Tsanawiyah Irsyadul Islamiyah Kecamatan Bagan Sinembah Kelas VII dan VIII yang berjumlah 160 orang meliputi 75 Orang Laki-laki dan 85 orang perempuan. Teknik Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik quota sampling adalah teknik yang dilakukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan jumlah sampel tertentu sebagai target yang harus dipenuhi dalam pengambilan sampel dari populasi. Sampel yang diambil adalah sebanyak 60 orang yaitu 30 remaja laki-laki dan 30 remaja perempuan.
TERAPAN METODE COGNITIVE MAPPING APPROACH UNTUK MODEL MENTAL LINGKUNGAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Aliah B. Purwakania Hasan
Psikologi Prima Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : unprimdn.ac.id
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1490.7 KB)
|
DOI: 10.34012/psychoprima.v1i2.375
Untuk mengatasi masalah lingkungan yang terjadi pada saat ini, penyelenggaraan pendidikan lingkungan untuk pembangunan yang berkelanjutan merupakan kebutuhan yang tidak dapat diingkari. Pendidikan ini penting untuk membentuk perilaku pro-lingkungan. Pemikiran manusia tentang interaksi lingkungan dan manusia sangat menentukan bagaimana perilaku lingkungan seseorang. Pemikiran ini terpetakan dalam sistem ingatan manusia dalam bentuk model mental lingkungan. Makalah ini bertujuan untuk membahas bagaimana Cognitive Mapping Approach (CMA) dapat menjadi alat untuk mengevaluasi model mental lingkungan dalam dunia pendidikan. Sebagai studi kasus, dipergunakan penelitian yang dilakukan oleh Melissa R. Wuellner, Leslie Vincent, dan Brandi Felts (2017) pada peserta mata kuliah konservasi lingkungan di South Dakota State University. Hasil dari penerapan metode CMA ini menunjukkan implikasi evaluasi model mental mahasiswa terhadap pendidikan lingkungan, dan dampak kompleksitas bentuk model mental lingkungan bagi interaksi dan harmonisasi kehidupan manusia dan lingkungannya.Artikel ini membahas bagaimana menerapkan metode CMA untuk mengevaluasi model mental lingkungan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Saran bagi pengembangan metode CMA juga dibahas sebagai pendekatan evaluatif dalam pendidikan lingkungan.
CYBERLOAFING DITINJAU DARI ROLE AMBIGUITY PADA KARYAWAN PT. FURNILUX INDONESIA SEI RAMPAH
Erika, Tri Santy
Psikologi Prima Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : unprimdn.ac.id
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34012/psychoprima.v1i2.364
This study aims to test if there is a positive relationship between role ambiguity and cyberloafing, assuming higher role ambiguity, the lower cyberloafing is, on the other hand, the lower the ambiguity role, the lower is cyberloafing. The research subjects were all employees at PT. Furnilux Indonesia consisting of 105 people or commonly termed as saturated sampling method. Data were obtained from the scale to measure role ambiguity and cyberloafing. The calculations performed by prerequisite analysis uses shows that r = 0.544, and p = 0.000 (p<0.05) showing that there was a positive relationship between role ambiguity and cyberloafing. The results of this study indicated that the contribution (R2) is given by the variable role of ambiguity tons of cyberloafing up to 29.6 percent, the remaining 70.4 percent was affected by other variable not studied. Based on the results of this study can be concluded that the hypothesis can be accepted.
EFEKTIFITAS LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL MENGGUNAKAN PENDEKATAN EKLEKTIK UNTUK MENGATASI EMOSIONAL SISWA KELAS X SMK BINA SATRIA MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017
Nauli Fauziah Harahap, Sri Ngayomi Yudha Wastuti
Psikologi Prima Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : unprimdn.ac.id
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34012/psychoprima.v1i2.365
Konseling individual merupakan pertemuan konselor dengan konseli secara individual, dimana terjadi hubungan konseling yang bernuansa rapport, dan konselor berupaya memberikan bantuan untuk mengembangkan pribadi konseli serta konseli dapat mengantisipasi masalah-masalah yang dihadapinya. Konseling individual yang di berikan kepada peserta didik (konseli) difokuskan kepada sikap dan tingkah lakunya yang kemudian setelah pelaksanaannya peserta didik (konseli) mengalami perubahan positif yang diharapkan sebagai hasil dari pelaksanaan konseling individual. Emosional merupakan setiap kegiatan atau pengelolaan pikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat dan meluap-luap yang dialami individu. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Bina Satria Medan yang beralamat di Jalan Marelan IX, No. 1, Kel. Tanah Enam Ratus, Kec. Medan Marelan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru Bimbingan dan Konseling, Guru Bidang Studi, Wali Kelas, dan Siswa yang berjumlah 5 orang sesuai dengan rekomendasi dari Guru Bimbingan dan Konseling. Adapun Objek dalam penelitian ini adalah Efektifitas Layanan Konseling Individual Menggunakan Pendekatan Eklektik Untuk Mengatasi Emosional Siswa Kelas X SMK Bina satria Medan. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif. Berdasarkan hasil data dan interpretasi data yang peneliti lakukan dapat disimpulkan bahwa konseling individual dapat mengatasi emosional siswa kelas X mengingat pada usia remaja siswa masih mengalami ketidakstabilan emosi. Oleh karena itu untuk mengatasi hal tersebut perlu perhatian khusus dan mendalam melalui konseling individual.
PERBEDAAN KONFORMITAS DITINJAU DARI JENIS KELAMIN PADA REMAJA DI SEKOLAH MADRASAH TSANAWIYAH IRSYADUL ISLAMIYAH KECAMATAN BAGAN SINEMBAH
Nur Ainun, Istiana
Psikologi Prima Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : unprimdn.ac.id
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34012/psychoprima.v1i2.366
Penelitian ini untuk melihat Perbedaan Konformitas Ditinjau dari Jenis Kelamin Pada Remaja di Sekolah Madrasah Tsanawiyah Irsyadul Islamiyah Kecamatan Bagan Sinembah. Diasumsikan bahwa remaja perempuan lebih tinggi konformitasnya dibandingkan remaja laki-laki. Penelitian ini disusun berdasarkan Metode Skala Likert dengan menggunakan Skala Konformitas disusun berdasarkan aspek-aspek konformitas menurut Taylor (2004) yaitu: Peniruan, Penyesuaian, Kepercayaan, Kesepakatan, dan Ketaatan. Berdasarkan analisis data, maka diperoleh hasil sebagai berikut : Terdapat perbedaan konformitas berdasarkan analisis data dengan menggunakan Analisis Varian 1 jalur, adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan konformitas remaja laki-laki dan remaja perempuan ditinjau dari jenis kelamin.Hasil ini diketahui dengan melihat nilai koefisien Anava F = 531,864 dengan koefisien signifikan 0,000. Hal ini berarti nilai signifikan yang diperoleh lebih kecil dari 0,050. Berdasarkan hasil ini berarti hipotesis yang diajukan diterima. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang bersekolah di Madrasah Tsanawiyah Irsyadul Islamiyah Kecamatan Bagan Sinembah Kelas VII dan VIII yang berjumlah 160 orang meliputi 75 Orang Laki-laki dan 85 orang perempuan. Teknik Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik quota sampling adalah teknik yang dilakukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan jumlah sampel tertentu sebagai target yang harus dipenuhi dalam pengambilan sampel dari populasi. Sampel yang diambil adalah sebanyak 60 orang yaitu 30 remaja laki-laki dan 30 remaja perempuan.
PROKRASTINASI DITINJAU DARI KEPERCAYAAN DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL PADA SISWA SMK PABAKU
Mailani, Liana
Psikologi Prima Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : unprimdn.ac.id
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34012/psychoprima.v1i2.367
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kepercayaan Diri dan Dukungan Sosial dengan Prokrastinasi pada Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi SMK Pabaku yang akan menempuh ujian Nasional sebanyak 94 orang. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan negative antara Kepercayaan Diri dan Dukungan Sosial dengan prokrastinasi dengan koefisien rx1y = - 0,515, p= 0,000. Hal ini berarti semakin tinggi Kepercayaan Diri dan Dukungan Sosial maka akan semakin rendah prokrastinasi. Sumbangan efektif sebesar 49.1% sedang sisanya sebesar 50.9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti. (2) Ada hubungan negatif antara Kepercayaan diri dengan prokrastinasi dengan koefisien rx2y = -0,657,p = 0,000. Artinya semakin tinggi kepercayaan diri maka akan semakin rendah prokrastinasi atau sebaliknya, dengan sumbangan efektif sebesar 43.1%. (3) Ada hubungan negatif antara Dukungan Sosial dengan prokrastinasi dengan koefisien rx2y = -0,356, p=0,018. Artinya semakin tinggi dukungan sosial maka akan semakin rendah prokrastinasi atau sebaliknya, dengan sumbangan efektif sebesar 12.6%.