cover
Contact Name
I Wayan Suyanta
Contact Email
suyanta.kaler@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pratamawidyajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
ISSN : 25284037     EISSN : 26158396     DOI : -
Pratama Widya : Jurnal Pendidikan Anak Usia yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar ini didedikasikan sebagai media untuk mempublikasikan pemikiran maupun penelitian yang berkaitan dengan topik pendidikan anak usia dini. Fokus Pratama Widya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini : Paradigma, Filosofi, Teori, Strategi, Pendekatan, Metode, Model serta Kebijakan-kebijakan Pendidikan Anak Uisia Dini.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018)" : 22 Documents clear
UPAYA MENINGKATKAN KETRAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI METODE BERMAIN PLASTISIN PADA ANAK USIA DINI Suci, Ni Ketut
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v3i1.708

Abstract

Anggapan bahwa bermain gadget adalah kekinian bagi anak usia dini dan kebiasaan orang tua memfasilitasi anaknya dengan gadget akan mengurangi fungsi dan perannya dalam pengasuhan menjadi pilihan bagi orang tua jaman sekarang. Atas dasar kenyamanan bagi orang tua dari aktivitas anak yang terkadang dianggap mengganggu, orang tua mengambil langkah dan solusi yang menurutnya ampuh untuk membuat anaknya diam, yakni dengan memberinya tablet, iPhone, HP dan barang digital sejenis lainnya.  Penggunaan barang-barang sejenis ini apabila tidak diimbangi dengan control, aturan dan konsekuensi yang jelas bisa membawa dampak yang kurang baik bagi perkembangan ketrampilan motorik halus anak. Aktivitas motorik halus adalah kegiatan yang melibatkan otot-otot kecil seperti jari jemari. Penggunaan barang-barang yang serba digital hanya melibatkan salah satu jari anak,misalnya jempol atau telunjuk saja yang dibantu perkembangannya. Hal ini akan menjadi masalah bagi anak ketika mereka memasuki usia prasekolah. Ketika diberikan kegiatan yang harus melibatkan semua jemarinya, tidak jarang anak yang jari-jarinya sangat kaku bahkan lemas, sehingga perlu bantuan guru untuk menyelesaikan tugas dengan baik. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif pemecahan masalah sebagai upaya untuk meningkatkan ketrampilan motorik halus anak di TK Dirgayusa. Berkaitan dengan hal itu,peneliti memilih metode “Bermain Plastisin”. Kegiatan bermain plastisin dapat melibatkan jari jemari anak secara keseluruhan dan terkoordinasi. Gerakan tersebut meliputi meremas, menggiling, mengepal, memencet dan lain sebagainya. Kegiatan ini dilakukan oleh anak secara berulang-ulang dan sangat bermanfaat untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot-otot jemarinya untuk persiapan kegiatan yang lebih kompleks. Setelah penerapan metode bermain plastisin ini, beberapa manfaat yang bisa didapatkan secara nyata, seperti: a) Kelenturan, kekuatan dan ketrampilan motorik halus anak meningkat. b) Anak lebih mudah dan lebih percaya diri untuk melakukan aktivitas motorik halus yang lebih kompleks c) Guru lebih mudah dalam melakukan bimbingan dan penguasaan kelas d) Guru semakin termotivasi dalam mencari terobosan atau memilih metode pembelajaran yang dapat memecahkan masalah/ kesulitan belajar anak, e)Sekolah menjadi lebih dinamis dan inspiratif karena banyak timbul gagasan baru. f) Orang tua murid semakin percaya untuk menitipkan anaknya, karena guru mampu mencarikan solusi atas kesulitan belajar yang ditemui dan anak-anak tetap mendapatkan sukacita dalam belajar. Kata kunci: Motorik Halus, Bermain Plastisin
MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK SEBAGAI PENDUKUNG PENGUASAAN ENGLISH VOCABULARY PADA ANAK USIA DINI Andre Suhardiana, I Putu
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v3i1.704

Abstract

Language is a developmental aspect which is important to be stimulated from an early age. Language development in children has a dynamic rhythm. There is numerous speech that seems common and consistent in the language of children. Fortunately, this phenomenon does not automatically close the gaps of diversity in the children’s classes. Thus, the method of developing language skills especially English in children must be based on awareness of their own level of development. In developing language skills, the mastery of vocabulary by children determines the dominant ability to communicate, so this should be given special attention by educators. Answering the challenge of mastering the English vocabulary in early childhood, this paper explores in depth about the Talking Stick Learning Model which tends to be reserved for children at a relatively early age. Their first interaction with English will in some way affect their wishes ahead to learn more about this International language. Talking Stick Learning Model projects teachers not to dominate the learning process. This method of learning requires the help of a stick and for the child holding the stick, in turn, must answer the questions of the teacher that have thoroughly studied a discussion. In addition to training children to speak, this model will create a fun atmosphere for learning and train students to participate actively and creatively. Keywords: Talking Stick Learning Model, English Vocabulary, Early ChildhoodAbstrakBahasa adalah aspek perkembangan yang penting untuk distimulus sejak usia dini. Perkembangan bahasa pada anak memiliki irama yang dinamis. Terdapat ujaran yang terkesan umum dan konsisten pada bahasa anak-anak. Untungnya, fenomena ini tidak secara otomatis menutup celah-celah munculnya keberagaman pada kelas-kelas anak. Dengan demikian, metode dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, terlebih bahasa Inggris, pada anak mesti didasarkan atas kesadaran mengenai tingkat perkembangan mereka masing-masing. Dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, penguasaan kosakata oleh anak menentukan secara dominan kemampuannya dalam berkomunikasi, sehingga hal ini sebaiknya diberikan atensi khusus oleh pendidik. Menjawab tantangan penguasaan kosakata bahasa Inggris pada anak usia dini, tulisan ini mengupas secara mendalam tentang Model Pembelajaran Talking Stick yang cenderung diperuntukkan bagi anak-anak pada usia relatif dini. Interaksi pertama mereka dengan bahasa Inggris akan sedikit banyak mempengaruhi keinginan mereka ke depan mempelajari lebih jauh bahasa Internasional ini. Model Pembelajaran Talking Stick memproyeksikan guru untuk tidak mendominasi proses pembelajaran. Bantuan tongkat diperlukan dalam metode pembelajaran ini dan bagi anak yang memegang tongkat pada gilirannya mesti menjawab pertanyaan dari guru setelah tuntas mempelajari suatu bahasan. Di samping melatih anak berbicara, model ini akan menciptakan suasana menyenangkan dalam pembelajaran serta melatih siswa untuk berpartisipasi aktif serta kreatif.Kata Kunci: Model Pembelajaran Talking Stick, English Vocabulary, Anak Usia Dini

Page 3 of 3 | Total Record : 22