cover
Contact Name
Ahmad Sulaiman
Contact Email
sulaiman_ahmad@umm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cognicia@umm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Cognicia
ISSN : 2746 8976     EISSN : 26858428     DOI : 10.22219
The scope and the focus of the journal is conceptual proposal and empirical studies in many aspects of cognitive psychology (motivation, cognition and metacognition) with the application in various field such Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Educational Psychology, Spiritual Psychology and Social Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2013)" : 29 Documents clear
GAMBARAN SIKAP IBU TERHADAP MASA PREMENOPAUSE PADA IBU-IBU Nurdono, Dimas Aprianggalih
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1640

Abstract

Premenopause adalah masa dimana tubuh mulai bertransisi menuju menopause. Premenopause dapat diartikan sebagai suatu kondisi fisiologis wanita yang telah memasuki masa penuaan (aging) yang ditandai dengan menurunnya kadar hormonal estrogen ovarium yang sangat berperan dalam reproduksi seksualitas, sering mengganggu aktifitas wanita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sikap ibu terhadap masa premenopause di Desa Gonggang Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Desain penelitian ini menggunakan desain non eksperimen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan skala sikap ibu premenopause. Jumlah subyek 63 orang. Hasil penelitian menunjukkan sikap ibu terhadap masa premenopause secara keseluruhan adalah bersikap negatif.Kata kunci: Sikap, ibu, masa premenopause
SUMBER-SUMBER RESILIENSI ORANG TUA REMAJAYANG MENGALAMI KEHAMILAN PRANIKAH Ratnasari, Ayu Devi
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1663

Abstract

Persoalan hamil pranikah berdampak luas bagi remaja dan orang tua yang mengalaminya. Sebagai orang tua yang di hadapkan permasalahan seperti ini di butuhkan suatu pemikiran yang bijaksana, karena orang tua juga di tuntut bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan jalan keluar yang terbaik terhadap masalah yang di hadapinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran resiliensi, sumber-sumber resiliensi serta karakteristik individu yang resilien. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jumlah subjek 2 pasang suami istri. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan seorang yang resilien mampu mengembangkan ketiga sumber-sumber resiliensi seperti individu yang resilien memiliki dukungan eksternal (I Have), kekuatan pribadi individu (I Am), dan yang terakhir adalah kemampuan interpersonal yang dimiliki individu (I Can). Laki-laki menunjukkan perilaku yang didasari oleh rasionalnya sedangkan wanita didasari oleh emosional. Sehingga laki-laki mampu mengatasi masalahnya sebelum mendapatkan bantuan orang lain sedangkan wanita mampu mengatasi masalahnya setelah mendapatkan bantuan dari orang lain.Kata kunci: Resiliensi, orang tua, kehamilan pranikah
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA YANG ORANG TUA BERCERAI DAN YANG TIDAK BERCERAI (UTUH) Werdyaningrum, Puri
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1654

Abstract

Psychological well-being di kalangan remaja adalah penting, tetapi untuk mencapai keadaan tersebut khususnya bagi remaja dari keluarga yang bermasalah tidak mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan psychological well-being yang signifikan antara remaja yang orang tuanya bercerai dengan remaja yang orang tuanya tidak bercerai (utuh). Subjek penelitian adalah 102 remaja usia 14-19 tahun yang terdiri dari 51 remaja yang orang tuanya bercerai, dan 51 remaja yang orang tuanya utuh. Data dikumpulkan dengan skala Ryff's Psychological Well-Being Scale. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nilai psychological well-being yang signifikan antara remaja yang orang tuanya bercerai dan remaja yang orang tua utuh (t = 9.813; p = 0.000, p < 0.01). Remaja yang orang tuanya bercerai memiliki nilai psychological well-being yang lebih rendah dibandingkan remaja yang orang tuanya tidak bercerai (utuh).Kata kunci: Psychological Well-Being (PWB), orang tua bercerai, orang tua utuh
KECERDASAN SOSIAL GURU Pariosi, Tiara Kusuma
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1645

Abstract

Kecerdasan sosial merupakan kemampuan yang membantu seseorang untuk berhubungan baik dengan orang lain. Setiap individu yang melakukan interaksi dengan orang lain membutuhkan kecerdasan sosial, salah satunya adalah guru, guna membantu tugas utama guru dalam mengajar untuk membentuk iklim belajar yang baik bagi para siswa. Penelitian ini menggunakan metode non-eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan sosial guru. Sampel penelitian berjumlah 50 guru SDN Kel. Gladak Anyar Kab. Pamekasan. Dengan skala kecerdasan sosial guru yang terdiri dari 19 item, ditemukan hasil analisa Z-Score tingkat kecerdasan sosial tinggi sebesar 50% atau 25 guru dan tingkat kecerdasan sosial rendah sebesar 50% atau 25 guru. Berdasarkan klasifikasi jenis kelamin, guru perempuan lebih banyak berada pada tingkat kecerdasan sosial tinggi, yaitu sebesar 55% atau 16 guru dibandingkan pada tingkat kecerdasan sosial rendah, yaitu sebesar 45% atau 13 guru. Sedangkan guru laki-laki lebih banyak menduduki tingkat kecerdasan sosial rendah, yaitu 57% atau 12 guru dibandingkan berada di tingkat kecerdasan sosial tinggi, yaitu 43% atau 9 guru.Kata kunci: Kecerdasan social, guru
REGULASI MOOD NEGATIF PADA MAHASISWA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Khoirina, Izzati
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1659

Abstract

Regulasi mood negatif adalah strategi yang dilakukan pada berbagai komponen modulasi perilaku, baik yang dilakukan secara internal maupun eksternal terhadap perasaan-perasaan yang kurang intens dan yang terjadi karena situasi dan kondisi yang sedang dialami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan regulasi mood negatif pada mahasiswa laki-laki dan perempuan. Desain yang digunakan adalah kuantitatif non-eksperimen yaitu penelitian kausal komparatif dengan menggunakan skala NMR (Negatif Mood Regulation). Jumlah subjek 378 orang. Hasil penelitin menunjukkan terdapat perbedaan regulasi mood negatif pada mahasiswa laki-laki dan perempuan. Regualsi mood negatif pada mahasiswa laki-laki lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa perempuan.Kata kunci: Regulasi mood, mood negatif
MOTIVASI BERPRESTASI DAN SELF REGULATED LEARNING Inayah, Eka Rahil
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1650

Abstract

Self-regulated learning dibutuhkan siswa agar mampu mengatur, menyesuaikan, mengendalikan dan mengarahkan diri terutama bila menghadapi tugas yang sulit. Sehingga perlu adanya motivasi berprestasi yang akan mendorong siswa melakukan kontrol diri tersebut. Penelitian kuantitatif ini megggunakan subjek siswa SMPN 1 Tarakan kelas 7-9 sebanyak 233 siswa. Pengumpulan data menggunakan skala self-regulated learning dan motivasi berprestasi. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang sangat signifikan antara self-regulated learning dengan motivasi berprestasi. Selain itu, ditemukan bahwa subjek dengan motivasi berprestasi yang tinggi menjalankan siklus self-regulated learning yang sesuai. Adapun motivasi berprestasi memberikan sumbangan efektif terhadap self-regulated learning sebesar 40% dan ditemukan self-regulated learning dan motivasi berprestasi yang tinggi ada pada kelas 7.Kata kunci: Siklus, self-regulated learning, motivasi berprestasi,
HARDINESS DENGAN PROBLEM FOCUSED COPING PADA WANITA KARIR Sari, Rani Indah
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1641

Abstract

Wanita yang menjadi ibu, istri juga sekaligus menjadi pekerja, mempunyai beban dan peran yang berbeda-beda karena memiliki lingkungan (sumber stres) yang berbeda pula. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara hardiness dengan problem focused coping pada wanita karir. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non-experimental. Subjek dalam penelitian sejumlah 50 wanita karir yang telah menikah. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala yaitu skala hardiness dan skala problem focused coping. Analisa data yang digunakan adalah analisa product moment. Hasil penelitian menunjukkan hasil korelasi (r) sebesar 0,540, koefisien determinasi sebesar 0,292 atau sebesar 29,2% dan nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan taraf signifikansi yang digunakan sebesar 0,01 (α < 0,01). Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara hardiness dengan problem focused coping pada wanita karir.Kata kunci: Hardiness, problem focused coping, wanita karir
TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MENOPAUSE Fitriya Sari, Liza Mega
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1664

Abstract

Religiusitas merupakan suatu keyakinan yang diyakini oleh seseorang dan dianggap akan membawa seseorang itu kepada jalan Tuhan dan menunjukan mereka kepada kebaikan. Kecemasan adalah suatu hal yang dialami oleh seseorang dikarenakan perasaan tertekan atau terpojok akan suatu hal yang mereka takuti dampaknya pada kehidupan seseorang tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat religiusitas dengan kecemasan menopause pada wanita. Desain yang digunakan adalah desain non-eksperimen kuantitatif dengan menggunakan tekhnik acak pada subjek penelitian. Jumlah subjek 50 orang ibu-ibu yang berusia antara 38-54 tahun. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara tingkat religiusitas terhadap kecemasan menghadapi menopause. Ketika tingkat religiusitas seseorang itu tinggi maka akan rendah tingkat kecemasannya dalam menghadapi menopause, tapi ketika tingkat religiusitas seseorang rendah maka akan tinggi kecemasannya dalam menghadapi menopause.Kata kunci: Religiusitas, kecemasan, menopause
PERILAKU MORAL REMAJA DARI KELUARGA KARIER GANDA Maharani, Ratna
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1655

Abstract

Pendidikan moral sangat dibutuhkan untuk membentuk kepribadian yang baik pada remaja, mendidik moral diperlukan instensitas dan keterlibatan orang tua dalam mendidik. Remaja diarahkan untuk mengembangkan moral sesuai dengan kultur yang berkemabang pada masyarakat. Kesibukan orang tua akan berimbas pada intensitas maupun keterlibatan dalam memberikan pendidikan moral pada remaja. Kesibukan yang lebih besar terjadi pada orang tua yang memiliki peran ganda sebagai bagian dari keluarga sekaligus menjalankan tugas-tugas di instansi. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui perilaku moral remaja yang diasuh oleh orang tua karier ganda. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data perilaku moral remaja dilakukan dengan menggunakan skala perilaku moral. Jumlah subjek yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 35 orang. Hasil penelitian menggambarkan bahwa 65.7% dari remaja dengan orang tua yang berperan ganda memiliki perilaku moral yang baik, sedangkan 34.3% menunjukkan perilaku moral yang rendah.Kata kunci: Perilaku moral, keluarga karir ganda
ADVERSITY QUOTIENT DENGAN KECEMASAN MENGERJAKAN SKRIPSI PADA MAHASISWA Puspitasari, Ratna Tri
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1637

Abstract

Skripsi merupakan sebuah tugas mandiri, sebagai salah satu syarat kelulusan bagi seorang mahasiswa. Salah satu keterampilan yang harus dimiliki mahasiswa dalam proses penyelesaian skripsi, selain kemampuan untuk memahami teori, pemilihan metode penelitian yang tepat, mahasiswa juga dituntut memiliki kemampuan untuk menulis secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dengan kecemasan mengerjakan skripsi pada mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Subjek penelitian ini berjumlah 82 mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan skala adversity quotient dan skala kecemasan. Analisa data menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan negatif yang sangat signifikan( r = - 0,605 ; sig = 0,000 < 0,010) antara adversity quotient dengan kecemasan mengerjakan skripsi pada mahasiswa, dimana semakin tinggi adversity quotient maka kecemasan semakin rendah.Kata kunci: Adversity quotient, kecemasan mengerjakan skripsi

Page 2 of 3 | Total Record : 29