Cognicia
The scope and the focus of the journal is conceptual proposal and empirical studies in many aspects of cognitive psychology (motivation, cognition and metacognition) with the application in various field such Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Educational Psychology, Spiritual Psychology and Social Psychology.
Articles
29 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 2 (2013): September"
:
29 Documents
clear
KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KECEMASAN KOMUNIKASI DI DEPAN UMUM PADA MAHASISWA
Winarni, Reny
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1647
Kecemasan komunikasi di depan umum merupakan salah satu ketakutan terbesar yang dialami oleh manusia. Kecemasan ini menghasilkan pengaruh yang negatif terhadap berbagai aspek kehidupan, salah satunya aspek akademis. Kecemasan komunikasi yang dialami seseorang saat akan melakukan komunikasi di depan umum bisa muncul karena kurangnya rasa percaya diri. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri sebagai variabel bebas dan kecemasan komunikasi di depan umum sebagai variabel terikat. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang mahasiswa psikologi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah tehnik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan dua skala sebagai alat ukur, yaitu skala kepercayaan diri dan skala kecemasan komunikasi di depan umum. Analisa penelitian menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisa ditemukan bahwa terdapat hubungan negatif antara kepercayaan diri dengan kecemasan komunikasi di depan umum dengan nilai r = -0,642 dan p=0,000. Sedangkan nilai koefisien determinasi (r2)=0,412 menunjukkan sumbangan efektif kepercayaan diri terhadap kecemasan komunikasi di depan umum sebesar 41,2% sedangkan sisanya 58,8% dipengaruhi oleh variabel lain.Kata kunci: Kepercayaan diri, kecemasan komunikasi di depan umum
KOMITMEN DENGAN PEMAAFAN DALAM HUBUNGAN PERSAHABATAN
Arif, Try Abriansyah
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1648
Pada masa remaja, individu membentuk kelompok teman sebaya (peer group) yang di dalamnya timbul persahabatan. Salah satu unsur dalam persahabatan adalah komitmen. Dalam hubungan persahabatan, kadang individu melakukan kesalahan yang menyakiti sahabatnya. Untuk mempertahankan hubungan persahabatan, dibutuhkan pemaafan kepada individu yang melakukan kesalahan dalam persahabatan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan komitmen dengan pemaafan dalam hubungan persahabatan. Penelitian ini menggunakan metode non-tes yaitu skala pemaafan dan skala tingkat komitmen dengan model skala likert. Jumlah subyek sebanyak 296 orang dengan rentang usia 18 tahun - 22 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat komitmen dengan pemberian pemaafan dibuktikan dengan hasil perhitungan korelasi product moment. Semakin tinggi tingkat komitmen dalam sebuah hubungan persahabatan maka akan semakin tinggi pula pemaafan yang diberikan kepada sahabat yang melakukan kesalahan (r = 0,355; p = 0,000; p < 0,01).Kata kunci: Komitmen, pemaafan, persahabatan
KONTROL DIRI DAN INTENSITAS PENGGUNAAN FACEBOOK PADA REMAJA
Ruhban, Apris
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1649
Penggunaan facebook dengan intensitas yang terlalu tinggi dapat menurunkan produktifitas dan performa, khususnya pada para remaja. Kontrol diri dibutuhkan sebagai agen dalam membimbing, dan mengatur perilaku. Tujuan penelitian ini untuk menguji secara empiris hubungan kontrol diri dengan intensitas penggunaan facebook pada remaja. Responden dalam penelitian ini adalah remaja di kota Malang dengan jumlah subjek 349 orang dengan rentang usia 17-21 tahun. Alat pengumpulan data yang digunakan ialah skala kontrol diri dengan α = 0,89 dan skala intensitas penggunaan facebook dari Elison dkk (2007) dengan α = 0, 83; yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi product moment dari Pearson dengan bantuan program statistik SPSS for windows versi 11.5. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara kontrol diri dengan intensitas penggunaan facebook pada remaja (r = 0,158 dan p = 0,003).Kata kunci : Facebook, kontrol diri, intensitas penggunaan facebook
MOTIVASI BERPRESTASI DAN SELF REGULATED LEARNING
Inayah, Eka Rahil
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1650
Self-regulated learning dibutuhkan siswa agar mampu mengatur, menyesuaikan, mengendalikan dan mengarahkan diri terutama bila menghadapi tugas yang sulit. Sehingga perlu adanya motivasi berprestasi yang akan mendorong siswa melakukan kontrol diri tersebut. Penelitian kuantitatif ini megggunakan subjek siswa SMPN 1 Tarakan kelas 7-9 sebanyak 233 siswa. Pengumpulan data menggunakan skala self-regulated learning dan motivasi berprestasi. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang sangat signifikan antara self-regulated learning dengan motivasi berprestasi. Selain itu, ditemukan bahwa subjek dengan motivasi berprestasi yang tinggi menjalankan siklus self-regulated learning yang sesuai. Adapun motivasi berprestasi memberikan sumbangan efektif terhadap self-regulated learning sebesar 40% dan ditemukan self-regulated learning dan motivasi berprestasi yang tinggi ada pada kelas 7.Kata kunci: Siklus, self-regulated learning, motivasi berprestasi,
ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA PERAWAT
Pramitasari, Riska Eriyana
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1651
Organizational Citizenship Behaviors ( OCB ) merupakan perilaku diluar deskripsi kerja yang telah ditentukan perusahaan, namun memiliki dampak yang baik bagi perusahaan. Rumah Sakit sebagai instansi yang mengedepankan pelayanan jasa membutuhkan peran yang optimal dari perawat oleh karena itu sangat dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Organizational Citizenship Behaviors ( OCB ) pada perawat di Rumah Sakit Dr.R. Soedarsono Pasuruan. Penelitian ini menggunakan desain non-eksperimen kuantitatif dengan menggunakan skala Organizational Citizenship Behaviors ( OCB ) yang dibuat oleh Dwi Suhartiningsih. Dalam penelitian ini populasinya seluruh perawat yang bekerja di Rumah Sakit Dr.R. Soedarsono. Jumlah subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 78 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat yang memiliki OCB dalam kategori rendah sebanyak 44 perawat ( 56.4% ), sedangkan yang memiliki kategori tinggi sebanyak 34 perawat ( 43.6%). Dengan demikian dapat disimpulkan OCB pada perawat di Rumah Sakit Dr.R.soedarsono dalam kategori rendahKata kunci: Organizational Citizenship Behaviors ( OCB ), perawat
PENERIMAAN MASA LALU TERHADAP INSOMNIA PADA LANSIA
Bestari, Winda Ayu
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1652
Insomnia banyak terjadi pada lansia dan berakibat pada menurunnya tingkat kesejahteraan jiwa, mengganggu kehidupan sosial serta mengakibatkan menurunnya kondisi fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerimaan masa lalu terhadap insomnia yang terjadi pada lansia. Penelitian ini melibatkan 103 orang lansia yang terdiri dari 72 lansia laki-laki dan 31 lansia perempuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala Accepting the Past/Reminiscing about the Past (ACPAST/REM) dan Pittsburgh Insomnia Rating Scale-20 (PIRS-20). Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebesar 39,4% pengaruh dari penerimaan masa lalu terhadap insomnia pada lansia. Sedangkan 60,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Kata kunci: Penerimaan masa lalu, insomnia, lansia
PENYESUAIAN DIRI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DENGAN MENGENDALIKAN VARIABEL SENSE OF HUMOR
Parman, Rahmawaty
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1653
Penyesuaian diri merupakan kemampuan individu dalam berperilaku karena tuntutan untuk pemenuhan kebutuhan agar mendapat ketentraman dalam hubungan dengan lingkungan sekitar. Kemampuan ini dilandasi oleh sejauh mana individu dapat mempertahankan batas antara tingkat emosi positif dan negatif yang dimiliki. Humor merupakan salah satu bentuk dari emosi positif berhubungan dengan ciri individu yang memiliki kemampuan penyesuaian diri yang baik. Seseorang yang dikatakan humoris tentu harus memiliki Sense of Humor (kepekaan humor). Namun demikian, penyesuaian diri laki-laki dan perempuan berbeda karena perbedaan perlakuan di masyarakat yang dilihat dari ciri-ciri kepribadian yang berbeda. Penelitian ini dilakukan pada 384 subjek, dengan menggunakan tekhnik sampel insidental pada mahasiswa dengan rentang usia 17 tahun keatas. Hasil penelitian menunjukkan dengan mengontrol variabel kepekaan humor, terdapat perbedaan penyesuaian diri antara laki-laki dan perempuan dengan nilai F=5,446 dan p=0,020 (p<0,05), serta terdapat hubungan antara Sense of Humor dengan penyesuaian diri dengan signifikansi sebesar 0,000<0,05.Kata kunci: Penyesuaian diri, sense of humor, jenis kelamin
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA YANG ORANG TUA BERCERAI DAN YANG TIDAK BERCERAI (UTUH)
Werdyaningrum, Puri
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1654
Psychological well-being di kalangan remaja adalah penting, tetapi untuk mencapai keadaan tersebut khususnya bagi remaja dari keluarga yang bermasalah tidak mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan psychological well-being yang signifikan antara remaja yang orang tuanya bercerai dengan remaja yang orang tuanya tidak bercerai (utuh). Subjek penelitian adalah 102 remaja usia 14-19 tahun yang terdiri dari 51 remaja yang orang tuanya bercerai, dan 51 remaja yang orang tuanya utuh. Data dikumpulkan dengan skala Ryff's Psychological Well-Being Scale. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nilai psychological well-being yang signifikan antara remaja yang orang tuanya bercerai dan remaja yang orang tua utuh (t = 9.813; p = 0.000, p < 0.01). Remaja yang orang tuanya bercerai memiliki nilai psychological well-being yang lebih rendah dibandingkan remaja yang orang tuanya tidak bercerai (utuh).Kata kunci: Psychological Well-Being (PWB), orang tua bercerai, orang tua utuh
PERILAKU MORAL REMAJA DARI KELUARGA KARIER GANDA
Maharani, Ratna
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1655
Pendidikan moral sangat dibutuhkan untuk membentuk kepribadian yang baik pada remaja, mendidik moral diperlukan instensitas dan keterlibatan orang tua dalam mendidik. Remaja diarahkan untuk mengembangkan moral sesuai dengan kultur yang berkemabang pada masyarakat. Kesibukan orang tua akan berimbas pada intensitas maupun keterlibatan dalam memberikan pendidikan moral pada remaja. Kesibukan yang lebih besar terjadi pada orang tua yang memiliki peran ganda sebagai bagian dari keluarga sekaligus menjalankan tugas-tugas di instansi. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui perilaku moral remaja yang diasuh oleh orang tua karier ganda. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data perilaku moral remaja dilakukan dengan menggunakan skala perilaku moral. Jumlah subjek yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 35 orang. Hasil penelitian menggambarkan bahwa 65.7% dari remaja dengan orang tua yang berperan ganda memiliki perilaku moral yang baik, sedangkan 34.3% menunjukkan perilaku moral yang rendah.Kata kunci: Perilaku moral, keluarga karir ganda
PERSEPSI DUKUNGAN SOSIAL REKAN KERJA DENGAN BURNOUT PADA TELLER BANK
Wulandari, Sandi Ayu
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1656
Burnout banyak ditemui dalam profesi human service, yaitu orang-orang yang bekerja pada bidang yang berkaitan langsung dengan banyak orang dan melakukan pelayanan kepada masyarakat umum salah satunya adalah teller bank. Salah satu faktor untuk menimbulkan munculnya burnout adalah adanya sumber dukungan sosial yang diperlukan terutama dari rekan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi dukungan sosial rekan kerja terhadap burnout pada teller bank. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan menggunakan 50 orang teller bank sebagai subjek. Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa korelasi product moment dari Pearson's. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan (r=-0,533; p/sig=0,000) antara persepsi dukungan sosial rekan kerja dengan burnout pada teller bank.Kata kunci: Burnout, persepsi dukungan sosial rekan kerja, teller bank