Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENYESUAIAN DIRI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DENGAN MENGENDALIKAN VARIABEL SENSE OF HUMOR Parman, Rahmawaty
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1653

Abstract

Penyesuaian diri merupakan kemampuan individu dalam berperilaku karena tuntutan untuk pemenuhan kebutuhan agar mendapat ketentraman dalam hubungan dengan lingkungan sekitar. Kemampuan ini dilandasi oleh sejauh mana individu dapat mempertahankan batas antara tingkat emosi positif dan negatif yang dimiliki. Humor merupakan salah satu bentuk dari emosi positif berhubungan dengan ciri individu yang memiliki kemampuan penyesuaian diri yang baik. Seseorang yang dikatakan humoris tentu harus memiliki Sense of Humor (kepekaan humor). Namun demikian, penyesuaian diri laki-laki dan perempuan berbeda karena perbedaan perlakuan di masyarakat yang dilihat dari ciri-ciri kepribadian yang berbeda. Penelitian ini dilakukan pada 384 subjek, dengan menggunakan tekhnik sampel insidental pada mahasiswa dengan rentang usia 17 tahun keatas. Hasil penelitian menunjukkan dengan mengontrol variabel kepekaan humor, terdapat perbedaan penyesuaian diri antara laki-laki dan perempuan dengan nilai F=5,446 dan p=0,020 (p<0,05), serta terdapat hubungan antara Sense of Humor dengan penyesuaian diri dengan signifikansi sebesar 0,000<0,05.Kata kunci: Penyesuaian diri, sense of humor, jenis kelamin
Prediction of Elementary School Students' Mental Health using Decision Tree Algorithm with K-Fold Cross-Validation in Bone Bolango Regency, Gorontalo Province Liputo, Salahuddin; Tupamahu, Franky; Hasyim, Wahyudin; Sabiku, Sri Ariyanti; Parman, Rahmawaty; Hanapi, Aan
Journal La Multiapp Vol. 4 No. 6 (2023): Journal La Multiapp
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamultiapp.v4i6.1005

Abstract

Mental health is a fundamental component of the World Health Organization's definition of health, encompassing not only freedom from illness but also well-being in physical, mental, and social dimensions. In today's modern society, mental health has become a paramount issue, as its soundness enables individuals to realize their own potential, cope with normal life pressures, work productively, and contribute effectively to their communities. In Indonesia, mental health-related challenges are associated with the absence of a reliable mental health detection tool. Conversely, abroad, there has been a substantial amount of research focused on innovative technology-based mental health detection using Machine Learning. This study aims to predict mental health using the Social Emotional Health Survey-Secondary (SEHS-S) as the evaluation criterion for prediction through Machine Learning. The Decision Tree algorithm is employed, and the prediction model is tested using K-Fold Cross-Validation, resulting in 8 folds with an accuracy rate of 78.61%.
PENGARUH OPTIMISME TERHADAP ADVERSITY QUOTIENT PADA MAHASISWA YANG BEKERJA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GORONTALO Aziz, Moch Syamsul Abdul; Indarwati, Anik; Parman, Rahmawaty
Elsia: Jurnal Psikologi Manusia Vol 3, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : program studi psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Optimisme terhadap Adversity Quotient pada Mahasiswa Mahasiswa yang Bekerja di Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Dengan pendekatan desain penelitan kuantitatif. Pengambilan sampel dengan teknik Simple rando sampling dengan sampel penelitian 70 Mahasiswa sambil bekerja. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner Optimisme dan Adversity Quotient dan metode penelitian menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh Optimisme terhadap Adversity Quotient dengan nilai thitung ≥ ttabel (3,149 ≥ 1,670) dan nilai signifikansi sebesar 0,002 ≤ 0,05 hal ini dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Optimisme terhadap Adversity Quotient.
Pengaruh Self Control dan Stres Kerja terhadap Perilaku Cyberloafing pada Karyawan Kantor Pertanahan Kabupaten Gorontalo Syamsuddin, Lenny; Parman, Rahmawaty; Angeraini, Sri
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 01 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i01.1985

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana stres kerja dan self-control berdampak pada perilaku cyberloafing karyawan Kantor Pertanahan Kabupaten Gorontalo. Studi ini menggunakan desain studi regresi kuantitatif. Sampling total dari 60 responden digunakan. Studi ini menggunakan teknik regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara self-control dan cyberloafing memiliki nilai koefisien regresi sebesar 48,3%, yang menunjukkan hubungan yang negatif dan signifikan; hubungan antara stres kerja dan cyberloafing memiliki nilai koefisien regresi sebesar 30,6%, yang menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan; dan hubungan antara self-control dan cyberloafing memiliki nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 66,8%, yang menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan
Pengaruh Self Control dan Stres Kerja terhadap Perilaku Cyberloafing pada Karyawan Kantor Pertanahan Kabupaten Gorontalo Syamsuddin, Lenny; Parman, Rahmawaty; Angeraini, Sri
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 01 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i01.1985

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana stres kerja dan self-control berdampak pada perilaku cyberloafing karyawan Kantor Pertanahan Kabupaten Gorontalo. Studi ini menggunakan desain studi regresi kuantitatif. Sampling total dari 60 responden digunakan. Studi ini menggunakan teknik regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara self-control dan cyberloafing memiliki nilai koefisien regresi sebesar 48,3%, yang menunjukkan hubungan yang negatif dan signifikan; hubungan antara stres kerja dan cyberloafing memiliki nilai koefisien regresi sebesar 30,6%, yang menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan; dan hubungan antara self-control dan cyberloafing memiliki nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 66,8%, yang menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan
Gambaran Psychological Well Being pada Janda Dewasa dan Janda Lanjut Usia yang Tinggal Sendiri Uping, Malika Dewi; Liputo , Salahudin; Parman, Rahmawaty
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 02 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i02.2161

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Gambaran Psychological Well Being ditinjau dari aspek-aspek dan faktor-faktornya pada janda dewasa dan janda lanjut usia yang tinggal sendiri pasca perceraian di Desa Boroko, Kecamatan kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Responden penelitian ini adalah janda dewasa dan janda lanjut dewasa yang memiliki gambaran Psychological Well Being Di Desa Boroko Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang  Mongondow Utara yang berjumlah 4 orang. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa psychological wellbeing sangat penting karena berhubungan erat dengan kualitas hidup dan fungsi sosial seseorang. Kesejateraan psikologis yang baik dapat meningkatkan produktivitas, kebahagiaan, dan hubungan interpersonal. Tingkat psychological well being di desa Boroko Timur tidak menghambat keempat partisipan untuk tetap aktif dalam melakukan pekerjaan nya masing -masing. Berdasarkan dari hasil faktor-faktor yang mempengaruhi psychological well being dari segi demografi, faktor kepribadian, faktor dukungan sosial dan faktor religios menjelaskan bahwa keempat faktor tersebut sudah termasuk memenuhi.