Cognicia
The scope and the focus of the journal is conceptual proposal and empirical studies in many aspects of cognitive psychology (motivation, cognition and metacognition) with the application in various field such Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Educational Psychology, Spiritual Psychology and Social Psychology.
Articles
29 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 2 (2013): September"
:
29 Documents
clear
PERSEPSI TERHADAP STORE ATMOSPHERE DENGAN MINAT BELI KONSUMEN DI HYPERMARKET
Nugraha, Bayu Adrian
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1657
Persepsi terhadap store atmosphere yang positif merupakan salah satu kualifikasi agar dapat menarik minat beli pada konsumen. Hal ini tentunya dapat mempermudah dalam penjualan produk. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persepsi terhadap store atmosphere, sedangkan variabel terikatnya adalah minat beli. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling dan menggunakan 60 orang sebagai subjek. Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa korelasi product moment dari Pearson's. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan sangat signifikan (r=0,597; p/sig=0,001) antara persepsi terhadap store atmosphere dengan minat beli konsumen.Kata kunci: Persepsi store atmosphere, minat beli
PROFIL KEPRIBADIAN PELAKU BULLYING
Utami, M. Alfian
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1658
Kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini telah melibatkan siswa baik sebagai pelaku maupun korbannya. Kekerasan yang terjadi dapat berakibat tidak baik pada pelaku maupun korban. Kenyataan tidak semua remaja berposisi sebagai pelaku bullying. Hal ini menjadi landasan penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk memahami profil kepribadian pelaku bullying didasarkan pada need yang berkembang pada pelaku. Subjek penelitian adalah siswa yang merupakan pelaku bullying dengan rentang usia antara 15-19 tahun dengan teknik purposive dan didapatkan 12 remaja. Identifikasi need subjek dengan menggunakan EPPS (Edward Personal Preference Schedule). Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor need pelaku bullying secara berurutan didominasi oleh Need order (58,33%) Need Nurture (58,33%) serta Need Heterosexual (91,67%) yang tergolong ekstrim rendah. Begitu juga dengan pelaku yang didominasi oleh laki yakni 75%, sedangkan perempuan 25%. Selain itu hasil penelitian didapat bahwa ada perbedaan antara pelaku laki-laki dan perempuan dimana pelaku laki-laki cakupannya lebih luas dibandingkan perempuan dalam hal tempat kejadian, modus, serta karakteristik korban yang akan dijadikan sebagai target bullying.Kata kunci: Profil kepribadian, bullying
REGULASI MOOD NEGATIF PADA MAHASISWA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN
Khoirina, Izzati
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1659
Regulasi mood negatif adalah strategi yang dilakukan pada berbagai komponen modulasi perilaku, baik yang dilakukan secara internal maupun eksternal terhadap perasaan-perasaan yang kurang intens dan yang terjadi karena situasi dan kondisi yang sedang dialami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan regulasi mood negatif pada mahasiswa laki-laki dan perempuan. Desain yang digunakan adalah kuantitatif non-eksperimen yaitu penelitian kausal komparatif dengan menggunakan skala NMR (Negatif Mood Regulation). Jumlah subjek 378 orang. Hasil penelitin menunjukkan terdapat perbedaan regulasi mood negatif pada mahasiswa laki-laki dan perempuan. Regualsi mood negatif pada mahasiswa laki-laki lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa perempuan.Kata kunci: Regulasi mood, mood negatif
SELF DISCLOSURE TERHADAP PASANGAN MELALUI MEDIA FACEBOOK DI TINJAU DARI JENIS KELAMIN
Nugroho, Ditya Ardi
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1660
Self disclosure merupakan kegiatan membagi perasaan dan informasi yang akrab kepada orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan self disclosure terhadap pasangan melalui media facebook di tinjau dari jenis kelamin. Desain yang digunakan adalah desain deskriptif kuantitatif dan menggunakan skala self disclosure. Jumlah subyek 60 orang, usia 16 - 18 tahun, kelas X. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan self disclosure melalui media facebook ditinjau dari jenis kelamin. Self disclosure pada perempuan lebih tinggi daripada self disclosure laki - laki. Perbedaan dari kedua kelompok sangat signifikan.Kata kunci: Self disclosure, jenis kelamin, facebook
STRES PADA REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN
Kristanti, Kristanti
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1661
Stres merupakan suatu respon yang tidak menyenangkan, suatu keadaan dan tuntutan yang melebihi kemampuan individu untuk mengatasinya dan dapat berpengaruh pada kondisi mental dan psikis seseorang. Pada sebagian besar remaja hambatan-hambatan dalam kehidupan mereka akan sangat mengganggu kesehatan fisik dan emosi mereka, menghancurkan motivasi dan kemampuan menuju sukses disekolah dan merusak hubungan pribadi mereka dan banyak dari remaja yang mencapai masa dewasa dengan berbagai permasalahan yang disebabkan kurangnya perhatian, kasih sayang dan bimbingan dari orang tua. Stres pada remaja sama halnya yang terjadi pada orang dewasa, stres bisa berefek negatif pada tubuh remaja hanya saja perbedaannya ada pada sumbernya dan bagaimana mereka meresponnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stres pada remaja yang tinggal dipanti asuhan Nurul Abyadh dengan usia 15-18 tahun dengan jumlah subyek (N = 50). Metode Pengumpulan data menggunakan skala stres remaja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stres pada remaja yang tinggal dipanti asuhan Nurul Abyadh tergolong stres sedang tetapi tidak tinggi. Hal ini membuktikan bahwa subyek cukup mampu mengendalikan stresnya.Kata kunci: Stres, remaja, panti asuhan
SUBJECTIVE WELL BEING DITINJAU DARI FAKTOR DEMOGRAFI (STATUS PERNIKAHAN, JENIS KELAMIN, PENDAPATAN)
Ningsih, Didin Agustin
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1662
Subjective Well Being (SWB) merupakan penilaian umum atas emosi positif dan negatif (afektif) dan kepuasan hidup (kognitif) seseorang terhadap keseluruhan kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan SWB ditinjau dari faktor demografi (status pernikahan, jenis kelamin dan pendapatan). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan dilaksanakan kota Malang. Sampel penelitian ini adalah dewasa muda usia 18-40 tahun telah bekerja baik yang sudah menikah atau belum menikah dengan jumlah 401 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling insidental (non probability sampling). Metode pengumpulan data menggunakan skala Likert, yaitu skala Subjective Well Being. Metode analisa data yang digunakan adalah Anava faktorial 3 jalur untuk mengetahui perbedaan SWB ditinjau dari faktor demografi jenis kelamin, status pernikahan dan tingkat pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan SWB apabila ditinjau dari faktor demografi status pernikahan, jenis kelamin dan tingkat pendapatan.Kata kunci: Subjective well being, status pernikahan, jenis kelamin, pendapatan
SUMBER-SUMBER RESILIENSI ORANG TUA REMAJAYANG MENGALAMI KEHAMILAN PRANIKAH
Ratnasari, Ayu Devi
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1663
Persoalan hamil pranikah berdampak luas bagi remaja dan orang tua yang mengalaminya. Sebagai orang tua yang di hadapkan permasalahan seperti ini di butuhkan suatu pemikiran yang bijaksana, karena orang tua juga di tuntut bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan jalan keluar yang terbaik terhadap masalah yang di hadapinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran resiliensi, sumber-sumber resiliensi serta karakteristik individu yang resilien. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jumlah subjek 2 pasang suami istri. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan seorang yang resilien mampu mengembangkan ketiga sumber-sumber resiliensi seperti individu yang resilien memiliki dukungan eksternal (I Have), kekuatan pribadi individu (I Am), dan yang terakhir adalah kemampuan interpersonal yang dimiliki individu (I Can). Laki-laki menunjukkan perilaku yang didasari oleh rasionalnya sedangkan wanita didasari oleh emosional. Sehingga laki-laki mampu mengatasi masalahnya sebelum mendapatkan bantuan orang lain sedangkan wanita mampu mengatasi masalahnya setelah mendapatkan bantuan dari orang lain.Kata kunci: Resiliensi, orang tua, kehamilan pranikah
TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MENOPAUSE
Fitriya Sari, Liza Mega
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1664
Religiusitas merupakan suatu keyakinan yang diyakini oleh seseorang dan dianggap akan membawa seseorang itu kepada jalan Tuhan dan menunjukan mereka kepada kebaikan. Kecemasan adalah suatu hal yang dialami oleh seseorang dikarenakan perasaan tertekan atau terpojok akan suatu hal yang mereka takuti dampaknya pada kehidupan seseorang tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat religiusitas dengan kecemasan menopause pada wanita. Desain yang digunakan adalah desain non-eksperimen kuantitatif dengan menggunakan tekhnik acak pada subjek penelitian. Jumlah subjek 50 orang ibu-ibu yang berusia antara 38-54 tahun. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara tingkat religiusitas terhadap kecemasan menghadapi menopause. Ketika tingkat religiusitas seseorang itu tinggi maka akan rendah tingkat kecemasannya dalam menghadapi menopause, tapi ketika tingkat religiusitas seseorang rendah maka akan tinggi kecemasannya dalam menghadapi menopause.Kata kunci: Religiusitas, kecemasan, menopause
MOTIVASI BERJILBAB PADA GAYA HIDUP ANAK REMAJA ISLAMI
Sudjiwanati, Sudjiwanati
Cognicia Vol. 1 No. 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1674
Fenomena berjilbab pada anak remaja merupakan suatu model pakaian dan kewajiban kaum muslimah,.untuk menutupi aurat. Kewajiban berjilbab pada anak remaja dapat memotivasi dalam berpartisipasi sosial menjadi wanita Islami. Dibuktikan dengan hasil penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi memakai jilbab terhadap gaya hidup anak remaja dengan metode analisis data menggunakan analisis faktor dan analisis regresi. Hasil analisis data bahwa variabeb motivasi memakai jilbab thitung sebesar 6.006 dengan signifikansi t sebesar 0,000, karena thitung lebih besar ttabel (6.006>2.048) atau signifikansi t lebih kecil dari 5% (0,000<0,05), maka disimpulkan bahwa motivasi memakai jilbab berpengaruh signifikan terhadap variabel Gaya Hidup anak remajaKata kunci: Motivasi, gaya hidup, remaja islami The phenomenon of veiling in adolescents is an underwear model and obligations of the Muslim,. To cover nakedness. Liabilities covered in adolescents can motivate the women's social participation became Islamic. Evidenced by the results of the study in order to determine the effect of motivation to wear the veil against adolescent lifestyle to the method of data analysis using factor analysis and regression analysis. The results of the data analysis that variabeb motivation for wearing the hijab thitung 6006 with a significance of 0.000 t, for greater thitung ttable (6006> 2048) or the significance of t less than 5% (0.000 <0.05), it was concluded that wearing the veil affect motivation significant variables Lifestyle teenager. Keyword: Motivation, lifestyle, teens Islamic Fenomena berjilbab