Articles
16 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2018)"
:
16 Documents
clear
Rancang Bangun dan Analisa Kinerja Generator Fluks Aksial Magnet Permanen Putaran Rendah untuk Turbin Angin Sumbu Vertikal Tipe Savonius
Deni Susanto;
Mulyadi Mulyadi;
Nailul 'Atifah;
Perdamean Sebayang
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (647.042 KB)
|
DOI: 10.32493/pjte.v2i1.3222
Telah dilakukan perancangan dan pengujian pembangkit listrik tenaga angin menggunakan turbin angin sumbu vertikal tipe savonius dan generator magnet permanen fluks aksial. Turbin angin savonius dapat bekerja pada kecepatan angin yang rendah, menangkap angin dari segala arah, dan memiliki kontruksi yang sederhana. Generator fluks aksial yang dirancang menggunakan 8 buah magnet permanen jenis Neodymium Iron Boron (NdFeB) dan 8 buah kumparan kawat tembaga berdiameter 0,5 mm. Hasil pengujian pembangkit listrik tenaga angin mampu menghasilkan output yang stabil pada kecepatan angin minimum 2 m/s dengan rentang pengujian 1-5 m/s. Turbin angin memiliki nilai Rotor Power Coefficient (Cpr) rata-rata 0,158. Generator aksial mampu menghasilkan tegangan sebesar 4,5 V dan arus 5 mA dengan daya 0,0225 Watt pada kecepatan angin 1 m/s serta menghasilkan tegangan 34,7 V dan arus 147 mA dengan daya 5,1 Watt pada kecepatan angin 5 m/s. Energi listrik yang dihasilkan generator disimpan dalam akumulator. Energi listrik yang tersimpan dikonversikan agar dapat digunakan pada beban berdaya rendah.
Komposit Magnet Permanen Berbasis NdFeB –Epoxy Resin dan Karakterisasinya
Mulyadi Mulyadi;
Djuhana Djuhana;
Ramlan Ramlan
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (348.506 KB)
|
DOI: 10.32493/pjte.v2i1.3223
Telah dibuat komposit magnet permanen NdFeB dengan polimer epoksi resin (ER). Serbuk magnet yang digunakan adalah NdFeB tipe MQP-B+. Proses pencampuran dilakukan dengan menggunakan variasi komposisi 98% NdFeB dan 2%ER, 96% NdFeB dan 4% ER, 92% NdFeB dan 8% ER (dalam persen berat). Selanjutnya campuran tersebut dicetak dengan metode compress moulding menggunakan cetakan berdiameter 18 mm. Gaya tekan yang digunakan sebesar 10 tonf. Hasil yang didapatkan dari proses pencetakan merupakan sampel berbentuk pellet yang kemudian dikeringkan di dalam mesin pengering pada suhu 80oC selama 4 jam. Pengujian yang dilakukan meliputi pengukuran bulk density, fluks magnetik dan histerisis loop menggunakan VSM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan perekat epoksi resin menurunkan nilai densitas dan sifat magnet. Sampel komposit magnet NdFeB yang memiliki karakteristik yang baik adalah sampel dengan komposisi 2% dan 4% epoksi resin , dimana sampel ini memiliki densitas =5,52 g/cm3 dan 4,47 g/cm3, fluks magnetik = 1064 Gauss dan 1005 Gauss, serta memiliki remanensi 95 emu/g dan 85 emu/g, nilai koersivitas = 400 Oe dan 3500 Oe.
Efek Aditif SiO2 Terhadap Suhu Sintering Keramik Alumina dan Karakteristiknya
Djuhana Djuhana;
Mulyadi Mulyadi;
Sunardi Sunardi
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (364.231 KB)
|
DOI: 10.32493/pjte.v2i1.3224
Sintering keramik alumina dilakukan dengan aditif SiO2 dari pasir silika. Komposisi silika divariasikan yaitu 0 %, 5 % dan 10 % berat. Kedua bahan baku ditimbang, di campur menggunakan media aquades dan digiling menggunakan rotary ball mill selama 10 jam. Selanjutnya capuran tersebut di keringkan untuk menguapkan aquades menggunakan pengering pada suhu 100oC selama 12 jam. Kemudian campuran serbuk tersebut diukur distribusi ukuran partikel menggunakan Laser Particle Size. Selanjutnya serbuk tersebut dicampur dengan perekat PVB sebanyak 2% berat dan dilanjutkan dicetak dengan gaya 10 tonf untuk membentuk pellet. Kemudian pelet tersebut disintering menggunakan Thermolyn Furnace pada suhu 1200, 1300, 1400 dan 1500oC dengan waktu penahanan 2 jam dan heating rate 10oC/menit. Hasil pengukuran particle size menunjukkan bahwa serbuk setelah di milling memiliki ukuran diameter rata-rata adalah 18,48 µm. Hasil dari karakterisasi diperoleh kondisi yang optimum yaitu sampel dengan penambahan 10 % SiO2 dan suhu sintering 1500oC memiliki bulk densitas tertinggi 3,36 g/cm3 dan porositas 1,06 %, hardness vickers tertinggi = 780 Hv. Penambahan SiO2 sampai 10 % berat tidak menimbulkan rekasi dengan Al2O3, terlihat tida ada pembentukan fasa baru dari hasil XRD, dan fasa yang terbentuk adalah fasa corundum (α-Al2O3).
Photoacoustic Signal of Nanobubbles Induced in PEGylated Gold-Nanorod Colloid
Istas Pratomo Manalu
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (965.721 KB)
|
DOI: 10.32493/pjte.v2i1.3220
We have developed a photoacoustic (PA) measurement system using a broadband ultrasonic transducer to detect the PA signals induced in a gold nanorod (GNRs) colloid irradiated by the nanosecond-pulsed laser beam. This study will investigate the PA signals of PEG-GNRs at longitudinal surface plasmon resonance. Several factors including aspect ratio of GNR, pulse energy, concentration, and wavelength are varied to investigate these effects on the PA signal. We show that at the certain condition the generated PA signal of PEG-GNRs stronger than uncoated GNRs. Moreover, the PA signals of PEG- GNRs are more stable than uncoated GNRs in the same condition.
Optimalisasi Heat Treatment pada Proses Daur Ulang Pegas Daun Mobil untuk Pembuatan Pisau Sembelih Rumah Pemotongan Hewan
Abdul Choliq;
DN Adnyana
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4630.121 KB)
|
DOI: 10.32493/pjte.v2i1.3225
Pisau sembelih merupakan alat penting dalam kegiatan pemotongan ternak besar di rumah pemotongan hewan untuk pemenuhan konsumsi daging bagi masyarakat, selain itu juga peranti pemotongan ternak untuk kepentingan keluarga, upacara adat, dan peribadatan, seperti pada saat Idul Adha. Ketersediaan pisau sembelih dengan kualitas bagus masih menjadi persoalan tersendiri di masyarakat, karena harga pisau buatan pabrik dirasa masih cukup mahal oleh sebagian orang. Telah banyak yang mencoba untuk membuat pisau alternative dengan memanfaatkan berbagai limbah baja, namun hasilnya belum cukup memuaskan. Kualitas pisau sembelih hewan sangat dipengaruhi oleh tingkat kekerasan dan ketangguhan material pisau yang optimal. Sifat tersebut sangat dipengaruhi oleh komposisi kimia dan struktur mikro material. Untuk mencapai struktur mikro yang dapat memberikan kombinasi sifat keras dan tangguh pisau, maka diperlukan perlakuan panas (heat treatment) yang memadai. Dalam penelitian ini telah dilakukan daur ulang limbah pegas daun mobil yang memiliki kekerasan 419HV dan 460HV serta struktur mikro matrik martensit temper untuk dibuat bilah pisau melalui proses tempa tangan dan perlakuan panas menggunakan media pendingin yang berbeda, yaitu air, oli mesin bekas, dan batang pohon pisang. Pengujian yang dilakukan meliputi uji komposisi kimia, uji metalografi dan uji kekerasan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekerasan pisau percobaan A pada daerah mata pisau mencapai 730HV dengan struktur mikro martensit dan karbida krom, dan pada daerah tumpul kekerasannya turun pada level 313 HV dengan struktur martensit dan austenit sisa. Sementara itu pisau percobaan B yang dikeraskan secara menyeluruh mencapai kekerasan 627HV dan struktur mikro martensit dengan karbida krom halus menyebar rata. Hasil percobaan pembuatan pisau yang diperoleh mendekati sifat mekanik pisau impor X yang memiliki struktur mikro matrik martensit temper dengan karbida dan level kekerasannya 640 HV. Disimpulkan bahwa kedua pegas cukup bagus untuk material alternatif untuk bilah pisau sembelih hewan yang dimanfaatkan di rumah pemotongan hewan.
Sintesis Lithium Bis Oksalato Borat untuk Elektrolit Baterai Lithium Ion
Etty Marti Wigayanti
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (832.803 KB)
|
DOI: 10.32493/pjte.v2i1.3221
Telah dilakukan sintesis Lithium Bis Oksalato Borat (LIBOB). LiBOB merupakan bahan aktif yang dapat digunakan untuk elektrolit pada baterai Lithium. Metoda yang digunakan adalah reaksi fasa padat. Pada sintesis serbuk LiBOB, bahan awal LiOH, H2C2O4.2H2O dan H3BO3 (produk dari Merck dengan kemurnian 99,8%) dicampur dengan perbandingan molar rasio 2:1:1 sampai homogen. Pemanasan awal pada temperatur 120oC selama 4 jam dilanjutkan pemanasan berikutnya pada temperatur 240oC selama 6 jam. Serbuk LiBOB yang dihasilkan dianalisa menggunakan XRD. Data yang diperoleh digunakan untuk menganalisis fasa yang terbentuk dan data kristalografi lainnya. Fasa major yang didapat adalah fasa LiBOB dan LiBOB hidrat. Hasil dari analisia spektroskopi FTIR pada rentang (400-4000) cm-1 menunjukkan ikatan gugus fungsi LiB(C2O4)2, dengan munculnya pita absorbsi C-O, C=O, B-O, O-B-O, dan C-C. Pita serapan O-B-O pada bilangan gelombang 1081 cm-1 merupakan salah satu ciri khas senyawa LiBOB. Selanjutnya dilakukan uji cyclic voltametric dengan cara serbuk LiBOB dilarutkan dalam pelarut karbonat dibuat baterai setengah sel diukur kurva CVnya, dimana hasilnya menunjukkan terjadi reaksi oksidasi-reduksi.
Penggunaan Cetakan Karet dalam Proses Produksi Vulkanisir Ban Alat Berat
Farid Wazdi
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (994.203 KB)
|
DOI: 10.32493/pjte.v2i1.3226
Bisnis industri vulkanisir ban alat berat mengalami pertumbuhan seiring pertumbuhan binis pertambangan. Seiring dengan pertumbuhan tersebut tuntutan untuk perbaikan di kualitas produk dan harga jual yang kompetitif terus meningkat. Untuk melakukan perbaikan, pengembangan dan inovasi produk, maka penulis melakukan penelitian untuk meneukan metode vulknasir yang mempunyai biaya investasi yang murah dengan kualitas produk yang bagus. Penelitian di fokuskan ke media alat cetak, dimana saat ini yang sudah ada hanyalah media metal atau besi dimana biaya investasinya ini sangat tinggi. Penelitian dilakukan dengan pengamatan ke media cetak yang digunakan produk–produk berbahan dasar karet lainnya. Selain itu informasi–informasi lainnya terus dikumpulkan baik dari pameran industri karet, internet dan komunikasi dengan praktisipraktisi yang telah lama dan kaya pengalaman diindustri vulkanisir ban alat berat. Dari hasil pengamatan maka media yang akan didalami dalam penelitian ini adalah cetakan berbahan dasar karet. Penelitian bahan dasar cetakan dan pengembangan mesin untuk menunjang penerapan pemakaian cetakan karet untuk proses produksi vulkanisir ban alat berat. Hasil percobaan dalam proses produksi dan pemantauan kualitas cetakan dan produk vulkanisir yang dihasilkan menunjukan hasil yang bagus dengan biaya produksi dan investasi yang rendah. Kualitas produk menggunakan cetakan karet ini menunjukan performan yang bagus baik di opersional maupun dari segi umur pemakaian dimana kualitas ban vulkanisisr metode cetakan karet ini diatas 60% umur baru, bahkan mendekati umur ban baru. Investasi dari penggunakan cetakan ini juga jauh lebih efisien disbanding penggunaan cetakan dari logam. Keuntungan lainnya adalah cetakan ini mudah dibuat dan untuk penyediaan atau produksinya cepat, hanya 1 x24 jam sudah bisa digunakan.
Efek Aditif SiO2 Terhadap Suhu Sintering Keramik Alumina dan Karakteristiknya
Djuhana Djuhana;
Mulyadi Mulyadi;
Sunardi Sunardi
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/pjte.v2i1.3224
Sintering keramik alumina dilakukan dengan aditif SiO2 dari pasir silika. Komposisi silika divariasikan yaitu 0 %, 5 % dan 10 % berat. Kedua bahan baku ditimbang, di campur menggunakan media aquades dan digiling menggunakan rotary ball mill selama 10 jam. Selanjutnya capuran tersebut di keringkan untuk menguapkan aquades menggunakan pengering pada suhu 100oC selama 12 jam. Kemudian campuran serbuk tersebut diukur distribusi ukuran partikel menggunakan Laser Particle Size. Selanjutnya serbuk tersebut dicampur dengan perekat PVB sebanyak 2% berat dan dilanjutkan dicetak dengan gaya 10 tonf untuk membentuk pellet. Kemudian pelet tersebut disintering menggunakan Thermolyn Furnace pada suhu 1200, 1300, 1400 dan 1500oC dengan waktu penahanan 2 jam dan heating rate 10oC/menit. Hasil pengukuran particle size menunjukkan bahwa serbuk setelah di milling memiliki ukuran diameter rata-rata adalah 18,48 µm. Hasil dari karakterisasi diperoleh kondisi yang optimum yaitu sampel dengan penambahan 10 % SiO2 dan suhu sintering 1500oC memiliki bulk densitas tertinggi 3,36 g/cm3 dan porositas 1,06 %, hardness vickers tertinggi = 780 Hv. Penambahan SiO2 sampai 10 % berat tidak menimbulkan rekasi dengan Al2O3, terlihat tida ada pembentukan fasa baru dari hasil XRD, dan fasa yang terbentuk adalah fasa corundum (α-Al2O3).