cover
Contact Name
Parlindungan Pandapotan Marpaung
Contact Email
parlindungan.reni@gmail.com
Phone
+6282166899866
Journal Mail Official
simbolonsilvi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Surya Kencana No.1 Pamulang Barat-Pamulang Tangerang Banten
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Piston: Journal of Technical Engineering
Published by Universitas Pamulang
ISSN : 25413511     EISSN : 26862247     DOI : http://dx.doi.org/10.32493/pjte.v5i2.19158
Core Subject : Engineering,
Ansor Salim Siregar, Mulyadi Mulyadi, Syaiful Arief Analisis Kegagalan Laminasi Komposit Epoksi/Serat Karbon Pada Sayap Pesawat Tanpa Awak DOI: 10.32493/pjte.v5i2.18596 Parlindungan Pandapotan Marpaung, Herbert H. Rajagukguk Energi Mekanik Penggerak Poros Magnet Rotor Alternator untuk Pembangkit Listrik AC DOI: 10.32493/pjte.v5i2.19158
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020)" : 16 Documents clear
Pengaruh Waktu Tahan ketika Proses Thermo Mechanical Controlled Process (TMCP) terhadap Sifat Mekanik dan Fenomena Anneal Hardening Paduan Cu-Zn 70/30 Eka Febriyanti; Amin Suhadi; Ahmad Fadli; Rini Riastuti
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.922 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v4i1.7352

Abstract

Paduan Cu-Zn 70/30 memiliki sifat konduktivitas panas dan listrik yang sangat baik serta mampu bentuk yang baik. Cu-Zn 70/30 sangat luas digunakan sebagai core dan tank radiator otomotif, komponen amunisi, maupun perangkat bangunan dan arsitektur. Thermo-Mechanical Controlled Processing (TMCP) adalah salah satu metode rangkaian pengontrolan pemanasan dan pembentukan dengan tujuan meningkatkan kualitas sifat material. Oleh karena itu, pada penelitian ini digunakan metode TMCP dengan canai hangat untuk meningkatkan sifat mekanik paduan Cu-Zn 70/30. Proses canai dilakukan dengan metode bolak-balik dengan deformasi sebesar 60% (30%-30%) dimana pada setiap pass-nya paduan Cu-Zn dipanaskan terlebih dahulu pada temperatur 300°C dengan waktu tahan berbeda mulai dari 30, 60, dan 120 menit. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa dengan semakin lamanya waktu pemanasan dan kemudian dideformasi lebih lanjut maka terjadi penurunan mencapai 36,5 μm yang berpengaruh pada peningkatan kekerasan sebesar 174,12 HV dan kekuatan tarik mencapai 525,4 MPa pada waktu tahan 120 menit. Ditambah lagi, terdapat indikasi adanya fenomena Anneal Hardening karena tersegregasinya atom terlarut pada dislokasi atau batas butir sehingga memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap nilai kekerasan dan kekuatan tarik paduan Cu-Zn 70/30.
Kata Pengantar dan Daftar Isi Vol. 4 No. 1 Journal Manager
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.821 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v4i1.9206

Abstract

Proses Sintering dan Karakterisasi pada Keramik Zircon Silikat (ZrSiO4) Suprapedi Suprapedi; Mulyadi Mulyadi
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.906 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v4i1.7357

Abstract

Zircon silikat (ZrSiO4 ) merupakan jenis keramik berbasis oksida dan banyak dipergunakan sebagai bahan refraktori. Untuk mengetahui proses sintering yang optimal maka pada penelitian ini di gunakan bahan alami yaitu zirkon silikat. Preparasi bahan dilakukan melalui proses pencampuran menggunakan wet milling dengan alat ball mill selama 12 jam. Selanjutnya dilakukan proses pengeringan dan pencetakan membentuk sampel pelet. Pada proses pencetakan tekanan yang diberikan pada saat proses pencetakan sampel menggunakan gaya sebesar 10000 kgf. Selanjutnya dilakukan proses sintering (pembakaran) dengan variasi suhu 1200OC, 1300OC, dan 1400OC menggunakan tungku listrik dan ditahan selama 60 menit. .Sampel pelet yang telah disintering dilakukan pengujian antara lain : densitas, kekerasan, dan kuat tekan. Hasil karakterisasi keramik zircon silikat (ZrSiO4 ) menunjukkan bahwa densitas maksimum terdapat pada sampel dengan suhu sintering 1400O C dengan nilai 3,93 g/cm3 . Dalam pengujian kekerasan menunjukan nilai kekerasan tertinggi dicapai pada suhu 1400O C dengan nilai 570 Hv. Sedangkan pada pengujian kuat tekan nilai tertinggi dicapai dengan suhu sintering 1400O C mendapat angka kuat tekan sebesar 792,63 kg/cm2.
Peningkatan Kualitas Batubara Peringkat Rendah dengan Teknik Flash Drying Ahsonul Anam
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.168 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v4i1.7353

Abstract

Batubara peringkat rendah biasanya ditandai dengan kandungan air yang tinggi dan nilai kalor yang rendah.Agar kandungan airnya turun dan nilai kalornya naik, maka perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum digunakan. Ada banyak teknologi coal upgrading, dengan menggabungkan penggunaan uap air dengan tekanan, tentunya dengan keunggulan dan kekurangan masing-masing. Teknik flash drying memberikan alternatif teknologi peningkatan kualitas batubara dengan memanfaatkan udara yang tidak terlalu panas dan tekanan yang rendah sehingga biaya operasonalnya menjadi lebih rendah. Percobaan yang dilakukan menggunakan teknik flash drying mampu menurunkan kandungan air batubara secara signifikan, namun kandungan air dalam produk berubah sesuai dengan kondisi lingkungan.
Analisis Kurva Kalibrasi Colorimeter Sederhana Penentuan Ammonium pada Sampel Pupuk NPK Yohan Yohan
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.848 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v4i1.7358

Abstract

Colorimeter memiliki fungsi yang baik dan mudah untuk mendeskripsikan kadar ammonium pada pupuk. Ammonium merupakan unsur yang penting pada pupuk dikarenakan sifatnya yang mudah menguap pada temperatur ruang sehingga mengurangi fungsi pada pupuk tersebut. Analisis kurva kalibrasi diperlukan untuk mengurangi nilai bias metode pengukuran sehingga dapat diketahui rentang konsentrasi analisis ammonium yang kredibel. colorimeter ini digunakan untuk menguji sampel tertentu yang berorientasi pada analisis kualitatif dan kuantitatif pengukuran warnanya. Colorimeter dirancang berdimensi (10 x 10x 8) cm3 yang terbuat dari bahan fiberglass dengan menggunakan sumber cahaya panjang gelombang467 nm dengan irradiasi 0,141 W/m2 .Analisis pada colorimeter sederhana ini didapatkan nilai terbaik pada pengukuran menggunakan analit ammonia menghasilkan persamaan dengan koefisien korelasi 0,971 dan konsentasi terbaik yang terdeteksi 1,5 ppm, sedangkan untuk konsentrasi optimal berkisar 2 ppm. Pada Colorimeter Sederhana ini memiliki akurasi dan presisi sebesar 99,8 % dan 88,7 %.Data-data pengukuran tersebut menunjukkan bahwa Colorimeter sederhana ini dapat digunakan sebagai alat pengukuran pupuk NPK pada konsentrasi 1,5 ppm.
Efek Penambahan SiO2 dan B2O3 terhadap Suhu Sintering, Sifat Fisis, Struktur Kristal dan Mikrostruktur pada Keramik SiC Nadha Ananda Putri; Sudiati Sudiati; Mulyadi Mulyadi
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.406 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v4i1.7354

Abstract

Pada penelitian ini telah dibuat keramik SiC dengan penambahan SiO2 dan B2O3 yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan persentase aditif SiO2 dan B2O3 dan Suhu Sintering terhadap perubahan sifat Fisis, Struktur Kristal dan Mikrostruktur. Komposisi SiO2 dan B2O3 divariasikan yaitu 5%, 10%, dan 20% berat. Masing-masing bahan baku dan bahan aditif ditimbang, dicampur menggunakan media air dan digiling menggunakan High Energy Milling selama 32 menit. Selanjutnya campuran tersebut dikeringkan didalam oven dengan suhu 80°C. Kemudian serbuk tersebut dicampurkan dengan perekat PVA sebanyak 5% berat dan dilanjutkan dengan cetak dengan gaya 12 ton untuk membentuk pellet. Kemudian pellet tersebut di sintering pada suhu 800°C dan 900°C. Hasil karakterisasi diperoleh kondisi yang optimum yaitu sampel dengan penambahan 5% SiO2 dan 5% B2O3 dengan suhu 900°C memiliki densitas sebesar 2.91 g/cm 3 dan 2.78 g/cm 3 serta nilai porositas sampel sebesar 27,09 % dan 22.07%. Hasil analisa XRD yang optimum pada sampel 5% SiO2 dan 5% B2O3 dengan suhu 900°C menghasilkan fasa dominan yaitu moissanite (SiC) untuk kedua bahan aditif dan fasa minor yaitu cristobalite (SiO2 ) dan boron (B2O3 ). Pengujian mikrostruktur menunjukkan bentuk yang tidak beraturan dengan ukuran diameter butiran rata-rata 515.58 nm pada 5% SiO2 dan 669.74 nm pada 5% B2O3.
Efek Penambahan Aditif SiO2 terhadap Suhu Sintering, Sifat Fisis, Struktur Kristal dan Mikrostruktur pada Keramik Al2O3 Khairun Nisa Gulo; Sudiati Sudiati; Mulyadi Mulyadi
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1167.329 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v4i1.7355

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan penambahan aditif SiO2 pada keramik Al2O3 untuk menghasilkan keramik dengan hasil yang optimal. Melalui penambahan aditif SiO2 dilakukan pengamatan terhadap Suhu Sintering, Sifat Fisis, Struktur Kristal dan Mikrostruktur dari keramik Al2O3. Penambahan SiO2 diberikan sebanyak 5, 7.5, 10, 15, 20, 25, dan 30 (%massa). Lalu ditambahkan air dan dilakukan proses milling selama 5 jam. Setelah proses milling dilakukan pengeringan dengan menggunakan oven dengan suhu 80 ºC. Lalu dilakukan pencetakan yang diberikan gaya 12 ton, selama 60 detik dengan suhu 30 ºC. lalu dilakukan sintering pada suhu 900 ºC, 1000 ºC, 1100 ºC, dan 1200 ºC. Dari aditif yang digunakan dengan komposisi 5% SiO2 yang memberikan densitas paling tinggi pada suhu 1200˚C yaitu 3,12 g/cm3 . Dari aditif yang digunakan dengan komposisi 30% SiO2 yang memberikan porositas paling rendah pada suhu 1200˚C yaitu 31,08%. Hasil Pengujian XRD dengan Penambahan Aditif 5% SiO2 pada Temperatur Sintering T= 1100˚C memiliki 3 fasa quartz, tridimit dan corundum dan penambahan aditif 30% SiO2 pada Temperatur Sintering T= 1100˚C memiliki 3 fasa quartz, cristobalite dan Aluminium Oxide.
Efek Variasi Suhu Pack Carburizing Baja St 41 terhadap Kekerasan dan Kekuatan Impak Ramlan Ramlan; Amin Bahma
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.464 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v4i1.7356

Abstract

Proses pack carburizing adalah proses pengerasan permukaan baja, pada penelitian ini dilakukan proses pack carubirizing baja ST 41 untuk mengetahui perubahan nilai kekerasan dan kekuatan impaknya. Baja ST 41 tergolong baja karbon rendah, melalui proses tersebut bertujuan untuk mengeraskan permukaan baja ST 41 dan didalam baja masih lunak agar keuletan baja ST 41 masih bisa dipertahankan. Proses pack carburizing dilakukan dengan menimbun baja ST 41 dengan serbuk karbon dari arang kayu, kemudian di panaskan dengan variasi suhu yaitu 700, 750 dan 800oC dengan waktu penahanan untuk masing –masing suhu selama 30 menit. Setelah dilakukan pemanasan selanjutnya di quenching kedalam media air. Sampel yang telah mengalami pack carburizing selanjutnya di ukur kekerasan nya menggunakan Rockwell dan dilakukan uji impak Charpy untuk melihat tingkat kegetasan baja. Dari hasil pengukuran kekerasan diperoleh nilai kekerasan tertinggi pada sampel dengan suhu pemanasan 800oC yaitu sebesar 32 HRC dan memiliki nilai kuat impak sebesar 1,993 joule/mm2 . Bila dibandingkan dengan sampel sebelum proses pack carburizing, terjadi peningkatan kekerasan hampir dua kali lipat sedangkan nilai kuat impaknya juga terjadi peningkatan sebesar 10 %.
Analisis Kurva Kalibrasi Colorimeter Sederhana Penentuan Ammonium pada Sampel Pupuk NPK Yohan Yohan
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v4i1.7358

Abstract

Colorimeter memiliki fungsi yang baik dan mudah untuk mendeskripsikan kadar ammonium pada pupuk. Ammonium merupakan unsur yang penting pada pupuk dikarenakan sifatnya yang mudah menguap pada temperatur ruang sehingga mengurangi fungsi pada pupuk tersebut. Analisis kurva kalibrasi diperlukan untuk mengurangi nilai bias metode pengukuran sehingga dapat diketahui rentang konsentrasi analisis ammonium yang kredibel. colorimeter ini digunakan untuk menguji sampel tertentu yang berorientasi pada analisis kualitatif dan kuantitatif pengukuran warnanya. Colorimeter dirancang berdimensi (10 x 10x 8) cm3 yang terbuat dari bahan fiberglass dengan menggunakan sumber cahaya panjang gelombang467 nm dengan irradiasi 0,141 W/m2 .Analisis pada colorimeter sederhana ini didapatkan nilai terbaik pada pengukuran menggunakan analit ammonia menghasilkan persamaan dengan koefisien korelasi 0,971 dan konsentasi terbaik yang terdeteksi 1,5 ppm, sedangkan untuk konsentrasi optimal berkisar 2 ppm. Pada Colorimeter Sederhana ini memiliki akurasi dan presisi sebesar 99,8 % dan 88,7 %.Data-data pengukuran tersebut menunjukkan bahwa Colorimeter sederhana ini dapat digunakan sebagai alat pengukuran pupuk NPK pada konsentrasi 1,5 ppm.
Efek Penambahan SiO2 dan B2O3 terhadap Suhu Sintering, Sifat Fisis, Struktur Kristal dan Mikrostruktur pada Keramik SiC Nadha Ananda Putri; Sudiati Sudiati; Mulyadi Mulyadi
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v4i1.7354

Abstract

Pada penelitian ini telah dibuat keramik SiC dengan penambahan SiO2 dan B2O3 yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan persentase aditif SiO2 dan B2O3 dan Suhu Sintering terhadap perubahan sifat Fisis, Struktur Kristal dan Mikrostruktur. Komposisi SiO2 dan B2O3 divariasikan yaitu 5%, 10%, dan 20% berat. Masing-masing bahan baku dan bahan aditif ditimbang, dicampur menggunakan media air dan digiling menggunakan High Energy Milling selama 32 menit. Selanjutnya campuran tersebut dikeringkan didalam oven dengan suhu 80°C. Kemudian serbuk tersebut dicampurkan dengan perekat PVA sebanyak 5% berat dan dilanjutkan dengan cetak dengan gaya 12 ton untuk membentuk pellet. Kemudian pellet tersebut di sintering pada suhu 800°C dan 900°C. Hasil karakterisasi diperoleh kondisi yang optimum yaitu sampel dengan penambahan 5% SiO2 dan 5% B2O3 dengan suhu 900°C memiliki densitas sebesar 2.91 g/cm 3 dan 2.78 g/cm 3 serta nilai porositas sampel sebesar 27,09 % dan 22.07%. Hasil analisa XRD yang optimum pada sampel 5% SiO2 dan 5% B2O3 dengan suhu 900°C menghasilkan fasa dominan yaitu moissanite (SiC) untuk kedua bahan aditif dan fasa minor yaitu cristobalite (SiO2 ) dan boron (B2O3 ). Pengujian mikrostruktur menunjukkan bentuk yang tidak beraturan dengan ukuran diameter butiran rata-rata 515.58 nm pada 5% SiO2 dan 669.74 nm pada 5% B2O3.

Page 1 of 2 | Total Record : 16