cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
Search results for , issue "2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI" : 85 Documents clear
PENGEMBANGAN SISTEM DIGITAL CHECKER BERBASIS APLIKASI MOBILE ANDROID SEBAGAI PENCATATAN RITASE SECARA REAL TIME PADA PT. SATRIA BAHANA SARANA Ahmad Sugiarta Isnaini Isnaini; Karmono Karmono
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.71

Abstract

ABSTRAK Pengembangan sistem digital checker merupakan tranformasi dari sistem manual yang di distribusikan ke dalam bentuk digital berbasis aplikasi mobile android. Selama ini proses pencatatan setiap ritase dilakukan oleh checker. Checker adalah karyawan yang secara khusus melakukan pencatatan ritase. Proses pencatatan ritase yang dilakukan saat masih bersifat manual menggunakan kertas, dan hasil dari proses pencatatan manual melalui kertas tersebut kemudian diolah dan dianalisa pada satuan kerja Operasional Control Center (OCC). Setelah proses pengolahan data dan analisa yang dilakukan oleh satuan kerja OCC, barulah kemudian dilaporkan ke management. Dari penerapan sistem checker manual tersebut dapat menyebabkan proses pengambilan keputusan bisnis apabila dilihat dari sisi management kurang efektif dan efesien. Selain itu juga dibutuhkan waktu yang lama untuk mengetahui serta memutuskan pencapaian produksi secara ideal berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Oleh sebab itu maka dibutuhkan media perantara berupa sistem aplikasi berbasis mobile android. Tujuan dari pengembangan sistem digital checker ini adalah untuk mengalihkan sistem yang selama ini manual menjadi digitalisasi yaitu pencatatan ritase menggunakan mobile android pada PT. Satria Bahana Sarana. Metodologi dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research), dengan pendekatan metode 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang digunakan dalam pengembangan sistem digital checker. Adapun aplikasi yang dibangun berbasis android menggunakan bahasa pemograman PHP dan database MySQL, Indexing Elastic for (temporary saving) serta web service API (Application Programming Interface), TypeScript. Implementasi akhir dari pengembangan sistem digital checker ini dapat mempercepat dan memberikan informasi ritase melalui penginputan data secara langsung oleh checker dengan sistem aplikasi mobile android, sehingga proses ritase dapat diketahui dengan cepat dan tepat karena data disajikan secara real time selama 24 Jam. Sistem digital checker berbasis aplikasi android telah diuji coba pada PT. Satria Bahana Sarana di site Bangko pit 1 utara dan site Mahayung. Dampak dari penerapan aplikasi digital checker ini juga dapat meminimalisir penumpukan dan penggunaan kertas. Kata Kunci : digital checker, ritase, android, 4D, PT. Satria Bahana Sarana  ABSTRACT The development of a digital checker system is a transformation of a manual system that is distributed into digital form based on an android mobile application. The during this recording process, each participant is carried out by the examiner. Inspector is an employee who specifically records the reality. The process of recording the ritase is done while still manually using paper, and the results of the manual recording process through paper are then processed and analyzed in the Operational Control Center (OCC) departement. After the data processing and analysis carried out by the OCC departement, it is then reported to management. From the application of this manual inspection system, it can cause the decision making process taken by the management to be less effective and efficient. In addition it takes a long time to be discussed and also determine the ideal production in accordance with predetermined criteria. Therefore we need media related to the android mobile-based application system. The purpose of the development of this digital checker system is to move the system that has been manually into digitization, namely the recording of ritase using an android phone at PT. Satria Bahana Sarana. The methodology in this research is action research, by studying the 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) method used in the development of digital inspection systems. Android based applications use the PHP programming language and MySQL database, Indexing Elastic for (temporary storage) and web service API (Application Programming Interface), TypeScript. The final implementation of the development of the digital checker system can accelerate and provide social information through inputting data directly by the checker with the android mobile application system, so that the security process can be supported quickly and precisely in accordance with the data presented in real time for 24 hours. Android based digital checker system has been tested on PT. Satria Bahana Sarana at Bangko site pit 1 north and Mahayung site. The impact of implementing this digital checking application can also minimize paper buildup and use Keywords: digital checker, ritase, android, 4D, PT. Satria Bahana Sarana 
OPTIMALISASI DISTRIBUSI DAN TINGKAT ENERGI BAHAN PELEDAK DENGAN SISTEM DIFFERENTIAL ENERGY TM (DELTA E) Stefanus Jagad Gineung Jagad Gineung Pratidina; Desy Rachmawati; Latif Muhammad Badra; Nur Fajar; Muhammad Faqih; Fahri Lundeto
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.83

Abstract

ABSTRAK Kondisi geologi yang heterogen menjadi salah satu tantangan pada operasional penggalian dan pengangkutan dalam proses penambangan. Peledakan konvensional sejak lama dilakukan untuk membantu proses pemberaian batuan, namun paradigma yang sampai sekarang masih umum digunakan yaitu bagaimana memakai energi sebesar-besarnya untuk menghancurkan batuan. Hal ini menjadi kurang efisien karena tidak memperhatikan variasi litologi batuan dan masih berpotensi menimbulkan berbagai macam isu, seperti fragmentasi yang buruk, recovery penggalian rendah, serta biaya peledakan yang tinggi. Pemanfaatan bahan peledak dengan tingkat workable energy yang tepat (Berta, 1985) serta distribusinya di dalam lubang berdasarkan jenis litologi dibutuhkan untuk mewujudkan peledakan yang optimal. Teknologi Differential EnergyTM yang mengombinasikan automatic gassing system pada truk MPU (mobile processing unit) dengan high viscosity emulsion product dapat memberikan fleksibilitas dalam pengaturan densitas bahan peledak tanpa mengurangi ketahanan terhadap air. Hal ini memungkinkan pengisian emulsi curah dengan berbagai tingkat energi di dalam satu lubang ledak yang sama secara cepat dan akurat. Selain itu, persentase workable energy yang dihasilkan lebih besar dibanding ANFO maupun bahan peledak emulsi biasa.  Makalah ini membahas mengenai tahap 1 penerapan Differential EnergyTM dalam operasional peledakan, dimana fokus utamanya yaitu mencapai nilai densitas tunggal yang masih dapat menghasilkan kualitas maksimal. Pengambilan data dilakukan di tambang batubara PT Berau Coal jobsite Buma - Lati yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur dari bulan Agustus 2018 hingga Juli 2019. Hasil yang diperoleh dari studi menunjukkan Differential EnergyTM mampu mencapai densitas 0.7 g/cc dan memberikan peningkatan dari sisi kualitas fragmentasi peledakan, produktivitas unit digger, nilai recovery, serta pengurangan biaya peledakan akibat penurunan nilai powder factor, penurunan konten AN, dan penerapan expanded pattern. Sistem Differential EnergyTM tetap membutuhkan analisis geologi yang komprehensif serta kontrol operasional yang baik. Apabila litologi batuan sudah diketahui maka penempatan bahan peledak dengan tingkat workable energy yang tepat bisa dilakukan, sehingga penggunaan energi bahan peledak bisa lebih efisien dan optimal. Kata kunci: workable energy, distribusi energi, peledakan, Differential EnergyTM  ABSTRACT Heterogeneous geological conditions have become one of the challenges for the operational of excavation and transportation in the mining process. Conventional blasting has long been done to help the process of rock dispersion, but the paradigm that is still commonly used today is how to use maximum energy to destroy rocks. This becomes less efficient because it does not pay attention to variations in rock lithology and still has the potential to cause a variety of issues, such as poor fragmentation, low excavation recovery, and high blasting costs. The use of explosives with the right level of workable energy (Berta, 1985) and their distribution in holes based on the type of lithology are needed to create optimal blasting. Differential EnergyTM technology that combines automatic gassing systems in MPU (mobile processing unit) trucks with high viscosity emulsion products can provide flexibility in adjusting the density of explosive without reducing its water resistance. This allows the charging of bulk emulsions with various energy levels for the same explosive hole quickly and accurately. In addition, the percentage of workable energy produced is greater than ANFO or ordinary emulsion explosives. This paper discusses phase 1 of the application of Differential EnergyTM in blasting operations, where the main focus is to achieve a single density value that can still produce maximum quality. Data was collected at PT Berau Coal, Buma - Lati jobsite in Berau District, East Kalimantan from August 2018 to July 2019. The results obtained from the study show that Differential EnergyTM is able to reach a density of 0.7 g/cc and provide an improvement in blasting fragmentation quality, digger unit productivity, blasting recovery value, and reduction in blasting costs due to a decrease in powder factor, decreased AN content, and expanded pattern application. The Differential EnergyTM system still requires comprehensive geological analysis and good operational control. If rock lithologies have been detailed then the placement of explosives with the right level of workable energy can be done, so that the use of explosive energy can be more efficient and optimal. Keywords: workable energy, energy distribution, blasting, Differential EnergyTM
ANALISIS STABILITAS TEROWONGAN DANGKAL PADA TANAH LUNAK Putri Nova Haryu Dhanti; Singgih Saptono
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.99

Abstract

ABSTRAK Pada lima tahun terakhir ini banyak pembangunan yang dilakukan di Indonesia khususnya pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan sarana Mass Rapid Transportation (MRT) berupa terowongan di Jakarta, dan berapa terowongan jalan raya dan terowongan jalur kereta api. Hal ini menjadi tantangan bagi para pembuatan terowongan di Indonesia. Tantangan tesebut adalah membuat terowongan jalan raya dan kereta api pada tanah lunak khususnya lempung dan pada kedalaman yang dangkal. Hal ini perlu perhatian khusus, disebabkan oleh sifat lempung yang memiliki sifat swelling dan serta penggalian terowongan tersebut pada kedalamanan kurang dari 100 m. Pendekatan kekuatan batuan sudah tidak dapat digolongan sebagai batuan karena pada umumnya menurut meterial lempung digolongkan sebagai tanah, sehingga teori elastistas sudah tidak berlaku lagi. Pendekatan yang diusulkan untuk analisis stabilitas  pada terowongan di batuan lempung  adalah berperilaku swelling sesuai dengan kandungan mineral penyusunnya yaitu montmorilonit. Untuk itu analisis stabiltas diperlukan parameter swelling. Pada Analisis dengan perilaku sewlling ini menggunakan metode elemen hingga (Phase2, Rocscience). Dengan pendekatan perilaku Swelling dalam  analisis stabilitas terwongan akan lebih mendekati dengan sifat material yang ada di terowongan. Kata kunci: swelling, metode elemen hingga, stabilitas, terowongan  ABSTRACT In the last five years a lot of development has been carried out in Indonesia, especially infrastructure development, such as the construction of Mass Rapid Transportation (MRT) facilities in the form of tunnels in Jakarta, and how many road tunnels and railroad tunnels. This is a challenge for tunnels in Indonesia. The challenge is to build road and rail tunnels on soft soil, especially clays and at shallow depths. This needs special attention, due to the nature of the clay which has swelling properties and the excavation of the tunnel in the depth of less than 100 m. Rock strength approach can no longer be classified as rock because in general according to clay meterial classified as soil, so the theory of electricity is no longer valid. The proposed approach for the stability analysis of tunnels in clay rock is to behave swelling according to its constituent mineral content, montmorillonite. For this reason, stability analysis requires swelling parameters. In this analysis with sewlling behavior using the finite element method (Phase2, Rocscience). With the Swelling behavior approach in the tunnel stability analysis it will be closer to the material properties in the tunnel. Key words : Swelling, Finite Element Method, Stability, Tunnel 
DWIFUNGSI RUAS JALAN PENGALIH TEBANGAN LEMBAK SEBAGAI KOLAM KONTROL DEBIT Fahmi Syaifudin; Susilo Catur M
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.115

Abstract

ABSTRAK Wilayah operasional Pit B/C PT Kaltim Prima Coal (KPC) area Bengalon terus melakukan ekspansi penambangan pada tahun 2019. Operasional pit akan memotong jalan umum dalam status Jalan Kabupaten penghubung desa Tebangan Lembak, Sepaso Barat dan kota kecamatan Bengalon. Salah satu ruas pemindahan jalan juga akan menjadi area tangkapan air limbah hasil operasional dumping Nakula Pit B/C yaitu pada titik penaatan kolam Kemuning. Penggunaan salah satu ruas jalan pengalih antara STA 2+100 – 2+375 untuk sekaligus dijadikan kolam kontrol debit menjadi opsi yang menarik mengingat potensi penghematan akan didapat perusahaan. Riset ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan menghitung dan membandingkan volume pekerjaan tanah terhadap dua kondisi berbeda. Perhitungan penghematan didapatkan dengan memakai harga kontrak yang telah ditetapkan untuk pekerjaan konstruksi jalan. Biaya tambahan yang mencakup faktor non-teknis juga dimasukkan dalam perhitungan biaya karena penggunaan jalan ini perlu mendapatkan izin dari Bupati Kutai Timur. Dapat disimpulkan bahwa dengan integrasi pembangunan jalan pengalih sekaligus sebagai kolam kontrol debit air limbah tambang, KPC menghemat biaya konstruksi sebesar 41% dari total biaya konstruksi infrastruktur Pit B/C. Kata kunci: Jalan pengalih, kontrol debit, titik penaatan.  ABSTRACT Operational area of Pit B/C PT Kaltim Prima Coal (KPC) continues to expand in 2019. Pit operation will cut public road with the status of connecting road between Tebangan Lembak village, West Sepaso and Bengalon sub-district. One of the re-alignment road segments will also be crossed by mining water flow from Nakula Dump activities at Pit B/C down to Kemuning Pond. Utilization those road segments between STA 2+100 to 2+375 to be control pond discharge shall be profitable for company. The research use quantitative approach by calculating and comparing earthwork volume for two different options. Saving calculation use the rate from approved contract for this road construction. Additional cost that covers non-technical issue also included in the calculation since utilization of road shall be approved by Bupati Kutai Timur. It is concluded that the integration of road and control pond discharge will save the cost for construction of Pit B/C KPC infrastructure by 41%. Keywords: Road re-alignment, discharge control, compliance point.  
OPTIMALISASI PRODUKTIFITAS DAN KINERJA ALAT BERAT DENGAN ANALISA DATA REAL TIME PARAMETER Nova Budi Satriawan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.50

Abstract

ABSTRAK Alat berat, kendaraan berukuran besar, yang didesain khusus untuk mendukung operasional penambangan, adalah salah satu aset vital di perusahaan tambang. Alat berat memiliki penggerak bertenaga besar dan kebanyakan sudah dilengkapi sistem kontrol electronic dengan teknologi yang canggih oleh pabrikan pembuat alat berat. Di era Industri 4.0, perkembangan teknologi informasi sangat pesat, transformasi digital memungkinkan  penyajian data secara real time dengan lebih cepat, dalam kapasitas jumlah data yang sangat besar (big data) dan biaya yang relatif murah. Selain itu, dengan adanya virtual coud database dan perkembangan software data scienctist dan data analyst, integrasi dan pengolahan data dari berbagai database dapat dilakukan secara otomatis. Analisa data bahkan sampai pelaporan dengan berbagai format tampilan sesuai kebutuhan menjadi hal yang sangat mudah untuk dilakukan. Pada alat berat di sektor pertambangan, perkembangan teknologi ini ini dapat dimanfaatkan untuk improvement baik di sisi production maupun maintenance, dengan mengkustomisasi dan mengkombinasikan data real time parameter untuk memonitor produktifitas, konsumsi bahan bakar, kondisi kesehatan unit, bahkan sampai perilaku operator dan kondisi jalan tambang. Bahan bakar dan ban adalah biaya konsumsi yang sangat besar dalam pengoperasian tambang, dengan dapat dikontrolnya dua item tsb menjadi efektif dan efisien, serta dengan meningkatnya produkitivitas dan kinerja alat berat, maka keuntungan perusahaan akan meningkat. Kata Kunci :  data scienctist, data analyst , kondisi kesehatan unit, perilaku operator, kondisi jalan tambang  ABSTRACT Heavy Equipments, are huge vehicle that designed spesificly for support mining operation, it is one of the vital assets in mining company. Heavy Equipment has high torque engine, most of its are already equiped with sophisticated electronic control system by original equipment manufacturer. Nowadays, in industry 4.0 age, information technology growing very fast, digital transformation allows real time big data transmitting and display much more quickly and cheaper than before. And also, by the existence of virtual cloud database storage and  many development in data scientist and data analyst software, data integration and analysis are now can be done automatically. Analysis and Reporting with customize telmpate as needed are easy to be done. In mining heavy equipment, this technology development can be used for improvement in both side production and maintenance, by customize and combine real time parameter data to monitor productivity, fuel consumtion, equipment health condition, and also operator abuse behaviour and haul road condition. Fuel and  are tyrethe mostexpensive consumable expense in mining operation, by controlling these two items to be more efective and efficient, and also with the increasing of productivity and equipment performance, the profit of company will be increase. Key Words :  data scienctist, data analys , equipment health condition, operator abuse behaviou , haul road condition
PENERAPAN SISTEM TEKNOLOGI AUTOMATISASI GUNA MENUNJANG PROSES COAL SUPPLY CHAIN DI ROM STOCKPILE PT. ADARO INDONESIA Rahman Arif
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.66

Abstract

ABSTRAK ROM Stockpile merupakan fasilitas yang sangat penting pada rantai pasok batubara PT. Adaro Indonesia karena merupakan gudang yang setiap aktivitas didalamnya harus dipastikan berjalan dengan excellent. Terdapat 11 ROM Stockpile di seluruh wilayah operasional PT. Adaro Indonesia  yang perlu di kontrol dan di manage agar tidak menimbulkan efek pada proses selanjutnya. Adapun kesalahan proses selanjutnya yang dimaksud  seperti kesalahan kualitas batubara yang diangkut ke tongkang akibat miss informasi dan laporan volume stock ROM yang keliru. Untuk mengatasi hal ini PT. Adaro Indonesia menerapkan system automatisasi dan teknologi pada ROM stockpile nya agar mencegah error pada proses selanjunya tersebut. Adapun upaya system yang di terapkan adalah pemasangan RFID dan perangkatnya pada in-out ROM, serta pengambilan data stock ROM harian dengan menggunakan fotogrametri (drone) untuk meningkatkan accuracy pelaporan stock ROM sebagai acuan perencanaan hauling hariannya. Dengan penerepan sistem-sistem yang dijelaskan diatas, hasil aktualnya sesuai dengan yang diharapkan yakni membuat kesalahan pada proses selanjutnya akibat operasional ROM frekuensinya menjadi menurun dan aktivitas di ROM berjalan semakin efektif dan efisien.           Kata kunci: ROM Stockpile, Accuracy, RFID, Fotogrametri  ABSTRACT ROM Stockpile is a very important facility in the coal supply chain of PT. Adaro Indonesia because it is a warehouse that every activity in it must be ensured to run excellently. There are 11 ROM Stockpiles in all operational areas of PT. Adaro Indonesia that needs to be controlled and managed so as not to have an effect on the next process. The subsequent process errors are referred to as coal quality errors transported to the barge due to miss information and incorrect ROM stock volume reports. To overcome this, PT. Adaro Indonesia applies an automation system and technology to its stockpile ROM to prevent errors in the next process. The system effort applied is the installation of RFID and its devices in in-out ROM, as well as daily stock ROM data collection using photogrammetry (drones) to improve reporting accuracy of ROM stock as a reference for daily hauling planning. With the foregoing of the systems described above, the actual results are as expected, which is to make mistakes in the next process due to the operational frequency of the ROM being decreased and the activities in the ROM running more effectively and efficiently. Keywords: ROM Stockpile, Accuracy, RFID, Photogrammetry 
ANALISA LINEAR SUPERPOSITION DALAM KELOLA GETARAN TANAH HASIL PELEDAKAN PADA PERTAMBANGAN BATUBARA Dhion Pradatama. DM; Chani Pradasara; Syarif Nurdiansyah
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.78

Abstract

ABSTRAK Getaran tanah merupakan getaran yang ditimbulkan akibat dari proses peledakan tambang. Selama ini getaran tanah dianggap sebagai waste energy yang dapat merusak dan menjadi isu terhadap lingkungan di sekitar area tambang. PT. Multi Nitrotama Kimia sebagai perusahaan jasa peledakan dan penjualan bahan peledak di Indonesia memiliki kustomer dengan isu demikian, salah satunya adalah PT Adaro Indonesia. Guna menanggulangi isu tersebut, maka dilakukan rekayasa teknik terhadap getaran tanah yang dihasilkan dengan merubah waste energy menjadi work energy dengan prinsip linear superposition menggunakan metode signature hole analysis (SHA) dan dioptimalkan dengan aplikasi inter-deck delay pada lubang double-deck untuk meminimalisir getaran tanah yang ditimbulkan. Penelitian dan percobaan dilakukan menggunakan metode Signature Hole Analisys (SHA) untuk merekam perambatan gelombang di setiap range blok – strip tertentu terhadap area konsen. Gelombang yang telah terekam selanjutnya dianalisis dengan fitur Linear Superposition untuk mendapatkan rekomendasi waktu tunda beserta prediksi getaran yang ditimbulkan. Rekomendasi waktu tunda yang didapat adalah waktu tunda pada inter-hole, inter-row, dan inter-deck yang mana akan diterapkan untuk peledakan selanjutnya. Berdasarkan analisis menggunakan metode Signature Hole Analysis, rekomendasi waktu tunda yang diberikan dapat diterapkan untuk mengakomodir prinsip linear superposition gelombang. Penerapannya dapat dioptimalkan menggunakan inter-deck delay sehingga meminimalisir getaran tanah yang dihasilkan. Dibuktikan oleh getaran tanah yang dihasilkan menggunakan rekomendasi tersebut selalu di bawah standar yang ditetapkan (PVS = 2.00 mm/s). Kaca Kunci : Getaran Tanah, Signature Hole Analysis, Linear Superposition   ABSTRACT One of the blasting process effect is ground vibration. Ground vibration currently consider as waste energy which it can infere and be an issue to the environment. PT. Multi Nitrotama Kimia as blasting service company and explosives sales in Indonesia has customers dealing with that issues, one of them is PT Adaro Indonesia. To overcome the issue, engineering approach is done to the ground vibration by changing waste energy into work energy with the principle of linear superposition using the signature hole analysis (SHA) method and optimized with the application of inter-deck delay on the double-deck hole to minimize the ground vibration. Researches and experiments are carried out using the Signature Hole Analysis (SHA) method to record wave propagation in each range of certain blocks - strips to the concern area. The recorded waves are analyzed with the Linear Superposition feature to obtain delay time recommendation along with the predicted vibration. The recommended delay time obtained is the delay time on inter-hole, inter-row, and inter-deck which will be applied for next blasting. Based on the Signature Hole Analysis method, the recommended delay time given can be applied to accommodate the linear superposition wave principle. Its application can be optimized using inter-deck delay to minimize ground vibration produced. Its proven by ground vibrations produced using the recommendations always below the specified standard (PVS = 2.00 mm / s). Keywords: Ground Vibration, Signature Hole Analysis, Linear Superposition
SLO VS INVERSE VELOCITY METHOD: A STUDY TO EXAMINE EFFECTIVE APPROACH TO PREDICT SLOPE FAILURE Maria Christine Rosaria; Rania Salsabila; Muhammad Khalif Arda; Fery Andika Cahyo; Rachmat Hamid Musa
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.94

Abstract

ABSTRACT Provided with accurate and quasi real time deformation data, there are at least 2 methods that can be utilized to predict a slope failure. Inverse velocity method, coined by Fukuzono, aims at the interception of inverse velocity line to zero value at X time axis as the prediction of slope failure. More recent method called SLO, develop by Mufundirwa, puts emphasize on interception of acceleration regression line with X velocity axis. This paper is intended first and foremost to establish well-structured comparison between the two aforementioned methods. By using the same set of displacement data that show progressive deformation trend from Slope Stability radar, both SLO Inverse Velocity method will be put into trial. Not only the accuracy of the failure prediction time, but also the comparison between the R2 attribute will be examine to reveal which method that yield better data statistically. One of the selected study case, from several which is presented on the paper, reveal that SLO method give failure prediction closer with the actual failure compared to Inverse Velocity method. The actual failure is happening at 21:59 AM January 1st 2016. SLO method generates failure prediction 10 minutes prior the actual failure, while Inverse Velocity generates failure prediction plus 68 minutes after the failure. R2 value for SLO method and Inverse Velocity method respectively are 0.710 0.630. Apart from this results comparison, a more in depth examination toward the nature of both methods delivers pro con of each method. SLO method seems more accurate but having a constraint in which if there are no previous database of maximum velocity during collapse, prediction is almost impossible to make. Inverse Velocity method could address this flaw by projecting the inverse velocity line to zero value for the very least. Further explanation about the flaw and advantages of both methods will be conveyed in more detail on the later part of this paper.   Key words: Failure Prediction, SLO, Inverse Velocity, SSR  ABSTRAK Dengan adanya pengambilan data deformasi yang akurat dan mendekati “real time”, terdapat setidaknya dua metode yang dapat digunakan untuk memprediksi longsor. Metode inverse velocity, yang dikembangkan oleh Fukuzono, adalah metode yang menggunakan perpotongan grafik inverse velocity dengan titik nol sebagai acuan atau nilai dari prediksi longsor. Metode lain yang lebih baru dibandingkan metode inverse velocity adalah metode SLO yang dikembangkan oleh Mufundirwa. Metode ini lebih ditekankan pada perpotongan antara grafik akselerasi dengan nilai kecepatan pada sumbu X. Tujuan utama dari paper ini adalah penyajian perbandingan yang terstruktur antara kedua metode tersebut. Penelitian terhadap metode SLO dan inverse velocity menggunakan data deformasi progresif yang sama dari Slope Stability Radar. Tidak hanya keakuratan prediksi waktu longsor, tetapi perbandingan nilai R2 pun akan menentukan metode yang lebih efektif secara statistik. Pada salah satu studi kasus, dari beberapa kasus yang dibahas di paper ini, menunjukkan bahwa metode SLO memberikan prediksi waktu longsor yang lebih mendekati waktu longsor yang sebenarnya jika dibandingkan dengan metode inverse velocity. Longsor yang sebenarnya terjadi pada tanggal 1 Januari 2016, pukul 21:59. Metode SLO menghasilkan prediksi longsor 10 menit lebih awal dari waktu longsor yang sebenarnya, dimana metode inverse menghasilkan prediksi longsor 68 menit setelah waktu longsor. Nilai R2 untuk metode SLO dan inverse velocity adalah 0.71 dan 0.63. Di samping perbandingan kedua hasil di atas, pemahaman lebih mendalam tentang sumber dari kedua metode tersebut memunculkan hasil plus dan minus dari masing-masing metode. Metode SLO memang terlihat lebih akurat namun metode ini membutuhkan data kecepatan maksimal saat kejadian longsor sebelumnya. Jika tidak ada, maka prediksi hampir tidak mungkin untuk dibuat. Sebaliknya, kelemahan tersebut tidak terdapat pada metode inverse velocity karena dapat diproyeksikan pada titik nol. Penjelasan lebih dalam mengenai kelebihan dan kekurangan dari kedua metode tersebut akan dibahas selanjutnya pada paper ini. Kata kunci: Prediksi longsor, SLO, Inverse velocity, SSR
PENINGKATAN KOMPETENSI KARYAWAN DAN SAFETY CULTURE MELALUI LEARNING MANAGEMENT SYSTEM “SINTESIS+” SEBAGAI KONTROL OPERASIONAL Chandra Singgih Pitoyo; Yuristian Yuristian; Cahyo Andrianto; Riza Angelia
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.110

Abstract

ABSTRAK Dengan luas konsesi sebesar 118.400 hektar dan memperkerjakan hingga lebih dari 21.694 karyawan dan mitra kerja, pengelolaan operasional dan keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan (K3L) adalah hal yang harus diperhatikan. Tantangan yang harus dihadapi PT Berau Coal adalah lokasi yang tersebar di 4 (empat) wilayah operasional terpisah: Lati, Binungan, Sambarata, dan Marine. Selain itu, karyawan juga tidak memiliki banyak waktu untuk mengakses informasi, karena sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bekerja dengan minimal waktu kerja 8 (delapan) jam perhari. Dengan latar belakang berbagai tingkat pendidikan, mulai dari SD hingga perguruan tinggi, juga menjadi tantangan tersendiri. Disamping itu, berdasarkan data, mayoritas karyawan PT Berau Coal dan mitra kerja berada pada rentang umur 24-40 tahun yang dapat dikategorikan sebagai generasi melek teknologi. PT Berau Coal telah membangun sebuah platform pembelajaran bernama SINTESIS+ (Sistem Informasi Pelatihan dan Edukasi yang Sinergis) dan SID (Single Identity System). SINTESIS+ dan SID memiliki tujuan, antara lain (1) sebagai platform pembelajaran dan informasi terkait dengan operasional dan K3L, (2) meningkatkan kapasitas dan membangun kompetensi karyawan terkait operasional dan K3L, terutama peran pengawas sebagai posisi kunci dalam program pengawasan keselamatan, (3) meningkatkan kontrol operasional terhadap kompetensi karyawan yang terkait dengan ijin masuk, ijin kerja, lisensi, serta spesialisasi, serta (4) mengintervensi perilaku untuk mewujudkan safety culture di karyawan internal dan mitra kerja. Fitur dan konten yang dimiliki SINTESIS+ saat ini adalah online learning dengan konten pembelajaran multimedia, online testing dengan hasil yang real time, sertifikat yang otomatis muncul setelah pengguna lulus dalam online testing, webinar, berita insiden dan operasional pertambangan, repositori untuk portofolio kerja, sistem registrasi event dan pelatihan, terintegrasi dengan SID terkait perekaman data dan kontrol kompetensi karyawan dari segi operasional, baik itu ijin kerja, ijin masuk, lisensi, dan spesialisasi, serta proses yang dapat meningkatkan awareness terhadap K3L secara kontinyu. Sejak peluncurannya, SINTESIS+ telah diakses oleh lebih dari 7867 karyawan, menguji pengetahuan untuk lebih dari 1024 ujian, menyelenggarakan webinar yang diikuti oleh 330 karyawan, serta menjalankan proses yang lebih efektif dan efisien, mulai dari pendaftaran hingga evaluasi. Dampak dari segi operasional atas integrasinya dengan sistem SID adalah meningkatnya compliance level terhadap pemenuhan kompetensi karyawan menjadi sebesar 98% dan proses pemantauan menjadi lebih efisien. Dengan peningkatan tersebut, selain kompetensi karyawan yang meningkat, kontrol terhadap operasional juga menjadi semakin baik, kesadaran terhadap K3L meningkat, dan dengan harapan tingkat insiden dapat menurun. Kedepannya, untuk meningkatkan akses dan safety culture, PT Berau Coal sedang membangun platform mobile apps untuk SINTESIS+. Kata kunci: keselamatan, operasional, pelatihan, platform, teknologi, kompetensi, kontrol   ABSTRACT With 118.400 hectare of concession area and employed people for more than 21.694 employees within company and from business partners, Berau Coal needs to put more concern in managing operational and health, safety and environment (SHE). The challenges that need to be faced are location that scattered into 4 operational areas, limited time for employees to access information because most of time exploited for working, various educational background, and technology literacy. Berau Coal has been developed a learning platform, named SINTESIS+ and SID. The aims in development of those platforms are; (1) as a operational and HSE-themed learning platform, (2) to increase capacity and to build HSE and operational competencies, (3) to increase operational control for competencies related to entry permit, work permit, license, and specialization, and (4) to intervene employees’ behaviour to build safety culture. Features and contents that has been embedded in SINTESIS+ are online learning with multimedia materials, online testing with real time result, webinar, incident and mining operational news, repositories for employees’ portfolio, event and training registration, integrated with SID to record employees’ historical competency-related data, and sustainable process to increase HSE awareness. Since its launching, SINTESIS+ has been accessed by 7867 employees, tested for 1024 exams, conducted webinar that participated by 330 employees, and run more effective and efficient processes. Impacts from integration process with SID are the increase of compliance level for competencies to 98% and the increase of process control efficiency. With those increments, beside the employees’ competency and HSE awareness is increased, hoped to lower incident rate. In the future, to improve access to the platform, Berau Coal is willing to develop mobile apps for SINTESIS+. Keywords: safety, operational, training, platform, technology, competency, control
IMPLEMENTASI PERMEN ESDM NO. l7 TAHUN 20l2 SEBAGAI SOLUSI ANTARA PENGUSAHAAN MINERAL DAN PERLINDUNGAN KAWASAN KARST DI INDONESIA Aris Dwi Nugroho; Tantan Hidayat; Muhammad Wachyudi Memed
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.126

Abstract

ABSTRAKSemen  adalah  serbuk atau tepung yang terbuat  dari kapur  dan material lainnya  yang dipakai  untuk membuat beton, merekatkan batu bata ataupun membuat tembok (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2008). Semen  merupakan  suatu  bahan  yang  bersifat  hidrolis,  yaitu  bahan  yang  akan  mengalami  proses pengerasan pada pencampurannya dengan air ataupun larutan asam. Bahan baku pembuatan semen antara lain : clinker/terak semen sebanyak 70% - 95% (hasil olahan pembakaran batu kapur, pasir silika, pasir besi dan tanah liat), gypsum 5% dan material tambahan lain (batu kapur, pozzolan, abu terbang dan lain- lain). Seiiring dengan peningkatan pembangunan insfrastruktur yang menjadi fokus Pemerintah saat ini, maka kebutuhan bahan baku bangunan khususnya semen mengalami peningkatan. Peningkatan kebutuhan ini membuat perusahaan semen meningkatkan produksi yang pada akhirnya juga akan mengurangi cadangan batugamping yang ada di alam. Sumber daya geologi terdiri atas sumber daya mineral, sumber daya energi, sumber daya air, dan bentang alam. Batugamping sebagai salah satu bahan baku dominan pembuatan semen merupakan sumber daya mineral dan bentang alam yang harus dilindungi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam sejak tahun 2012 telah menerbitkan aturan terkait pemanfaatan dan perlindungan Kawasan Bentang Alam Karst (Permen ESDM N0. 17 Tahun 2012). Perlindungan terhadap Kawasan Bentang Alam Karst bertujuan untuk melindungi fungsinya sebagai pengatur alami tata air dan keunikan/nilai ilmiah dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Sedangkan upaya pemanfaatan sebagai bahan galian maupun bahan baku industri diatur deliniasinya, sehingga tidak menganggu zona konservasi. Diharapkan dengan keluarnya Permen ESDM N0. 17 Tahun 2012 dapat menjadi solusi bagi pemanfaatan dan perlindungan Kawasan Bentang Alam Karst di Indonesia. Kata kunci: Sumber daya geologi, Semen, Kawasan Bentang Alam Karst  ABSTRACTCement is powder made from lime and other materials used to make concrete, glue bricks or make walls (KBBI, 2008). Cement is a material that is hydraulic in nature, that is, a material which will undergo a hardening process in its mixing with water or acid solution. The raw materials for making cement include: clinker I slag of cement as much as 70% - 95% (the results of the combustion of limestone, silica sand, iron sand and clay), 5% gypsum and other additional materials (limestone, pozzolan, fly ash and etc). Along with the increase in infrastructure development which is the focus of the Government at this time, the need for building materials, especially cement, has increased. This increase in demand has made cement companies increase production, which in turn will also reduce the limestone reserves that exist in nature. Geological resources consist of mineral resources, energy resources, water resources, and landscapes.  Limestone  as  one  of  the  dominant  raw  materials  for  making  cement  is  a  mineral  and landscape resource that must be protected.The Ministry of Energy and Natural Resources since 2012 has issued regulations relating to the use and protection of Karst Landscape Areas (Permen ESDM No. 17 of 2012). Protection of the Karst Landscape Area aims to protect its function as a natural regulator of the water system and its unique I scientific value in the development of science. Meanwhile, the delineation of utilization efforts as minerals and industrial raw materials is regulated so that it does not disturb the conservation zone. Expected with the regulations (Permen  ESDM No. 17 of 2012) can be a solution for the use and protection of the Karst Landscape in Indonesia. Keywords: Geological resources, Cement, Karst Landscape Area