cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 54 Documents
Search results for , issue "2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI" : 54 Documents clear
PENGGUNAAN FLEET MANAGEMENT SYSTEM DALAM PENERAPAN KESELAMATAN OPERASIONAL HAULING PT BORNEO INDOBARA Teguh Arifiyanto; Verda Wahyuni; Christian Palumean
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi batubara PT Borneo Indobara yang diiringi dengan penambahan pekerja dan unit produksi berpotensi meningkatkan frekuensi kecelakaan yang dominan disebabkan oleh perilaku tidak aman pekerja. Kegiatan operasional pengangkutan batubara (coal hauling) menjadi salah satu sektor yang mengalami peningkatan jumlah unit dump truck yang melintas sepanjang 30 km menuju Port. Jarak tempuh yang panjang berdampak pada kurang optimalnya peran dan fungsi pengawas terhadap perilaku tidak aman operator dump truck yang cenderung menyebabkan kecelakaan seperti melebihi batas kecepatan, mengalami gejala kelelahan, tidak menjaga jarak aman saat beriringan, merokok, dan menggunakan HP saat berkendara. Salah satu upaya menunjang pencapaian target produksi batubara yang terus mengalami peningkatan serta perlunya penerapan aspek keselamatan untuk mendukung kaidah teknik pertambangan yang baik. Pada tahun 2020, PT Borneo Indobara telah mengembangkan digitalisasi pada kegiatan operasionalnya. Fleet Management System (FMS) merupakan salah satu program Transformasi Digital yang diterapkan pada kegiatan pengangkutan batubara untuk memantau secara real time perilaku berkendara operator dump truck, keamanan operator, peralatan, serta mengetahui setiap informasi terkait operasional dump truck yang dipantau melalui aplikasi Telegram, dashboard monitoring FMS yang dapat diakses melalui HP atau komputer. Dengan Penerapan FMS, pengawas operasional lebih mudah melakukan pemantauan perilaku berkendara operator dump truck di sepanjang jalan pengangkutan batubara dimana setiap pelanggaran yang diidentifikasi oleh FMS dapat segera ditindaklanjuti oleh pengawas. Pemantauan FMS secara real time juga berperan dalam meningkatkan kepedulian operator dump truck serta memudahkan Safety Evaluator dalam menganalisa database pelanggaran yang mencakup trend pelanggaran, waktu pelanggaran, unit yang melanggar, dan aspek lainnya. Parameter yang lengkap dari FMS telah memberikan kemudahan proses pengawasan dan membantu percepatan pembentukan budaya keselamatan dari operator DT hauling
ANILISIS DAMPAK BIAYA DAN LINKUNGAN PADA SKENARIO OPTIMASI PEMANFAATAN LIMBAH OLI SEBAGAI PENCAMPUR BAHAN PELEDAK (STUDI KASUS PT BERAU COAL) Saeful Aziz; Taufik Faturohman
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Berau Coal sebagai perusahaan pertambangan yang bergerak di bidang energi untuk komoditas batubara, berkontribusi dalam penyediaan energi global. Salah satu upaya PT Berau Coal dalam mengurangi intensitas konsumsi energi dan emisi adalah dengan menerapkan konsep 3R waste oil sebagai blending agent untuk kegiatan peledakan pada proses penambangan. Improvement project ini memberikan banyak manfaat bagi perusahaan terutama dari segi aspek keuangan dalam hal efisiensi biaya dan kepatuhan lingkungan. Pelaksanaan proyek ini telah dilakukan sejak tahun 2015. Selama kurun waktu 2015-2020 masih terdapat kesenjangan antara realisasi penggunaan limbah oli sebagai blending agent dengan rata-rata komposisi pelaksanaan sebesar 34% dari limbah oli yang tersedia. kapasitas pabrik pengolahan dan izin yang ada optimum sebesar 48%. Penelitian ini menghitung gap yang kemudian didefinisikan sebagai hilangnya peluang yang terjadi pada periode 2015-2020 dan memberikan skenario optimasi pemanfaatan limbah oli pada periode 2021-2025 untuk menciptakan dampak optimal pada efisiensi biaya dan dampak lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Ruang lingkup penelitian ditinjau dari aspek finansial dengan pendekatan konsep capital budgeting dan aspek lingkungan melalui pendekatan konsep Proper dan carbon pricing hingga monetisasi manfaat pengurangan emisi karbon. Data diperoleh dari berbagai sumber antara lain data perusahaan, studi pratinjau, dan data yang tersedia di berbagai media publikasi. Hasil pengolahan data, dampak optimalisasi pemanfaatan limbah oli dengan komposisi 100% terhadap efisiensi biaya adalah $2.086.995.64 atau meningkat 232% dari NPV pemanfaatan limbah oli dengan kinerja eksisting. Kontribusi pengurangan intensitas konsumsi energi meningkat sebesar 0,62% dari pencapaian pemanfaatan limbah oli dengan kinerja yang keluar atau setara dengan 585.296,31 GJ. Kontribusi penurunan intensitas emisi GRK meningkat 0,04% dari pencapaian pemanfaatan limbah oli dengan kinerja eksisting atau setara dengan 7.241,99 ton CO2eq atau setara dengan $41.122,92. Kesimpulannya, optimalisasi pemanfaatan limbah oli bumi sebagai pengganti bahan bakar minyak sebagai campuran bahan peledak memberikan dampak ganda yang optimal terhadap efisiensi biaya dan mengurangi intensitas konsumsi energi dan emisi.
EVALUASI MINING SEQUENCE PIT B3 UNTUK WEEKLY PRODUKSI PT. RICOBANA ABADI Bryan Kevin Toding Manginte
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu proses perencanaan penambangan adalah perencanaan tahapan penambangan atau mining sequence. Target produksi sangat bergantung dari perencanaan mining sequence yang dibuat agar produksi dapat tercapai dan mengalami keuntungan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dari setiap sequence yang dibuat agar aktual penambangan sesuai dengan tahapan yang sudah dibuat. Penelitian ini mengambil kasus di Pit B3 PT. Ricobana Abadi. PT. Ricobana Abadi merupakan perusahaan kontraktor yang bergerak dalam penambangan batubara yang memiliki target produksi sebesar 509,000 BCM dan 18,457 mT batubara pada bulan Mei 2022 dan memiliki target mingguan 135,248 BCM dan 5,185 mT batubara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persentase ketidaktercapaian target produksi pada target mingguan (weekly), faktor-faktor penyebab ketidaktercapaian dan mengetahui kesesuaian rencana sequence penambangan dengan aktualisasi aktivitas penambangan. Evaluasi ini dilakukan dengan melakukan perhitungan produktivitas loader dan hauler tiap fleet, waktu kerja efektif serta membandingkan hasil overlay desain untuk area on grade, undercut, dan overcut menggunakan software minescape 5.7. Hasil dari penelitian ini adalah realisasi produksi weekly khususnya di week 20 pada bulan mei 2022 adalah 69 % dari 135,248 yaitu 93,646 BCM untuk pencapaian overburden dan 91 % dari 5,185 mT yaitu 4,700 mT untuk pencapaian coal. Hasil overlay design terdapat area undercut sebesar 42,286 BCM dan overcut sebesar 10,578 BCM. Faktor penyebab ketidaktercapaian overburden adalah waktu kerja yang tidak efektif dengan loss produksi sebesar 35,208 BCM dan Produktivitas dari loader CAT 374 Plan (325 bcm/ jam) yaitu sebesar 229 bcm/jam, sedangkan penyebab ketidaktercapaian coal adalah waktu kerja tidak efektif dikarenakan jumlah jam hujan dan slippery diatas dari plan yaitu 52.12 jam.
OPTIMASI PENGAWASAN TAMBANG QUARRY BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL MELALUI SYSTEM TERPADU QUARRY MINING COMMAND CENTER (QMCC) di PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO ) TBK SITE TUBAN M. Ardy Zailani; Eko Purnomo
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Area penambangan PT. Semen Indonesia Pabrik Tuban memiliki total luas area lebih dari 1,073 Ha dengan 3 area IUP aktif penambangan. Alat berat yang beroperasi mencapai 100 unit dengan lebih dari 100 orang pekerja setiap shiftnya. seorang pengawas bertanggung jawab untuk memastikan semua peralatan, pekerja dan aktivitas operasional dalam kondisi layak dan aman. Kegiatan pengawasan secara langsung membutuhkan alokasi waktu yang tidak sedikit sehingga memiliki resiko tidak semua area bisa di pantau secara presisi dan optimal dengan waktu dan personil yang tersedia. Beberapa tahun terakhir perusahaan mulai melakukan improvement dengan mengimplementasikan beberapa tools monitoring berbasis teknologi realtime untuk memonitor beberapa parameter operasi seperti posisi alat, pergerakan alat, safety behavior dengan alat tracking system; pergerakan lereng tambang dengan alat Extensometer, visual aktivitas lapangan secara realtime dengan alat CCTV di quarry dan storage clay dan beberapa aplikasi untuk database pekerja, kegiatan inspeksi dan program K3 lainnya pada aplikasi Simpper. Pada awal implementasi semua teknologi ini masih dimanfaatkan untuk evaluasi data/report history saja dikarenakan user pengguna teknologi belum mampu memantau setiap saat output monitoring dikarenakan juga memiliki jobdesk utama lainnya masing-masing. Beberapa inisiatif dilakukan Tim mining operation untuk mengatasi masalah ini salah satunya membuat system informasi terpadu dan terpusat aktifitas penambangan real time berbasis digital melalui Quarry Mining Command Center. Monitoring kegiatan pertambangan dilakukan secara real time oleh seorang commander sehingga memperluas jangkauan pengawasan, mempercepat proses pengawasan. Hasil inisiatif ini membuat semua informasi aplikasi monitoring operasional tambang yang dibutuhkan pengawas dapat diminta secara langsung, dimanapun dan kapan pun melalui personil commander sehingga keputusan operasional dapat lebih akurat dan cepat diambil. Peran commander juga membantu pengawas dapat lebih fokus dalam pengawasan area-area kritis di lokasi tambang.