cover
Contact Name
Alfian Maarif
Contact Email
alfianmaarif@ee.uad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
biste@ee.uad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Ilmiah Sarjana Teknik Elektro
ISSN : 26857936     EISSN : 26859572     DOI : 10.12928
Core Subject : Engineering,
Buletin Ilmiah Sarjana Teknik Elektro (BISTE) adalah jurnal terbuka dan merupakan jurnal nasional yang dikelola oleh Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan. BISTE merupakan Jurnal yang diperuntukkan untuk mahasiswa sarjana Teknik Elektro. Ruang lingkup yang diterima adalah bidang teknik elektro dengan konsentrasi Otomasi Industri meliputi Internet of Things (IoT), PLC, Scada, DCS, Sistem Kendali, Robotika, Kecerdasan Buatan, Pengolahan Sinyal, Pengolahan Citra, Mikrokontroller, Sistem Embedded, Sistem Tenaga Listrik, dan Power Elektronik. Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan penelitian mahasiswa dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2021): Desember" : 5 Documents clear
Prototipe Sistem Pompa Air Tenaga Surya dengan Monitoring Tegangan Berbasis Internet of Things (IoT) Alfan Habibillah; Alfian Ma'arif
Buletin Ilmiah Sarjana Teknik Elektro Vol. 3 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/biste.v3i3.4767

Abstract

Several types of alternative energy are geothermal, biogas, wind energy, micro hydro and solar energy. Among these alternative energies, solar energy is the most potential energy to be utilized in Indonesia. A solar energy water pump system with a battery is a water pump that utilizes solar energy into electrical energy that is stored in batteries. The energy in the solar panels is stored in the battery as a source of electrical energy to pump water through the solar charge controller. In this study, monitoring the pump battery voltage remotely, monitoring using the Internet of Things (IoT) method by displaying it on the thingspeak website. The solar panel has a power of 10 Watts. Testing on the whole tool using panels and without using panels there are differences from these experiments. With a time of 10 minutes the initial voltage of the experiment using the panel is 13.24V and the final voltage is 11.90V, consuming 1.34V. Experiments without using a panel with a starting voltage of 12.09V and a final voltage of 10.48V, consuming 1.61V. In both experiments there is a difference of 0.27V, in the test using the panel charging occurs, so that it takes longer to reduce the power to the battery. Beberapa jenis energi alternatif adalah panas bumi, biogas, energi angin, mikro hidro dan energi surya. Di antara energi alternatif tersebut, energi matahari merupakan energi yang paling potensial untuk dimanfaatkan di Indonesia. Sistem pompa air energi surya dengan baterai adalah pompa air yang memanfaatkan energi matahari menjadi energi listrik yang disimpan di baterai. Energi pada panel surya di simpan ke baterai sebagai sumber energi listrik untuk pompa air melalui solar charge controller. Pada penelitian ini memantau tegangan baterai pompa dari jarak jauh, pemantauan menggunakan metode Internet of Things (IoT) dengan menampilkan pada website thingspeak. Panel surya memiliki daya sebesar 10 Watt. Pengujian pada alat keseluruhan dengan menggunakan panel dan tanpa menggunakan panel terdapat perbedaan dari percobaan tersebut. Dengan waktu 10 menit tegangan awal percobaan menggunakan panel 13,24V dan tegangan akhir 11,90V, menghabiskan sebanyak 1,34V. Percobaan tanpa menggunakan panel tegangan awal 12,09V dan tegangan akhir 10,48V, menghabiskan sebanyak 1,61V. Pada kedua percobaan tersebut terdapat selisih 0,27V, pada pengujian menggunakan panel terjadi pengisian daya, sehingga lebih lama pengurangan daya pada baterai.
Sistem Deteksi dan Pelacakan Bola dengan Metode Hough circle Transform Menggunakan Kamera Omnidirectional pada Robot Sepak Bola Beroda Ricky Mardana Putra; Riky Dwi Puriyanto
Buletin Ilmiah Sarjana Teknik Elektro Vol. 3 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/biste.v3i3.4786

Abstract

This research develops a wheeled soccer robot or KRSBI-B in detecting and tracking the ball using an omnidirectional camera. The disadvantage of the previous robot is that the robot is less accurate in detecting the ball because the robot's visibility to the ball and the intensity of light on the field are different. With the Hough circle transform method and color filtering, this study conducted several tests such as detecting the ball if it was covered by an opposing robot, then getting the coordinates of the robot's distance from the ball, and testing different light intensities in the room. The results achieved are that the system can detect and track the ball with the results of object detection between the robot and the ball from the front, the result is the difference in coordinates (x, y) on pixels and coordinates (x, y) references with an overall average error value of 0, 14%. Detection of objects between the robot and the ball from all directions with 24 times of testing the results obtained accuracy and precision of 100% and a miss rate of 0%, then on testing changes in lighting intensity with 4 different lighting tests and different distances, accuracy and precision results are obtained. by 100% with a miss rate of 0%. Detection of the ball if it is covered by the robot, the system is able to detect the ball up to 75% of the range of objects on the side of the ball and shows an average Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) image quality of 39.6% with good image quality results indicated by a high PSNR value tall. Penelitian ini mengembangkan robot sepak bola beroda atau KRSBI-B dalam mendeteksi dan melacak bola menggunakan kamera omnidirectional. Kekurangan pada robot sebelumnya yaitu kurang akuratnya robot dalam mendeteksi bola karena jarak pandang robot terhadap bola dan intensitas cahaya di lapangan yang berbeda-beda. Dengan metode Hough circle transform dan colour filtering penelitian ini melakukan beberapa pengujian seperti mendeteksi bola jika tertutup oleh robot lawan, kemudian mendapatkan koordinat jarak robot terhadap bola, dan pengujian intensitas cahaya yang berbeda-beda di dalam ruangan. Hasil yang dicapai yaitu sistem dapat mendeteksi dan melacak bola dengan hasil dari deteksi objek antara robot dan bola dari arah depan didapatkan hasil selisih koordinat (x, y) pada pixel dan koordinat (x, y) referensi dengan keseluruhan nilai error rata-rata 0,14%. Deteksi objek antara robot dan bola dari segala arah dengan 24 kali pengujian didapatkan hasil akurasi dan presisi sebesar 100% dan miss rate 0%, kemudian pada pengujian perubahan intensitas pencahayaan dengan 4 kali pengujian pencahayaan yang berbeda dan jarak yang berbeda di dapatkan hasil akurasi dan presisi sebesar 100% dengan miss rate 0%. Pendeteksian bola jika tertutup oleh robot, sistem mampu mendeteksi bola hingga rentang objek sisi bola terlihat 75% dan menunjukkan hasil kualitas citra Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) rata-rata 39,6% dengan hasil kualitas citra yang baik ditunjukkan dengan nilai PSNR yang tinggi.
Monitoring Tegangan Aki Kendaraan Berbasis Smartphone Android Nujkhan Tamara; Wahyu Sapto Aji
Buletin Ilmiah Sarjana Teknik Elektro Vol. 3 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/biste.v3i3.4184

Abstract

The existence of a battery is very helpful for motorized vehicles to supply electrical power to the electrical components of a motorcycle. As long as the battery is used, sometimes there are problems, namely the ignorance of motorized vehicle users when the battery condition is at a voltage level below the average of 85%, in dry batteries the recommended minimum voltage is 10.5 Volts. This study intends to solve this problem by designing an IoT-based battery current and voltage monitoring system. A tool to monitor the condition of the current and voltage of a motor vehicle battery can be done using the IOT (Internet of Things) monitoring system on an android smartphone. This tool contains components such as Arduino Uno R3 board, voltage sensor, current sensor, ESP8266 wifi module and power supply. The measured data is sent via the internet network, the interface uses an android smartphone and the data is displayed using the ThingView application. The device can monitor battery current and voltage. The battery current and voltage data has been successfully read and sent to the user, the idling data is -0.609 A and 14.82 V, the average rotation data is -0.792 A and 15.042 V, and the high rotation data is -0.861 A and 15.319 V. Keberadaan aki sangat membantu kendaraan bermotor untuk menyuplai daya listrik menuju komponen listrik sepeda motor. Selama aki digunakan terkadang menemukan masalah yaitu ketidaktahuan pengguna kendaraan bermotor saat kondisi aki telah berada pada level tegangan dibawah rata-rata 85%, pada aki kering tegangan minimal yang disarankan sebesar 10,5 Volt. Penelitian ini bermaksud memecahkan masalah ini dengan mendesain sistem monitoring arus dan tegangan aki berbasis IoT. Alat untuk memantau kondisi arus dan tegangan aki kendaraan bermotor dapat dilakukan menggunakan sistem monitoring IOT (Internet of Things) pada smartphone android. Alat ini mengandung komponen berupa board arduino uno R3, sensor tegangan, sensor arus, modul wifi ESP8266 dan catu daya. Data yang terukur dikirim melalui jaringan internet, antarmuka menggunakan smartphone android dan data ditampilkan menggunakan aplikasi ThingView. Piranti dapat memantau arus dan tegangan aki. Data arus dan tegangan aki berhasil dibaca dan dikirm ke pengguna, data saat langsam sebesar rerata -0,609 A dan 14,82 V, data saat rotasi sedang sebesar rerata -0,792 A dan 15,042 V, serta data saat rotasi tinggi sebesar rerata -0,861 A dan 15,319 V.
Implementasi Waypoint Menggunakan GPS pada UAV untuk Mendapatkan Akurasi Terbaik dengan Pengontrol PID Ade Firli Ansyori; Anton Yudhana
Buletin Ilmiah Sarjana Teknik Elektro Vol. 3 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/biste.v3i3.4851

Abstract

Unmanned Aerial Vehicles (UAV) is an unmanned aerial vehicle from a technical point of view, a UAV can be defined as an aircraft equipped with the necessary data processing units, sensors, automatic control, and communication systems, and capable of performing autonomous flight missions without manual intervention. This research is a research development and testing of the capabilities of fixed-wing aircraft, on flight missions, fixed-wing aircraft are often less precise so the accuracy of UAV flights is very influential in the intended coordinate mission in determining flight accuracy by following the coordinate point data provided obtained via GPS (Global Positioning System) can be minimized by setting the value of the PID manually on the Mission Planner so that the fixed-wing aircraft vehicle can go to its destination with precision at a predetermined coordination point. tracking can follow the desired coordinate point. With a PID value of P:0.65 I:0.3, D:6. The error distance generated by the fixed-wing aircraft from each coordinate point destination that has been given to the mission planner gets an error distance value of ± 3 m, with a level of precision in the Good category or the medium category. Unmanned Aerial Vehicles (UAV) merupakan salah satu wahana tanpa awak di udara dari sudut pandang teknis, UAV dapat didefinisikan sebagai pesawat yang dilengkapi dengan unit pengolah data yang diperlukan, sensor, sistem kontrol dan komunikasi otomatis, dan mampu melakukan misi penerbangan otonomus tanpa intervensi manual. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dan menguji kemampuan wahana pesawat fixed-wings, pada misi penerbangan wahana pesawat fixed-wing sering kali kurang presisi sehingga keakuratan pada penerbangan UAV sangat berpengaruh dalam suatu misi koordinat yang dituju, sehingga dalam menentukan keakurasian penerbangan dengan mengikuti data titik koordinasi yang di dapatkan melalui GPS (Global Positioning System) dapat diminimalisi dengan mengatur nilai dari PID-nya secara manual pada Mission Planner, sehingga wahana  pesawat fixed-wing dapat menuju lokasi tujuannya dengan presisi pada titik koordinasi yang telah di tentukan., Dari simulasi penelitian diperoleh proses tracking dapat mengikuti titik koordinat yang diinginkan. Dengan nilai PID sebesar P:0.65 I:0.3, D:6. Jarak error yang dihasilkan dari wahana pesawat fixed-wings dari setiap tujuan titik koordinat yang telah diberikan pada mission planner mendapatkan nilai jarak error ± 3 m, dengan tingkatan presisi pada katagori Good atau katagori yang sedang.
Enkripsi Pesan Menggunakan Algoritma Linear Congruential Generator (LCG) dan Konversi Kode Morse Deny Nugroho Triwibowo; Purwono; Imam Ahmad Ashari; Arif Setia Sandi; Yusuf Fadlila Rahman
Buletin Ilmiah Sarjana Teknik Elektro Vol. 3 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/biste.v3i3.5546

Abstract

Message is an expression that is formed from a thought and feeling, reality, opinion, experience that has happened or will come, and so on. Currently, the exchange of information carried out by both the sender and the recipient has used several social media applications, such as whatsapp, telegram, line, and many more. Messages sent and received through social media applications must be connected to the internet network for the communication process in which the message can be stolen by irresponsible parties, because these parties are also connected to the same internet network. One way that can be done so that the message sent is maintained and more secure, the process of securing the data and information contained in the message is carried out. The Linear Congruential Generator (LCG) algorithm will generate a random key value and convert it into Morse code form. The results obtained from the modification of the LCG algorithm and Morse code are very helpful in the encryption process which makes the encryption results obtained quite difficult to solve because in the encryption process one plaintext character is replaced with a dot sign (.) and a minus sign (-) on the ciphertext. Pesan merupakan ungkapan yang terbentuk dari suatu pemikiran dan perasaan, realita, opini, pengalaman yang sudah terjadi atau yang akan datang, dan lain sebagainya. Saat ini pertukaran informasi yang dilakukan baik pengirim dan penerima sudah menggunakan beberapa aplikasi media sosial, seperti whatsapp, telegram, line, dan masih banyak lagi. Pesan yang dikirim dan diterima melalui aplikasi media sosial harus terhubung dengan jaringan internet untuk proses komunikasinya yang di mana pesan tersebut dapat dicuri oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, dikarenakan pihak-pihak tersebut juga terhubung pada jaringan internet yang sama. Salah satu cara yang dapat dilakukan agar pesan yang dikirimkan terjaga dan lebih aman, dilakukan proses pengamanan data dan informasi yang ada didalam pesan tersebut. Algoritma Linear Congruential Generator (LCG) akan menghasilkan nilai kunci secara acak dan dikonversi ke dalam bentuk kode morse. Hasil yang didapatkan dari modifikasi algoritma LCG dan konversi kode morse dapat membantu untuk proses kriptografi yang membuat hasil enkripsi pesan cukup susah untuk dibaca karena dalam proses enkripsi pesan tiap-tiap karakter plaintext akan dikonversikan dengan tanda titik (.) dan tanda kurang (-) pada cipherteksnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5