cover
Contact Name
abdul wahid
Contact Email
jurnalpendidikanmultikultural@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpendidikanmultikultural@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Multikultural
ISSN : 25494317     EISSN : 2686083X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Pendidikan Multikultural ini diharapkan membuka wawasan dan kemudian mengembangkannya di masa-masa mendatang.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020): AGUSTUS" : 7 Documents clear
PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL (Kajian Multisitus tentang Proses Pembelajaran) Suparwan Suparwan
Jurnal Ijtihad Vol 4, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/multikultural.v4i2.7413

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif   serta pendekatan multisitus, teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumentasi.  Data dianalisis interaktif melalui tiga bagian, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi.Hasil penelitian menjawab bahwa partisipasi dan peran guru dalam acara ritual agama lain tidak berpartisipasi dan berperan dalam acara ritual agama lain tetapi selalu menghormatinya secara guyub, respons wali murid terhadap pelaksanaan pendidikan islam multikultural selalu mendukung, sangat baik, dan merespon sangat positif, respons warga masyarakat terhadap pelaksanaan pendidikan islam multikultural senang dan antusias, tidak ada pandangan negatif atau konflik dari mereka. Model implementasi proses Pembelajaran Pendidikan Islam Multikultural bercirikan: (1) tradisi multikultural sudah ditanamkan kepada anak-anak sejak dini, bahkan sejak Taman Kanak kanak, tradisi multikultural ini terkait dengan dua fakto, 2) cara penerapan multikulturalisme adalah saling menghormati antarpemeluk agama pada pelaksanaan hari raya semua agama dan dilandasi kesabaran, ikut mensukseskan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah dan di luarnya. (3) semua siswa, guru, orang tua, tokoh agama dan masyarakat semua ikut terlibat.Kata kunci: Pendidikan, Islam, multikultural, proses, pembelajaran,Sekolah DasarThe study uses descriptive qualitative methods and multisite approaches, data collection techniques with observations, in-depth interviews and documentation study. Data analyzed interactively through three parts, data reduction, data presentation and withdrawal of conclusions. Data validity checks using triangulation techniques. The results of the study answered that the participation and role of teachers in other religious rituals do not participate and play a role in rituals of other religions but always respect them in harmony, student guardians' responses to the implementation of multicultural Islamic education are always supportive, excellent, and positive, the response of society to the implementation of multicultural Islamic education is pleased and enthusiastic, there is no negative view or conflict from them. The implementation model of the Multicultural Islamic Education Learning process is characterized by: (1) the multicultural tradition has been implanted to children since early age, even since kindergarten, this multicultural tradition is associated with two factors, 2) how the implementation of multiculturalism is respectful of mutual religion in the implementation of the Feast of all religions and based on patience, contribute to the success of religious activities in the school environment and outside. (3) all students, teachers, parents, religious leaders and the community are all involved.Keywords: education, Islam, multicultural, process, learning, elementary school
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MULTIKULTURAL BERBASIS TASAWUF (Kajian fenomenologis pada Senenan dan Selosoan di Pondok Pesantren Ngalah) Uswatun Chasanah
Jurnal Ijtihad Vol 4, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/multikultural.v4i2.7414

Abstract

Islam hadir memberikan petunjuk bagi umat manusia, karena ajarannya penuh dengan nilai dan norma yang menerangi jalan menuju kebahagiaan sejati dunia akhirat, akan tetapi nilai dan norma yang terkandung di dalamnya tidak serta merta dapat diraih tanpa proses pembelajaran yang tepat, efektif dan efisien, mempertimbangkan  dimensi, hakikat dan tujuan penciptaan manusia secara keseluruhan. Fokus utama penelitian ini didasarkan pada fenomena keagamaan pada Seninan dan Selosoan yang dilaksanakanakan di Pesantren Ngalah, yaitu tentang:1) nilai-nilai islam multikultural apa saja yang diajarkan pada Seninan dan Selosoan, 2) bagaimanakah proses pembelajaran pendidikan agama Islam multikultural yang didasarkan pada nilai-nilai pendidikan pada Senenan dan Selosoan, dan 3) bagaimanakah model pendidikan agama islam multikultural yang diajarkan pada Seninan dan Selosoan dalam pengembangan sikap multikultural. Dari kajian lapangan diperoleh temuan: Pertama, nilai yang diajarkan pada Senenan dan Selosoan bersumber dari eksistensi pendidik yang diaktualisasikan secara tekstual dan kontekstual yang menghasilkan:11 nilai. Kedua proses pembelajaran dilakukan dengan dua modus. Ketiga, model pendidikan agama islam multikultural yang diajarkan pada Senenan dan Selosoan dalam mengembangkan sikap multikultural menggunakan model pendekatan transformatif transendental.Kata kunci: Pendidikan, Agama Islam, Senenan dan Selosoan, Sikap,Multikultural. Islam presents instruction for mankind, because its teachings are full of values and norms that illuminate the path to the true happiness in the hereafter, but the values and norms contained in it do not necessarily achieve without a proper, effective and efficient learning process, considering the dimensions, the nature and purpose of human creation as a whole. The main focus of this research is based on religious phenomena in the Seninan and Selosoan conducted at the Ngalah Islamic Boarding School, which are about: 1) the values of the multicultural Islam are taught in the Seninan and Selosoan, 2) how is the learning process of multicultural Islamic religious education based on the values of education in Seninan and Selosoan, and 3) how is the multicultural Islamic religious education model taught in Seninan and Selosoan in developing multicultural attitudes. From the field study, it was found that: First, the values taught at Senenan and Selosoan were derived from the existence of educators both are textual and contextual which produce: 11 values. Both learning processes are carried out in two modes. Third, the multicultural Islamic religious education model taught at Seninan and Selosoan in developing multicultural stance using a transcendental transformative approach model.Keywords: Education, Islamic religion, Senenan and Selosoan, Attitude, Multicultural.
MANAJEMEN SUMBER DAYA INSANI Sukarno L. Hasyim
Jurnal Ijtihad Vol 4, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/multikultural.v4i2.7417

Abstract

Pada dasarnya setiap organisasi tidak akan lepas dari keberadaan sumber daya insani yang dapat membantu melaksanakan serangkaizin aktivitas dalam pencapaian tujuan organisasi. Untuk itu diperlukan pula peran aktif manajer dalam memahami dan mengelola orang-orang yang ada dalam organisasi. Pengelolaan sumber daya insani harus dilakukan secara efektif dan efisien. Manajemen Sumber Daya Insani (MSDI) ini tidak saja mengandalkan pada fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian, namun pada implementasinya, mengandalkan pada fungsi operasional manajemen SDM seperti rekrutmen, seleksi, penilaian prestasi, pelatihan dan pengembangan, serta praktek pemberian kompensasi.Kata kunci: manajemen, fungsi, organisasi, keberadaan Basically, each organization will not be separated from the existence of human resources that can help carry out a series of activities in achieving organizational goals. This requires an active role of managers in understanding and managing people in the organization. Human resource management must be carried out effectively and efficiently. This Islamic Human Resource Management (MSDI) not only relies on management functions such as planning, organizing, directing and controlling, but in its implementation, relying on operational HR management functions such as recruitment, selection, performance appraisal, training and development, and the practice of compensation.Keywords: management, function, organization, existence
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MULTIKULTURAL DALAM INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DI LABAN Abdulloh Arif Mukhlas
Jurnal Ijtihad Vol 4, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/multikultural.v4i2.7398

Abstract

Penelitian tentang Pendidikan Agama Islam Multikultural dalam hubungan interaksi sosial masyarakat multikultural di Laban ini menggambarkan tentang interaksi sosial masyarakat Laban yang memiliki nilai pendidikan terhadap anak-anak dan generasi penerus.Temuan dalam penelitian ini adalah; 1) adanya pembentukan karakter multikultural masyarakat Laban melalui kebiasaan meniru tradisi yang berlaku dari nenek moyang dan meniru apa yang dilakukan dan diperintahkan orang tua. 2) belum terdapat keseimbangan antara pembelajaran literal/tekstual, dengan kontekstual. Dari temuan tersebut, dapat diambil pelajaran dalam pengembangan teori pendidikan sebagai berikut: 1) multikulturalisme dalam karakter masyarakat akan lebih baik jika lebih sering mengadakan kegiatan interaksi sosial bersama. 2) perlu adanya keseimbangan antara teks dan konteks untuk menghasilkan pendidikan yang moderat. Karena pendidikan yang dilaksanakan melalui pengalaman dan pemberian contoh dari realitas akan menghasilkan pengertian yang realistis, namun belum terdapat penjelasan yang rinci. Sedangkan pengembangan pendidikan yang dilaksanakan melalui pemahaman dan penyampaian materi sesuai literatur akan menghasilkan pengetahuan teoritis, belum menjamin sesuai dalam implementasinya dalam realita.Kata kunci: pendidikan, agama Islam, multikultural, interaksi sosialThe study of Multicultural Islamic Education in the multicultural society’s social interaction relationship in Laban illustrates the social interactions of the people of Laban which have educational values of children and succeding generations. The findings of this study are; 1) the existance of the multicultural character of the people of Laban through the habit of imitating the prevailing traditions of ancestors and imitating what parents do and commanded. 2) there is no balance between literal / textual with contextual learning. From these findings, can be taken lesson in the education theory as follows: 1) multiculturalism in the character of society will be better if more often conduct social interaction activities. 2) There is a need for a balance between text and context to produce moderate education. Because the education that is conduct through experience and giving examples of reality will produce a realistic understanding, but there is no detailed explanation yet. Meanwhile, the development of education conducted through the understanding and delivery of material according to the literature will generate theoretical knowledge, has not guaranteed appropriate in its implementation in reality.Keywords: education, Islam, multiculturalism, social interaction
MASIFIKASI PENDIDIKAN PANCASILA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN TERORISME DI INDONESIA Susani Triwahyuningsih; Herma Yusti
Jurnal Ijtihad Vol 4, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/multikultural.v4i2.8046

Abstract

Pancasila merupakan ideologi bangsa, yang juga sebagai salah satu sumber ilmu pengetahuan yang harus dipelajari oleh setiap subyek bangsa, khususnya kalangan pembelajar. Mereka harus paham hakikat urgensinya ideologi Pancasila. Kalau hal ini bisa terwujud secara masif dalam kehidupan bangsa ini, maka akan menjadi kekuatan besar atau fundamental untuk menghadapi atau mencegah ideologi yang dsebarkan oleh komunitas teroris. Para teroris tidak akan berhenti melancarkan serangan secara fisik dengan segala instrument kekerasan maupun dengan menggunakan serangan ideologis, yang diantaranya menggunakan doktrin ideologisnya untuk melemahkan dan menghancurkan ideologi Pancasila. Jika hal ini bisa dilakukan dan diterima Sebagian bangsa secara terus menerus, maka tentulah menjadi problem ancaman yang serius.Kata kunci: pendidikan, pencegahan, terorisme, doktrin, ideologi Pancasila is the ideology of the nation, which is also a source of knowledge that must be studied by every subject of the nation, especially among students. They must understand the essence of the urgency of the Pancasila ideology. If this can be massively realized in the life of this nation, it will become a major or fundamental force to face or prevent the ideology spread by the terrorist community. The terrorists will not stop launching attacks physically with all instruments of violence or by using ideological attacks, which include using their ideological doctrine to weaken and destroy the Pancasila ideology. If this can be done and accepted by some nations on an ongoing basis, then it will certainly become a serious threat problem.Keywords: education, prevention, terrorism, doctrine, ideology
PEMBUDAYAAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MULTIKULTURAL PADA AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK Elvi Wahyudi
Jurnal Ijtihad Vol 4, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/multikultural.v4i2.7399

Abstract

Keperawatan merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan. Selain diharapkan meningkatkan dan mengembangkan potensi dalam pelayanan kesehatan, dalam konteks Keberagaman (multikultural) perawat juga dituntut mampu memberikan pelayanan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Jenis penelitian adalah kualitatif  dengan pendekatan etnografi yang mengambil setting di Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Gresik. Teknik pengambilan data yang dilakukan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Implikasi hasil penelitian ini secara berhubungan dengan teori nilai pendidikan agama Islam berbasis multikultural dalam dunia keperawatan sedangkan secara praktis berimplikasi terhadap Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam rangka pembinaan mahasiswa yang beraneka sebagai persiapan profesi sebagai perawat harus memiliki pengaruh terhadap tingkah laku, sikap dan pola pikir. Demikian juga bagi pihak pemerintah baik pemerintah daerah, provinsi maupun pusat dalam  pengembangan nilai-nilai pendidikan agama Islam multikultural.Kata kunci: keperawatan, multikultural, nilai-nilai, pelayanan, Islam The study of Multicultural Islamic Education in the multicultural society’s social interaction relationship in Laban illustrates the social interactions of the people of Laban which have educational values of children and succeding generations. The findings of this study are; 1) the existance of the multicultural character of the people of Laban through the habit of imitating the prevailing traditions of ancestors and imitating what parents do and commanded. 2) there is no balance between literal / textual with contextual learning. From these findings, can be taken lesson in the education theory as follows: 1) multiculturalism in the character of society will be better if more often conduct social interaction activities. 2) There is a need for a balance between text and context to produce moderate education. Because the education that is conduct through experience and giving examples of reality will produce a realistic understanding, but there is no detailed explanation yet. Meanwhile, the development of education conducted through the understanding and delivery of material according to the literature will generate theoretical knowledge, has not guaranteed appropriate in its implementation in reality.Keywords: nursing, multicultural, values, service, Islam
KONSTRUKSI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTI AGAMA Suharnianto Suharnianto
Jurnal Ijtihad Vol 4, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/multikultural.v4i2.7412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis; eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi nilai-nilai pendidikan multikultural dalam pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis multiagama di SMKN 3 Kabupaten Pamekasan. Metode penelitiannya menggunakan  pendekatan kualitatif berjenis fenomenologi. Hasil  penelitian menunjukkan: pertama eksternalisasi, yaitu  penyesuaian  diri dengan budaya dan pendidikan yang ada di lembaga. Kedua objektivasi, yaitu  sebuah interaksi antara guru  dan  murid saat menjalankan proses pendidikan, dan guru memberikan contoh hal yang baik kepada peserta didik dengan berperilaku sopan santun dan saling menghormati. Ketiga internalisasi, yaitu individu mengidentifikasikan diri dengan lembaga, peserta didik merasa pendidikan sekolah multikultural menjadi bagian  dari  dirinya sehingga  menjalankan tanpa  ada paksaan dengan peserta  didik menirukan hal yang diberikan guru pada peserta didik.Kata kunci: konstruksi, nilai multikulturalisme, agama, peserta didik This study aims to describe and analyze; externalization, objectivity, and internalization of multicultural education values in the multi-religious based Islamic education learning at SMKN 3 Pamekasan. The research method uses a qualitative approach of phenomenological type. The results showed: first, externalization, namely self-adjustment to the culture and education in the institution. The second objectivity, which is an interaction between teacher and student during the education process, and the teacher provides examples of good things to students by behaving courtesy and mutual respect. The third is internalization, namely individuals identifying themselves with institutions, students feel multicultural school education becomes a part of themselves so that running without any compulsion with students imitate what teacher is given to students.Keywords: construction, multiculturalism values, religion, students

Page 1 of 1 | Total Record : 7