cover
Contact Name
Toni Markos
Contact Email
markos_wita@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin Dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ulunnuha
ISSN : 20863721     EISSN : 26856050     DOI : https://doi.org/10.15548
Core Subject : Religion,
Jurnal Ulunnuha adalah jurnal yang diterbitkan oleh Prodi Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang. Jurnal ini fokus memuat tulisan yang diangkatkan dari hasil penelitian, pemikiran, gagasan konseptual atau kajian analitis kritis yang berkaitan dengan al-Qur`an dan Hadis atau kajian al-Qur’an dan Hadis yang bersifat interdisipliner dengan ilmu-ilmu lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017)" : 8 Documents clear
SYEKH AHMAD KHATIB AL-MINANGKABAWI; ICON THOLABUL ILMI MINANGKABAU MASA LALU UNTUK REFLEKSI SUMATERA BARAT HARI INI DAN MASA DEPAN Eka Putra Wirman
Jurnal Ulunnuha Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v6i2.598

Abstract

Salah satu tokoh Minangkabau yang menonjol di bidang keislaman adalah Syeikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi. Selain sebagai ulama kaliber internasional, beliau juga telah melahirkan murid-murid yang kemudian menjadi ulama dan tokoh penting pergerakan Islam dan sosial di Asia Tenggara. Dua organisasi sosial-keagamaan yang terbesar di Indonesia yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama didirikan oleh murid-murid Syeikh Ahmad Khatib. Ulama besar ini dikenal pula dengan semangat berdiskusi secara objektif dengan orang-orang yang tidak satu pemahaman dengan beliau tanpa terganggunya hubungan silaturrahim antara mereka. Keberadaan tokoh besar yang lahir di Minangkabau ini boleh jadi menghilang sedikit demi sedikit dari memori umat Islam, oleh karena itu perlu dilakukan eksplorasi terus menerus terhadap perjalanan hidup, perjuangan dan karya ilmiah yang telah dilakukan. Tulisan ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan pemikiran dan karya a Sheikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi.
DHABITH KRITERIA HADIS SHAHIH Studi Kasus: Periwayatan Hadis bi al-Ma’na sri Chalida
Jurnal Ulunnuha Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v6i2.599

Abstract

Hadis Rasulullah SAW dalam bentuk qauli (perkataan)  dapat diriwayatkan dengan bentuk lafaz sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah , namun  hadis dalam bentuk perbuatan dan taqrir beliau, sudah tentu diformulasikan oleh para sahabat yang menyaksikannya. Kenyataannya tidak semua hadis qauli ini disampaikan dengan lafaz yang sama. Ada kalanya memang Rasulullah SAW sendiri yang  menyampaikan lafaz yang berbeda karena para shahabat yang menerimanya tidak paham dengan lafaz yang pertama disampaikan Rasulullah SAW, sehingga Rasulullah SAW menggantinya dengan lafaz lain yang dimengerti oleh para shahabat tersebut. Namun ada kalanya para periwayat hadis mengganti lafaz hadis tersebut dengan kata yang bersinonim  disebabkan mereka tidak dapat mengingat lafaz asli yang didengarnya dari Rasulullah SAW. Pada hal dalam menyampaikan hadis, para periwayat tersebut harus dhabith atau dapat menerima hadis dengan baik dan benar dan menyampaikannya kembali sebagaimana yang diterimanya dengan baik dan benar pula.Periwatan hadis yang tidak sesuai dengan lafaz aslinya ini disebut riwayat bi al-ma’na. Dalam realitasnya periwayatan hadis bi al-ma’na  ini tidak dapat dihindari dan sering terjadi. Dalam sejarah hadis, pada awalnya ternyata periwayatan hadis bi al-ma’na  ini merupakan dispensasi sebelum kitab-kitab hadis dibukukan. Dispensasi bagi periwayatan bi al-ma’na ini bukanlah merupakan indikasi dari ketidakkonsistenan para ulama dalam memenuhi persyaratan ke-dhabith-an,  karena sebenarnya para ulama telah menetapkan kriteria-kriteria tertentu yang harus dipenuhi para rawi dalam periwayatan hadis .
اختلاف مترجمى القرآن الكريم في مقابلة أحرف مصدرية Yulius Mas'ud
Jurnal Ulunnuha Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v6i2.586

Abstract

قد قام بترجمة القرآن الكريم كثير من العلماء و كانت ترجمتهم منتشرة وسط المجتمع. ونحن قد وجدنا اختلافهم في مقابلة الأحرف المصدرية إلى اللغة الإندونيسية، وكثيرا ما يختلفون في مقابلة إنّ و أن. قد تكون بمعنىbahwa  و bahwasanya و sesungguhnya  و bahwa sesungguhnya. ويبدو أنهم يختلفون فيها خوفا لزوال معنى إن او أن للتوكد التى يؤدى فساد روح ما يراد به الله في كتابه الكريم. وفي الحقيقة، كانت المعانى الثلاثة الأخيرة شاذة بالنسبة لقواعد اللغة الأندونسية.
PENETAPAN SUSUNAN AYAT, SURAT DAN RASM AL-QUR’AN Yulia Rahmi
Jurnal Ulunnuha Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v6i2.600

Abstract

Kodifikasi al-Qur’an pada masa Usman bin Affan melahirkan Mushaf Usmani sebagai hasilnya. Setelah berlalunya masa kodifikasi, muncul perbincangan hangat tentang susunan atau tertib ayat dan surat yang ada dalam al-Qur’an karena pada mushaf yang disusun oleh Usman dan timnya ditemukan perbedaan dengan susunan ayat dan surat yang ada pada mushaf-mushaf para shahabat lainnya. Para ulama sepakat tentang tauqifiynya susunan ayat-ayat al-Qur’an (sesuai dengan yang ditetapkan oleh Nabi). Begitu pula halnya dengan susunan surat-surat dalam al-Qur’an dipahami sebagai sesuatu yang bersifat tauqifiy dari nabi, walaupun para ulama terdapat perbedaan pendapat namun argumen atau dalil tauqifiynya susunan surat lebih kuat dibandingkan 2 argumen lainnya yang berpendapat bahwa susunan surat-surat adalah ijtihadiy seluruhnya atau pun pendapat yang menyatakan sebagiannya ijtihadiy dan sebagiannya tauqifiy. Pembicaraan lain yang muncul adalah tentang rasmi al-Qur’an pada mushaf Usman. Argumen dan dalil yang dikemukakan menunjukkan bahwa rasm al-Qur’an adalah istilah untuk pola penulisan al-Qur’an yang disepakati oleh Usman bukan  tauqifiy daru Nabi, mengikutinya tidak wajib namun demikian rasm Usman tetap harus dijadikan standarisai pola penulisan al-Qur’an.
PEMAHAMAN HADIS RU’YATAL-HILAL MENURUT ULAMA SYATARIAH ULAKAN PADANG PARIAMAN Nandi Pinto
Jurnal Ulunnuha Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v6i2.601

Abstract

The Problem of hisab and ru’yat on its development are not regardless of development Islamic thingking history who much be embellishment of ideology, mazhab or firqah, who present differentiation on opinion who related Islamic law framework especially in Indonesia. The result of understanding different about argumentation normative hisab-ru’yat were think out a differntiation and understanding on the Islamic member of a religious community. This thesis is field research, who has special understanding on construe of Hadis ru’yat al-hilal of Tarekat Syatariah. Interpretation this Hadith of Tarekat Syatariah have different understanding to understand the context of Hadis. Now focus of this research is to know understanding and implementation of Hadith ru’yat al-hilal according to Syatariah scholar Ulakan Padang Pariaman. The result of this research are, First, understanding of hadis ru’yat al-hilal according to Syatariah scolar Ulakan Padang Pariaman is both collaboration of that hadis, because of the first hadis be explanation of the second hadis that are when the moon can’t be seen with the naked eyes because closed of fog or cloud, than word of presuppositioning (faqdurulah) on the first hadis be exclamation of passages of Koran by supplying additional information by Syatariah scholar be completed Sya’ban moon to be 30 days. Second, understanding implementation of Hadis ru’yat al-hilal is with together see new moon (al-hilal) at place who be certained of scolar (Tuangku) from the last time , they are Ulakan beach Padang Pariaman and Koto Tuo Agam. They are see new moon naked eye, although use the modern tools to see it the last judgmen according to them how to see it with naked eye, if it can’t be seen so, the new moon was not visible, although with modern tools to see it, and that not have influenced on determination al-hilal was seem or not. Their jedgment is still on argument if the new moon can’t see with naked eyes, so, al-hilal be evidented not visible and Sya’ban moon be completed to 30 days.
PEMBUKUAN AL-QUR’AN PADA MASA USMAN BIN AFFAN (644-656) Ilhamni Ilhamni
Jurnal Ulunnuha Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v6i2.596

Abstract

إن جمع القران فى عهد خلافة عثمان بن عفان رض قد دار دودا هاما فى تاريخ القرأن. لان في هذا العصر قد دون القرأن بعد جمعه في عهد أبى بكر رض وحفظه في عهد عمربن الخطا ب رض. وكان الدوافع الى التدوين هي المشاكل المنتشرة في مجمتع الاسلام  التى تدور حول اختلاف القرءات بينهم حتى ان بعضهم يدعون ان ماعندهم من القراءة احسن من غيرهم وكذا عكسهم. وقد بلغ هذا الإختلاف الى درجة تكفير بعضهم إلى بعض. وقد تعجب بهذه المسألة  و خاف منها  زعماء الأسلام حتى قرر عثمان لتدوين القرأن ليكون إماما لأمة. ومن الروايات المنقولة في هذا تدل على ان عمل الذى قام به عثمان ليس لأجل نفسه أو تعصبه ولكن لأجل وحدة الأمة من ناحية ولأجل حفظ القرآن من ناحية أخرى.
AKTUALISASI NILAI-NILAI AL-QUR’AN DI ERA MODERN Rusydi AM
Jurnal Ulunnuha Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v6i2.585

Abstract

. القرآن كلام الله المنزل علي رسوله محمد صلى الله عليه وسلّم هدى للناس أجمعين بل يهدى للتى هى أقوام  ولذك فالقرآن صالح لكل زمان و مكان و شامل لكل ما يحتاج اليه الناس من الهداية. فهناك مسائل ومشاكل يواجهونها المسلمون فى عصرنا هذا منها تقدم العلوم والتكنولوجى
الاتجاه التفسيري( )لتفسير القرآن المجيد (النور) لتِيْنْكُوْ محمد حسبي الصِدِّيْقِي Sutrisno Hadi
Jurnal Ulunnuha Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v6i2.597

Abstract

. تِيْنْكُوْ محمد حسبي الصِدِّيْقِي (1904-1975م) أحد المفسرين البارزين في إندونيسيا وله دور بارز في تثقيف الأمة، وقد أثرت خلفيته الدراسية وتفاعله بالأفكار الاصلاحية وكذلك تشخيصه لحاجة الأمة في تبنِّيه اتجاها أدبيا اجتماعيا لتفسيره المسمى تفسير القرآن المجيد (النور)، وقد تجلّى ملامح هذا الاتجاه من الدوافع والأهداف وراء تأليفه والمصادر التي اعتمد عليها والمنهج الذي سار عليه وبالنظر إلى وشرحه لمعاني آيات القرآن، وملامح اتجاه الأدبي الاجتماعي في هذا التفسير تتمثل في النقاط التالية: أولا- عدم التطرق غالبا إلى التفصيل فى مبهمات القرآن خارج إطار ما ذكره القرآن والسنة؛ ثانيا- عدم التقليد والتعصب لآراء العلماء السابقين فى بيان معاني الآيات؛ ثالثا- التركيز و الحرص دائما على إبراز هداية القرآن فى تنظيم الحياة الفردية والاجتماعية؛ رابعا- الدعوة المتكررة إلى إعمال العقل؛ خامسا- استنباط الدروس والعبر التى تضمنتها الآية؛ سادسا- فهم وإظهار معانى الآيات على ضوء العلم الحديث،

Page 1 of 1 | Total Record : 8